Ribuan Kader Mundur, Elite Nasdem Kongres

Ribuan Kader Mundur, Elite Nasdem Kongres

Politisi Golkar Enggartiasto Lukita (ke-3 dari kiri), Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella (ke-3 dari kanan), Ketua Bappilu Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan (ke-2 dari kanan), Aktivis ’98 Ulung Rusman (kiri), dan Pengacara OC. Kalligis usai ko

, JAKARTA — Sungguh ironis nasib Partai Nasdem. Saat petinggi partai akan menggelar kongres nasional, ribuan kader partai malah ramai-ramai mengundurkan diri.

Dipimpin oleh Ketua DPW Nasdem DKI Jakarta, Armyn Gultom, ribuan kader Nasdem mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) ke kantor DPP Partai Nasdem, Jalan Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (25/1).

Selain KTA, mereka juga mencopot baju seragam Nasdem untuk menegaskan pengunduran diri sebagai pengurus dan kader partai yang didirikan Surya Paloh tersebut. “Partai Nasdem sudah tidak Layak lagi memperjuangkan restorasi di Indonesia,” kata Armyn dalam orasinya.

Dia mengatakan tidak bisa sejalan lagi dengan elit dan pendiri partai. Mekanisme yang berlangsung di tubuh partai menurutnya sudah tidak sehat, bahkan melanggar AD/ART partai. Bahkan, kongres yang dilaksanakan hari ini disebut Armyn juga menyalahi prosedur.

Sikap otoriter Surya Paloh, lanjut dia, juga menjadi salah satu penyebab kader di DKI Jakarta memilih mundur. “Kami dipaksa untuk memilih dan menandatangani surat agar mendukung Pak Surya Paloh sebagai ketua umum,” ujarnya.

Hal itu dinilai Armyn telah menciderai demokrasi dan gerakan perubahan yang mereka usung. Padahal, kader partai telah berjuang untuk meloloskan Nasdem dalam verifikasi parpol yang diselenggarakan KPU. Hingga Partai Nasdem menjadi peserta pemilu 2014 dengan nomor urut satu.

“Kami tidak sejalan lagi dengan Surya Paloh yang sebentar lagi akan menjadi ketua umum, dan Patrice Rio Capella yang akan turun jabatan menjadi sekretaris jendral,” ungkap Army.

Army mengelak jika aksi tersebut dimotori Hary Tanoesudibjo, petinggi Nasdem yang sudah mundur terlebih dahulu. Namun, mereka bertekad akan terus menyalurkan aspirasi politiknya melalui lembaga baru. Mereka juga tidak menutup kemungkinan bergabung dengan partai lain asal ideologinya sama-sama memperjuangkan perubahan.

Sekretaris DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Diflaizal Zen Koto, menambahnya, kemunduran mereka serentak dilakukan oleh seluruh pengurus harian DPW, DPC, hingga ranting dan rayon di DKI Jakarta.

“Ada 700.000 yang sudah mengembalikan KTA. Kantor-kantor juga sudah kami tutup dan kembalikan ke Nasdem sejak hari ini,” kata Diflaizal.

Diflaizal mengklaim, akan banyak kader lain yang menyusul. Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Jawa Barat.

Kaos dan KTA yang dikembalikan, ditumpuk di depan gerbang kantor. Tidak ada perwakilan pengurus DPP partai yang menemui mereka. Hanya ada satu orang pengurus ormas Nasional Demokrat yang bersuara.

“Wajar saja kalau keluar, kita tidak tahu yang sebenarnya. Yang datang kesini tidak sampai 3.000. Kami ga peduli, itu hak mereka kalau tidak sesuai dengan pimpinan,” kata Orri Bukhori, Wasekjen Ormas Nasdem DKI Jakarta.

Elite Partai Gelar Kongres, Ribuan Kader Nasdem Mundur

Elite Partai Gelar Kongres, Ribuan Kader Nasdem Mundur

Politisi Golkar Enggartiasto Lukita (ke-3 dari kiri), Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella (ke-3 dari kanan), Ketua Bappilu Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan (ke-2 dari kanan), Aktivis ’98 Ulung Rusman (kiri), dan Pengacara OC. Kalligis usai ko

, JAKARTA — Sungguh ironis nasib Partai Nasdem. Saat petinggi partai akan menggelar kongres nasional, ribuan kader partai malah ramai-ramai mengundurkan diri.

Dipimpin oleh Ketua DPW Nasdem DKI Jakarta, Armyn Gultom, ribuan kader Nasdem mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) ke kantor DPP Partai Nasdem, Jalan Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (25/1).

Selain KTA, mereka juga mencopot baju seragam Nasdem untuk menegaskan pengunduran diri sebagai pengurus dan kader partai yang didirikan Surya Paloh tersebut. “Partai Nasdem sudah tidak Layak lagi memperjuangkan restorasi di Indonesia,” kata Armyn dalam orasinya.

Dia mengatakan tidak bisa sejalan lagi dengan elit dan pendiri partai. Mekanisme yang berlangsung di tubuh partai menurutnya sudah tidak sehat, bahkan melanggar AD/ART partai. Bahkan, kongres yang dilaksanakan hari ini disebut Armyn juga menyalahi prosedur.

Sikap otoriter Surya Paloh, lanjut dia, juga menjadi salah satu penyebab kader di DKI Jakarta memilih mundur. “Kami dipaksa untuk memilih dan menandatangani surat agar mendukung Pak Surya Paloh sebagai ketua umum,” ujarnya.

Hal itu dinilai Armyn telah menciderai demokrasi dan gerakan perubahan yang mereka usung. Padahal, kader partai telah berjuang untuk meloloskan Nasdem dalam verifikasi parpol yang diselenggarakan KPU. Hingga Partai Nasdem menjadi peserta pemilu 2014 dengan nomor urut satu.

“Kami tidak sejalan lagi dengan Surya Paloh yang sebentar lagi akan menjadi ketua umum, dan Patrice Rio Capella yang akan turun jabatan menjadi sekretaris jendral,” ungkap Army.

Army mengelak jika aksi tersebut dimotori Hary Tanoesudibjo, petinggi Nasdem yang sudah mundur terlebih dahulu. Namun, mereka bertekad akan terus menyalurkan aspirasi politiknya melalui lembaga baru. Mereka juga tidak menutup kemungkinan bergabung dengan partai lain asal ideologinya sama-sama memperjuangkan perubahan.

Sekretaris DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Diflaizal Zen Koto, menambahnya, kemunduran mereka serentak dilakukan oleh seluruh pengurus harian DPW, DPC, hingga ranting dan rayon di DKI Jakarta.

“Ada 700.000 yang sudah mengembalikan KTA. Kantor-kantor juga sudah kami tutup dan kembalikan ke Nasdem sejak hari ini,” kata Diflaizal.

Diflaizal mengklaim, akan banyak kader lain yang menyusul. Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Jawa Barat.

Kaos dan KTA yang dikembalikan, ditumpuk di depan gerbang kantor. Tidak ada perwakilan pengurus DPP partai yang menemui mereka. Hanya ada satu orang pengurus ormas Nasional Demokrat yang bersuara.

“Wajar saja kalau keluar, kita tidak tahu yang sebenarnya. Yang datang kesini tidak sampai 3.000. Kami ga peduli, itu hak mereka kalau tidak sesuai dengan pimpinan,” kata Orri Bukhori, Wasekjen Ormas Nasdem DKI Jakarta.

Pembukaan Jalan Sehat Bersama Gerindra Kepri di Bengkong Sadai, Batam

Pembukaan Jalan Sehat Bersama Gerindra Kepri di Bengkong Sadai, Batam


Pembukaan Jalan Sehat Bersama Partai Gerindra Provinsi Kepulauan Riau oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prof. Suhardi di Bengkong sadai, Batam. Gerindra KEPRI TV www.youtube.com facebook.com twitter.com facebook.com twitter.com partaigerindra.or.id http

Golkar Sedih NasDem Pecah Kongsi

Golkar Sedih NasDem Pecah Kongsi

Headline

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Hajriyanto Tohari – ist

inilah.com, Jakarta – Partai Golongan Karya (Golkar) sedih melihat konflik internal yang terjadi di Partai Nasional Demokrat (NasDem). Sebab, konflik tersebut berujung pecah kongsi antara Surya Paloh dan Hary Tanoesoedibjo.

“Sebagai sesama parpol, tentu kami ikut prihatin atas konflik tersebut. Kami bersimpati dengan harapan konflik tersebut tidak berkembang menjadi perpecahan,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Hajriyanto Tohari di Jakarta, Senin (21/1/2013).

Menurutnya, tanpa parpol kuat dan solid, akan sulit terwujud kehidupan politik nasional yang sehat dan demokratis. “Parpol adalah pilar demokrasi yang terpenting,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, Hary memutuskan keluar dari NasDem karena tidak sejalan dengan Paloh selaku Ketua Majelis Nasional NasDem Surya Paloh. Hary ingin roda partai dijalankan oleh kelompok muda. Namun, Paloh ingin terjun langsung, mengambil alih partai dengan cara menjadi ketua umum.

Sebagian kalangan menyayangkan pengunduran diri Hary. Banyak pikiran, energi dan dana yang sudah dikeluarkannya untuk NasDem, satu-satunya partai politik baru yang lolos sebagai peserta Pemilihan Umum 2014. [rok]

Rekomendasi Untuk Anda


  • 2012, Investasi Indonesia Mencapai Rp313,2 triliun

    2012, Investasi Indonesia Mencapai Rp313,2 triliun

  • IHSG Siang Turun 31 Poin

    IHSG Siang Turun 31 Poin

Musni Umar: Anas dan Andi Tidak Mungkin Sama-sama Korupsi di Proyek Hambalang

Musni Umar: Anas dan Andi Tidak Mungkin Sama-sama Korupsi di Proyek Hambalang


Musni Umar, Sosiolog dan penulis buku “Korupsi Musuh Bersama”, merasa prihatin atas kasus yang menimpa Dr. Andi Malarangeng, tetapi memberi apresiasi kepada Menteri Pemuda dan Olah Raga RI itu karena memberi contoh kepada para pejabat dengan mengundurkan diri sebagai menteri setelah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dalam dugaaan korupsi di proyek Hambalang. Musni yakin Dr. Andi ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi bukan lantaran melakukan korupsi sebagai “corruption by greed”, sebagaimana yang ditulisnya dalam buku “Korupsi Musuh Bersama” karena serakah ingin memperkaya diri sendiri, tetapi semata-mata karena lalai, tidak hati-hati, kurang teliti dan waspada sehingga bawahannya dan pihak lain melakukan korupsi, yang mengakibatkan sebagai menteri harus bertanggungjawab dan dijadikan tersangka. Musni Umar juga menegaskan, tidak yakin Anas Urbaningrum terlibat dalam dugaan korupsi di proyek Hambalang. Bagaimanapun mungkin Anas dan Andi yang sama-sama bersaing dalam Kongres Partai Demokrat untuk memperebutkan Ketua Umum Partai Demokrat sama-sama korupsi di proyek Kementerian Pemuda dan Olah Raga seperti yang dituduhkan Nazarudin. Kalau menggunakan logika sehat, maka tidak mungkin Anas terlibat dalam dugaan korupsi di proyek Hambalang karena proyek itu dibawah Kemementerian Pemuda dan Olah Raga yang dipimpin Dr. Andi Malarangeng yang merupakan pesaing Anas dalam kongres Partai Demokrat. Musni berharap kasus yang melibatkan Dr. Andi Malarangeng menjadi

Perlambatan Inflasi Dinilai Tak Sehat

Metrotvnews.com: Pergerakan inflasi yang mulai melambat saat ini dinilai membahayakan kedepannya. Sebab, kestabilan inflasi ini digantungkan pada produk impor.

“Inflasi mereda memang baik untuk saat ini. Tapi tidak sehat kedepannya,” ujar kepala ekonom PT Bank Internasional Indonesia (BII) Juniman, melakui telepon, Jumat (1/11).

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Oktober 2013 berada di level 0,09%. Secara tahunan, laju inflasi mencapai 8,3%.

Akan tetapi, meredanya tekanan inflasi pasca kenaikan harga BBM itu karena pemerintah membuka kran produk impor terutama pangan. “Sekarang, harga barang impor memang lebih rendah, tapi jika harga barang di pasar internasional naik, ini akan mendorong inflasi,” tegasnya.

Selain itu, tingginya barang impor baik barang baku dan pangan ini akan memberi tekanan neraca perdagangan nonmigas. Sebab, surplusnya mengalami penipisan.

“Neraca perdagangan akan terus defisit, dan semakin lebar,” tegas dia.

Dia berharap, pemerintah mulai menjalankan road map industri. Kemudian, memberikan insentif agar meningkatkan produksi. “Sehingga impor barang dan bahan baku jadi berkurang. Ini kan mencapai 90% dari total impor non migas,” tururnya.

Lalu, pemerintah harus melakukan revitalisasi sektor pertanian. Sehingga produksi pangan dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. “Namun, pemerintah harus mengurangi impor pangan secara bertahap. Jangan seperti di awal tahun ini, mentang-mentang produksi pangan naik, langsung stop impor. Akibatnya inflasi,” pungkas dia. (Daniel Wesly Rudolf)

Editor: Deni Fauzan

google.co.id