Down Syndrome Belum Miliki Akses Kuliah

Bersama anak-anak pengungsi down syndrome di RS MER-C Yogyakarta.

YOGYAKARTA — Sebagian besar anak-anak dengan down syndrome memilih di rumah saja selepas menyelesaikan pendidikannya di bangku SMA. Hal ini lantaran aksesibilitas pendidikan di jenjang selanjutnya bagi anak ini masih cukup minim.

Ketua Persatuan Orangtua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) Kota Yogyakarta Sri Rejeki Ekasasi mengatakan, selama ini sebagian besar anak down syndrome disekolahkan di Sekolah Luar Biasa dan sebagian di sekolah inklusi. Namun yang menjadi masalah adalah setelah anak down syndrome lulus dari jenjang SMA. Pasalnya jenjang berikutnya tidak aksesibilitas. Di sisi lain jika harus bekerja, tidak semua perusahaan atau lapangan kerja bisa menerima down syndrome karena keterbatasan kemampuannya.

“Pemerintah perlu ada regulasi yang mengakui keberadaan dan menjamin hak anak down syndrome. Kami senang sekarang sudah ada sekolah inklusi. Yang jadi masalah adalah setelah SMA, sehingga down syndrome  memilih di rumah saja,” katanya dalam peringatan hari down syndrome di Titik Nol Yogyakarta, Ahad (22/3).

Menurutnya dengan down syndrome atau memiliki keterbelakangan mental belum semuanya dipahami masyarakat. Keberadaan anak dengan down syndrome sebenarnya sama dengan anak lainnya yang berhak mendapatkan akses pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti berharap kegiatan peringatan hari down syndrome dunia itu memberikan kepedulian masyarakat terhadap down syndrome. “Kota Yogyakarta sebagai kota inklusi akan kita mantabkan. Berikan ruang yang lebih baik bagi down syndrom,” ujar Haryadi.

republika.co.id

Ayah Liza Tak Miliki Rekening, Yang Mau Sumbang Silakan Telepon

 Ayah Liza Tak Miliki Rekening, Yang Mau Sumbang Silakan Telepon Dok. Jamkeswatch Bekasi

Jakarta – Samlawi, ayah balita Lizaqiyah Saleha (Liza) tidak memiliki rekening bank. Bagi pembaca yang mau menyumbang untuk balita penderita penyumbatan tulang leher ini dipersilakan menghubungi telepon 085781307886.

Liza hanya bisa menengadahkan kepalanya tanpa bisa banyak bergerak. Kaki dan tangannya juga tidak dapat ditekuk.

“Nggak ada nomor rekening,” ujar Samlawi, Sabtu (21/3/2015).

Liza beralamat di Kampung Gandu, RT 1/RW 5, Sukadarma, Sukatani, Kabupaten Bekasi. Ayahnya merupakan pekerja serabutan.

Samlawi bercerita awal mula anaknya menderita penyakit tersebut. Saat Liza masih di dalam kandungan ibunya, bidan terdekat pernah menuturkan bila anaknya ada kelainan. Setelah dibawa ke RS terdekat, dokter juga menyatakan bila ada cairan di kepala anaknya.

Namun saat dilahirkan, Liza tampak normal. Kehidupan Liza setelah dilahirkan juga normal. Hingga berumur 40 hari, Liza sakit panas dan dikonpres. Liza kemudian kejang-kejang setelah panas dua hari.

Atas dasar itulah, kedua orangtua Liza membawa ke mantri terdekat. Mantri tersebut menginfus Liza sehingga turun panasnya. Selang 1 minggu Liza kembali panas dan dibawa ke RS di daerah Lemabang, Bekasi. Next

Halaman 1 2
Next

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nik/gah)

google.co.id

Dewan Pendidikan Miliki Peran Penting

Seorang guru mengawasi siswa kelas 2 belajar di lantai. Ilustrasi

SLEMAN — Dewan pendidikan memiliki peran penting untuk memajukan pendidikan. Karena merekalah yang harus memberi rekomendasi pada Kepala Daerah untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di wilayah setempat. Hal ini disampaikan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo pada Pengukuhan Dewan Pendidikan Kabupaten Sleman Periode 2015 – 2020, Sabtu (14/3).

“Adapun tugas dewan Pendidikan  antara lain menghimpun, menganalisa, dan memberikan rekomendasi kepada Bupati terhadap keluhan, saran, kritik, dan aspirasi masyarakat terhadap pendidikan,” ungkap Sri Purnomo.

Selain itu Dewan Pendidikan berfungsi untuk memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat kabupaten untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan.

Bupati berharap agar dewan dapat segera bekerja. Mengingat jumlah institusi pendidikan di Sleman yang cukup banyak. Menurut Sri mutu lembaga pendidikan wajib ditingkatkan secara terus menerus. Karena peserta didik mendapatkan pengalaman belajar formal terbanyak selama di sekolah.

Sri menambahkan bahwa peningkatan kualitas ini harus dimulai dari perbaikan SDM pengajar. Dimana guru adalah ujung tombaknya. “Oleh sebab itu, profesi guru harus dihargai dan dikembangkan sebagai profesi yang berkualitas dan bermartabat,” tutur Sri.

Profesi guru mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting. Visi pendidikan yang harus dicapai oleh guru adalah menciptakan generasi penerus yang cerdas, komprehensif, dan kompetitif.

Dewan pendidikan harus peka untuk menampung aspirasi masyarakat, guru, dan siswa. Agar masukan yang diberikan pada Bupati bisa tepat sasaran dan efisien.

Adapun anggota Dewan Pendidikan, yaitu  Avin Fadilla Helmi (ketua HIMPSI DIY), Ahmad Burhani (anggota PGRI Sleman), Purwanto (Dosen UGM), Nursya’bani Purnama (Dosen UII), Suyono (PD Muhammadiyah Sleman), Didik Rinan Sumekto (Dosen Universitas Widya Darma Klaten), Buchori (Ketua PD Muhammadiyah Sleman), Riyanto (Dosen UII), Sudiyo (ketua PGRI Sleman), Bagus Sukendra (PD Muhammadiyah Sleman), dan Nurjamil Dimyati (Ketua PC. NU Sleman).

Pengukuhan tersebut dihadiri pula oleh Sekda Sleman Sunartono, Asekda bidang Pembangunan Suyamsih, Wakil DPRD Sleman, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Arif Haryono. 

republika.co.id

Bandung Miliki Pusat Tujuan Wisata Quran

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil meresmikan Syaamil Quran sebagai pusat destinasi wisata Quran di Bandung, Sabtu (5/10).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil meresmikan Syaamil Quran sebagai pusat destinasi wisata Quran di Bandung, Sabtu (5/10).  Soft launching  tersebut  di gelar pada saat Pameran Buku Bandung di gedung Landmark Braga, Bandung.
 
Kang Emil sapaan akrab wali kota Bandung menyatakan sangat mendukung dan  menyambut baik acara terkait dengan adanya wisata quran ini  karena ada peluang ekonomi bisa dibangkitkan.

Beliau mengatakan juga bukan tidak mungkin nantinya ada Taman Quran sebagai sebagai  bagian dari konsep Bandung Juara. “Insya Allah Bandung ini makin hidup dan banyak pilihin dengan taman-taman yang tematik, sehingga peluang usaha semakin banyak dan mengurangi kemiskinan,” ujar Kang Emil.

Dengan digagasnya pusat destinasi Wisata Quran di Syaamil ini, Kang Emil sangat antusias karena sejalan dengan program dan konsep Pemkot Bandung. Saat ini, Kota Bandung juga sedang menyiapkan taman buku dan gerobak buku.

Pihaknya  juga menunggu perusahaan lainnya untuk ambil bagian terhadap konsep tematik ini,  sehingga Bandung yang istimewa bisa menjadi kota juara dan banyak dikunjungi para turis.

”Sehingga pada akhirnya pendapatan masyarakat meningkat dan tentunya kesejahteraan terjamin,” paparnya.
 
Tujuan Syaamil Quran  menggagas Bandung sebagai pusat destinasi wisata Quran bertujuan untuk melestarikan  nuansa agamis yang wawasan Alquran kepada masyarakat.

”Diharapkan masyarakat akan termotivasi untuk selalu berinteraksi dengan Alquran,” ujar Riza Zacharias, presiden direktur Syaamil Quran yang juga sebagai penggagas ide Bandung sebagai Kota wisata Quran.
 
Syaamil Quran merupakan salah satu institusi yang konsen dan sangat peduli terhadap Alquran dan penyebarannya. ”Dengan dukungan dari masyarakat dan pemerintah kini Syaamil Quran menjadi pusat destinasi wisata quran di dunia, karena semua sudah terintergrasi dari mulai kreativitas, percetakan sampai kepada tangan pembaca. Dan dalam waktu dekat akan membuat pembelajaran Alquran lewat hand phone,” cetus Riza Zacharias.

 

google.co.id

Polri Izinkan Wakil Rakyat Miliki Senjata Api

Polri Izinkan Wakil Rakyat Miliki Senjata Api
(Liputan6.com/Ahmad Romadoni)

Liputan6.com, Jakarta : Polri memberikan izin kepemilikan senjata api (Senpi) kepada petugas keamanan serta anggota DPR dan DPRD. Hal itu karena mereka adalah orang-orang yang diseleksi bisa memegang senjata api (Senpi).

“Mereka termasuk yang bisa mendapatkan itu. Mereka termasuk yang diselektif,” ujar Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri Komjen Pol Suparni Parto di Gedung Kompolnas, Jakarta, Rabu (2/10/2013).

Namun, untuk senpi yang tidak diperpanjang lagi izinnya, akan ditarik oleh Polri. Selain itu Polri masih pertimbangkan pengunaan soft gun, apakah dikategorikan senjata api atau mainan.

“Tetapi ada instansi yang masih menganggap soft gun sebagai mainan, seperti Bea Cukai, masih menganggapnya sebagai mainan,” ujar Suparni.

Suparni memandang perlu adanya revisi undang-undang agar soft gun dimasukkan sebagai senjata api. Hal ini karena sejauh ini Mabes Polri mengkategorikan soft guns sebagai senjata api.

Dia juga mengatakan, total kepemilikan senpi yang diberikan izin oleh Polri ada 18 ribu. “Sedangkan yang masih beredar 8.700 senpi, karena izinnya diperpanjang. Sisanya (sekitar 10 ribu) tidak diperpanjang izinnya,” kata Suparni Parto. (Mvi)

liputan6.com

Pengamat: Jokowi Miliki Syarat Ideal Jadi Capres

Jokowi mengendarai sepeda lowrider.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR —  Pengamat politik I Gede Janamijaya mengatakan Indonesia ke depannya memerlukan presiden yang jujur dan berintegritas supaya bisa membawa bangsa ke arah yang lebih baik.

Jana berpendapat, sejauh ini Gubernur DKI Jakarta Jokowidodo (Jokowi) sudah memiliki beberapa persyaratan ideal sebagai capres. Kebijakan-kebijakan yang dibuat untuk rakyat juga cukup berani dan popularitasnya cukup tinggi berdasarkan hasil berbagai lembaga survei.

“Oleh karena itu, jika PDIP benar-benar menginginkan bisa memenangkan pemilu, partai ini harus bisa mengambil keputusan mengusung Jokowi. Hanya masalahnya, Megawati terlihat belum berani melepas politik dinastinya. Belum tentu menang juga jika capres yang diusung PDIP masih menyandang nama Soekarno,” ujarnya.

Dengan melihat beberapa hasil pilkada, ucap dia, figur itu sangat menentukan. Rakyat sudah mulai mengurangi kepercayaan terhadap parpol dengan banyaknya kader-kader partai yang “lompat pagar”.

“Selama ini banyak tokoh dan figur yang pintar, tetapi kejujurannya masih dipertanyakan di tengah maraknya kasus korupsi,” katanya yang juga Sekretaris Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Provinsi Bali, di Denpasar, Rabu.

Menurut dia hendaknya pemimpin dapat mengedepankan kejujuran dan berintegritas karena dengan demikian barulah figur seperti itu berani memperjuangkan kepentingan rakyat yang lebih luas.

“Jika tidak berintegritas, maka ketika berkuasa, bisa jadi yang diutamakan selalu kepentingan kelompok dan parpolnya serta kebijakan yang diambil tidak benar-benar untuk rakyat,” ujarnya yang juga Wakil Dekan I Fisip Universitas Warmadewa itu.

Ia menambahkan menjadi lebih baik kalau calon presiden ke depan itu merupakan tokoh muda dan tidak diisi oleh wajah-wajah sepuh. Selain pemimpin muda itu energik, setidaknya dia bisa terlepas dari warisan sejarah yang kelam.

“Berdasarkan hasil-hasil survei yang berkembang, saya memprediksi para pemilih pemula dan juga kaum pemuda-pemudi akan cenderung memilih capres yang muda juga karena sekarang sudah mulai bermunculan gerakan pemimpin baru yang bersih,” katanya.

Harapan Baru

Board of Advisor, Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jeffrie Geovanie menilai Jokowi akan  menjadi harapan baru untuk masyarakat.

“Ini bukan tanpa alasan, karena Jokowi tampil menjadi sosok yang tanggap dan cepat mengatasi persoalan masyarakat,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Lebih jauh Jeffrie menjelaskan, jawaban Jokowi yang mengaku enggan memikirkan kursi presiden di tahun 2014 mendatang adalah sikap yang tepat.

”Justru jawaban-jawaban Jokowi bahwa dia tidak memikirkan capres 2014 dan hanya memikirkan tanggung jawabnya untuk membenahi kota Jakarta adalah pilihan jawaban yang tepat dan benar. Jokowi memang tidak harus memikirkan apalagi mendesain agar dirinya jadi capres 2014,” kata Jeffrie.

Apalagi, kata dia, popularitas dan elektabilitas Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden 2014 dinilai lebih unggul dibandingkan tokoh-tokoh lainnya yang digadang-gadang sebagai capres .

“Kalau kita mau objektif menilai peluang-peluang kandidat capres yang ada saat ini, suka tidak suka maka Jokowi telah mengungguli semua kandidat yang ada,” ujar Jeffrie Geovanie.

Menurut Jeffrie, elektabilitas Jokowi bahkan telah mampu melampaui sejumlah tokoh yang menguasi parpol yakni Prabowo, Wiranto, Megawati, dan Aburizal Bakrie.

Jeffrie menambahkan popularitas dan elektabilitas  Jokowi hanya bisa ditandingi oleh tokoh yang memenangi Konvensi Capres Partai Demokrat.

“Dari sejumlah peserta yang mungkin mengikuti Konvensi Capres Partai Demokrat, nama Gita Wiryawan patut diperhitungkan akan memenangkan konvensi,” tuturnya.

Jeffrie sudah memprediksi jutaan orang Indonesia akan memaksa Jokowi untuk bersedia maju sebagai calon presiden.

Menurut Jeffrie, dukungan itu akan disampaikan secara bergelombang alamiah oleh rakyat Indonesia selambat lambatnya November tahun ini.

Republika.co.id