AKHIRNYA SBY BICARA – METRO TV, FEB 2009

AKHIRNYA SBY BICARA - METRO TV, FEB 2009


Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)menghormati sikap Wakil Presiden Jusuf Kalla yang siap maju sebagai calon presiden Partai Golkar di pemilu 2009. Pernyataan Presiden ini disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan reporter Metro TV Najwa Shihab di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Wawancara ini ditayangkan di Metro TV, Rabu (25/2) pukul 19.00 WIB, lewat acara “Akhirnya SBY Bicara”. Nasib duet Presiden Yudhoyono dan Jusuf Kalla menghadapi ujian berat. Sudah lama dikabarkan hubungan keduanya tidak akur. Keretakan tersebut mencapai puncaknya saat Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar mentahbiskan diri siap menjadi calon presiden. Ini semua berawal dari sikap sembrono Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Ahmad Mubarok. Mubarok mengatakan, bila Golkar meraih 2,5 persen suara, Partai Keadilan Sejahtera 20 persen suara dan Demokrat 20 persen suara, Demokrat akan meminang pendamping capres SBY dari partai yang memperoleh suara lebih banyak. Mubarok mengirim sinyal duet SBY-JK berakhir. Jusuf Kalla yang ketika itu dalam lawatan dinas di Den Haag, Belanda, berang. Pucuk pimpinan Golkar juga tersulut amarah. Bagi Kalla, pengandaian Mubarok itu sebagai mimpi buruk Demokrat. Kalla merasa Demokrat mengecilkan Golkar. Sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY gerah. Ia tak hanya menegur anak buahnya, Mubarok, tapi juga menggelar konferensi pers. Terkait pencalonan JK dalam pemilu 2009 nanti, kepada Metro TV SBY mengatakan, sangat

Iklan Demokrat: Katakan Tidak, Pada(HAL) Korupsi!

Iklan Demokrat: Katakan Tidak, Pada(HAL) Korupsi!


Iklan tersebut adalah senjata paling ampuh yang dipakai Demokrat untuk membuktikan betapa konsistennya partai itu memberantas korupsi. Namun kenyataannya slogan tersebut menjadi sebuah “BUNGKUS KEPALSUAN” sekaligus berbohong terhadap mayoritas rakyat Indonesia. Betapa tidak, sejumlah besar kasus korupsi di Indonesia ternyata melibatkan kader partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Slogan pemberantasan korupsi serta pemerintahan yang bersih hanyalah sekedar konsumsi janji-janji tipuan belaka. Pada masa kampanye Pemilu 2009 silam. Kala itu, Partai Demokrat merayu rakyat Indonesia lewat semboyan pemberantasan korupsi yang tanpa pandang bulu. Harus diakui, rayuan yang disebar luaskan melalui media massa itu memang cukup menarik perhatian. Ini karena SBY, Anas Urbaningrum, Andi Malarangeng, dan Angelina Sondakh turut serta membintangi iklan kampanye itu.. KATAKAN TIDAK PADA(HAL) KORUPSI!

Hanura Akan Tempatkan Hary Tanoe Sebagai Petinggi

Hanura Akan Tempatkan Hary Tanoe Sebagai Petinggi

Headline

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura Akbar Faisal – IST

inilah.com, Jakarta – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) akan mempersiapkan tempat khusus untuk Hary Tanoesoedibjo.

“Pokoknya posisi yang layak untuknya,” kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura Akbar Faisal kepada inilah.com, Jakarta, Senin (21/1/2013).

Hary Tanoe akan melepas jabatannya sebagai ketua dewan pakar Partai Nasional Demokrat (NasDem). Hanura siap menampung bos media itu.

“Pasti salah satu petinggi. Tapi itu otoritas Pak Wiranto sebagi ketua umum partai,” tegas Akbar. [rok]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Hary Tanoe Berat Hati Mundur dari NasDem

    Hary Tanoe Berat Hati Mundur dari NasDem

  • SBY: Warga Pinggir Sungai di DKI Harus Direlokasi

    SBY: Warga Pinggir Sungai di DKI Harus Direlokasi

10 Ribu Kader Demokrat Ngumpul Besok, Bahas `SMS SBY`?

10 Ribu Kader Demokrat Ngumpul Besok, Bahas `SMS SBY`?
Susilo Bambang Yudhoyono (Liputan6.com/Danu Baharuddin)

Liputan6.com, Jakarta : Di tengah banyaknya serangan, Partai Demokrat bakal menggelar pertemuan Sabtu besok di Sentul Internasional Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat. Pertemuan itu digelar dalam rangka menyambut HUT ke 12 Demokrat. Akankah serangan-serangan yang ditujukan pada partai berlambang mercy itu, termasuk soal SMS SBY, bakal dibahas besok?

Sekretaris Majelis Tinggi PD, Jero Wacik tak menjawabnya. Namun dia membantah jika pertemuan besok bakal membahas seputar serangan-serangan terhadap internal mereka.

“Hanya membicarakan tentang strategi menghadapi Pemilu 2014 serta untuk ajang konsolidasi, ini agenda rutin,” ujar Sekretaris Majelis Tinggi PD, Jero Wacik saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10/2013).

“Pak SBY akan hadir beserta fungsionaris partai lainnya. Semuanya akan hadir, mulai dari kader di DPR pusat hingga yang di DPRD,” tuturnya.

Namun, Jero tak menampik jika dalam pertemuan itu juga akan dibahas isu-isu mutakhir tentang kondisi politik Tanah Air. “Bisa saja (dibahas), misalnya tentang elektabilitas partai saat ini,” ujar Menteri Energi Sumber Daya Mineral itu.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan mengirim pesan singkat agar elite partainya menjaga jarak dengan ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) bentukan Anas Urbaningrum.

Ada 10 poin pesan yang diduga dikirimkan SBY untuk kader Demokrat agar menjauhi PPI. Salah satu poin dalam SMS yang diduga berasal dari SBY itu berbunyi:

Jahat sekali. Luar biasa. Sebenarnya saya tidak ingin melihat ke belakang. Tetapi, pihak Anas terus menerus menyerang & menghantam saya & Partai Demokrat. Setelah hampir 3 tahun saya mengalah & diam, saatnya utk saya hadapi tindakan yang telah melampaui batasnya itu. Partai Demokrat atas kerja keras kita baru saja mulai bangkit. Karena perilaku sejumlah kader, termasuk Anas, partai kita sempat melorot tajam dan hancur. Kalau gerakan penghancuran Partai Demokrat & SBY terus mereka lancarkan, para kader seluruh Indonesia akan sangat dirugikan. Sebagai unsur pimpinan Partai kita harus menyelamatkan partai kita, termasuk nasib dan masa depan jutaan anggota PD di seluruh Indonesia.” (Ndy)

liputan6.com

Harga Diri, Kunci Pencalonan Kalla

Harga Diri, Kunci Pencalonan Kalla


Liputan6.com, Kendari: Untuk pertama kalinya Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla menegaskan pencalonan dirinya sebagai presiden kepada publik. Kesiapan itu ditegaskan Kalla dalam acara temu keluarga besar Partai Golkar se-Sulawesi Tenggara di Kendari, Rabu (25/2). Menurut Kalla, pernyataan kesiapan Partai Golkar mengusung capres atau cawapres mestinya disampaikan usai pemilu mendatang. Namun, karena kondisi dan situasi politik yang memanas dan menyinggung harga diri partai, telah membuatnya harus tampil membela harga diri Partai Golkar. Penegasan Kalla ini sekaligus menepis penilaian para petinggi Partai Demokrat yang menganggap pencalonan dirinya sebagai capres hanya manuver politik untuk menaikan popularitas Partai Golkar. Sementara itu, kesediaan Kalla ini dinilai strategis oleh Partai Golkar karena selama ini Kalla selalu menolak bicara soal capres sebelum pemilu legislatif. Namun, kalangan pengamat menilai keputusan Kalla bukan tanpa konsekuensi politik. Sebagai wakil presiden yang masih menjalankan roda pemerintahan hingga delapan bulan kedepan, bukan tidak mungkin keputusan tersebut akan mempengaruhi harmonisasi SBY-JK.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)