Unpad Buka Kelas Peminatan Tata Kelola Pemilu

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG – Tata Kelola Pemilu dapat dipelajari di Universitas Padjadjaran (Unpad) mulai Agustus 2015. Kelas peminatan ini dapat dipilih pada program magister Ilmu Pemerintahan Unpad.

Menurut Kepala Humas Unpad Soni Akhmad Nulhakim, tata kelola pemilu diinisisasi oleh stakeholder Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Unpad. Dengan trend harapan pemilu yang lebih baik dan sesuai dengan azas pemilu.

Soni mengatakan, ilmu tata kelola pemilu secara paktis sangat dibutuhkan. Terutama ketika mencermati trend pemilu legislatif dan eksekutif level kabupaten/ kota, provinsi dan pusat yang begitu sistemik.

Dibukanya kelas peminatan Tata Kelola Pemilu ini, menurut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad Arry Bainus, karena selama ini sumber daya manusia (SDM) yang ada di KPU, hanya belajar dari pengalaman saja, tanpa mendapatkan teori-teori yang relevan.

“Jadi, mereka learning by doing saja. Ke depan mereka membutuhkan pendidikan mengenai tata kelola pemilu agar lebih terampil,” ujar Arry.

Tentunya, KPU perlu menggandeng lembaga pendidikan untuk bisa mempelajari lebih dalam mengenai teori pemilu. Oleh karena itu, KPU menggandeng universitas – universitas. Salah satunya Unpad.

Alasan KPU memilih Unpad, Arry mengatakan, pertama, Unpad memiliki dua program studi yang tidak asing dengan masalah pemilu. Yaitu, Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan. “Itu sudah menjadi makanan sehari-hari mereka,” ujarnya.

Kedua, banyak komisioner KPU baik di pusat dan daerah lulusan Unpad. Ketiga, Unpad sudah memiliki pengalaman dalam pelaksanaan pascasarjana.  

Arry mengatakan, Unpad sudah siap melaksanakan kelas tata kelola Pemilu ini pada Agustus mendatang. Dengan syarat, April sampai Juni sudah dibuka pendaftarannya. Untuk sementara, peminatan ini untuk komisioner KPU dan pelaksana administratif KPU.

“Jika peminatnya banyak, maka kedepannya akan dibuka untuk umum,” kata Arry. Jadi, nantinya diharapkan yang bisa bekerja di KPU adalah orang-orang yang sudah memiliki ilmu mumpuni di bidang Pemilu.

Jika pengelolanya baik, maka kerja pun akan lebih profesional dan dapat menghindari tindakan curang.

Untuk kesiapan tenaga pengajar, kata Arry, sudah siap. Karena, Unpad memiliki Guru Besar dan Doktor yang sudah sering terlibat dengan Pemilu dan KPU. “Tidak khawatir dengan tenaga pengajar. Antara pelaksana di lapangan dan pengajar tentu nantinya bisa sharing masalah yang dihadapi,” ujar Arry. N mj02

republika.co.id

Krisdayanti dan Nassar Merapat ke Parpol

Krisdayanti dan Nassar Merapat ke Parpol


PUSAT BERITA —Jakarta: Kalangan artis masih menjadi andalan partai politik dalam menggalang dukungan untuk Pemilu 2014 mendatang. Salah satu artis yang belakangan namanya mulai muncul adalah penyanyi Krisdayanti dan pedangdut Nassar. Merapatnya Krisdayanti ke Partai Hanura diungkapkan Ketua DPP sekaligus anggota tim seleksi bakal calon anggota legislatif Partai Hanura, Djafar Badjeber. Menurut dia, selain Krisdayanti, penyanyi era 80-an Iis Sugianto juga mengikuti seleksi caleg di partai pimpinan Jenderal Purnawirawan Wiranto itu. Klaim artis masuk parpol juga datang dari Partai Persatuan Pembangunan. Sekretaris Majelis Pakar PPP Ahmad Yani menyebut, Nassar akan mendaftar sebagai caleg di partai berlambang kabah. Menjadikan artis sebagai magnet menggalang dukungan parpol bukan saja terjadi Pemilu 2014. Pada pemilu sebelumnya, yakni 2009, juga muncul sejumlah nama seperti Angelina Sondakh, Vena Melinda, Djamal Mirdad dan Tere.(wtr6)

KINI GILIRAN JK, MetroTV, Maret 2009

KINI GILIRAN JK, MetroTV, Maret 2009


Kini Giliran JK Metrotvnews.com, Jakarta: Dengan modal pengalaman yang sangat panjang, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla akhirnya menyatakan siap maju sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden 2009. Sikap Ketua Umum Partai Golongan Karya ini apakah membuktikan rumor yang beredar bahwa duetnya dengan Susilo Bambang Yudhoyono menghadapi keretakan? Atau ada strategi lain yang sedang disusun oleh Kalla dan kendaraan politiknya, Golkar. Kesiapan Kalla untuk maju sebagai calon presiden 2009 ini terungkap setelah melakukan pertemuan khusus dengan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Surya Paloh. Pertemuan empat mata antara Kalla dan Surya Paloh itu berlangsung secara tertutup selama sekitar satu jam. Menurut Surya Paloh, dalam pertemuan tersebut dirinya mempertanyakan kebenaran berita tentang kesediaan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu untuk maju sebagai capres 2009. Dan itu ternyata benar. Dalam wawancara ekslusif dengan wartawan Metro TV Najwa Shihab, Jusuf Kalla kembali menyatakan dirinya siap maju sebagai capres. “Insya Allah,” kata Kalla membuka wawancara di kediamannya di kawasan Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Menurut Kalla, kesiapannya maju sebagai capres didorong keyakinan dan keinginan dirinya memulyakan bangsa dan negara. Dengan modal pengalaman yang sangat panjang, Kalla meyakini bahwa dirinya mampu berbuat lebih. Dan dorongan lainnya, diakui dari partai, terutama dari daerah (DPD). Kalla pun mengakui bahwa kesiapan dirinya maju sebagai capres merupakan konsekuensi

Sadar Partai Baru, NasDem Enggan Bicara Capres

Sadar Partai Baru, NasDem Enggan Bicara Capres

Headline

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh – Inilah.com/Wirasatria

inilah.com, Jakarta – Sadar sebagai partai politik (parpol) baru peserta Pemilihan Umum (Pemilu), Partai Nasional Demokrat (NasDem) tidak mau terburu-buru menetapkan calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 nanti.

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengatakan, partainya belum membahas soal Capres.

“Mengenai pencapresan, partai ini ingin berikan etika partai, dimana akan memberikan pendidikan politik yang lebih bermanfaat,” kata Paloh, dalam keterangan persnya di JCC, Senayan Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Lebih lanjut dia mengatakan, Partai NasDem baru akan fokus bicara Capres setelah hasil perolehan suara dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) keluar. Sebab, kata Paloh, sepak terjang partai tersebut belum teruji.

“Terkait pencapresan bagaimanapun sistem Pemilu kita ada dua tahap, Pileg dan Pilpres. Nasdem sadar partai baru, dia harus melihat sejauh mana pilihan partai ini, perolehan kursinya dari Pileg itu sendiri,” jelas Paloh.

Selain itu, dalam penetapan capres nanti, parpol nomor 1 peserta Pemilu itu akan melibatkan pers guna menilai tokoh yang dianggap layak untuk maju. “Kemudian kita akan runding dengan pers, bagaimana ini yang baik tokoh-tokohnya,” ucapnya. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Paus Sebut Media Sosial Sebagai Portal Kebenaran

    Paus Sebut Media Sosial Sebagai Portal Kebenaran

  • Casillas Ditimpa Cedera, Xavi Merasa Prihatin

    Casillas Ditimpa Cedera, Xavi Merasa Prihatin

Nasional | SBY: Ciptakan Demokrasi yang Santun

SBY: Ciptakan Demokrasi yang Santun

Presiden SBY

, JAKARTA — Bukan kali pertama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyinggung tentang kondisi politik dua tahun ke depan. Ia juga bukan sekali meminta agar dua tahun ke depan bisa dijaga dengan baik.

Ia meminta secara spesifik agar dalam menjalankan agenda politik ke depan, demokrasi bisa berjalan secara santun.

“Khusus untuk agenda nasional dua tahun mendatang, saya ajak seluruh rakyat Indonesia untuk menciptakan demokrasi yang santun, beretika, teduh, dan damai. Suasana seperti itu amat kita perlukan untuk bangun negara menuju masa depan yang  lebih baik,” katanya saat memberikan sambutan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Negara, Jumat malam (25/1).

Untuk diketahui, sehari sebelumnya, Presiden SBY sempat menyinggung hal serupa. Ia mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan, ketertiban, kedamaian, kerukunan, toleransi dan mencegah kekerasan, mengingat semakin dekatnya pemilihan umum 2014.

“Sebagaimana tahun ini dan tahun depan, kita memasuki tahapan pemilu 2014. Kita harapkan aman dan tertib. Jangan sampai terpecah belah dan jangan ada kekerasan,” pesan SBY pada acara Dzikir Bersama Maulid Akbar Nabi Besar Muhammad SAW 1434 H, di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis (24/1) pagi