Paloh: Iklan Bukan Segala-galanya buat NasDem

Paloh: Iklan Bukan Segala-galanya buat NasDem

Headline

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh – Inilah.com/Ardhy Fernando

inilah.com, Jakarta – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menegaskan bahwa kebesaran partainya atas perjuangan dan kepercayaan rakyat.

Ia menegaskan, kebesaran partai dengan nomor urut 1 bukan atas dasar logistik dan iklan di media. Surya Paloh mengatakan, selama rakyat memberikan kepercayaan serta dukungan, maka bendera NasDem akan terus berkibar di tanah air.

“Iklan dan Logistik bukan segala-galanya buat NasDem,” tegasnya, dalam pidatonya dalam kongres Partai NasDem, di JCC, Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Dia menegaskan, sekali layar berkembang maka pantang surut sampai tujuan. Hal itu menegaskan bahwa Partai NasDem akan terus berjuang untuk kepentingan rakyat.

“Yakinlah doa rakyat bersama saudara, doa rakyat tidak akan bisa dihalangi oleh siapapun,” tandasnya.[bay]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Barca Sangat Khawatir Messi Cedera

    Barca Sangat Khawatir Messi Cedera

  • Andy Murray Rebut Tiket Final Australia Terbuka

    Andy Murray Rebut Tiket Final Australia Terbuka

NasDem Gelar Kongres Malam Ini

NasDem Gelar Kongres Malam Ini

Headline

Ketua Umum NasDem Rio Patrice Capella dan Ketua ormas Nasdem Surya Paloh – inilah.com

inilah.com, Jakarta – Malam ini, Jumat (25/1/2013), Partai Nasional Demokrat (NasDem) akan menggelar kongres untuk menetapkan kepengurusan baru. Kongres ini akan berlangsung selama dua hari, 25 sampai 26 Januari 2013.

Kongres Partai NasDem di Jakarta Convention Center (JCC) akan dibuka pukul 19.00 WIB. Ketua Umum NasDem Rio Patrice Capella dan Ketua ormas Nasdem Surya Paloh akan memaparkan laporan pertanggungjawaban.

Kongres akan dilanjutkan pada Sabtu (26/1) dengan agenda penetapan Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai NasDem untuk jangka waktu lima tahun ke depan. [rok]

Rekomendasi Untuk Anda


  • NasDem Persilakan Gelar Kongres Tandingan

    NasDem Persilakan Gelar Kongres Tandingan

  • Keluarga Minta Jenazah Miroslav Janu Dikremasi

    Keluarga Minta Jenazah Miroslav Janu Dikremasi

PDI Perjuangan Pilih Sikap Oposisi

PDI Perjuangan Pilih Sikap Oposisi


Hampir seluruh Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mendukung wacana agar PDI Perjuangan beroposisi. Hal itu terungkap dalam laporan dan pandangan perwakilan dari 33 DPD yang disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan di Lentengagung, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2009). Selain itu, pengurus PDI Perjuangan di daerah berharap upaya mengusut kecurangan dalam Pemilihan Presiden 8 Juli lalu terus dilanjutkan. Mereka juga menyatakan dukungan terhadap langkah hukum yang akan diambil Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan terkait kecurangan selama pilpres.

Nasional | Napi Diduga Jadi Operator Peredaran Narkotika DIY

Napi Diduga Jadi Operator Peredaran Narkotika DIY

Barang bukti narkoba

,  SLEMAN — Peredaran Narkoba di DIY perlu mendapat perhatian khusus. Bahkan, tahanan yang mendekap Lapas Narkotika Pakem, Sleman diduga menjadi operator pengedar barang tersebut.

Hal itu dikemukakan oleh Direktur Reserse Narkoba, Polda DIY, Kombes Pol Widjanarko. Menurutnya, pemasaran narkoba selama ini dikendalikan oleh tersangka yang sudah mendekam di lapas.

“Menurut informasi, ada operatornya yang memantau peredaran Narkoba di Lapas Pakem,” kata Widjanarko dalam aksi gelar tersangka Narkoba baru-baru ini.

Bukan tanpa alasan, dugaan tersebut didapatnya dari pengakuan para tersangka yang baru saja dia ringkus beberapa waktu lalu. Pasalnya, keterangan yang diberikan saat pemeriksaan mengarah pada Lapas Narkotika Pakem.

Sementara itu Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) DIY, Budi Harsono menjelaskan, indikasi adanya penyimpangan peredaran narkotika di dalam tahanan, tetap  ada. Sejauh ini pihaknya, masih terus melakukan pemantauan terhadap dugaan tersebut.

“Namun, saat ini masih dalam perkembangan,” ucap Budi.

Untuk itu, pihaknya tengah mengupayakan pertemuan dengan Kepala Lapas Pakem. Meski sebelumnya BNN sudah melakukan tes urine terhadap petugas Lapas untuk mengindikasi adanya kebocoran dari dalam.

Berdasarkan temuan beberapa , pihak kepolisian Dit Resnarkoba Polda DIY bersama BNN Pusat melakukan razia di Lapas Narkotika terkait kebocoran tersebut. Hasilnya, dari operasi tersebut ditemukan beberapa catatan nomor HP pada selembar kertas, termasuk kartu sim HP.

Temuan itu diduga sebagai media untuk memasarkan narkoba dari dalam sel tahanan, sehingga pengedar tetap bisa berkomunikasi dengan pembisnis obat-obat haram tersebut. Pihak Polda DIY juga berencana mengkordinasikan masalah ini dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM DIY (Kemenkumham) DIY.

Terkait hal itu, Kepala Kawil Kemenkumham DIY, Rusdianto mengungkapkan, pihaknya sudah berencana untuk membentuk tim satuan tugas keamanan dan ketertiban. Dengan adanya tim khusus tersebut, upaya menindaklanjuti dugaan operator narkoba yang berada di dalam lapas dapat segera terlaksana.

Dia juga menyatakan, pihaknya akan sangat berkenan bila Polda DIY dapat melakukan kordinasi secara intensif terkait persoalan ini. Karena, untuk menyelesaikannya harus diambil tindakan yang komprehensif.

Sebelumnya, terhitung awal tahun 2013 ini, Dit Resnakroba Polda DIY telah mengamankan 7 tersangka penyalahgunaan narkoba. Menurut keterangan pihak kepolisian, sebagian besar  diantara mereka hanya berperan sebagai kurir. Karena itulah muncul kekhawatiran adanya operator yang mengendalikan para tersangka tersebut.

NasDem Unjuk Gigi, Efektifkah?

Hary Tanoe Hengkang
NasDem Unjuk Gigi, Efektifkah?

Headline

inilah.com/Ardhy Fernando

inilah.com, Jakarta – Setelah hengkangnya Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Hary Taoesoedibjo dan Sekjen Partai NasDem Ahmad Rofiq, Partai NasDem justru kian unjuk gigi. Efektifkan cara NasDem?

Tak butuh lama bagi Partai NasDem untuk berusaha bangkit kembali sepeninggal Hary Tanoe serta sejumlah pengurus Partai NasDem. Karena tak bisa dimungkiri, mundurnya Hary Tanoe dari Partai NasDem berimplikasi serius bagi partai ini. Yang paling nyata, dalam sepekan ini, tone negatif pemberitaan diterima Partai NasDem. Citra perubahan dan jargon restorasi yang selama ini didengungkan seolah berantakan seketika.

Empat hari setelah Hary Tanoe mundur dari Partai NasDem, Kamis (24/1/2013) sejumlah tokoh justru berbondong-bondong masuk ke Partai NasDem. Seperti pengacara senior OC Kaligis, bekas politikus Partai Golkar Enggartiasto Lukito, serta 43 ativis 1998 juga bergabung di partai ini. Langkah ini seolah sebagai upaya counter wacana sepeninggal Hary Tanoe.

Seperti alasan yang dikemukakan sejumlah tokoh yang bergabung dengan Partai NasDem. Enggartiasto Lukito, Partai NasDem yang dinahkodai Surya Paloh diyakini mampu melakukan perubahan. Begitu pula dengan argumentasi OC Kaligis yang mengatakan pada awalnya dirinya masuk ke ormas Nasional Demokrat karena gerakan perubahan Indonesia.

Koordinator Forum Aktivis 98, Ulung Rusman, menjelaskan, sebagai salah satu bentuk tanggung jawabnya pascareformasi, dirinya bersama 42 aktivis 98 merasa terpanggil.”Kami merasa cita-cita reformasi belum tercapai dan masih menjadi tanggung jawab moral bersama. Pilihan politik inilah yang paling rasional dan menyatakan bergabung dengan NasDem,” kata Ulung di Jakarta.

Sebelumnya, Pengamat Komunikasi Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto berpendapat dampak nyata atas hengkangnya Harry Tanoesudibjo tidak hanya iklan politik di jejaring media grup MNC saja namun juga publisitas politik.

“Yang pasti, ini kerugian besar bagi Partai NasDem, karena political publicity lebih luas dari iklan, termasuk political news framing yang kerap dilakukan oleh media di grup MNC,” papar Gun Gun saat dihubungi.

Lebih dari itu dampak politik dari keluarnya Harry Tanoesudibjo yang diikuti Sekjen Partai NasDem dan beberapa fungsionaris lainnya, Gun Gun menyebutkan akan berdampak di daerah-daerah. “Ini konflik elit yang akan melahirkan konflik di sekitarnya, termasuk di daerah-daerah, Ini cukup riskan apalagi menjelang Pemilu 2014 yang tersisa 1,5 tahun lagi,” ucap Gun Gun.

Masuknya sejumlah tokoh seperti OC Kaligis, Enggartiaso Lukita serta sejumlah aktivis 1998 ke Partai NasDem sepertinya tak bisa menggantikan Hary Tanoe. Karena secara faktual, Bos MNC Grup itu memiliki kontribusi yang tidak kecil terhadap Partai NasDem khususnya dalam pemberitaan dan iklan di sejumlah media grup MNC. [mdr]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Buffon Layak Dapat Ballon d'Or Sebelum Pensiun

    Buffon Layak Dapat Ballon d’Or Sebelum Pensiun

  • Masa Kejayaan Apple Telah Berlalu?

    Masa Kejayaan Apple Telah Berlalu?

Nasional | Pakar: Muhammadiyah tak Lagi Merasa Bagian PAN

Pakar: Muhammadiyah tak Lagi Merasa Bagian PAN

Bendera Partai Amanat Nasional

, JAKARTA — Pakar politik, Bahtiar Effendy, mengatakan banyak warga Muhammadiyah yang tidak lagi merasa bagian dari PAN. Hal itu disebabkan oleh partai tersebut yang tidak merawat dengan baik basis massanya.

“Hal itu diperparah dengan pernyataan salah satu petinggi PAN bahwa partai itu sudah menanggalkan identitas Islam. Pernyataan itu selain tidak cerdas, juga sangat melukai warga Muhammadiyah yang selama ini menjadi basis massa PAN,” kata Bahtiar Effendy dihubungi di Jakarta, Rabu (23/1).

Dekan FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan, eksistensi PAN di panggung politik nasional adalah wujud dukungan konkret Muhammadiyah dan elemen umat Islam. Karena itu, pernyataan itu bisa menyebabkan larinya suara-suara umat Islam, khususnya yang berasal dari kantong-kantong Muhammadiyah pada pemilu 2014.

Bahtiar mengatakan, kondisi itu akan membuat posisi PAN tidak menguntungkan, apalagi bila bersaing dengan partai Islam lain seperti PPP, PKS, dan PKB yang basis massanya selama ini bisa dilihat secara jelas.

“Sudah jamak diketahui bahwa basis massa PKS adalah jamaah-jamaah halaqoh yang mereka bangun selama ini. PKB juga masih menempati posisi khusus bagi sebagian besar masyarakat NU,” tuturnya.

Sementara PPP, kata dia, basis massanya adalah aktivis partai-partai Islam awal seperti NU, Masyumi, Perti, syarikat Islam dan beberapa organisasi massa Islam lainnya.

“Pertarungan keras pada konstestasi politik 2014 akan terjadi di lingkaran partai-partai Islam. Dari keempat partai Islam yang ada, saya melihat hanya PKS, PKB dan PPP yang sudah memiliki basis massa sementara PAN masih abu-abu dan mengambang,” katanya.

[BMS] ANAK KEHILANGAN ORANG TUANYA

[BMS] ANAK KEHILANGAN ORANG TUANYA


Anak Laki-Laki Berumur 10 tahun Tanpa Orangtua Beijing-Seorang bocah laki-laki, Pan Zhuangzhuang kini hidup tanpa orang tua. Dia dilahirkan di China 10 tahun lalu, ketika Partai Komunis China melancarkan penganiayaan terhadap latihan meditasi Falun Gong. Dia dipaksa kehilangan orang tua bukan karena kehendak Tuhan, ayahnya dianiaya hingga meninggal ketika dia ber-usia lima tahun, dan ibunya ditahan dalam penjara sejak Pan baru berusia dua tahun oleh rezim penguasa yang tak percaya Tuhan. Ada sebuah lagu di China, “Seorang anak dengan seorang ibu seperti harta, anak tanpa ibu layaknya rumput.” Ketika Zhuangzhuang berumur satu tahun, dia dan ibunya ditahan oleh otoritas komunis lokal di sebuah kantor bawah tanah. Usia 2 tahun, ibunya dimasukkan ke dalam tahanan lain, dimana ribuan pengikut Falun Gong juga ditahan. Ayah Zhuangzhuang , Pan Xingfu, dulu bekerja sebagai wakil direktur Biro Telekomunikasi di Shuangyashan. Namun, Ayahnya meninggal usai dilepas oleh rezim komunis, setelah sempat dianiaya hingga sekarat. Ketika dilepas berat Pan Xingfu hanya 80 pounds. Sebelum meninggal, ayah 31 tahun itu sempat bertahan hidup dalam penderitaan penuh luka sisa-sisa penganiayaan selama satu tahun. Sementara itu, setelah Partai Komunis China mulai menganiaya Falun Gong, Ibu Pang, Zhang Li sempat bersembunyi dan membawa anak-nya menghindari penangkapan. Namun, tahun 2003, dia dihukum secara ilegal hingga 8 tahun di Penjara Wanita Propinsi Heilongjiang . Zhang Li tidak pernah mundur