UII Internalisasi Nilai Keislaman dalam Belajar Mengajar

UII

YOGYAKARTA — Universitas Islam Indonesia Yogyakarta menginternalisasi nilai-nilai keislaman dalam proses belajar mengajar untuk mencetak cendekiawan Muslim sesuai dengan “tagline” berilmu amaliah dan beramal ilmiah.

“Oleh karena itu, Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) Universitas Islam Indonesia (UII) gencar melakukan sosialisasi hal itu kepada semua fakultas,” kata Direktur DPPAI UII Munthoha di Yogyakarta, Rabu.

Pada diskusi “Internalisasi Nilai-nilai Islam Dalam Proses Belajar Mengajar”, ia mengatakan DPPAI terus berupaya mensosialisasikan agar setiap fakultas turut bekerja sama untuk mewujudkan internalisasi nilai-nilai Islam dalam setiap perkuliahan yang berjalan.

Menurut dia, sosialisasi dilakukan dengan menyelenggarakan “roadshow” ke semua fakultas yang ada di UII agar lulusannya benar-benar menjadi ilmuwan Muslim yang berkualitas.

“Anak didik yang diproduksi UII diharapkan mempunyai karakter beda dengan lulusan kampus-kampus lain, yakni memiliki komitmen dan sensitif terhadap persoalan keumatan dan kemudian menjadi pemimpin bangsa,” katanya.

Ia mengatakan pembahasan tentang internalisasi nilai-nilai Islam ke dalam perkuliahan merupakan pembahasan besar, sebagaimana yang dilakukan para pendiri bangsa sebelum mendirikan UII.

“Hal tersebut dimaksudkan agar umat Islam dapat beramal yang dilandasi ilmu pengetahuan dan memiliki ilmu yang diamalkan dalam kehidupan, sebagaimana ‘tagline’ UII berilmu amaliah dan beramal ilmiah,” katanya.

Rektor UII Harsoyo mengatakan saat ini dalam bidang ilmu pengetahuan umat Islam dinilai cenderung hanya mampu mencocok-cocokkan fakta-fakta ilmiah yang diungkapkan oleh ilmuwan-ilmuwan barat.

“UII didirikan untuk mencetak cendekiawan Muslim, yang tidak hanya bisa mencocok-cocokkan tetapi juga mengungkap fakta-fakta ilmiah yang sebenarnya sudah dijelaskan dalam Al Quran, hadist, dan yang sudah dikembangkan oleh ilmuwan-ilmuwan Muslim terdahulu,” katanya.

republika.co.id

METRO TV-NASDEM (Nasional Demokrat) Vs LUVIANA

METRO TV-NASDEM (Nasional Demokrat) Vs LUVIANA


Pernyataan Sikap Aliansi METRO: “Pekerjakan Kawan Kami Kembali” Pernyataan Sikap Aliansi METRO (Melawan Topeng Restorasi) “Pekerjakan Kawan Kami Kembali” Konstitusi menjamin hak setiap warga negara dalam berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Begitu pun dengan hak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. Tapi yang dilakukan manajemen Metro TV terhadap jurnalis perempuannya, Luviana, seperti telah membalikkan tatanan nilai itu. Ia dibebastugaskan lantaran menuntut perbaikan kesejahteraan, manajemen ruang redaksi, serta tengah menggagas berdirinya organisasi pekerja yang mampu memperjuangan aspirasi karyawan di perusahaan televisi milik Surya Paloh, seorang pengusaha yang juga pendiri Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan tengah gencar menggaungkan slogan Restorasi Indonesia itu. Sudah hampir tiga bulan Luviana dibebastugaskan tanpa alasan yang jelas. Manajemen Metro TV yang semula menyatakan Luviana tidak melakukan kesalahan apa pun, baik secara administratif maupun tugas jurnalistik, kini menganggap Luviana telah melakukan kesalahan karena dianggap telah berupaya mereformasi manajemen, mengajak karyawan Metro TV untuk memprotes manajemen, serta telah melakukan pencemaran nama baik karena menceritakan kepada orang lain tentang kasus kesewenang-wenangan yang ia alami. Tak hanya itu, tatkala dukungan publik kepada Luviana semakin deras mengalir, justru secara kasar Luviana malah dirumahkan oleh pihak manajemen

Yenny Wahid Episode 1: Politik Bukan Untuk Menggapai Kekuasaan

Yenny Wahid Episode 1: Politik Bukan Untuk Menggapai Kekuasaan


Seperti apa perjuangan Yenny Wahid memperjuangkan ‘roh’ sang ayah di dalam Partai Kebangkitan Bangsa? Ia tak sekedar menjadi Ketua umum PKB pro-Gus Dur, tapi ia mengusung semangat Gus Dur yang lebih luas. Dengan semangat itulah ia berani menggumuli dan mengurai kemelut di dalam PKB. Cara pandang politik sang ayah diakui Yenny memiliki spirit kemanusiaan yang seharusnya terus dilestarikan sebagai sebuah nilai kehidupan, bukan alasan pengejaran kekuasaan. Apa pula pendapat Yenny tentang ormas berbasis Islam yang kontroversial seperti FPI? www.fimela.com

Nasional | PKS Pelajari Tokoh Nasional untuk Dicapreskan

PKS Pelajari Tokoh Nasional untuk Dicapreskan

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq.

,TANJUNG PINANG–Partai Keadilan Sejahtera saat ini sedang mempelajari dan menilai tokoh-tokoh nasional yang dianggap layak sebagai calon presiden, termasuk Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan.

“Bukan hanya Dahlan Iskan, tetapi semua tokoh nasional kami pelajari dan kami nilai, termasuk yang sudah mendeklarasikan diri,” kata Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq usai menghadiri Safari Dakwah PKS Wilayah Sumatera di Lapangan Pamedan, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis.

Penilaian tersebut, menurut Luthfi, meliputi rekam jejak, integritas, dan aspek lain yang menjadi syarat utama calon pemimpin bangsa.

Luthfi mengatakan, komunikasi politik terus dibangun dengan sejumlah tokoh tersebut, meski sikap partai akan ditentukan setelah Pemilu 2014. “Usai Pemilu 2014 baru bicara masalah pimpinan nasional atau presiden,” ujarnya.

Luthfi enggan menyebutkan beberapa nama yang sudah menjalin komunikasi politik dengan PKS.
“Nama-nama tokoh itu ‘kan bisa anda lihat sendiri di media, termasuk yang mendeklarasikan diri,” katanya.

Sementara untuk target perolehan suara PKS dalam Pemilu 2014, Luthfi menyebutkan partainya tidak menargetkan angka tetapi menargetkan masuk tiga besar perolehan suara secara nasional.

“Bukan hanya di nomor tiga, bisa nomor dua bahkan nomor satu sekalian,” ujarnya.

Nasional | Dana Umat Akan Disulap Jadi 120 Masjid

Dana Umat Akan Disulap Jadi 120 Masjid

Masjid Nurul Barkah, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

, JAKARTA–Kementerian Agama (Kemenag) akan mulai memanfaatkan Dana Abadi Umat (DAU) tahun ini. Namun, realisasi pemanfaatan DAU masih menunggu aturan sebagai dasar pemanfaatannya.

Selama ini DAU memang menjadi dana yang tidak bisa disentuh dan dibiarkan mengendap. Pada tahun 2009, DAU yang terdapat di Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag baru berkisar Rp 1,7 triliun. Saat ini jumlahnya sudah mencapai Rp 2,2 triliun.

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, pihaknya akan mulai memanfaatkan DAU yang terus meningkat jumlahnya ini. Dengan DAU, kata dia, pihaknya tengah merancang akan membangun masjid di Indonesia dengan DAU. Pembangunan masjid hanya akan menggunakan nilai manfaat dari DAU yang disimpan di lembaga keuangan.

“Kalau dana sebesar Rp 2,2 triliun, manfaatnya 5-7 persen berarti Rp 120 miliar per tahun. Kalau bangun masjid butuh Rp 1 miliar, maka dalam setahun kita bisa bangun 120 masjid,” kata Suryadharma Ali saat membuka Tasyakur Haji dan Musyawarah Kerja Nasional Asosiasi Bina Haji dan Umroh (Asbihu) Nahdlatul Ulama di Asrama Haji Pondok Gedhe, Rabu (23/1) malam.

Suryadharma menambahkan, rencana ini bahkan akan melebihi capaian di masa pemerintahan mantan presiden Soeharto yang membutuhkan 32 tahun untuk membangun masjid. Dengan memanfaatkan nilai manfaat DAU, Kementerian Agama akan merealisasikan 1000 masjid di Indonesia hanya dalam 8 tahun.

Namun, pemanfaatan DAU belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena Kementerian Agama masih terbentur dengan Undang-Undang. Menurut Suryadharma, untuk dapat mengakses nilai manfaat DAU harus dibentuk Badan Khusus Pengelola DAU. Hal inilah yang saat ini tengah dikejar oleh Ditjen PHU. Agar nilai manfaat DAU dapat diakses tahun ini untuk merealisasikan pembangunan masjid di seluruh Indonesia.

“Saya inginnya dana itu untuk program yang bukan abstrak. Kalau digunakan ada bukti fisiknya, yaitu masjid senilai Rp 1 miliar,” tambah dia. Program abstrak yang dimaksud Suryadharma adalah program seperti pembinaan, pelatihan atau program rapat-rapat. Sebab, program itu tidak akan kelihatan bukti fisiknya.

Kekerasan dan Intimidasi terhadap jurnalis dan penggiat HAM oleh Preman NASDEM

Kekerasan dan Intimidasi terhadap jurnalis dan penggiat HAM oleh Preman NASDEM


Dibalik Wacana yang sering di kumandangkan PARTAI NASDEM tentang Demokrasi dan Restorasi, Premanisme dan Kekerasan tumbuh subur di partai ini, beberapa orang yg menggenakan seragam gemuruh nasdem menyerang para penggiat ham yang sedang melakukan aksi solidaritas untuk LUVIANA, yang notabanenya mantan assiten produser METRO TV yang dipecat sepihak oleh Surya Paloh karena ke”Vokal-an”nya dalam meneriakkan kesejahteraan bagi pekerja. kemudian melalui beberapa mediasi yg sudah di lakukan di janjikan dipekerjakan kembali, namun nyatanya janji itu hanyalah sekedar janji. kekerasan ini terjadi pada tanggal 16/01/2013 di halaman Kantor NASDEM.sekitar 7 org terluka dan kendaraan serta atribut aksi di hancurkan. sungguh miris melihat hal ini, PARTAI Baru sudah maen-maen kayu, bicara restorasi dan demokrasi tapi tidak mengerti nilai demokrasi itu sendiri. Sumber Video : Viva News, Tv one. tentunya berita semacam ini tdk akan pernah anda temukan di METRO TV, karena Metro TV lbh senang mengangkat citra pemimpinnya dan tentu beserta Partainya.

Suasana Pemilu Mulai Selimuti Indonesia

Suasana Pemilu Mulai Selimuti Indonesia


Ribuan poster, spanduk serta banner yang menampilkan wajah-wajah para calon legislative, yang akan bersaing pada Pemilu Indonesia tahun 2009 ini, dapat dengan mudah ditemui di seluruh wilayah Indonesia. Terbatasnya ruang membuat pemasangan media promosi para calon legislatif ini terkesan tidak teratur dan beradu besar. Persaingan media promosi para calon legislatif ini mengakibatkan berbagai wilayah di Indonesia terkesan berantakan. Namun begitu, ada pula calon-calon legislatif yang menggunakan atap mobil kendaraan umum sebagai alternatif media promosinya. Wanda Hamidah, salah seorang artis Indonesia juga ikut mendeklarasikan dirinya sebagai salah satu calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN). Sejumlah media promosi seperti stiker, pin, serta kartu dukungan, telah dipersiapkan Wanda sebagai tahap awal promosi. Wanda yang merupakan salah seorang aktivis Jakarta Bergerak ini, menawarkan konsep Nilai-Nilai Manusiawi. Baginya, kemajuan zaman disamping membawa nilai-nilai positif, juga membawa nilai-nilai negatif, utamanya pada berkurangnya nilai-nilai kemanusiawian dari masyarakat dan pemerintah. [Wanda Hamidah Calon Legislatif PAN] Politik itu merupakan suatu cara yang apabila politisi-politisinya baik, maka kebijakan-kebijakannya juga akan berdampak signifikan. Disamping mengangkat isu nilai-nilai manusiawi, Wanda Hamidah juga akan mencontoh Presiden AS ke-44, Barrack Obama, dalam berkampanye. [Wanda Hamidah Calon Legislatif PAN] Seorang Obama yang tidak begitu