Demokrat Ingin Hary Tanoe Bergabung

Demokrat Ingin Hary Tanoe Bergabung

Headline

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Saan Mustofa – inilah.com/Agus Priatna

inilah.com, Jakarta – Beberapa partai politik (parpol) menyatakan kesiapannya untuk menampung Hary Tanoesoedibjo. Partai Demokrat, misalnya, membuka pintu lebar buat Hary Tanoe yang mundur dari Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Saan Mustofa mengatakan, partainya siap menampung aspirasi pemilik bos media MNC grup itu.

“Demokrat membuka diri. Sebagai partai terbuka kami siap menerima Hary Tanoe,” kata Saan kepada inilah.com, Jakarta, Selasa (22/1/2013).

Menurut dia, Hary Tanoe memiliki kekuatan politik yang cukup baik. Oleh sebab itu, partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut cukup tertarik untuk menampung Hary Tanoe.
“Pak Hary Tanoe cukup potensial dalam dalam perpolitikan,” tegas anggota Komisi III DPR itu.

Dia mengatakan, Partai Demokrat akan memberikan posisi yang strategis untuk Harry Tanoe. “Nanti akan dibicarakan, yang penting dia mau bergabung dulu,” ucap Saan.[yeh]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Hatta Pastikan Banjir Tak Ganggu Perekonomian RI

    Hatta Pastikan Banjir Tak Ganggu Perekonomian RI

  • BKPM: 2012, Investasi Asing Masih Besar

    BKPM: 2012, Investasi Asing Masih Besar

Nasional | Partai Demokrat Buka Pintu Untuk Hary Tanoe


Saan Mustopa.

Jakarta – Bos MNC Grup Hary Tanoe Tanoesoedibjo (HT) mundur sebagai ketua dewan pakar Partai NasDem. Partai Demokrat membuka pintu untuk Hary jika ingin bergabung.

“Kita sangat terbuka buat Pak Hary Tanoe kalau mau bergabung dengan PD,” ujar Wasekjen PD Saan Mustopa saat berbincang, Selasa (22/1/2013).

Saan melihat Hary Tanoe memiliki potensi yang baik untuk membantu memecahkan permasalahan bangsa dan negara saat ini. Saan juga yakin jika Hary Tanoe bergabung dengan PD, maka PD akan sangat terbantu.

“Dia sangat potensial untuk bisa membantu, dengan komitmennya,” ungkap Sekretaris FPD DPR ini.

Saan mengaku sejauh ini belum ada komunikasi politik antara PD dan Hary. Posisi PD saat ini menunggu Hary menyatakan sikapnya.

“Kita menunggu saja dulu,” jelasnya.

Bos MNC Hary Tanoesoedibjo tak mundur sendirian dari Partai Nasional Demokrat (NasDem). Mereka adalah sederet politikus muda Partai NasDem. Mereka adalah Sekjen Partai Nasional Demokrat Ahmad Rofiq, Wakil Sekjen Partai Demokrat Syaiful Haq, dan Ketua DPP Partai NasDem Endang Tirta.

(mpr/mpr)

Pasca Andi, Saan Minta KPK Tak Sandera Anas

Pasca Andi, Saan Minta KPK Tak Sandera Anas

Headline

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Saan Mustofa – (Foto: inilah.com)

inilah.com, Jakarta – Pasca penahanan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Partai Demokrat meminta agar KPK tidak menyandera Anas Urbaningrum.

Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum adalah tersangka dalam kasus yang sama yakni Hambalang. KPK telah menahan Andi Mallarangeng pada Kamis (17/10/2013).

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Saan Mustofa meminta agar KPK tidak menyandera Anas Urbaningrum dalam kasus korupsi Hambalang ini.

“Kita serahkan ke KPK saja, setelah Pak Andi lalu siapa selanjutnya yang akan ditahan KPK. Seharusnya tidak perlu disandera dengan kasus ini,” kata Saan, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/10/2013).

Kata Saan, pihaknya berharap agar Andi dan Anas segera mendapat pengadilan. Sebab, hal itu sebagai pembuktian keterlibatan keduanya dalam kasus tindak kejahatan korupsi Hambalang.

“Ketika seseorang ditetapkan sebagai tersangka dengan alat bukti, seharusnya alat bukti sudah lengkap maka tidak perlu lagi melama-lamakan kasus ini,” tegas Saan. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Orang Lebih Banyak Meninggal Karena Polusi Knalpot

    Orang Lebih Banyak Meninggal Karena Polusi Knalpot

  • Timnas Senior Siap Tantang Mali & Korea Utara

    Timnas Senior Siap Tantang Mali & Korea Utara

Inilah.com

Saan Berharap Komisi III Lebih Produktif

Saan Mustopa dan Ruhut Sitompul

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Saan Mustopa berharap Komisi III bisa lebih produktif membuat undang-undang dibawah kepemimpinan Pieter C Zulkifli. Ia juga berharap Komisi III dapat menjadi lebih baik.

“Sebaiknya Pieter diberikan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya memimpin Komisi III. Demokrat pasti memilih orang yang dianggapnya kompeten dan terbaik,” kata Saan  di Gedung DPR RI, Selasa, (8/10).

Menurut Saan, sebenarnya baik Ruhut maupun Pieter sama-sama memiliki kemampuan. Makanya Demokrat memberikan keduanya kepercayaan. Meski akhirnya, yang diterima adalah Pieter. 

 

Republika.co.id

Anas: Pasek dan Saan Ikhlas Dicopot, Caranya yang Tak Elegan

Anas: Pasek dan Saan Ikhlas Dicopot, Caranya yang Tak Elegan
Anas Urbaningrum (Dok. Liputan6.com/Abdul Aziz Prastowo)

Liputan6.com, Jakarta : Dua politisi Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika dan Saan Mustopa dicopot dari posisinya masing-masing oleh Demokrat. Pasek dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Komisi III DPR, sedangkan Saan dilengserkan dari posisinya sebagai Sekretaris Fraksi Demokrat.

Menanggapi hal itu, eks Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mengatakan, keduanya tidak masalah dengan pencopotan itu.

“Pak Pasek sama Saan tenang-tenang saja. Ikhlas,” ujar Anas usai nonton bareng Final Piala AFF U-19 di kediamannya, Jalan Teluk Semangka, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (22/9/2013).

Menurut Anas, proses pergantian di DPR merupakan sebuah hal yang wajar. Sebab, pergantian itu merupakan kewenangan partai.

“Hanya memang prosesnya saja tidak elegan. Mereka dikatakan tidak loyal. Menurut saya sih keduanya orang yang loyal. Loyal pada tugas, loyal pada partai, punya kecakapan, berprestasi. Jadi saya kurang paham apa yang disebut kurang loyal itu,” kata Anas.

Seperti diketahui, Gede Pasek Suardika baru saja dicopot dari jabatannya di Ketua Komisi III DPR oleh Partai Demokrat. Posisinya digantikan oleh politisi Demokrat yang lain, Ruhut Sitompul.

Selain Pasek, Demokrat juga mencopot Saan Mustopa dari posisinya sebagai Sekretaris Fraksi Demokrat.

Keduanya oleh Demokrat dinilai membangkang karena hadir dalam peluncuran ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) yang didirikan oleh mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum beberapa waktu lalu. (Ein)

liputan6.com

Pakar: Pencopotan Pasek dan Saan Sudah Direncanakan

Gede Pasek Suardika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pencopotan Gede Pasek Suardika sebagai Ketua Komisi III DPR dan Saan Mustopa, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat telah direncanakan sebelumnya oleh petinggi partai berkuasa.

“Elit Partai Demokrat sebelumnya telah membidik para tokoh partai tersebut yang nampak dekat dengan Anas Urbaningrum berikut melalui Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI),” kata pengamat politik dan peneliti senior dari Soegeng Sarjadi Syndicate Toto Sugiarto di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan, petinggi Partai Demokrat (PD) hanya sedang mencari bukti kesalahan dari Pasek dan Saan untuk kemudian diberi sanksi.

“Saya pikir Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono adalah orang yang seksama dan berupaya tidak ceroboh. Maka dari itu, tindakan dari elit partai yang memarkir Pasek dan Saan sebenarnya sudah menjadi rencana lama tinggal mencari momentum saja. Begitu ada bukti kesalahan yaitu kedekatan mereka dengan Anas, keduanya langsung dicoret dari Fraksi Demokrat,” katanya.

Menurut Toto, Demokrat berupaya menjauhkan dirinya dari segala sesuatu terkait Anas.

“Anas berpotensi merongrong Demokrat, terlebih dirinya sekarang belum memiliki mesin politik. Anas baru memiliki PPI,” kata dia.

Demokrat, lanjut Toto, sedang berupaya menjauhkan diri dari Anas baik karena potensinya menggembosi PD. “Selain itu, jika Anas dekat-dekat dengan PD maka citra partai itu sedang dipertaruhkan menilik Anas adalah tersangka kasus korupsi,” katanya.

“Itulah mengapa Demokrat terus berupaya mengeliminasi fungsionaris internal yang dekat dengan Anas. Dia itu memiliki kekuatan luar biasa. Bahaya jika Anas merebut kekuasaan di Demokrat, bahaya juga jika citra negatif Anas menciprati Demokrat,” katanya.

Republika.co.id