Pengamat: Pemberian Dana Bantuan untuk Parpol Berlebihan

Parpol/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Pengamat politik Universitas Gadjah Mada, Mada Sukmajati menilai untuk saat ini belum perlu partai politik mendapatkan dana bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), seperti yang diwacanakan oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Masih terlalu prematur dan berlebihan, apalagi dana Parpol yang sudah digulirkan pemerintah sebelumnya juga belum jelas penggunaannya,” katanya di Yogyakarta, Jumat (20/3).

Menurutnya, pembiayaan melalui bantuan Parpol (banparpol) yang selama ini telah digulirkan sebagai sumber pembiayaan dengan besaran disesuaikan jumlah perolehan suara, masih belum jelas penggunaan serta mekanisme pertanggungjawabannya.

Ia menilai, pembiayaan yang sebelumnya telah ada seharusnya lebih dioptimalkan penggunaannya, sehingga kewajiban Parpol secara mendasar seperti melakukan pendidikan politik, pembenahan pola rekrutmen dapat dipenuhi.

“(Bantuan parpol) yang telah bertahun-tahun diberikan, mau digunakan untuk apa masih belum jelas,” ujarnya.

Dia mengatakan kendati sumber dana parpol berupa iuran anggota serta bantuan parpol itu masih dinilai kecil, hal itu tidak perlu serta merta dijawab dengan melibatkan APBN. “Perlu digagas upaya-upaya alternatif. Saya pikir perlu pembahasan yang matang dengan melibatkan akademisi,” kata dia.

Apalagi, kata dia, apabila dana Rp1 triliun dikucurkan dikhawatirkan muncul pola birokratisasi yang dapat menerima, menolak atau membubarkan partai. Menurut Mada, yang saat ini diperlukan parpol justru fasilitas dari pemerintah untuk membantu proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) agar lebih partisipatif.

“Justru sekarang yang harus diwacanakan adalah bagaimana membuat proses pencalonan dalam Pilkada bisa lebih partisipatif,” kata dia.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo menggulirkan wacana pembiayaan untuk setiap partai politik Rp 1 triliun yang bersumber dari APBN untuk meningkatkan transparansi dan demokrasi.

Menurutnya partai politik memerlukan dana untuk melakukan persiapan dan melaksanakan pemilu serta melakukan pendidikan kaderisasi dan program operasional.

Tjahjo mengatakan pengawasan ketat terhadap penggunaan APBN untuk partai politik juga harus diikuti dengan sanksi keras bila ada yang melakukan pelanggaran, termasuk pembubaran partai politik.

Republika.co.id

Krisdayanti dan Nassar Merapat ke Parpol

Krisdayanti dan Nassar Merapat ke Parpol


PUSAT BERITA —Jakarta: Kalangan artis masih menjadi andalan partai politik dalam menggalang dukungan untuk Pemilu 2014 mendatang. Salah satu artis yang belakangan namanya mulai muncul adalah penyanyi Krisdayanti dan pedangdut Nassar. Merapatnya Krisdayanti ke Partai Hanura diungkapkan Ketua DPP sekaligus anggota tim seleksi bakal calon anggota legislatif Partai Hanura, Djafar Badjeber. Menurut dia, selain Krisdayanti, penyanyi era 80-an Iis Sugianto juga mengikuti seleksi caleg di partai pimpinan Jenderal Purnawirawan Wiranto itu. Klaim artis masuk parpol juga datang dari Partai Persatuan Pembangunan. Sekretaris Majelis Pakar PPP Ahmad Yani menyebut, Nassar akan mendaftar sebagai caleg di partai berlambang kabah. Menjadikan artis sebagai magnet menggalang dukungan parpol bukan saja terjadi Pemilu 2014. Pada pemilu sebelumnya, yakni 2009, juga muncul sejumlah nama seperti Angelina Sondakh, Vena Melinda, Djamal Mirdad dan Tere.(wtr6)

Sadar Partai Baru, NasDem Enggan Bicara Capres

Sadar Partai Baru, NasDem Enggan Bicara Capres

Headline

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh – Inilah.com/Wirasatria

inilah.com, Jakarta – Sadar sebagai partai politik (parpol) baru peserta Pemilihan Umum (Pemilu), Partai Nasional Demokrat (NasDem) tidak mau terburu-buru menetapkan calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 nanti.

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh mengatakan, partainya belum membahas soal Capres.

“Mengenai pencapresan, partai ini ingin berikan etika partai, dimana akan memberikan pendidikan politik yang lebih bermanfaat,” kata Paloh, dalam keterangan persnya di JCC, Senayan Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Lebih lanjut dia mengatakan, Partai NasDem baru akan fokus bicara Capres setelah hasil perolehan suara dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) keluar. Sebab, kata Paloh, sepak terjang partai tersebut belum teruji.

“Terkait pencapresan bagaimanapun sistem Pemilu kita ada dua tahap, Pileg dan Pilpres. Nasdem sadar partai baru, dia harus melihat sejauh mana pilihan partai ini, perolehan kursinya dari Pileg itu sendiri,” jelas Paloh.

Selain itu, dalam penetapan capres nanti, parpol nomor 1 peserta Pemilu itu akan melibatkan pers guna menilai tokoh yang dianggap layak untuk maju. “Kemudian kita akan runding dengan pers, bagaimana ini yang baik tokoh-tokohnya,” ucapnya. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Paus Sebut Media Sosial Sebagai Portal Kebenaran

    Paus Sebut Media Sosial Sebagai Portal Kebenaran

  • Casillas Ditimpa Cedera, Xavi Merasa Prihatin

    Casillas Ditimpa Cedera, Xavi Merasa Prihatin

Paloh: Parpol Bisa Ubah Kucing Putih Jadi Hitam

Paloh: Parpol Bisa Ubah Kucing Putih Jadi Hitam

Headline

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh – Inilah.com/Ardhy Fernando

inilah.com, Jakarta – Kekuatan partai politik (parpol) akan berpengaruh bagi kebijakan pemerintah daerah bahkan pemerintah pusat. Bahkan, parpol juga dapat dengan mudah mengubah Undang-undang (UU).

“Luar biasa kekuatan partai politik, memilih gubernur, memilih walikota, memilih bupati, membuat UU, mengubah UU,” kata Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dalam pidatonya, di Kongres Partai NasDem, di JCC, Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Bahkan, kata Surya Paloh, kekuatan parpol dapat mengubah kebijakan dalam setiap kekuasaan. Menurutnya, kebenaran dapat berubah menjadi salah. “Kucing putih kadang-kadang bisa disebut kucing hitam dan setengah hitam,” tegas Paloh.

Untuk itu, Paloh meyakini Partai NasDem akan membawa perubahan guna memperjuangkan kepentingan rakyat. “Izinkanlah kita untuk memperjuangkan hak-hak rakyat,” ujarnya.

Bahkan, tanda-tanda alam telah menunjukkan bahwa partai tersebut akan membawa perubahan bagi negeri ini. “Sebagai partai nomor satu yang lolos verifikasi di Kemenkumham,” jelas Paloh. [tjs]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Mancini: Balotelli Tidak Akan Kami Lepas

    Mancini: Balotelli Tidak Akan Kami Lepas

  • Kursi Kosong Warnai Kongres NasDem

    Kursi Kosong Warnai Kongres NasDem

Nasional | Ini Alasan Sekjen DPR Masuk Partai Nasdem


Nining Indra Saleh

Jakarta – Ketua Majelis Nasional Partai Nasdem, Surya Paloh, mengatakan bahwa Sekjen DPR Nining Indra Saleh akan masuk bergabung dengan partainya. Apa alasan Nining bergabung dengan Partai nasDem?

“Ada visi misi yang sesuai dengan apa yang saya inginkan,” kata Nining usai pembukaan kongres Partai NasDem, di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Nining enggan merinci lebih jauh visi dan misi apa yang dimaksudkan olehnya. Ia juga terlihat sungkan dan masih tertutup diri soal rencanya bergabung dengan partai nasDem.

“Parpol ini kan hanya wadah bagaimana kita mendarmabaktikan apa yang sudah kita punyai untuk kesejahteraan rakyat semua. Jadi partai apa saja yang silakan yang pasti untuk kesejahteraan rakyat,” ucapnya.

Nining menuturkan, dirinya memang sudah berkomunikasi langsung dengan Surya Paloh soal keinginannya gabung dengan Partai nasDem. Namun, ia lagi-lagi belum berani declare soal niatnya itu.

“Ya komunikasi sudah. Tapi sekarang ini hanya undangan,” ucapnya.

“Ya (Surya Paloh menyambut baik),” lanjutnya saat ditanya kesan Surya Paloh.

Sebelumnya, Nining memang telah menyatakan minatnya untuk terjun ke partai politik dan terang-terangan ingin maju sebagai calon legislatif. Namun Nining mengaku belum memiliki pilihan partai politik.

(bal/fdn)

Nasional | Ditinggal Hary Tanoe, Paloh: Iklan dan Logistik Bukan Segalanya!



Jakarta – Ketua Majelis Nasional Partai NasDem Surya Paloh meyakini partainya akan berkembang menjadi partai besar. Seolah menepis prediksi bakal tenggelamnya Partai NasDem sepeninggalan pengusaha Hary Tanoesoedibjo, Paloh menegaskan partainya akan tetap kokoh.

“Kita perlu iklan benar, kita perlu logistik benar. Tapi itu bukan segala-galanya bagi NasDem,” ujar Paloh bersemangat disambut riuh peserta Kongres NasDem di JCC, Jumat, (25/1/2013) malam.

Di hadapan pengurus NasDem, Paloh menegaskan partainya akan berhasil di Pemilu 2014. “Lolos nomor 1 di Kemenkum HAM dan dapat nomor urut 1 peserta Pemilu, ini tantangan bagi kita ke depan. Tantangan berani mengatakan partai ini didesain yang dikonstruksi bukan dari plastik ringan tapi dari molekul baja,” tuturnya.

Paloh meyakini dengan dukungan masyarakat, NasDem akan eksis di dunia politik bersama parpol lainnya yang lebih dulu didirikan.

“NasDem akan mampu membawa kejayaan, sepanjang konsisten perbuatan dan perkataan ada di benak sanubari, yakin percaya doa rakyat bersama saudara, doa rakyat tidak akan bisa dihalangi oleh siapapun juga.

Mundurnya Hary Tanoe sebagai Ketua Dewan Pakar NasDem diprediksi banyak pihak akan mengganggu stabilitas NasDem. Sebagai pengusaha media yakni pemilik MNC Grup, sokongan iklan dan finansial dari perusahaan Hary dinilai telah berperan besar mendongkrak popularitas NasDem.

(fdn/fdn)