Max Moein: Karier Politik Yang Terancam

Max Moein: Karier Politik Yang Terancam


Skandal Max Moein masih terus menggelinding. Badan Kehormatan DPR, Selasa (2/6), akan memanggil Desi Firdiyanti untuk menceritakan soal tuduhan pelecehan seksual terhadap anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu. “Dia (Desi) mempunyai bukti yang bisa membahayakan kedudukan Max Moein,” jelas Tiurlan Basaria Hutagaol, Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR, di Jakarta, Selasa (3/6). Tiurlan menambahkan, setelah Desi, pihaknya akan menjadwalkan pemanggilan Max Moein kembali.

Yenny Wahid Episode 1: Politik Bukan Untuk Menggapai Kekuasaan

Yenny Wahid Episode 1: Politik Bukan Untuk Menggapai Kekuasaan


Seperti apa perjuangan Yenny Wahid memperjuangkan ‘roh’ sang ayah di dalam Partai Kebangkitan Bangsa? Ia tak sekedar menjadi Ketua umum PKB pro-Gus Dur, tapi ia mengusung semangat Gus Dur yang lebih luas. Dengan semangat itulah ia berani menggumuli dan mengurai kemelut di dalam PKB. Cara pandang politik sang ayah diakui Yenny memiliki spirit kemanusiaan yang seharusnya terus dilestarikan sebagai sebuah nilai kehidupan, bukan alasan pengejaran kekuasaan. Apa pula pendapat Yenny tentang ormas berbasis Islam yang kontroversial seperti FPI? www.fimela.com

Obama Ungguli Romney dalam Indeks Politik Twitter – Liputan Berita VOA 7 September 2012

Obama Ungguli Romney dalam Indeks Politik Twitter - Liputan Berita VOA 7 September 2012


Bila dalam jajak pendapat kedua capres Amerika bersaing ketat, dalam sebuah indeks yang juga mengukur popularitas kandidat, Presiden Obama jauh mengungguli saingannya, Mitt Romney. Menurut Twindex, alias Indeks Politik Twitter, popularitas Obama naik pesat dalam pekan ini bersamaan dengan pengukuhan nominasinya sebagai capres dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat. Apakah sebenarnya Twindex ini? Berikut liputan reporter VOA Ade Astuti dari arena Konvensi di Charlotte, North Carolina

Bakal Ada Pertarungan 2 Kekuatan Politik di 2014

Bakal Ada Pertarungan 2 Kekuatan Politik di 2014

Partai Islam

, JAKARTA — Pertarungan politik 2014 akan terbagi menjadi dua kekuatan ideologi dan platform. Menurut pakar politik, Bahtiar Effendy, kekuatan politiknya, yaitu partai-partai nasionalis dan partai-partai Islam.

“Konstelasi politik 2014 diperkirakan akan rumit dan berat bagi semua partai. Dari sisi ideologi dan platform, ada dua kekuatan politik yang bertarung, yaitu partai-partai nasionalis dan partai-partai Islam,” kata Bahtiar Effendy saat dihubungi di Jakarta, Rabu (23/1).

Dekan FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan enam partai nasionalis itu adalah Partai Golkar, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Hanura dan Partai Nasdem. Sedangkan partai-partai Islam adalah PPP, PKS, PKB, dan PAN.

Menurut dia, pertarungan di lingkaran partai nasionalis akan mengerucut pada partai-partai menengah, sementara partai-partai besar seperti Partai Golkar, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat akan lebih berupaya mempertahankan posisinya selama ini.

“Karena itu, partai-partai menengah harus bekerja keras agar bisa meraih suara signifikan pada pemilu nanti untuk mengalahkan partai-partai besar,” ujarnya.

Sementara itu, pertarungan yang lebih keras akan terjadi di antara partai-partai Islam. Apalagi, setiap partai Islam sudah memiliki basis massa sendiri. “Dari keempat partai Islam itu, saya melihat PKS, PPP dan PKB sudah memiliki basis massa sendiri yang jelas. Hanya PAN yang saya lihat basis massanya masih abu-abu dan mengambang,” tuturnya.

Dia menilai PAN yang semula tulang punggung konstituennya adalah massa Muhammadiyah, mulai ditinggalkan oleh massa organisasi masyarakat itu. Hal itu, kata dia, karena PAN tidak merawat dengan baik basis massanya, apalagi ada pernyataan petinggi partai itu bahwa PAN menanggalkan identitas Islam.