Kasus Flu Burung, Orang Dekat Istana Terlibat?

Kasus Flu Burung, Orang Dekat Istana Terlibat?

Headline

Inilah.com

inilah.com, Jakarta – Kasus flu burung dalam perkembangannya menguap. Ini bertolak belakang dengan kasus Hambalang yang telah menetapkan beberapa tersangka. Mengapa kasus ini stagnan?

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah usai melakukan pemeriksaan terhadap kasus fu burung dengan nomor 10/HP/XIX/06/2012 tertanggal 6 Juni 2012. Tidak hanya itu, Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI juga telah melakukan analisa atas laporan hasil pemeriksaan BPK.

Namun, kasus flu burung yang diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 347 miliar lebih ini tidak mengalami kemajuan berarti. Hal ini pula yang membuat keheranan Ketua BAKN DPR Sumarjati Arjoso. “Saya tidak tahu apakah kasus flu burung ini tidak menjadi prioritas oleh KPK,” kata Sumarjati saat dihubungi, Kamis (23/1/2013)

Menurut dia, kasus flu burung ini lebih besar kerugiannya dibanding kasus Hambalang. Dalam kasus ini Kementerian Kesehatan tidak mengusulkan tapi dari Bio Farma mengusulkan ke Bappenas, didukung oleh rekanan dalam kepengurusan anggarannya. “Setelah mendapat anggaran, Kementerian Keuangan memberitahukan ke Kemenkes,” tambah Sumarjati

BAKN kata Sumarjati berencana akan memanggil pihak Kementerian Kesehatan. Langkah ini ditempuh, kata politisi Partai Gerindra ini, karena hingga saat ini tidak ada tindak lanjut nyaata baik di pimpinan DPR maupun Komisi IX DPR. “BAKN akan undang Kemenkes,” cetus Sumarjati.

Dihubungi terpisah, anggota Komisi Hukum DPR RI dari Fraksi PPP Ahmad Yani mengatakan lambatnya penanganan kasus flu burung bisa saja terkait dengan keterlibatan lingkar dalam Istana Kepresidenan dalam kasus yang diduga merugikan keuangan negara miliaran rupiah ini. “Informasi yang saya dapat A1, ada pejabat tinggi negara ini tentunya bukan presiden, pembantu presiden, level menteri yang mengintervensi KPK,” kata Yani.

Menurut dia, seharusnya, kasus flu burung dapat segera ditingkatkan ke penyidikan dan sudah menetapkan para tersangkanya. Menurut dia, dari informasi yang ia peroleh, KPK ragu-ragu melakukan penyidikan kasus flu burung karena ada keterlibatan pejabat tinggi dalam perkara ini. “Dari informasi yang saya peroleh, ada kerabat pembantu presiden yang terlibat dalam kasus ini,” tuding Yani.

Yani menegaskan tidak ada satupun pihak di negeri ini yang kebal oleh hukum. Prinsip equality before the law, kata Yani, harus ditegakkan dalam mengusut kasus flu burung. “Jadi kalau memang KPK tidak menetapkan tersangka, maka KPK menyediakan dirinya untuk diintervensi, atau KPK membuka dirinya untuk diintervensi dan mereka rela untuk diintervensi,” tegas Yani.

Ketua Panitia Kerja Flu Burung DPR RI Novariyanti Yusuf mengatakan pihaknya pada pekan depan akan menggelar rapat untuk membahas hasil kunjungan ke lapangan ke Bandung dan Surabaya. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas saat dikonfirmasi ihwal kasus flu burung tidak merespons pesan yang dikirim inilah.com.

Jika membandingkan kasus Hambalang dan kasus Flu Burung memang tampak terjadi perbedaan perkembangan penanganan kasusnya. Kasus Hambalang yang dikait-kaitkan sejumlah elit Partai Demokrat lebih mendapat atensi dari KPK ketimbang kasus Flu Burung yang secara kerugian negara jauh lebih besar dari kasus Hambalang. Apakah karena ada keterlibatan kerabat pembantu presiden di Kabinet SBY? Entahlah, biar waktu yang menjawabnya.

Rekomendasi Untuk Anda


  • Lampard Disarankan Pindah ke Klub Ini

    Lampard Disarankan Pindah ke Klub Ini

  • Investor Berlibur, IHSG Mendatar

    Investor Berlibur, IHSG Mendatar

[BMS] ANAK KEHILANGAN ORANG TUANYA

[BMS] ANAK KEHILANGAN ORANG TUANYA


Anak Laki-Laki Berumur 10 tahun Tanpa Orangtua Beijing-Seorang bocah laki-laki, Pan Zhuangzhuang kini hidup tanpa orang tua. Dia dilahirkan di China 10 tahun lalu, ketika Partai Komunis China melancarkan penganiayaan terhadap latihan meditasi Falun Gong. Dia dipaksa kehilangan orang tua bukan karena kehendak Tuhan, ayahnya dianiaya hingga meninggal ketika dia ber-usia lima tahun, dan ibunya ditahan dalam penjara sejak Pan baru berusia dua tahun oleh rezim penguasa yang tak percaya Tuhan. Ada sebuah lagu di China, “Seorang anak dengan seorang ibu seperti harta, anak tanpa ibu layaknya rumput.” Ketika Zhuangzhuang berumur satu tahun, dia dan ibunya ditahan oleh otoritas komunis lokal di sebuah kantor bawah tanah. Usia 2 tahun, ibunya dimasukkan ke dalam tahanan lain, dimana ribuan pengikut Falun Gong juga ditahan. Ayah Zhuangzhuang , Pan Xingfu, dulu bekerja sebagai wakil direktur Biro Telekomunikasi di Shuangyashan. Namun, Ayahnya meninggal usai dilepas oleh rezim komunis, setelah sempat dianiaya hingga sekarat. Ketika dilepas berat Pan Xingfu hanya 80 pounds. Sebelum meninggal, ayah 31 tahun itu sempat bertahan hidup dalam penderitaan penuh luka sisa-sisa penganiayaan selama satu tahun. Sementara itu, setelah Partai Komunis China mulai menganiaya Falun Gong, Ibu Pang, Zhang Li sempat bersembunyi dan membawa anak-nya menghindari penangkapan. Namun, tahun 2003, dia dihukum secara ilegal hingga 8 tahun di Penjara Wanita Propinsi Heilongjiang . Zhang Li tidak pernah mundur

Nasional | 45.954 Orang Masih Mengungsi Akibat Banjir Jakarta



Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah 20 orang meninggal dunia akibat banjir yang melanda Jakarta sepekan terakhir. Sementara 45.954 jiwa masih mengungsi akibat banjir tersebut.

“Tercatat 20 orang meninggal dunia hingga hari ini yang disebabkan oleh banjir, baik langsung maupun tidak langsung,” ujar Kepala Pusat data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya kepada detikcom, Senin (21/1/2013).

Sutopo menjelaskan secara langsung artinya korban meninggal karena hanyut ke sungai, dan tidak langsung karena dampak sekunder, seperti kesetrum listrik, sakit karena usia, kekurangan oksigen karena menghirup gas karbon monoksida dari genset di ruangan tertutup dan sebagainya. Dari 20 orang yang meninggal sebagian besar justru meninggal di lokasi yang jauh dari sungai-sungai yang meluap.

“Korban kesetrum listrik karena berada di rumah atau tempat yang kerendam banjir,” jelasnya.

Meskipun sebagian besar banjir sudah surut, namun hingga sekarang masih terdapat 45.954 jiwa. Sebagian mengungsi karena rumahnya masih terendam banjir dan masih diperlukan pembersihan lingkungan. Tercatat 100.274 KK atau 245.119 jiwa terdampak. Dari 45.954 pengungsi tersebut, tersebar di Jakarta Utara 17.237 jiwa, Jakarta Barat 22.315 jiwa, Jakarta Pusat 1.268, Jakarta Timur 1.442 jiwa, dan Jakarta Selatan 430 jiwa.

“Pemerintah, Pemda, dunia usaha dan masyarakat bahu membahu memberikan bantuan kemanusiaan bagi para korban banjir,” kata Sutopo.

Sementara itu penanganan evakuasi masih dikonsentrasikan di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Saat ini banjir dengan ketinggian 1,5 masih terjadi di Kecamatan Penjaringan, antara lain Muara Baru dan Kapuk Muara Jakarta Utara. Beberapa daerah lain masih tergenang dengan ketinggian di bawah 1 meter seperti di daerah Pluit, Penjaringan, Muara Angke dan beberapa daerah lainnya.

“Sebagian besar banjir di daerah ini disebabkan oleh pengaruh rob. Pompa air di Waduk Pluit dilaporkan telah berfungsi kembali sebagian. Kementerian PU, besok pagi akan menambah pompa berkapasitas 400 liter/detik,” paparnya.

Di Kecamatan Penjaringan terdapat sekitar 5.053 jiwa pengungsi, yaitu di Kapuk Muara 1.043 jiwa, Pluit 2.525 jiwa, dan Muara Baru 1.485 jiwa. Daerah yang terendam meliputi 155 RT, 18 RW, 9.429 KK terdampak atau 27.851 jiwa.

Untuk mengatasi banjir di daerah tersebut BNPB mengkoordinir berbagai potensi nasional, antara lain Armarbar 1.710 personil, Kopasus, Paskhas, kesatuan TNI AD, Polri, Basarnas, Tagana, kementerian Kesehatan, relawan, dan lainnya.

“Ratusan perahu karet dan truk dikerahkan untuk melakukan evakuasi, distribusi logistik dan kebutuhan dasar, membantu transportasi masyarakat melalui genangan. Beberapa posko telah didirikan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Logistik mencukupi untuk semua kebutuhan pengungsi,” tutupnya.

(mpr/mpr)

HT dan Rofiq Mundur, NasDem Partai Orang Tua

HT dan Rofiq Mundur, NasDem Partai Orang Tua

Headline

Partai Nasional Demokrat (NasDem) – IST

inilah.com, Jakarta – Mundurnya Ketua Dewan Pakar Partai Nasional Demokrat (NasDem) Hary Tanoesoedibjo dan Sekjen DPP NasDem Ahmad Rofiq, dinilai kalau NasDem tidak mengakomodir kaum muda.

Hal itu dinilai oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Seperti diketahui, Ahmad Rofiq merupakan mantan Ketua DPP IMM.

“Melihat kasus mundurnya Ahmad rofiq dan Hary Tanoesoedibjo semakin memperjelas dan membuktikan bahwa partai-partai peserta pemilu 2014 masih terkesan setengah hati memberikan porsi atau peluang berperan kepada kaum muda dalam menghadapi pesta demokrasi di Indonesia,” jelas Sekjen DPP IMM Fahman Habibi, dalam keterangan persnya, Senin (21/1/2013).

Partai politik, dinilainya belum bisa menjadi wadah bagi masyarakat. Buktinya, sebelum suksesi pemilu 2014, justru sudah pecah sendiri. Apalagi nanti jika sudah diberi amanah oleh rakyat.

“Terkesan sangat ironis dan membuat miris hati kita apalagi ini terjadi dipartai politik yang baru seumur jagung seperti partai NasDem,” katanya.

Menurut dia, kasus seperti di NasDem ini merugikan kaum muda. Sebab, peran kaum muda justru tersingkirkan oleh golongan tua.

“Jika ini dibiarkan dikhawatirkan akan mambuat bangsa ini kehilangan generasi dimasa yang akan datang dan semagat kepemimpian kaum muda akan tinggal cita-cita yang sulit terwujud,” ujar dia.

Menurutnya, perlu bagi partai politik untuk memberikan kesempatan pada kaum muda untuk berkembang dalam bidang politik.

“Berani mendorong anak muda untuk tampil dan berkiprah dipanggung politik, kami yakin jika ini dilakukan, partisipasi aktif para pamilih pamula pun akan semakin meningkat untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik dimasa yang akan datang,” jelasnya.

Seperti diketahui, Hari Senin (21/1/2013) Hary Tanoesoedibjo mengundurkan diri dari Partai NasDem. Mundurnya Hary Tanoe ini diikuti oleh beberapa pengurus DPP Partai NasDem seperti Sekjen Partai NasDem, Ahmad Rofiq, Wakil Sekretaris Jenderal Saiful Haq, dan Ketua Internal DPP Partai Nasdem Endang Tirtana. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Kontra Lazio, Juventus Krisis Penyerang

    Kontra Lazio, Juventus Krisis Penyerang

  • RvP: Tinggalkan Arsenal Keputusan Tepat

    RvP: Tinggalkan Arsenal Keputusan Tepat

Nasional | BNPB: 50 Ribu Orang Mengungsi Akibat Banjir di Jakarta



Jakarta – Jumlah pengungsi akibat banjir di Jakarta sejak Kamis kemarin terus bertambah. Bahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi setidaknya ada 50 ribu orang yang mengungsi.

“Lonjakan pengungsi terjadi pada hari kemarin, dan dari 19 ribu yang kami rapatkan pada hari Jumat itu melonjak menjadi 43 ribu. Jadi sekarang kami asumsikan 50 ribu supaya kita lebih jelas,” kata Ketua BNPB Samsul Maarif, dalam presentasinya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di pinggir sungai Ciliwung di Bidara Cina, Jakarta Timur, Minggu (20/1/2013).

Terkait dengan banyaknya jumlah pengungsi itu, Samsul mengatakan BNPB fokus pada sektor keamanan. Lemaga penanganan bencana ini membentuk dua posko utama yang terletak di Balaikota DKI dan di Kementerian PU.

“Selain itu karena visi kami adalah visi sungai jadi bagaimana kami menggarap ini menteri PU di sungainya, maka kami akan melakukan strategi yang kami lakukan adalah kita membuat dua tim, tim yang mengurusi sungai dan tim yang mengurusi jiwa,” terang Samsul.

“Tim yang mengurusi sungai yang mengurusi penambalan, pompa, dan seterusnya aliran kemana pak PU akan menyampaikan, untuk pengungsi kami lakukan bersama dengan pemda DKI,” sambungnya.

(fjr/jor)

Pabrik Kembang Api Meledak, 11 Orang Tewas

Pabrik Kembang Api Meledak, 11 Orang Tewas
Ilustrasi (Liputan6.com)

Liputan6.com, Guangxi : Sebuah pabrik kembang api di wilayah otonomi Guangxi, China, meledak dan terbakar. Musibah ini menyebabkan 11 orang tewas dan belasan lainnya terluka.

Menurut informasi dari pemerintah setempat, ledakan terjadi di pabrik kembang api di Kota Cenxi, Guangxi, Jumat 1 November kemarin. Atas kejadian ini, aparat kepolisian telah menangkap 2 pengusaha yang diduga pemilik pabrik tersebut.

Industri kembang api di China memang tidak diawasi secara maksimal, sehingga beberapa kali menimbulkan insiden mematikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Februari 2009, sebuah truk yang membawa kembang api meledak di sebuah jalan layang di Henan, wilayah tengah China, yang menewaskan sedikitnya 5 orang dan menyebabkan jalan layang itu nyaris runtuh.

Setahun kemudian, pada Februari 2010, 19 orang tewas dalam ledakan di Provinsi Guangdong. Kemudian 19 orang tewas akibat ledakan pada Agustus di Kota Yichun, Provinsi Heilongjiang.

Untuk kejadian terakhir, Kantor Berita Xinhua melaporkan sejauh ini belum diketahui penyebab ledakan itu. (BBC/Ado)

google.co.id