Nasional | Ditinggal Hary Tanoe, Paloh: Iklan dan Logistik Bukan Segalanya!



Jakarta – Ketua Majelis Nasional Partai NasDem Surya Paloh meyakini partainya akan berkembang menjadi partai besar. Seolah menepis prediksi bakal tenggelamnya Partai NasDem sepeninggalan pengusaha Hary Tanoesoedibjo, Paloh menegaskan partainya akan tetap kokoh.

“Kita perlu iklan benar, kita perlu logistik benar. Tapi itu bukan segala-galanya bagi NasDem,” ujar Paloh bersemangat disambut riuh peserta Kongres NasDem di JCC, Jumat, (25/1/2013) malam.

Di hadapan pengurus NasDem, Paloh menegaskan partainya akan berhasil di Pemilu 2014. “Lolos nomor 1 di Kemenkum HAM dan dapat nomor urut 1 peserta Pemilu, ini tantangan bagi kita ke depan. Tantangan berani mengatakan partai ini didesain yang dikonstruksi bukan dari plastik ringan tapi dari molekul baja,” tuturnya.

Paloh meyakini dengan dukungan masyarakat, NasDem akan eksis di dunia politik bersama parpol lainnya yang lebih dulu didirikan.

“NasDem akan mampu membawa kejayaan, sepanjang konsisten perbuatan dan perkataan ada di benak sanubari, yakin percaya doa rakyat bersama saudara, doa rakyat tidak akan bisa dihalangi oleh siapapun juga.

Mundurnya Hary Tanoe sebagai Ketua Dewan Pakar NasDem diprediksi banyak pihak akan mengganggu stabilitas NasDem. Sebagai pengusaha media yakni pemilik MNC Grup, sokongan iklan dan finansial dari perusahaan Hary dinilai telah berperan besar mendongkrak popularitas NasDem.

(fdn/fdn)

Nasional | Bahaya Derivat Cathinone, Mulai Kejang Tak Terkontrol Hingga Meninggal

Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan zat baru dalam kasus Raffi Ahmad Cs, derivat cathinone yang dinamakan Methylone. Zat ini rupanya memiliki bahaya melebihi narkotika yang sudah umum beredar di masyarakat, seperti ekstasi, heroin, atau sabu. Bahaya kejang tidak terkontrol sampai dengan meninggal dunia mengintai siapapun korban yang menyalahgunakan zat tersebut.

“Perlu kita waspadai, efeknya ini yang sangat mengerikan. Dampak bahayanya lebih dasyat dan bahaya dibanding ekstasi atau sabu yang struktur dasarnya MDMA (Methylene Dioxy Meth Amphetamine),” kata ahli Farmasi Kimia Mufti Djusnir, di Kantor BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (31/1/2013).

“Dia mempengaruhi adrenalin yang kuat, bersifat psikoaktif, sehingga efek farmokologi yang ditimbulkan kejang yang tidak terkontrol sampai dengan mual-mual, muntah, pusing. Kalau sampai OD (over dosis) maka senyawa metilon (Methylone) dapat melakukan debar jantung dan berakibat keram jantung, dan berakibat kematian,” papar Mufti.

Zat yang ditemukan di tubuh Raffi Cs itu, terangnya, jauh lebih dulu ditemukan ketimbang zat yang terkandung di dalam ekstasi dan sabu.

Methylone sendiri merupakan gugusan molekul dari struktur dasar molekul Cathinone. Methylone sendiri memiliki sifat adiktif bila dikonsumsi. Namun dosis yang digunakan tergantung tingkat toleransi masing-masing penyalahguna. Bila pecandu itu tidak mampu memenuhi kebutuhan candunya itu, maka dia akan merasa gelisah dan berhalusinasi.

“Jadi adiksinya itu sangat kuat,” jelasnya.

(ahy/mok)