PDI Perjuangan Pilih Sikap Oposisi

PDI Perjuangan Pilih Sikap Oposisi


Hampir seluruh Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mendukung wacana agar PDI Perjuangan beroposisi. Hal itu terungkap dalam laporan dan pandangan perwakilan dari 33 DPD yang disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan di Lentengagung, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2009). Selain itu, pengurus PDI Perjuangan di daerah berharap upaya mengusut kecurangan dalam Pemilihan Presiden 8 Juli lalu terus dilanjutkan. Mereka juga menyatakan dukungan terhadap langkah hukum yang akan diambil Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan terkait kecurangan selama pilpres.

Nasional | SP Ketum NasDem, Bagaimana Nasib Pencapresan Endriartono?



Jakarta – Surya Paloh (SP) akan dikukuhkan menjadi Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) pada kongres akhir Januari ini. SP diprediksi juga mengincar kursi capres atau cawapres, lalu bagaimana nasib pencapresan Endriartono Sutarto?

Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto memang diisukan kuat akan nyapres lewat Partai NasDem. Salah satu alasan Endriartono masuk NasDem adalah mendapatkan cukup kekuatan politik untuk memperbaiki Indoesia.

Saat Partai NasDem berpindah tangan ke Surya Paloh, nasib pencapresan Endriartono pun menjadi isu menarik. Sejumlah kalangan menilai peluang Endriartono ke Pilpres 2014 telah pupus. Benarkah?

“Saya kira agak sulit untuk sementara. Persoalannya beliau nggak punya elektabilitas yang signifikan dan sulit partainya. Memang di NasDem, tapi kalau NasDem ngajuin capres ya Surya Paloh, bukan Sutarto,” kata pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Rabu (23/1/2013).

Qodari melihat Surya Paloh akan maju sebagai capres/cawapres. Namun, tentunya sangat bergantung kepada elektabilitasnya dan Partai NasDem sendiri. Di Pemilu 2014, Partai NasDem menargetkan meraih 3 besar.

“Untuk SP saya kira dia akan maju sebagai capres jika elektabilitas NasDem dan diri pribadinya tinggi,” duganya.

Namun demikian SP bisa saja mengurungkan niatnya untuk nyapres. Kalau ternyata elektabilitasnya tak beranjak.

“Tapi SP akan realistis kok, kalau suara NasDem dan dirinya terbatas nggak akan maksa, mungkin ambil cawapresnya saja,” lanjutnya.

Surya Paloh memang sudah hampir pasti mengambil posisi Ketum NasDem. Paloh akan dikukuhkan menjadi Ketum NasDem di kongres 25-26 Januari nanti. Niat Surya Paloh mengambil posisi tertinggi ini sempat ditentang kubu Hary Tanoesoedibjo yang akhirnya memilih meninggalkan NasDem.

Menurut hitungan Qodari, cukup berat bagi NasDem meraih targetnya di Pemilu 2014. “Saya kira NasDem tetap berpeluang jadi partai menengah. Untuk menjadi partai besar apalagi nomor 1 sangat berat,” pungkasnya.

(van/trq)