Ruhut: Siapa Lagi Kalau Bukan yang Sering Disebut Nazar

Ruhut: Siapa Lagi Kalau Bukan yang Sering Disebut Nazar


Jakarta: Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyatakan aksi pengusiran dirinya dari arena Silatnas Partai Demokrat di Bogor, Jawa Barat, karena orang-orang yang tidak suka dengan dirinya gerah dengan keberadaannya. Orang-orang itu makin geram justru ketika dirinya yang menjadi pusat perhatian. Apalagi saat wartawan mengerubunginya untuk diwawancara. “Mereka melihat, kok, bukan tokoh-tokoh yang disanjung yang diwawancara. Apa-apa Bang Ruhut saja gitu kan,” kata dia santai saat diwawancara langsung Metro TV, Jakarta, Jumat (14/12) petang. Ketika ditanya siapa tokoh-tokoh yang mereka sanjung, Ruhut bilang siapa lagi kalau bukan yang sering disebut mantan Bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. “Nazar beberapa kali bilang si A itu otak ini semua,” kata Ruhut. Ruhut menyebut si A yang dimaksud adalah Anas Urbaninggrum. “Biasalah ada beberapa badutnya menjerit-jerit, kita ketawa ajalah,” ujarnya. Ruhut dipecat dari posisinya sebagai salah satu ketua DPP Partai Demokrat. Ia sebelumnya mengaku dipecat karena sering meminta Anas mundur Menurutnya, aksinya meminta Anas mundur untuk mengembalikan citra partai yang terpuruk karena sejumlah kader Partai Demokrat yang tersangkut kasus korupsi. “Legowo mundur sementara. Manakala jadi tersangka dimundurkan, bagaimana citra partai kita nanti,” katanya. Ia juga mengungkapkan kedekatan Anas dengan Nazar sebelum Nazar menjadi terduga beragam kasus korupsi hingga suap yang menghebohkan Tanah Air. Anas dan Nazar seperti prangko

Hambalang, Tanggung Jawab Siapa ? [ILC 6-10-2012] TVONE

Hambalang, Tanggung Jawab Siapa ? [ILC 6-10-2012] TVONE


Nazar: BPK Tutupi Peran Anas dan Andi Terkait Hambalang Rabu, 07 November 2012 BPK banyak menutupi seperti peran Anas dan Andi yang tidak dimasukan. Terdakwa kasus dugaan suap pembangunan Wisma Atlet Sea Games XXVI Palembang, M Nazaruddin menuding Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah diintervensi terkait proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Hal itu dikatakan Nazaruddin sebelum masuk ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk kasus Hambalang dengan terdakwa Deddy Kusdinar, Rabu (7/11). “Saya lihat ada intervensi kepada BPK,” kata Nazaruddin. Menurut Nazaruddin, banyak hal yang tidak terungkap secara jelas dari hasil audit investigatif BPK. Dia menilai lembaga yang dipimpin oleh Hadi Purnomo itu menutupi banyak hal. Terutama, terkait peran Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng. “Sebenarnya BPK terlampau menutupi. Satu peran Anas tidak dimasukan, peran Andi tidak dimasukan,” kata Nazaruddin. Dalam hasil audit investigatif Hambalang yang diserahkan ke DPR akhir Oktober lalu, nama Menpora Andi Malarangeng hanya disebutkan lalai karena telah membiarkan mantan Sekretaris Kemenpora Wafid Muharram melakukan apa yang semestinya menjadi tugas Andi. Sementara nama Anas sama sekali tidak disebutkan dalam audit tersebut. Padahal selama ini, Anas dituding Nazaruddin berperan dalam

Nasional | Endriartono: Kongres NasDem Belum Tetapkan Surya Paloh Jadi Capres



Jakarta – Kongres Partai Nasional Demokrat (NasDem) pada akhir Januari 2013 nanti akan menetapkan Surya Paloh menjadi Ketum NasDem. Namun belum menetapkan Surya Paloh menjadi capres NasDem.

“Barangkali kita belum berpikir untuk capres,” kata Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto yang kini aktif di NasDem, kepada detikcom, Rabu (23/1/2013).

Kongres Partai NasDem sendiri akan digelar tanggal 25-26 Januari 2013. Kongres digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Menurut Endriartono, kongres Partai NasDem akan membahas strategi pemenangan di Pemilu 2014. Dia meyakini kongres belum akan membicarakan capres.

“Lebih kepada bagaimana kita memenangkan di Pemilihan Umum,” ujarnya.

Endriartono sendiri memilih mendukung Surya Paloh ditetapkan menjadi Ketum NasDem. Meskipun menurut banyak kalangan itu bisa menutup peluangnya nyapres di 2014 mendatang.

“Buat saya, sementara partai masih tidak berubah. Visi tetap sama dan untuk menjadikan Indonesia lebih baik, nahkoda bisa siapa saja,” katanya.

(van/trq)

Nasional | HT Keluar, Endriartono Dukung Surya Paloh Jadi Ketum NasDem



Jakarta – Setelah keluarnya Hary Tanoesoedibjo (HT) dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), tak ada lagi yang menghalangi jalan Surya Paloh menjadi Ketum NasDem. Jenderal (Purn) TNI Endriartono Sutarto yang diisukan akan nyapres melalui Partai NasDem menyatakan dukungannyan terhadap Surya Paloh.

“Ya saya dukung. Siapapun yang membawa agenda perubahan bersama NasDem pasti saya dukung,” kata mantan Panglima TNI ini kepada detikcom, Selasa (22/1/2013).

Tarto menilai sejauh ini tak ada masalah di internal NasDem. Kalau Paloh ingin mengambil alih, menurut dia sepanjang tidak bertentangan dengan agenda perubahan NasDem tidak masalah.

“Buat saya, sementara partai masih tidak berubah. Visi tetap sama dan untuk menjadikan Indonesia lebih baik, nahkoda bisa siapa saja,” katanya.

Menurut Endriartono, Surya Paloh tak berambisi menjari ketua umum NasDem. Namun Hary Tanoe terlanjur menolak setelah sejumlah pendukung mengusung Surya Paloh menjadi ketum.

“Yang saya tahu beliau tidak juga berambisi menjadi ketua umum. Tapi Pak Hary Tanoe tak menghendaki Pak Surya jadi ketum,” ujarnya.

Rencananya Surya Paloh akan dikukuhkan menjadi Ketum NasDem pada kongres tanggal 25-26 Januari mendatang. Sejumlah kalangan melihat loyalis HT yang masih di NasDem akan menentang rencana tersebut. Sukseskah Paloh mengambil posisi no 1 di NasDem?

(van/lh)

Hary Tanoe Ikuti Jejak Sri Sultan di NasDem

Hary Tanoe Ikuti Jejak Sri Sultan di NasDem

Headline

inilah.com, Jakarta – Kabar mundurnya Hary Tanoesoedibjo dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) telah mempertegas adanya konflik di tubuh partai itu. Sebelumnya diberitakan, konflik terjadi antara Hary Tanoe dan Surya Paloh terkait rebutan posisi Ketua Umum Partai NasDem.

Surya Paloh disebut-sebut akan merebut posisi ketua umum dalam Kongres I NasDem 23-27 Januari 2013. Untuk menempati posisi tersebut diprediksi jalan Surya akan mulus. Sebab, dikabarkan sudah terjadi polarisasi dan Surya telah mendapat dukungan dari kelompok tua.

Menurut pengamat politik UI, Bonny Hargens, kelompok tua gencar menggosok Surya Paloh agar menguasai Partai NasDem. Mereka melihat parpol berlogo kepala Rajawali itu punya peluang dalam Pemilu 2014.

“Bibit perpecahan muncul ketika NasDem lahir menjadi parpol. Ada kelompok tua yang terdiri dari pensiunan jenderal dan alumni Golkar, punya nafsu besar. Mereka rajin memprovokasi Surya Paloh agar berkuasa di Partai NasDem,” jelas Bonny kepada inilah.com, kemarin.

Namun, Bonny tidak bersedia mengungkapkan siapa sajakah kelompok tua dimaksud. Sedangkan Harry Tanoe, yang sering disapa HT, kata Bonny, dikenal sangat dekat dengan kelompok muda di NasDem. Ketika ada anak muda NasDem yang diganggu membuat HT gundah.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Sugeng Suprawoto menepis adanya konflik tersebut. Sugeng, yang loyalis Surya Paloh itu mengklaim seluruh kader partai mendukung bos Media Group itu untuk memimpin Partai NasDem.

“Tidak ada konflik internal. Tidak ada setuju atau tidak setuju, setelah partai ini dibangun oleh Surya Paloh, kami akan mengembalikannya kepada Surya Paloh,” kata Sugeng di Kantor KPU pekan lalu.

Dia menjelaskan, kongres Partai NasDem yang akan digelar nanti tidak ada pemilihan ketua umum. Namun, kongres akan secara langsung memutuskan Surya Paloh memimpin Partai NasDem.

“Kami akan mengukuhkan Pak Surya Paloh sebagai ketua umum. Kami meminta Surya Paloh untuk memimpin partai NasDem ke depan. Sebab, hanya Surya Paloh yang dapat menyelaraskan salah satu partai baru yang lolos ke ajang pertarungan Pemilu 2014,” jelas Sugeng.

Berita mundurnya tokoh NasDem sebelumnya juga terjadi. Adalah Ketua Dewan Pembina (Ormas) Nasional Demokrat (NasDem), Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dia mundur lantaran ormas itu menjadi partai politik.

“Sejak awal dibentuk tidak ada kesepakatan organisasi masyarakat (ormas) Nasional Demokrat (Nasdem) akan menjadi partai politik, karena saat ini ada deklarasi Partai NasDem, maka saya memilih mundur,” kata Sultan di Sleman ketika itu.

Patut diduga mundurnya dua tokoh itu lantaran kecewa atau mungkin merasa dibohongi Surya Paloh. Atau patut ditengarai juga ketika Ormas NasDem didirikan sebenarnya Surya Paloh tengah mempermainkan strategi politik untuk mengantarkan dirinya agar tetap eksis di panggung politik. Sebab, sebelumnya Surya telah gagal menjadi Ketua Umum Partai Golkar, sehingga kali ini dia tidak boleh gagal lagi menjadi Ketua Umum Partai NasDem.

Bila posisi Ketua Umum Partai NasDem ditangannya, maka jalan untuk maju sebagai calon presiden 2014 semakin terbuka, terlebih namanya selama ini telah disebut-sebut sebagai salah satu capres. [yeh]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Produksi Gas Akan Tingkatkan Rasio Elektrifikasi

    Produksi Gas Akan Tingkatkan Rasio Elektrifikasi

  • Dahlan Pilih Tengok Sapi

    Dahlan Pilih Tengok Sapi

Habibie-Prabowo Berdamai, Siapa Menyusul ?

Habibie-Prabowo Berdamai, Siapa Menyusul ?

Headline

BJ Habibie dan Prabowo Subianto – inilah.com

inilah.com, Jakarta – BJ Habibie dan Prabowo Subianto dikabarkan telah makan siang bersama. Tempatnya di kediaman Habibie di Jakarta. Inisiatif pertemuan muncul dari BJ Habibie, Presiden ke-3 RI.

Makan siang tersebut diakhiri dengan foto bersama di sebuah bangku taman. Habibie tetap duduk di bangku, sementara Prabowo yang mengenakan jas dengan dasi merah, berdiri di sebelah kiri Habibie. Foto berdua berbeda generasi itu semakin memiliki nilai berita, sebab di negara kita saat ini sudah sangat langka melihat orang berdamai atau mengakhiri permusuhan.

Tanpa harus mencari tahu apa penyebabnya begitu pula tanpa harus malu mengakui keadaannya, sudah menjadi rahasia umum, permusuhan antar elit di Indonesia saat ini, masih sangat besar. Maraknya permusuhan antarelit, telah menimbulkan persepsi bahwa semakin sulit mencari pemimpin yang berkarakter negarawan.

Ada permusuhan terselubung antara Soekarnois dengan yang anti-Soekarno, Soehartois dan pro-Soeharto. Antara Orde Baru dan Orde Reformasi. Antara militer dan non-militer. Antara TNI dan Polri. Antara Prabowo dan Wiranto. Dan yang paling baru antara SBY dan loyalis Anas Urbaningrum.

Pertemuan diam-diam antara bekas Presiden dan bekas Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu dibocorkan oleh Sugiono, salah seorang staf kepercayaan Prabowo Subianto. Kontan saja kabar pertemuan kedua tokoh itu tersebar luas setelah fotonya diposting oleh beberapa kader Partai Gerindra melalui media-media sosial.

Mengapa pertemuan BJ Habibie dan Prabowo Subianto menjadi sebuah kabar penting dan perlu mendapat perhatian? Tidak lain karena pertemuan itu merupakan “good news” dan “good news” sebaiknya menjadi berita baik. Bukan sebaliknya yang “bad news” menjadi “good news” atau peristiwa buruk menjadi kabar baik.

Pertemuan tersebut patut disebut sebagai kabar baik karena sekalipun hanya dua orang yang bertemu tapi hal itu bisa menjadi contoh dan simbol sebuah persatuan dari 240 juta rakyat Indonesia.

Pertemuan rekonsiliasi itu semakin memiliki makna penting bila isu rekonsiliasi nasional disandingkan dengan keadaan politik bangsa saat ini, yang penuh dengan ceritera persengketaan, permusuhan dan saling menyalahkan. Indonesia, tanpa kita sadari sudah mulai berubah menjadi sebuah negara yang “tiada hari tanpa permusuhan”.

Selama kurang lebih 15 tahun, BJ Habibie dan Prabowo Subianto 'bermusuhan'. Bias dari permusuhan kedua tokoh nasional tersebut, merembet ke berbagai strata masyarakat. Pasalnya Habibie dan Prabowo masing-masing memiliki komunitas, konstituen yang tersebar di seluruh Indonesia.

Permusuhan mereka mulai mengarah ke permusuhan abadi. Sebab lewat buku yang diterbitkan masing-masing, satu sama lain saling mengklaim kebenaran. Isi kedua buku mereka terus diulas dan diulang-ulang oleh berbagai kalangan dengan berbagai kepentingan.

Isu paling sensitif dari permusuhan kedua tokoh yang diumbar dalam buku masing-masing adalah soal kudeta. BJ Habibie sebagai Presiden RI, menuding Prabowo berusaha menjatuhkannya melalui kudeta militer, hanya sekitar 3 hari setelah Habibie menggantikan Jenderal Soeharto pada 20 Mei 1998.

Hingga pekan lalu masalah tersebut masih diposting di halaman Facebook, dimana Prabowo membantah tentang tudingan tersebut. Permusuhan mereka, jika tidak segera diakhiri, bisa berlanjut ke tahun politik 2014. Oleh sebab itu pertemuan Habibie-Prabowo untuk sementara dapat dikatakan bisa menghilangkan rasa khawatir tentang kemungkinan berlanjutnya 'pemusuhan' dua tokoh tersebut.

Menjelang tahun politik 2014, dimana Prabowo berencana akan maju sebagai peserta kontes Pemilihan Presiden RI, diperhitungkan dapat menjadi sasaran kritik termasuk fitnah oleh musuh-musuhnya. Antara lain dengan menggunakan buku BJ Habibie sebagai dokumen pendukung.

Kisah permusuhan tersebut didaur ulang terus menerus yang pada akhirnya tidak akan memberikan hasil positif bagi bangsa secara keseluruhan. Padahal Indonesia, bangsa dan rakyatnya sangat memerlukan sebuah perdamaian. Jika ingin menjadi sebuah negara kuat yang disegani bangsa-bangsa lain, semua pihak wajib melakukan rekonsiliasi. Dan pihak yang wajib memulainya adalah para elit atau tokoh seperti Habibie dan Prabowo.

Banyak yang tidak sadar, keinginan untuk melihat Indonesia menjadi negara yang damai, hampir sama banyaknya dengan pihak yang ingin melihat Indonesia selalu dalam keadaan terpecah. Hal ini terbukti dari adanya upaya-upaya pihak asing yang ingin menjadi jurudamai bagi Indonesia, pasca-kerusuhan sosial Mei 1998.

Tidak lama setelah reformasi 1998 itu meletus sejumlah tokoh dunia yang berjasa dalam mendamaikan seluruh komponen sebuah bangsa yang bertikai, menawarkan minat mereka kepada Indonesia. Negara yang menjadikan rujukan adalah Afrika Selatan. Negara di benua hitam ini dinilai sebagai contoh faktual yang paling tepat.

Sebab Afrika Selatan baru merdeka dari kelompok minoritas bangsa kulit putih pada 1994. Yang menarik adalah sekalipun bangsa kulit hitam mengalami penderitaan yang luar biasa akibat penindasan bangsa kulit putih, selama berabad-abad, bangsa kulit hitam dapat menguburkan trauma dengan cepat.

Nelson Mandela, Presiden kulit hitam pertama sekaligus tokoh penentang rezim apartheid, merupakan simbol rekonsiliasi. Ia mengajak anak buahnya untuk tidak mendendam bangsa kulit putih. Sebagai bukti, Mandela dalam pemerintahan perdananya, langsung menggandeng FW De Klerk, Presiden kulit putih terakhir di Afrika Selatan, untuk menjadi Wakil Presidennya.

Padahal kalau bicara soal dendam dan kualitasnya, sejatinya bangsa kulit hitam Afrika Selatan tidak akan pernah bisa melupakan apalagi memaafkan bangsa kulit putih dari negeri itu.

Salah satu petikan ceritera penderitaan bangsa kulit hitam antara lain cara bangsa kulit putih memberi hukuman. Tidak sedikit orang kulit hitam yang berakhir hidup mereka di mulut buaya atau aligator, karena sengaja diekskusi oleh orang kulit putih secara keji seperti itu.

“Kami cukup realistis. Tidak mungkin kami terus memendam kepada orang kulit putih. Kami tidak mungkin membalas. Toh sekalipun kesempatan membalas itu ada, nyawa dari saudara kami yang tubuhnya dimangsa buaya tidak akan hidup kembali,” ujar seorang diplomat kulit hitam Afrika Selatan yang bertugas di Jakarta lebih dari 10 tahun lalu.

Rekonsiliasi bangsa Afrika Selatan menjadi contoh positif sebab kisah-kisah tragis seperti itu langsung dikubur oleh bangsa kulit hitam. Bangsa Indonesia patut bersyukur tidak sampai mengalami situasi seperti Afrika Selatan.

Kini, siapa menyusul Habibie-Prabowo yang sudah berdamai? [mdr]

Rekomendasi Untuk Anda


  • IHSG Tutup Tanpa Harapan?

    IHSG Tutup Tanpa Harapan?

  • Polda Tunda Denda Untuk Penerobos Jalur Busway

    Polda Tunda Denda Untuk Penerobos Jalur Busway

Inilah.com

Video Asusila Siswi SMP, Siapa Salah?

Video Asusila Siswi SMP, Siapa Salah?
Ilustrasi (Liputan6.com/Rengga Satria)
Tweet

Liputan6.com, Jakarta : Suasana sekolah siang itu sepi. Hampir seluruh penghuninya menunaikan salat Jumat. Namun, di salah satu ruang kelas, sejumlah siswa dan siswi malah terlibat perbuatan asusila.

Berita Terkait

Mendikbud: Asusila di Sekolah Karena di Luar Tak Ada Tempat

Mendikbud: Asusila di Sekolah Karena di Luar Tak Ada Tempat

Usai Direkam, Video Asusila Siswi SMP Langsung Beredar di Sekolah

Usai Direkam, Video Asusila Siswi SMP Langsung Beredar di Sekolah

Pemandangan kontras itu terjadi di sebuah sekolah SMP di Jakarta Pusat. Tepatnya pada Jumat 13 September 2013, pukul 11.50 WIB. Parahnya, perbuatan yang belum pantas dilakukan murid SMP itu direkam dengan kamera ponsel.

Berdasarkan video yang diperiksa polisi, tampak sepasang kekasih FP (15) dan AE (16), saling bercumbu di lantai kelas. Tanpa malu, keduanya yang masih mengenakan seragam SMP itu melakukannya di depan sejumlah murid lain.

Menurut polisi, sebelum adegan itu terjadi, AE turun dari kelasnya saat jam pelajaran usai. Di lantai dasar, teman korban, A, mengajaknya ke salah satu ruangan untuk bertemu dengan teman lainnya, yakni CN, CD, DN, IV, dan WW.

Ketika korban masuk, selain ada teman-teman yang disebut tadi, ternyata sudah ada seorang pria yang merupakan adik kelas mereka, FP. Kemudian, A menyuruh AE untuk berhubungan intim dengan FP.

Teman-teman yang lainnya merekam dengan menggunakan telepon genggam. Menurut keterangan tersebut, A juga mengancam AE dengan menggunakan pisau dan akan melukainya jika tidak melakukan apa yang ia suruh. Bahkan A mengancam AE akan menyebar video yang telah direkam teman-temannya.

Ibu AE, berinisial N pun melaporkan kejadian yang menimpa anaknya itu dengan dugaan perkosaan.

Tertawa-tawa

Namun, dari video yang didalami, polisi menyimpulkan perbuatan asusila itu berdasarkan suka sama suka. Polisi tidak menemukan adanya unsur paksaan, malah ada adegan mereka saling tertawa.

“Iya ada adegan mereka ketawa-ketawa bersama dalam rekaman itu,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan saat dihubungi Liputan6.com, Selasa 22 Oktober lalu.

Hal itulah yang jadi salah satu alasan polisi mengambil kesimpulan dugaan perkosaan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. Apalagi kedua remaja itu, memiliki hubungan khusus.

“Setelah dilakukan penyelidikan dari saksi dan barang bukti bahwa keduanya memiliki hubungan dan tidak ada paksaan,” ujarnya.

Polisi pun masih belum menetapkan tersangka pada kasus itu. “Ini masih terus didalami. Kita masih periksa terus. Untuk perekam juga belum dijadikan tersangka,” imbuh Tatan.

Untuk mengungkap kasus itu, polisi memeriksa siswi yang memerankan adegan asusila dalam video itu. Pemeriksaan dilakukan di sebuah tempat rahasia.

“Kita periksa AE, pemeran wanitanya. Penyidik ke sana untuk periksa apa yang terjadi, motif dan tujuan melakukan itu. Pemeriksaan sedang berlangsung di suatu tempat yang tidak bisa diberitahukan,” kata Rikwanto.

Pemeriksaan AE, dinilai penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Karena, dari pemeriksaan 17 saksi sebelumnya, motif yang diungkapkan berdasarkan suka sama suka.

“Kita akan lihat apa yang terjadi, karena dugaan yang muncul suka sama suka, tapi ada yang bilang di-bully dan dipaksa, jawaban akan kita dapat dari AE. Dari saksi sebelumnya, bilang tidak ada paksaan sama sekali,” jelas Rikwanto.

Dilakukan 3 Kali

Selain menyimpulkan perbuatan asusila itu dilakukan atas dasar suka sama suka, polisi juga menyebut para pelaku tak sekali melakukan.

“Dan itu sudah dilakukan 3 kali. Pada 9 Oktober itu terakhir dengan kelompok yang sama, pemerannya sama,” kata Kepala Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Senin 21 Oktober.

Menurut Rikwanto, keterangan tersebut diperoleh setelah polisi memeriksa 10 saksi yang semua berasal dari siswa dan siswi, baik itu pemeran maupun perekam adegan seks. Semua saksi sudah diperiksa, termasuk penjaga sekolah dan guru konseling.

“Seperti suka sama suka, maka perlu konfirmasi lagi pada yang ada di ruang kelas. Termasuk pada yang nonton,” ujar Rikwanto.

Dari hasil pemeriksaan juga terungkap, selain merekam adegan asusila itu, para siswa yang terlibat juga menyebarkan video tersebut. “Itu disebarkan di antara mereka sendiri,” ungkapnya.

Salah satu siswa kelas 8, mengaku sudah melihat video itu sejak pertama kali dibuat. “Pas hari itu juga. Ada ekstra kurikuler Silat tiap Jumat jam 13.00 WIB. Lagi sekolah juga masih ramai,” kata siswa yang menolak menyebutkan nama saat ditemui Liputan6.com di depan sekolah, Jakarta Pusat, Jumat (25/10/2013).

Siswi kelas IX juga mengaku bisa menyaksikan video asusila itu dari rekannya yang mengaku mengetahui peristiwa tersebut. Namun, lagi-lagi siswi itu enggan membeberkan lebih jauh perihal penyebaran videonya.

“Tahu sudah lihat juga pas besoknya. Saya liat di HP teman saya. Takut juga sudah pernah lihat, takut kesalahan,” ucap siswi itu.

Sementara, pihak sekolah yang diwakilkan petugas kemanan jaga mengaku mengetahui adanya peristiwa itu justru saat ada penyidik dari Polres Jakarta Pusat mendatangi sekolah.

“Belum tahu, belum pernah lihat. Tahunya pas ada penyidik datang ke sekolah saja,” tukas penjaga keamanan itu.

Beredar di Dunia Maya

Selain tersebar di kalangan murid, kini video asusila yang dilakukan FP dan AE kini beredar luas di dunia maya. Polisi pun kini memburu sang penyebar.

“Kita sedang cari penyebar video itu. Jadi sabar sedikit ya,” kata Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Dari video yang diperoleh tim Liputan6.com, adegan asusila itu seperti yang disampaikan polisi. Perbuatan asusila yang dilakukan FP dengan AE tidak ada unsur paksaan. Ada adegan saling tertawa yang terekam dalam video tersebut.

Pemerhati anak Seto Mulyadi atau biasa disapa Kak Seto angkat bicara atas beredarnya video asusila itu di dunia maya. Kak Seto meminta agar rekaman dari adegan tak senonoh itu dihapus semua pihak yang tidak berkepentingan, agar tidak mempengaruhi psikologi korban.

“Saya mohon dari Kominfo untuk menghapus video itu bila sudah masuk Youtube atau media online lain itu agar dihilangkan, teknisnya diatur. Hal serupa juga perlu dilakukan oleh polisi,” kata Kak Seto saat berbincang dengan Liputan6.com.

Gayung bersambut, polisi menyanggupi permintaan Kak Seto. Polisi pun siap menghapus video-video yang telah beredar luas melalui internet.

“Ada 3 rekaman foto dan video lewat HP, ada yang sudah dihapus, dan peredaran ke mana saja akan kita lacak dan usut. Apakah share ke pihak lain, akan kita lacak dengan IT,” kata Rikwanto.

Obat Perangsang?

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan pernyataan polisi dan sekolah bahwa adegan intim siswi AE dengan siswa FP yang direkam, dilakukan atas dasar suka sama suka. Pernyataan itu dinilai tidak masuk akal.

“Karena suka sama suka itu tidak berlaku untuk anak-anak. Seusia mereka, belum semestinya mereka mengerti hal itu,” kata Komisioner KPAI Bidang Napza dan Pornogragi Maria Advianti saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Rabu 23 Oktober.

Setelah menganalisa video hubungan intim antara AE dan seorang siswa, polisi menyatakan perbuatan itu dilakukan atas dasar saling suka. Tidak ada unsur pemaksaan.

Namun Maria curiga AE telah dicekoki obat tertentu sebelum melakukan adegan seperti dalam rekaman video itu. “Setelah dicekoki obat, perempuannya akan merasa rileks. Jadi dalam video terlihat enjoy saja dan tidak ada perlawanan,” lanjutnya.

Maria menambahkan, setidaknya ada 21 jenis narkoba sintetis yang belum terdaftar. Efeknya pun langsung mengarah ke free sex. “Begitu dia minum, nggak lama efeknya menimbulkan korban terangsang. Kalau sudah begitu tinggal disodorin saja kan,” tegas Maria.

Sementara, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait geram atas pernyataan pihak kepolisian yang menyebut perbuatan asusila yang ditonton dan direkam sekelompok siswa di ruang kelas, dilakukan atas dasa suka sama suka.

“Tidak benar itu. Korbannya kan belum dimintai keterangan, kok sudah dikatakan suka sama suka?” kata Arist saat dihubungi Liputan6.com, Selasa 22 Oktober.

Arist menilai, kepolisian ini terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan. Ia malah tak habis pikir, masa ada seorang anak remaja melakukan hubungan badan di luar hubungan pernikahan mau ditonton banyak orang.

“Terlalu gegabah dan terburu-buru itu polisi mengatakan suka sama suka. Coba pikir deh, pasangan suami istri saja mana mau melakukan hubungan badan ditonton banyak orang? Sangat geram saya mendengarnya,” cetus Arist.

Arist mengungkapkan, atas pemberitaan ini, keluarga korban semakin tertekan. Ia pun berharap, media bisa memberitakan lebih bijak terkait kasus ini.

“Keluarga korban sangat tertekan dan marah. Apalagi korban semakin trauma berat mendengar kabar dari media sekarang ini,” ungkap Arist.

Arist menilai, apa yang dialami AE merupakan bullying dalam bentuk kejahatan seksual. Tak cuma melecehkan dengan memaksa melakukan seks oral, teman-teman sekolah AE juga mempertontonkan dan merekam aksi pelecehan itu.

Jokowi-Ahok Bicara

Perbuatan asusila yang dilakukan pelajar di Ibukota itu telah sampai ke telinga Gubernur DKI Jakarta Jokowi. Namun, ia itu belum mau berkomentar apapun.

“Saya sudah minta laporan, tapi sampai detik ini saya belum diberi laporan,” ujar politisi PDIP bernama lengkap Joko Widodo itu di Balai Kota, Jakarta, Rabu, 23 Oktober lalu.

Jokowi beralasan, karena kasus tersebut menyangkut masalah asusila, norma, dan etika, ia tidak mau memberikan penjelasan bila belum mengetahui persoalan tersebut secara lebih detail.

“Saya nggak mau ngomong sebelum ada laporan, saya mau laporannya dulu, supaya ini tidak simpang siur,” tegas Jokowi.

Sedangkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai adanya kelalaian guru BP (bimbingan dan penyuluhan) dan guru wali kelas di SMP Jakarta Pusat terhadap munculnya video asusila yang dilakukan siswanya di ruang kelas.

“Kalau bisa nyalahin guru BP atau wali kelas. Kenapa bisa tahu atau tidak bisa deteksi kalau siswanya ada potensi semacam itu?” ujar pria yang kerap disapa Ahok itu di Balaikota DKI Jakarta, Kamis 24 Oktober.

Ahok menyatakan, untuk sanksi tidak bisa diberikan langsung kepada siswa. Karena itu, sebelumnya harus dilakukan penyelidikan terlebih dahulu mengenai siapa saja yang semestinya bertanggung jawab terkait kejadian tersebut.

Menurut Ahok, banyak faktor yang menyebabkan longgarnya pengawasan terhadap kegiatan siswa di sekolah. “Kita mesti selidiki. Guru-guru dan kepala sekolah kan sering pulang cepat juga. Bagaimana mengawasinya? Kita akan kirim inspektorat untuk cek salahnya di mana. Dinas Pendidikan tentunya,” papar Ahok.

Setelah itu, lanjut mantan bupati Belitung Timur itu, inspektorat yang berwenang memberikan sanksi terkait kelalaian pengawasan tersebut. “Inspektorat yang beri sanksi nanti,” ujarnya.

Ahok pun mengakui sebenarnya tidak hanya pengaruh dari lingkungan sekolah, tapi juga peran orangtua dan masyarakat juga diperlukan.

Pernyataan berbeda diungkapkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh. Ia menolak bila hanya pihak sekolah yang disalahkan dalam kasus video asusila siswa-siswi SMP di Jakarta Pusat.

Menurutnya, tidak selalu setiap ada kejadian di sekolah, kesalahan ditimpakan ke pihak sekolah.

“Tidak serta merta, setiap ada kejadian sekolah yang disalahkan. Memang sekolah punya kontribusi, tapi tidak tunggal,” ujar Nuh usai mengikuti pelantikan Komjen Pol Sutarman sebagai Kapolri yang baru di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10/2013).

Nuh tidak memungkiri bila tindakan asusila itu terjadi di dalam lingkungan sekolah, namun itu bukan berarti pihak sekolah yang punya peran atas terjadinya kasus tersebut. “Praktiknya di sekolah, karena di luar nggak ada tempat,” ujarnya sambil tertawa.

Yang jelas, lanjut Nuh, apa pun alasannya, perilaku itu harus diberi sanksi. Namun, dia menolak jika setiap kasus yang menyangkut anak didik harus diberi sanksi dengan mengeluarkan murid bersangkutan.

“Saya itu menghindari sanksi drop out. Kalau setiap salah dikeluarkan, nanti siapa yang menampung? Itu hanya akan memindahkan masalah. Karena itu sebisa mungkin tidak dikeluarkan, tapi harus diberi sanksi dan diberi pembinaan,” tegasnya.

Sedangkan terkait dengan kerapnya murid sekolah menjadikan telepon genggam sebagai alat untuk melakukan hal-hal yang negatif, Nuh merasa belum cukup alasan untuk melarang penggunaan alat komunikasi itu. “Tidak sampai segitulah, kan tidak setiap yang bawa HP itu nakal,” tukas Nuh.

Akar Masalah

Kak Seto mencermati akar masalah dari terjadinya kasus tersebut adalah kurangnya jam belajar anak yang dibuat menarik. Pencipta figur Si Komo itu menilai akibat jam belajar yang begitu menekan, membuat siswa mencari hal lain dan menyalurkan dalam bentuk negatif.

“Banyak siswa yang belajar karena terpaksa lalu lari, bisa lari ke narkoba, rokok, atau seks bebas. Nah, kita harus ciptakan kondisi belajar mengasyikan, ini jadi tanggung jawab orangtua dan guru serta siswa juga,” jelasnya.

Kak Seto juga menilai, kejadian serupa bisa terulang bila dinamika psikologi tidak tersalurkan dengan cara yang tepat. Ia pun berharap agar ada penyelesaian yang baik dari pihak sekolah akan kejadian ini.

Sementara, Psikolog Klinis dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Heri Widodo M.Psi, mengungkap 5 faktor yang menjadi penyebab terjadinya perbuatan asusila di kalangan pelajar SMP itu.

Pertama, adalah pengaruh teman sebaya. “Berbeda dengan individu di masa anak-anak, bagi remaja, pendapat dan penerimaan teman sebaya sangatlah penting,” kata Heri kepada Liputan6.com.

Menurutnya, eksistensi sangat dipengaruhi oleh bagaimana persesepsi teman sebaya terhadap mereka. “Jika teman sebaya memberikan pengaruh yang negatif, misalnya mendorong mereka utk bertindak amoral, maka remaja akan mendapat dorongan yang kuat untuk melakukannya,” ujarnya.

Kedua adalah pengaruh media. Pengaruh informasi media seperti cetak, elektronik, internet, yang tidak difilter dengan baik dapat mempengaruhi remaja untuk bertindak amoral.

Faktor ketiga yakni pengaruh model. “Dalam melakukan tindakan amoral, remaja juga mendapatkan pengaruh dari orang dewasa dalam bentuk model/contoh. Saat ini dapat dijumpai banyaknya perilaku amoral orang dewasa yang bisa ditemui remaja (misal lewat media atau kehidupan sehari-hari),” jelas Heri.

Sebab keempat adalah pengabaian di keluarga. Keluarga yang mengabaikan anaknya yang sedang tumbuh remaja –misalnya karena ada masalah, kesibukan, perceraian– akan mendorong anak mencari ‘tempat bernaung’ di luar keluarga. Hal ini membuat remaja tidak terkontrol dan tidak memiliki teman atau pendamping yang tepat sehingga mempermudahnya terjerumus dalam tindakan amoral .

Faktor terakhir, imbuh Heri, tercapainya kematangan biologis dan hormonal individu. Saat remaja, individu mengalami kematangan biologis. Hal ini akan mendorong remaja secara internal untuk lebih kuat melakukan perilaku yang berhubungan dengan seks. (Mut)

liputan6.com