Bupati Sumedang Meninggal Dunia

Bupati Sumedang Meninggal Dunia

Headline

Endang Sukandar – (Foto : inilah.com)

inilah.com, Bandung – Bupati Sumedang Endang Sukandar dikabarkan meninggal dunia, Sabtu (2/11/2013), pukul 14.00 WIB.

“Iya, Bapak meninggal tadi jam 14.00 WIB,” ucap salah staf di Pemkab Sumedang Dewi Maulana kepada INILAH.

Dewi mengatakan Endang meninggal diduga karena kelelahan sehingga mengalami serangan jantung. Kemarin, politisi PPP itu baru pulang dari Medan, Sumatera Utara.

“Terus tadi siang makan karedok di Wado dan langsung pingsan. Bapak langsung dibawa ke rumah sakit. Ya Allah saya denger bapak meninggal,” ujar Dewi yang tak bisa menutupi rasa sedihnya. [rni]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Duet Rooney-RvP Lebih Baik Dibandingkan SAS

    Duet Rooney-RvP Lebih Baik Dibandingkan SAS

  • Mengenal Kelemahan Analisa Saham di Bursa

    Mengenal Kelemahan Analisa Saham di Bursa

Inilah.com

Iyus Djuher Meninggal, Inilah Penjelasan KPK

Iyus Djuher Meninggal, Inilah Penjelasan KPK

Headline

Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha – inilah.com/Agus Priatna

inilah.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan keterangan resmi atas meninggalnya tersangka kasus korupsi izin tanah pemakaman bukan umum (TPBU) Iyus Djuher.

Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha menyatakan bahwa Iyus, mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, menghembuskan nafas terakhir hari Rabu (23/10/2013) sekitar pukul 09.40 WIB di RS Dharmais, Jakarta.

“Karena mengidap kanker liver stadium 4, Yang bersangkutan juga mengalami stroke otak kiri,” jelas Priharsa di Gedung KPK.

Iyus, masih kata Priharsa, sebelum meninggal dunia, sempat mengalami koma. Almarhum masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung Jawa Barat.

Berdasarkan penetapan majelis, yang bersangkutan memohon berobat ke RS Boromeus Bandung pada tanggal 30 September 2013 lalu. Kemudian, politikus Partai Demokrat itu dipindahkan ke RS Dharmais pada 7 Oktober 2013.

“Terkait kasus yang dihadapi, pada tanggal 23 September JPU telah membacakan tuntutan terhadap yang bersangkutan 4,5 tahun penjara, denda 200 juta subsisder 4 bulan kurungan. (Nota pembelaan) Pledoi terdakwa dan pledoi penasihat hukum juga telah dibacakan oleh PH (Penasehat hukum) pada tanggal 21 Oktober 2013. Rencananya pembacaan putusan akan dilakukan pada Rabu, 6 November 2013,” urai Priharsa.

Saat ini, tambah Priharsa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengurus surat keterangan kematian untuk selanjutnya diserahkan ke majelis hakim yang menyidangkan perkara Iyus.

“Biasanya sesuai KUHAP, majelis akan membuat penetapan gugurnya perkara dan penghapusan pemidanaan karena terdakwa meninggal dunia,” pungkas Priharsa. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • City Diminta Lupakan Bayern Munchen

    City Diminta Lupakan Bayern Munchen

  • KPK Sasar Aset Milik Adik Ratu Atut

    KPK Sasar Aset Milik Adik Ratu Atut

Inilah.com

Iyus Djuher, Tersangka Korupsi Kuburan Meninggal

Iyus Djuher, Tersangka Korupsi Kuburan Meninggal

Headline

Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha – inilah.com

inilah.com, Jakarta – Tersangka korupsi pengurusan izin tanah pemakaman bukan umum (TPBU) Iyus Djuher meninggal dunia pada Rabu (23/10/2013).

“Iya (Iyus Djuher) meninggal dunia,” kata Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, Jakarta, Rabu (23/10/2013).

Iyus adalah mantan ketua DPRD Kabupaten Bogor Jawa Barat. Mantan politikus Partai Demokrat ini meninggal saat dirawati di RS Kanker Dharmais Jakarta. Iyus dirawat karena menderita kanker hati dan mengalami pendarahan otak.

Sidang Iyus di Pengadilan Tipikor Bandung kini memasuki masa pembacaan pleidoi atau pembelaan.

KPK menuntut Iyus dengan pidana penjara 4, 6 tahun dan denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan. Dia dinyatakan bersalah oleh JPU KPK melakukan korupsi secara bersama-sama seperti tertuang dalam pasal 5 ayat 2 jo 5 ayat 1 huruf a juncto pasal 55 ayat 1 jo 64 KUHP Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Jeventus, Tantangan Real Madrid Sesungguhnya

    Jeventus, Tantangan Real Madrid Sesungguhnya

  • Arsenal Tumbang, Wenger Salahkan Kondisi Fisik

    Arsenal Tumbang, Wenger Salahkan Kondisi Fisik

Inilah.com

Ketua DPRD Bojonegoro HM Thalhah meninggal dunia

LENSAINDONESIA.COM: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, HM Thalhah meninggal dunia di Rumah Sakit Darmo, Surabaya, Sabtu malam (19/10/2013).

Thalhah menghembuskan nafas terakhir setalah menjalani perawatan sakit komplikasi.
Diketahui, Ketua DPRD kelahiran Desa Kemiri, Kecamatan Malo ini sejak lama menderita diabetes.

Baca juga: DPRD Bojonegoro matangkan 36 Raperda dan Satu persatu mantan pimpinan DPRD Bojonegoro dieksekusi Kejaksaan

Bahkan, selama ini, pria 54 tahun itu rutin melakukan obat jalan secara berkala pada dokter spesialis yang menangani penyakitnya tersebut.

Jenazahnya saat ini masih perjalanan untuk menuju ke rumah duka yang berada di Jalan Gajah Mada, Bojonegoro.

“Sebelumnya sudah lama dirawat di Rumah Sakit, tingkat diabetesnya sudah parah,” ujar Ketua DPC PDI P Bojonegoro, Budi Irawanto disela takziah dirumah duka.

Sementara dirumah duka kini sudah dipadati oleh orang yang akan melayat. Terlihat pegawai SKPD setempat, keluarga serta kerabat pria yang menjabat Ketua DPC Golkar itu terus berdatangan.

Ia dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 21.45 WIB setelah mau menjalani cek up kesehatan.

Kabar kematian Pria yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Bojonegoro (Unigoro) ini langsung menyebar keseluruh Masyarakat.

Banyak kalangan yang mengaku terkejut mendengar kabar meninggalnya pria yang juga mantan Wakil Bupati era Santoso itu.

“Ya kagetlah, soalnya selama ini saya gak mendengar kalau beliau sakit,” kata Andik, salah satu reporter radio swasta nasional Jakarta.@hidayat

 

alexa

ComScore
Quantcast

counter customisable

Google Analytics NOscript

lensaindonesia.com

Ayah Walfrida Soik meninggal dunia

(ANTARA News) – Ayah Walfrida Soik, TKW asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang didakwa hukuman mati oleh Pengadilan Kelantan Malaysia, Rikardus Mau meninggal dunia di kampung halamannya, Minggu dini hari, setelah bertemu anaknya di Negeri Jiran.

Rikardus bersama istrinya Maria Kolo difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Belu untuk bertemu anaknya Wilfrida di Malaysia, jelang sidang putusan pengadilan Kelantan pada 30 September lalu. Persidangan itu kemudian ditunda hingga 17 November mendatang.

Walfrida Soik, oleh Pengadilan Kelantan Malaysia, didakwa hukuman mati atas tuduhan telah membunuh majikannya, saat Walfrida menjadi TKW di negara tersebut.

“Almarhum baru tiba dari Kuala Lumpur ke Indonesia Sabtu (5/10) kemarin dan langsung ke kampungnya di Dusun Kolo Ulun, Desa Faturika, Kecamatan Raimanuk. Setelah bertemu kerabat dan keluarga di kampung yang berbatasan dengan Timor Leste malam itu, Rikardus meninggal dunia sekitar pukul 03.00 WITA dini hari pada Minggu 6 Oktober,” kata seorang Aktivis Forum Peduli Perjuangan Hak-hak Perempuan Kabupaten Belu Anna Tiwu di Atambua.

Dia mengaku belum mengetahui penyebab kematian Rikardus, namun dari informasi yang diterima, Rikardus terjatuh di rumahnya, sekitar pukul 03.00 WITA, saat hendak pergi ke kamar mandi.

“Setelah ketemu kerabat dan keluarganya di kampung, almarhum lalu tidur. Sekitar pukul 03.00 WITA, almarhum terjaga dan hendak ke kamar mandi. Dalam perjalanan itulah ia terjatuh dan meninggal,” ungkap Anna Tiwu.

Kepala Desa Faturika Benyamin Moruk yang dihubungi terpisah membenarkan meninggalnya Rikardus.

“Saya dapat laporan dari warga kalau yang bersangkutan meninggal hampir pagi, saya sampai ke rumah duka almarhum sudah dibaringkan di tempat tidur, tapi wajahnya masih cerah,” tutur Benyamin.

Benyamin mengaku, tidak mengetahui sebab kematian Rikardus. Menurut Benyamin, almarhum selama ini hingga berada di Malaysia, dalam kondisi sehat.

“Justru yang sakit-sakit itu Mamanya Walfrida, kalau Bapaknya sehat-sehat saja,” katanya Benyamin yang juga ikut mendampingi orangtua Walfrida ke Malaysia.

Benyamin menceritakan, Sabtu (5/10) dia bersama kedua orangtua Walfrida baru tiba di kampung diantar oleh Dinas Nakertrnas menggunakan kendaraan, setelah kembali dari Malaysia mengikuti persidangan Walfrida.

Pada malam harinya, kedua orangtua berkumpul bersama keluarga besar dan kerabat di kampung tersebut, menceriterakan kondisi Walfrida di penjara Malaysia. Setelah itu, almarhum kabarnya terjatuh dan meninggal dunia.

google.co.id

Ayah Wilfrida Meninggal, Prabowo Kirim Anggota DPR ke Rumah Duka

Ayah Wilfrida Meninggal, Prabowo Kirim Anggota DPR ke Rumah Duka
Prabowo. (Antara/Muhammad Adimaja)

Liputan6.com, Jakarta : Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan duka cita yang sangat mendalam terkait dengan meninggalnya Rikardus Mau, ayahanda Wilfrida Soik, TKW asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang didakwa hukuman mati oleh Pengadilan Kelantan, Malaysia.

“Kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam, sekaligus menyampaikan doa. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik-NYA,” kata Koordinator Media Center Prabowo Subianto, Budi Purnomo Karjodihardjo, saat dihubungi Liputan6.com setelah mendengar kabar duka ini di Jakarta, Minggu (6/10/2013).

Budi Purnomo menjelaskan, Prabowo Subianto sudah menginstruksikan kepada pengacara yang ditunjuk untuk mendampingi Wilfrida agar berjuang maksimal membebaskan Wiffrida dari hukuman mati.

Tak hanya itu, Prabowo kata Budi juga telah menugaskan Anggota DPR dari Partai Gerindra, yaitu Farry Francis dan Mario Viera untuk langsung menyambangi keluarga Wilfrida Soik.

“Pak Prabowo juga sudah menginstruksikan kader Gerindra di NTT agar maksimal membantu keluarga Wilfrida yang sedang berduka di kampung halamannya,” tutur Budi.

Mendiang Rikardus Mau bersama istrinya Maria Kolo, oleh Pemerintah Kabupaten Belu difasilitasi bertemu anaknya Walfrida di Malaysia, jelang sidang putusan pengadilan Kelantan pada 30 September lalu, yang akhirnya juga ditunda hingga 17 November mendatang. (Ali)

liputan6.com

Ayah Wilfrida Meninggal, Prabowo Kirim Anggota DPR ke Rumah Duka

Ayah Wilfrida Meninggal, Prabowo Kirim Anggota DPR ke Rumah Duka
Prabowo. (Antara/Muhammad Adimaja)

Liputan6.com, Jakarta : Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan duka cita yang sangat mendalam terkait dengan meninggalnya Rikardus Mau, ayahanda Wilfrida Soik, TKW asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang didakwa hukuman mati oleh Pengadilan Kelantan, Malaysia.

“Kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam, sekaligus menyampaikan doa. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik-NYA,” kata Koordinator Media Center Prabowo Subianto, Budi Purnomo Karjodihardjo, saat dihubungi Liputan6.com setelah mendengar kabar duka ini di Jakarta, Minggu (6/10/2013).

Budi Purnomo menjelaskan, Prabowo Subianto sudah menginstruksikan kepada pengacara yang ditunjuk untuk mendampingi Wilfrida agar berjuang maksimal membebaskan Wiffrida dari hukuman mati.

Tak hanya itu, Prabowo kata Budi juga telah menugaskan Anggota DPR dari Partai Gerindra, yaitu Farry Francis dan Mario Viera untuk langsung menyambangi keluarga Wilfrida Soik.

“Pak Prabowo juga sudah menginstruksikan kader Gerindra di NTT agar maksimal membantu keluarga Wilfrida yang sedang berduka di kampung halamannya,” tutur Budi.

Mendiang Rikardus Mau bersama istrinya Maria Kolo, oleh Pemerintah Kabupaten Belu difasilitasi bertemu anaknya Walfrida di Malaysia, jelang sidang putusan pengadilan Kelantan pada 30 September lalu, yang akhirnya juga ditunda hingga 17 November mendatang. (Ali)

liputan6.com