Nasional | Diimbau Ajukan Caleg Bersih, Golkar Yakin Metode Rekrutmen Sudah Tepat


Ilustrasi

Jakarta – Diimbau untuk mengajukan calon legislatif (caleg) yang lebih berintegritas dan lebih intelek dalam pemilu 2014, Partai Golongan Karya (Golkar) menyanggupi. Golkar sendiri meyakini metode rekrutmen yang dilakukannya sudah tepat.

“Golkar punya metode penjaringan caleg, sehingga rasanya kecil kemungkinan. Namun, bukan berarti tidak ada caleg yang tidak intelek, tidak integritas, tidak loyal,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Golkar Tantowi Yahya dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (24/1/2013).

Lebih lanjut, Tantowi menjelaskan, metode rekrutmen Golkar yang mengedepankan penggodokan karakter para calegnya. Menurutnya, caleg Golkar dibekali dengan serangkaian orientasi yang mendalam.

“Untuk jadi caleg Golkar, yang bersangkutan harus berkiprah secara politik di organisasi, baik organisasi yang didirikan partai maupun organisasi sayap. Mereka sudah melalui penggodokan dalam waktu lama,” jelasnya.

Para caleg-caleg tersebut kemudian akan mengikuti orientasi dan kemudian diturunkan ke dapil masing-masing sebagai praktik lapangan. “Mereka bekerja dalam payung kekaryaan dan dimonitor oleh DPP,” imbuh Tantowi.

Kemudian, untuk mengetahui elektabilitas para caleg, mereka akan disurvei oleh kalangan internal partai.

“Disurvei, jadi tingkat elektibiltas ketahuan siapa kader yang disukai,” tandasnya.

Ketua KPK Abraham Samad mengharapkan agar parpol merekrut caleg yang berintegritas dan mempunyai kemampuan spritualitas intelektual. Hal ini merujuk pada banyaknya anggota dewan yang diseret ke pengadilan oleh KPK.

Sejak KPK berdiri pada tahun 2002 sampai saat ini, tak ada satupun terdakwa yang dihadirkan KPK, dibebaskan oleh pengadilan. Terakhir, Angelina Sondakh diputus bersalah dan dijatuhi hukuman 4,5 tahun oleh pengadilan negeri Tipikor Jakarta.

Hal ini cukup mengkhawatirkan menjelang pemilu legislatif yang semakin dekat. Terlebih pada April tahun ini Parpol harus sudah menyerahkan nama Caleg ke KPU. Saat ini, sebanyak 10 partai politik nasional yang menjadi peserta pemilu mulai disibukkan dengan persiapan penyusunan daftar calon anggota legislatif yang akan diusung masing-masing partai.

Pada tanggal 9-15 April 2013 mendatang, seluruh partai diharuskan menyerahkan daftar calon sementara (DCS). Setelah itu, KPU akan melakukan verifikasi caleg pada 16-22 April 2013. Penetapan daftar caleg tetap untuk tingkat DPR akan dilakukan pada 4 Agustus 2013.

(nvc/rvk)

Sudah Pas Lukman Gantikan SDA

Lukman Hakim Saifuddin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Lukman Hakim Saifuddin ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai menteri agama.  Lukman menggantikan Suryadharma Ali yang mengundurkan diri lantaran tersangkut kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji medio 2012-2013.

Sekretaris Dewan Pakar PPP Ahmad Yani mengapresiasi keputusan Presiden.  Menurut Yani, siapa pun sosok yang ditunjuk Presiden, partai berlambang kabah itu mendukung sepenuhnya.  “Pak Lukman sudah pas,” ujar Yani kepada wartawan saat ditemui di Rumah Polonia, Jakarta, Jumat (6/6).

Sejumlah kalangan menilai langkah Presiden merupakan contoh etika politik yang baik.  Sebab, pengganti SDA, Ketua Umum PPP, juga berasal dari PPP, partai yang mendukung pemenangan SBY dalam kontestasi Pemilihan Umum Presiden 2014.  Yani menanggapi pendapat itu dengan normatif.

“Andai pun tidak diberikan kepada PPP, tidak ada masalah,” kata Yani.  
Lebih lanjut, Yani membenarkan, Lukman memiliki sisa waktu yang minim untuk berbuat banyak di Kementerian Agama.  Namun demikian, banyak hal yang dapat dilakukan Wakil Ketua MPR itu.  

“Dimulai dari mengawal penyelenggaraan haji tahun ini,” ujar Yani.

Tweet
Share

TAGS
#menteri agama
#lukman hakim

Republika.co.id

Jika Sudah Kerja Sama, PDIP Mengaku Komitmen

  Calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (tengah) bersama kader-kader mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional di Jakarta, Ahad (16/3). (Republika/Aditya Pradana Putra)

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menyatakan, membuka diri kepada seluruh parpol yang ingin bekerja sama. “Perlu kami tegaskan bahwa kepentingan rakyat harus menjadi pondasi kerja sama antarpartai politik dan calon presiden,” katanya, Kamis (20/3).

Ia menegaskan, PDIP akan konsisten jika sudah menyatakan bekerja sama dengan parpol lain. Ini demi memperkuat bekerjanya sistem presidensial.

Tjahjo menegaskan, bahwa proses kaderisasi yang dilakukan terhadap calon pemimpin bangsa dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Bahkan, mengedepankan pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, jejak sejarah perjuangan bangsa, serta mental dan karakter pemimpin. Termasuk berani dengan keyakinan politiknya untuk mengambil tanggung jawab apa pun demi kepentingan bangsa dan negara.

“Pemimpin yang dipersiapkan Ibu Megawati, termasuk Pak Jokowi, adalah pemimpin yang berani bersikap, tidak abu-abu, dan dengan tegas berani menolak berbagai kepentingan yang ingin merusak sendi-sendi persatuan bangsa,” tegas Tjahjo.

“Pengalaman kasus Century, Hambalang, impor daging, dan lain-lain harus menjadi pelajaran bagi kita semua, khususnya PDI Perjuangan, agar tidak mengulang hal yang sama ketika rakyat memberikan mandatnya kepada PDI Perjuangan,” kata Tjahjo.

Tweet
Share

TAGS
#jokowi capres
#pemilu 2014
HOT SEARCH
#malaysia airlines
#tiPs
#gbk

Republika.co.id

NasDem Sudah Tak Ada Harapan Lagi

NasDem Sudah Tak Ada Harapan Lagi

Headline

IST

inilah.com, Bandung – Ketua DPW Partai Nasional Demokrat Jawa Barat Rustam Efendi mengundurkan diri dari partai tersebut setelah Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Hary Tanoesoedibjo (HT) mengundurkan diri dari partai yang menawarkan konsep restorasi itu.

“Saya juga mengundurkan diri per Senin karena bagi saya sudah tidak ada harapan lagi. Jadi setelah Pak HT mundur itu ibarat tsunami bagi kami,” kata Rustam Efendi ketika dihubungi melalui telepon, Senin malam.

Ketika ditanyakan apakah pengunduran dirinya akan menggangu sikap politik Nasdem di Pilkada Jabar yang mendukung pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Rustam menyatakan pengunduran dirinya dari Partai NasDem tidak akan mempengaruhi hal tersebut.

“Saya rasa tidak ya, karena itu kan keputusan bersama partai. Bukan individual saya semata,” katanya.

Posisi Rustam Efendi sebagai ketua, untuk sementara ini dijabat oleh Sekretaris DPW Partai NasDem Jawa Barat Agus Suparman.

Agus menegaskan dirinya untuk sementara ini akan menjalankan posisi sebagai Ketua DPW Partai NasDem Jabar sebelum ditentukan ketua definitif yang baru.

Ia mengaku segera melakukan konsolidasi dengan seluruh elemen di Partai Nasdem baik dari unsur partai maupun ormas agar kemunduran HT tidak membuat Partai NasDem Jabar cerai berai.

“Memang untungnya saya selama ini cukup sinergis dengan partai, juga dengan ormas NasDem. Jadi soliditas partai saya jamin akan terus terjaga,” kata dia. [ito]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Petani Bisa Minta Bantuan TNI untuk Tanam Padi

    Petani Bisa Minta Bantuan TNI untuk Tanam Padi

  • Jatuhnya UFO Sebabkan Jutaan Ikan Mati di Jepang?

    Jatuhnya UFO Sebabkan Jutaan Ikan Mati di Jepang?