Isu Penghentian Operasi Tambang Newmont Meresahkan

Isu penghentian operasi tambang PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) menyusul pemberlakuan Undang-undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) cukup meresahkan masyarakat di Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat.

Kepala Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang Syarifuddin (48), Rabu mengatakan, sejak merebaknya isu penghentian operasi tambang Newmont banyak warga baik dari kalangan karyawan, petani dan pengusaha lokal, bahkan tukang ojek resah.

“Pada umumnya mereka mengaku resah, karena kalau memang benar tambang Newmont berhenti beroperasi, maka akan menimbulkan dampak buruk terhadap kehidupan masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial serta keamanan dan ketertiban masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, warga Desa Sekongkang Atas yang bekerja di PTNNT dan subkontraktor mencapai 470 orang, dari total jumlah penduduk sebanyak 2.557 jiwa, selebihnya bekerja sebagai petani dan pengusaha kecil.

Dia mengatakan, wajar saja ratusan karyawan resah sehubungan dengan merebaknya isu penghentian operasi tambang Newmont, karena mereka akan kehilangan penghasilan jutaan rupiah dari gaji dan yang lain yang diterima setiap bulan.

Demikian juga para petani, kata Syarifuddin, mereka mendapat pembinaan intensif dari Newmont tentang bagaimana mengelola lahan pertanian agar produktivitasnya tinggi. Bahkan hingga kini mereka mendapatkan bantuan pupuk setiap musim tanam, terutama pupuk organik atau pupuk kompos.

“Selama ini petani di tiga kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat, yakni Kecamatan Jereweh, Maluk dan Kecamatan Sekongkang yang masuk wilayah lingkar tambang telah mampu meningkat produksi padi dari 2 hingga 3 ton per hektare menjadi rata-rata 5,5 ton melalui System of Rice Intensification (SRI),” katanya.

Menurut Syarifuddin, keberhasilan petani itu tidak terlepas dari peran Newmont yang memberikan bimbingan dan pembinaan secara intensif kepada petani melalui program pemberdayaan masyarakat atau Community Development.

Selain itu, para pengusaha lokal yang usahanya mulai berkembang sehubungan dengan keberadaan Newmont itu juga resah terkait dengan isu penghentian operasi tambang, karena mereka menggantungkan hidup dari proyek-proyek yang ada di Newmont maupun subkontraktor.

Belum siap “Kami tidak dapat membayangkan dampak penghentian operasi tambang Newmont terhadap kehidupan masyarakat khususnya yang ada di wilayah lingkar tambang. Mereka nampaknya belum siap menerima kalau perusahaan tambang itu berhenti beroperasi,” kata Abdul Hamim, salah seorang pengusaha lokal di Kecamatan Sekonkang.

Ia mengaku kehadiran Newmont telah memberikan peluang berusaha kepada masyarakat. Kini usahanya sudah berhasil dan mampu menyerap tenaga kerja cukup banyak terutama para pemuda yang tidak terserap secara langsung di perusahaan tambang itu.

Karena itu, katanya, kalau seandainya Newmont benar-benar berhenti beroperasi karena tidak mampu melaksanakan kewajiban sebagaimana diamanatkan Undang-undang Minerba tersebut, maka ratusan pengusaha lokal akan gulung tikar.

“Karena saya mewakili para pengusaha lokal mengharapkan pemerintah meninjau kembali rencana pemberlakuan Undang-undang Minerba tersebut guna mencegah terjadinya gejolak sosial di Kabupaten Sumbawa Barat termasuk di Kecamatan Sekongkang,” ujarnya.

General Manajer Social Responsibility and Gomerment Relation PTNNT Rachmat Makassau mengatakan, pihaknya memahami keresahan para karyawan, pengusaha lokal, petani dan masyarakat sehubungan dengan maraknya isu penghentian operasional tambang tersebut.

“Kami tidak menentang kebijakan pemerintah mengenai pengolahan mineral di dalam negeri,” katanya kepada wartawan di sela-sela meninjau proyek yang dibangun dengan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Menurut dia, PTNNT telah membangun fasilitas pengolahannya sendiri memaksimalkan penjualan konsentrat tembaga ke ‘smelter, (fasilitas pengolahan dan pemurnian) tembaga satu-satunya Indonesia.

“Kami juga sedang terus berupaya menjadi pemasok bagi sebuah perusahaan yang akan memutuskan untuk menanamkan investasinya senilai 1 miliar dolar AS untuk membangun smelter baru di Indonesia,” katanya.

Rachmat mengatakan, pihaknya akan terus berupaya melaksanakan kewajiban sebagaimana yang telah diamanatkan Undang-undang Minerba termasuk bekerja sama dengan investor lain yang memiliki sumber daya keuangan yang diperlukan untuk berinvestasi sebesar 1 miliar diolar AS untuk membangun smelter tembaga.

hukumonline.com

Perdarahan Otak, Presiden Cantik Argentina Jalani Operasi

Perdarahan Otak, Presiden Cantik Argentina Jalani Operasi
guim.co.uk

Liputan6.com, Buenos Aires : Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner akan menjalani operasi otak, akibat mengalami pendarahan di antara otak dan dan tengkoraknya. Hal itu diumumkan tim dokter yang merawat Fernandez, setelah menemukan masalah saat melakuka tes kesehatan terkini.

“Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner akan menjalani operasi pada Selasa, untuk mengobati pendarahan pada otaknya,” ungkap dokter yang menanganinya seperti dilansir BBC dan dimuat Liputan6.com, Selasa (8/10/2013).

Fernandez didiagnosis mengalami kelainan tersebut, saat menjalani tes kesehatan pada Sabtu 5 Oktober lalu. Dengan kondisi tersebut, Cristina pun harus menangguhkan kampanye untuk pemilu kongresnya. Istirahat dari kampanye dianggap aneh bagi presiden, karena beberapa jajak pendapat telah menyarankan pemerintah bisa kehilangan kontrol Kongres dalam jajak pendapat pada tanggal 27 Oktober mendatang.

Sementara partainya, yang mendapatkan suara cukup baik dalam pemilihan terdahulu pada tingkat nasional telah gagal untuk memenangkan kursi utama di provinsi Buenos Aires. Saingannya yakni mantan kepala kabinet Sergio Massa yang mengalahkan partai Cristina.

Para ahli medis mengatakan, pasca-operasi nanti Cristina akan pulih dalam jangka waktu panjang. Diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari sebulan.

Kendati demikian, dalam masa rehatnya, belum diumumkan secara resmi apakah Wakil Presiden Amado Boudou yang sedang menghadapi penyelidikan terkait kasus korupsi akan mengambil alih tanggung jawab negara.

Cristina yang masih terlihat cantik di usia 60 tahun, sebelumnya telah diperintahkan untuk beristirahat selama sebulan. Setelah dokter menemukan hematoma subdural–cedera pada otak.

Kondisi Kesehatan Menurun

Kondisi kesehatan presiden berparas cantik itu berangsur-angsur menurun setelah kematian mendadak suaminya, mantan Presiden Nestor Kirchner karena serangan jantung pada tahun 2010. Dia pun telah dirawat di rumah sakit beberapa kali saat menjabat sebagai presiden.

Cristina didiagnosis memiliki tekanan darah rendah, dan menjalani oiperasi pengangkatan kelenjar tiroid pada tahun 2012.

Masalah pada otak Cristina pertama kali disampaikan ke publik oleh Juru bicara presiden, Alfredo Scoccimarro. Ia mengeluarkan pernyataan resminya terkait kondisi kesehatan Presiden Argentina itu pada Minggu, 6 Oktober.

“Para dokter telah melakukan scan otak pada bulan Agustus, setelah trauma sebelumnya yang dirahasiakan –diduga disebabkan akibat terjatuh. Namun mereka (tim dokter) menemukan ada yang tak diinginkan pada hari Sabtu. Dia (Cristina) ke rumah sakit untuk memeriksa detak jantungnya yang tidak teratur dan mengeluh sakit kepala. Setelah scan lebih lanjut, terlihat ia mengalami hematoma subdural –perdarahan antara otak dan tengkorak,” tutur Alfredo.

Menurut keterangan pihak rumah sakit tempat Cristina dirawat pada hari Senin, 7 Oktober, saat ini Presiden Argentina yang pertama kali terpilih pada tahun 2007 itu mengalami kehilangan sedikit kekuatan otot di lengan kiri. Untuk itulah dokter menganjurkan segera melakukan operasi untuk menyembuhkan hematoma subdural yang dialaminya. (Tnt/Mut)

liputan6.com

717 WNI terjaring operasi PATI di Malaysia

(ANTARA News) – Sebanyak 717 warga negara Indonesia terjaring dalam operasi atau razia pendatang asing tanpa izin (PATI) yang digelar oleh Pemerintah Malaysia sejak 1 September. Jumlah itu menjadi yang terbanyak dibanding warga asing lainnya.

Sejumlah media terbitan Kuala Lumpur, Selasa, menyebutkan sebanyak 2.433 PATI ditahan dari 8.105 PATI yang diperiksa melalui 40 lokasi operasi di seluruh Malaysia.

Jumlah PATI terbanyak yang ditahan yaitu dari Indonesia (717 orang) disusul Myanmar (555 orang), Bangladesh (387 orang), Nepal (229 orang).

Warga asing lainnya yang turut ditahan adalah warga Kamboja, Vietnam, India, Pakistan, Filipina, China, Nigeria dan Thailand.

Menurut Menteri Dalam Negeri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, operasi ini akan terus berlanjut sampai tidak ada lagi pendatang asing tanpa izin tersebut.

“Kami tidak akan berkompromi karena tujuannya untuk memastikan tidak ada lagi pekerja asing yang bekerja tanpa izin,” katanya.

Ia juga akan menyasar para majikan yang mempekerjakan, menggaji ataupun bahkan melindung pendatang asing tanpa izin tersebut.

Sebelumnya, ia menjelaskan terkait operasi pendatang asing tanpa izin (PATI) yang telah digelar sejak 1 September, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan pihak KBRI Kuala Lumpur.

“Saya sudah bicara dengan Pak Dubes Herman Prayitno, apa yang akan kami lakukan. Jangan khawatir karena kami akan menjaga kebajikan para pekerja. Mereka akan pulang sebentar dan kami tengah melakukan upaya agar mereka dapat kembali ke Malaysia,” ujarnya.

Menurut dia, ada beberapa pendekatan yang akan mempermudah masuknya para pekerja tersebut terutama pihaknya akan melakukan pendekatan antar-pemerintah dan pihak KDN sudah bertemu dengan Menteri Tenagakerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar guna membicarakan terkait “one stop center” yaitu di Malaysia dan Indonesia.

KBRI Kuala Lumpur mengimbau kepada seluruh warga negara Indonesia yang berada di negara ini memberikan informasinya jika mengetahui ada TKI yang tertangkap oleh pihak berwenang Malaysia dalam operasi Penertiban Pekerja Asing Tanpa Izin (PATI).
013 08:45:54

google.co.id

WNI di Malaysia diingatkan soal operasi pendatang asing

(ANTARA News) – Konsulat RI Tawau Sabah Malaysia meminta kepada warga negara Indonesia (WNI) di wilayah kerjanya agar melengkapi diri dengan dokumen keimigrasian.

Kepala Konsulat RI Tawau, Muhammad Soleh di Tawau, Minggu mengatakan imbauan in terkait dengan rencana pemerintah Malaysia yang mulai 1 September 2013 akan melakukan operasi besar-besaran terhadap PATI (pendatang asing tanpa izin) yang berada di negaranya tanpa memiliki izin.

Peryataan tersebut mengutip pernyataan Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi yang menyebutkan pemerintah Malaysia akan melakukan operasi terhadap keberadaan PATI.

Oleh karena itu, dia mengharapkan kepada TKI yang tidak memiliki dokumen keimgirasian agar melengkapi diri agar tidak terkena operasi yang dimaksudkan.

“Kami sangat harapkan kepada TKI supaya melengkapi diri dengan identitas yang dibutuhkan ketika masuk di Sabah,” ungkap dia melalui telepon.

Ia juga menyatakan, sebenarnya pemberlakuan operasi terhadap PATI bukan hanya bagi warga negara Indonesia (WNI) tetapi seluruh PATI di negaranya seperti Filipina, China, Banglades, Vietnam, Pakistan dan lain-lainnya.

“Jadi operasi ini bukan hanya diperuntukkan bagi WNI saja tetapi bagi seluruh warga negara asing,” kata Muhammad Soleh.

Namun dia menegaskan ada indikasi pemerintah Malaysia hanya menyasar PATI dari negara tertentu yang dianggap sangat berbahaya atau sering melakukan tindak kriminal.

Menurut Muhammad Soleh, pemerintah Malaysia berkeinginan negaranya terbebas dari PATI yang dianggap berbahaya sementara WNI selama ini sangat sedikit yang melakukan tindak kriminal.

Sebab lanjut dia, WNI yang masuk di wilayah Sabah semata-mata mencari nafkah dan tidak melibatkan diri dalam hal-hal yang dianggap berbahaya bagi pemerintah Malaysia.

Pada intinya, WNI masih sangat dibutuhkan oleh perusahaan pada berbagai sektor karena keberadaannya sangat menguntungkan bagi mereka (warga Malaysia, red), kata Muhammad Soleh.

google.co.id