Resmi, Sekjen DPR dan DPD Masuk NasDem

Resmi, Sekjen DPR dan DPD Masuk NasDem

Headline

Sekjen DPR RI, Nining Indra Saleh dan Sekjen DPD RI, Siti Nurbaya bergabung dengan Partai NasDem – Ist

inilah.com, Jakarta – Ketua Majelis Nasional Partai NasDem, Surya Paloh memastikan jika Sekjen DPR RI, Nining Indra Saleh dan Sekjen DPD RI, Siti Nurbaya bergabung dengan Partai NasDem.

“Ini high light info yah, keduanya akan bergabung dengan partai NasDem,” ujar Surya Paloh sambil menunjuk Nining dan Siti Nurbaya dalam keterangan persnya di JCC, Senayan, Jumat (25/1/2013).

Pernyataan Surya Paloh ini diamini oleh Sekjen DPD RI, Siti Nurbaya. Dia mengatakan, niatnya untuk bergabung dengan partai NasDem sudah direalisasi dengan pengajuan pengunduran dirinya sebagai Sekjen DPD RI.

“Saya sudah menyatakan mundur, saya ingin beralih dari birokrat ke politik,” ujar Siti.

Meski begitu, Sekjen DPR RI, Nining Indra Saleh masih malu-malu untuk mengatakan hal itu. Bahkan dirinya masih menolak jika dikatakan sebagai kader Partai NasDem.

“Belum, saya kesini sebagai undangan. Kan yang namanya pacara harus pedekatan dulu,” tandas Nining. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Mancini: Balotelli Tidak Akan Kami Lepas

    Mancini: Balotelli Tidak Akan Kami Lepas

  • Kursi Kosong Warnai Kongres NasDem

    Kursi Kosong Warnai Kongres NasDem

Nasional | Tianzifang, Selamat Malam

Tianzifang, Selamat Malam

Tianzifang

, Mereka duduk, bercanda, sambil menikmati hidangan ringan di depan sebuah kafe kecil di kawasan wisata malam Tianzifang, Shanghai.

Udara dingin bulan Januari yang menyelimuti malam itu, tak menyurutkan hasrat mereka untuk menikmati indahnya malam sambil menikmati kuliner yang dipesan.
Di sudut lainnya, tampak dua orang turis asal Eropa berdiri berbincang, dibawah hangatnya sinar lampu di kawasan yang dulu terdiri atas pabrik-pabrik tua dan rumah-rumah kuno berarsitektur “shikumen”.

Rumah atau bangunan berarsitektur “shikumen” yakni berdinding batu bata merah, kusen dari batu dan pintu berbahan kayu solid. “Shikumen” menjadi ciri khas pemukiman penduduk di kawasan Taikang, termasuk di Tianzifang pada era 1920-an. Gaya arsiktektur klasik “shikumen” juga banyak dijumpai di beberapa kawasan di Shanghai.

Agak jauh sedikit sepasang lelaki dan perempuan muda, sedang saling mengabadikan satu sama lain, menggunakan kamera digital Nikon, dengan latar kafe yang mereka singgahi, sambil menunggu pesanan steak dan anggur tiba.

Tianzifang, selamat malam. Sebentar lagi riuh dan romantisnya malam akan kau mulai. Para turis dalam dan luar negeri, para pekerja, ekspatriat, akan mendatangimu, melepas penat setelah seharian berkutat dengan pekerjaan.

Pabrik dan rumah-rumah kuno berarsitektur “shikumen” Tianzifang, kini telah ditata apik menjadi kafe, restoran, bar, toko karya seni, galeri, studio foto dan lainnya.
Semuanya berderet rapi, asri, di sepanjang jalan setapak yang bagaikan labirin di kawasan seluas 70.000 meter persegi itu.

Tianzifang yang berada di kawasan Taikang tak lepas dari pengaruh ekspansi budaya Prancis. Pemandangan dan arsitektur bangunan khas Eropa berpadu dengan gaya arsitektur lokal, “shikumen”, menjadikan Tianzifang bertransformasi menjadi kawasan wisata malam yang kental nuansa historisnya.

Terdapat sekitar 200 kafe, restoran, bar, toko karya seni, studio foto, galeri dan lainnya di kawasan yang kali pertama “dibangun” dan ditata apik oleh seorang seniman kontemporer Chen Yifei, pada 1998.

Tianzifang memanjakan lidah pengunjungnya dengan menyajikan beragam kuliner berbagai negara seperti Jepang, Thailand, India, Eropa, semisal hati angsa dari Prancis dan steak serta burger dari Amerika.

Aneka kafe, restoran, bar dan toko serta galeri di Tianzifang sebagian besar tidak memiliki ruang yang besar. Umumnya bengunan kecil dan berlantai dua, mengingat bangunan yang digunakan adalah rumah tradisional yang ditata lebih apik.

Sebagian penduduk masih tinggal di beberapa jalan setapak di Tianzifang. Orisinalitas sebagai daerah pemukiman lama di masa lampau tampak dari kabel-kabel listrik yang membentang dari satu rumah ke rumah lainnya, antara bangunan satu dengan bangunan lainnya.

Tak hanya itu, tampak alat penyejuk ruangan yang berada di luar bangunan. Namun semua itu justru membuat Tianzifang menjadi “berbeda” dengan kawasan serupa yakni xintiandi, di area Taicang, Shanghai. Tianzifang tetap mampu menampilkan romantisme klasik dan modern dengan caranya yang sederhana. Kini Tianzifang menjadi salah satu kawasan wisata malam andalan Shanghai.

Kota Kreatif

Shanghai merupakan salah satu kota kreatif di dunia untuk kategori kota desain. Kota yang kini dihuni 23 juta jiwa itu, telah memiliki sejarah transformasi yang panjang sejak kemerdekaannya pada 27 Mei 1949.

Sejak Cina menerapkan kebijakan keterbukaan dan reformasi pada 1978, Shanghai terus berkembang, bertransformasi menjadi salah satu pusat ekonomi dunia di China, pusat perdagangan dan perkapalan sekaligus menjadi kota metropolis internasional yang modern.

Ambisi menjadi pusat ekonomi dunia dan kota metropolis internasional modern, tetap dilakukan dengan menyelaraskan nilai sejarah dan budaya yang menjadi salah satu denyut utama Shanghai.

Sejak 1990, Pemerintah Kota Shanghai telah mempercepat pembangunan fasilitas-fasilitas kebudayaan. Hingga akhir 2011 Shanghai memiliki 27 budaya pusat dan pertunjukan seni, 25 perpustakaan umum, 41 kantor arsip dan 120 museum.

Tak hanya itu, pemerintah setempat juga terus menata kawasan-kawasan kota tua, termasuk Tianzifang, sebagai kawasan wisata yang menarik, dan menjadikan bangunan-bangunan kuno sebagai kekayaan nasional yang harus dilindungi.

Maka tak heran jika sisi modernitas dan klasik tampak berdampingan asri di hampir seluruh penjuru Shanghai. Perpaduan klasik dan modern dapat dilihat nyata saat berada di kawasan wisata The Bund.

Dari kawasan wisata di tepi Sungai Huangpu yang membelah Kota Shanghai itu, orang dapat melihat berbagai bangunan tinggi modern seperti “Shanghai World Financial center” yang merupakan bangunan tertinggi kedua di dunia (492 meter), Oriental Pearl Tower serta Jian Mao Tower yang menjadi “landmark” Shanghai.

Di seberang The Bund, tepatnya di sepanjang jalan Zhongshan, berjejer rapi aneka bangunan kuno bergaya gotik, barok, dan renaissance, yang ditempati para pelaku bisnis terkemuka di China seperti China Foreign Exchange Trade Center, Shanghai Customs House, China Merchant Bank, Peace Hotel, Bank of China. Tak salah jika The Bund mendapat julukan Wall Street-nya di Timur Jauh.

Munculnya bangunan-bangunan Eropa tersebut, karena Shanghai pernah menjadi rebutan Inggris, Jerman dan Prancis, sebelum Jepang hadir menjajah China.
Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia dengan segala ragam budaya yang dimiliki di masing-masing kota hendaknya mampu menjadikan mereka kota kreatif, sebuah kota dimana kreativitas dan imajinasi dipuja.

Kota dimana industri kreatif juga menghidupkan dan menggerakkan roda perekonomian kota tersebut. Indonesia, kini baru memiliki Bandung yang telah menjadi bagian dari jaringan pengembangan kota kreatif dunia dan menjadi proyek percontohan pengembangan kota kreatif di Asia Pasifik.

Pemuda NU Bakar Foto Sutan Bhatoegana

Pemuda NU Bakar Foto Sutan Bhatoegana


Sumenep: Unjuk rasa Gerakan Pemuda Ansor menuntut politikus Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana meminta maaf kepada warga Nadhlatul Ulama (NU) di sejumlah daerah terus berlangsung. Di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, GP Ansor mendatangi Kantor Dewan Pengurus Cabang Partai Demokrat yang berada di Jalan Trunojoyo. Para pemuda Ansor menyampaikan tuntutan agar Sutan meminta maaf secara terbuka kepada warga NU dan rakyat Indonesia. Saat mendatangi Kantor DPC Demokrat Kabupaten Sumenep, para aktivis GP Ansor menyerahkan tiga surat kepada pengurus DPC Partai Demokrat Sumenep yang berisi tuntutan kepada Sutan secara pribadi, maupun pengurus DPP Partai Demokrat. Aksi dilakukan para aktivis Ansor Sumenep menyikapi pernyataan Sutan Bhatoegana, yang salah satunya dianggap melecehkan mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sumenep, Joni Tunaidi, menerima surat tuntutan dan berjanji akan meneruskan ke DPP Partai Demokrat dan Sutan secara pribadi. Puluhan pemuda NU Ciamis, Rabu (28/11), juga berunjuk rasa di depan Kantor DPC Demokrat. Mereka menuntut Partai Demokrat mencopot Sutan yang melecehkan Gus Dur. Setelah mendapat tanggapan dari Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ciamis, para demonstran melanjutkan aksinya dengan memblokir Jalan Ahmad Yani, sambil membakar keranda mayat dan foto Sutan. Namun aksi blokir jalan tak berlangsung lama dan massa melanjutkan aksinya dengan berkonvoi.(DNI)

Anas Tanda Tangan “Jatah Beras” di KPK

JAKARTA – Usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Anas Urbaningrum melantai duduk di teras KPK memberikan keterangan pers. Usai memberikan keterangan, ternyata Anas harus kembali masuk ke dalam kantor KPK.

Kenapa? Ternyata masih ada berkas yang harus ditandatangani Anas, terkait pemeriksaan itu. Anas pun kemudian kembali masuk ke dalam KPK. Setelah itu, ia didampingi beberapa koleganya keluar menuju mobil Toyota Innova warna berplat B 1584 TOM. Namun, ketika dikerubungi wartawan saat hendak masuk ke mobil, Anas kembali diteriakkan oleh koleganya dan petugas KPK. Bahwa, ada berkas lagi yang harus ditandatangani.  Anas yang sudah di depan pintu mobil, terpaksa kembali lagi masuk ke dalam KPK bahkan melewati lobi KPK.

"Ada apa lagi," kata Anas, menuju masuk ke dalam KPK.

Kemudian, bekas Ketua Umum Partai Demokrat itu kembali menuju keluar kantor KPK memasuki mobil yang sudah menunggunya. Saat keluar Anas sempat menjawab pertanyaan wartawan.
Dengan nada bercanda, Anas menjawab, "Tanda tangan jatah beras," kata Anas sambil tersenyum.

Anas pun terus berlalu menuju masuk mobilnya meski masih dikerubungi wartawan, yang melancarkan berbagai pertanyaan kepada bekas Ketua Umum PB HMI itu. (boy/jpnn)

KAHMI tak Mau Kalah dengan Tujuh Jenderal

JAKARTA – Tujuh purnawirawan Jenderal TNI mengajukan beberapa nama calon presiden 2014 pada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Tak mau kalah, Korps Alumni Mahasiswa Islam Indonesia (KAHMI) pun akan menyusulnya.
Hal itu akan diungkapkan oleh anggota KAHMI Jusuf Kalla. Mantan Wakil Presiden itu mengaku, ia tak ingin ikut campur soal adanya pemberian nama capres dari purnawirawan pada SBY.

"Nanti KAHMI mau setor tujuh. Tanya SBY dong nama-namanya. Kita tidak tahu soal itu," ujar Kalla sambil tertawa. Hal ini ia ungkapkan usai menghadiri Kongres HMI di Jakarta Pusat, Jumat (15/3).

Presiden diketahui banyak melakukan pertemuan dengan orang-orang nonpemerintah seperti Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, tujuh purnawirawan jenderal dan terakhir 13 ormas Islam termasuk PBNU.

Beberapa pihak mengindikasikan pertemuan itu dilaksanakan untuk menggalang dukungan. Namun, Kalla memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, adalah hal yang wajar Presiden bertemu banyak pihak.

"Saya kira wajar sekali. Dulu saya suka ketemu siapa saja. Ya seperti itulah. Menerima setgab, besok menerima partai lain, menerima jenderal, menerima mahasiswa, HMI juga diterima. Itu bagus. Dia berlaku sebagai kepala negara menerima siapa yang minta," lanjut Kalla.

Disebut-sebut namanya ada di antara daftar nama capres yang diserahkan SBY, Kalla hanya menyambutnya dengan tawa. "Wah terimakasih saja," jawabnya lagi sambil tertawa. (flo/jpnn)