Paloh: Iklan Bukan Segala-galanya buat NasDem

Paloh: Iklan Bukan Segala-galanya buat NasDem

Headline

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh – Inilah.com/Ardhy Fernando

inilah.com, Jakarta – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menegaskan bahwa kebesaran partainya atas perjuangan dan kepercayaan rakyat.

Ia menegaskan, kebesaran partai dengan nomor urut 1 bukan atas dasar logistik dan iklan di media. Surya Paloh mengatakan, selama rakyat memberikan kepercayaan serta dukungan, maka bendera NasDem akan terus berkibar di tanah air.

“Iklan dan Logistik bukan segala-galanya buat NasDem,” tegasnya, dalam pidatonya dalam kongres Partai NasDem, di JCC, Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Dia menegaskan, sekali layar berkembang maka pantang surut sampai tujuan. Hal itu menegaskan bahwa Partai NasDem akan terus berjuang untuk kepentingan rakyat.

“Yakinlah doa rakyat bersama saudara, doa rakyat tidak akan bisa dihalangi oleh siapapun,” tandasnya.[bay]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Barca Sangat Khawatir Messi Cedera

    Barca Sangat Khawatir Messi Cedera

  • Andy Murray Rebut Tiket Final Australia Terbuka

    Andy Murray Rebut Tiket Final Australia Terbuka

Hary Tanoe Hengkang, Kelompok Tua NasDem Senang

Hary Tanoe Hengkang, Kelompok Tua NasDem Senang

Headline

Hary Tanoesoedibjo – inilah.com/Ardhy Fernando

inilah.com, Jakarta – Mundurnya Hary Tanoesoedibjo dari Partai NasDem diakibatkan adanya gesekan dari kelompok tua internal partai besutan Surya Paloh itu.

Menurut pengamat politik Boni Hargens, orang-orang tua tersebut meminta agar Surya Paloh untuk mengambilalih Partai NasDem.

“Orang-orang tua pasti saja senang dengan keluarnya Hary Tanoe. Karena mereka hilang saingan. Dan mereka jadi solid. Tapi apakah mereka akan meraih dukungan publik, ini yang jadi tanda tanya,” jelas Boni dalam pesan Blackberry, Jumat (25/1/2014).

Menurut pandangan Boni, yang paling berjasa membangung Partai Nasdem adalah kelompok muda, termasuk Hary Tanoe.

”Kelompok tua itu, tidak berjasa dalam membangun NasDem sebagai partai. Karena NasDem sebagai partai bukan ide mereka, tapi gagasan orang-orang muda yang kebetulan Hary Tanoe termasuk di dalamnya yang juga bekerja keras membangun NasDem menjadi partai,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Boni, ketika Partai NasDem lolos dan diperhitungkan, maka kelompok senior yang tadinya tidak optimistis menjadi partai kemudian bergairah untuk melanjutkan kembali.

“Ada juga Jeffrie Geovani dan lain-lain. Nah, begitu partai ini lolos dan diperhitungkan, kelompok senior yang tadinya tidak optimis NasDem menjadi partai, lalu bergairah. Libido mereka inilah yang jadi dasar konflik internal NasDem,” jelas Boni. [yeh]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Jangan Resah Dengan Berita Banjir Besar 27 Januari

    Jangan Resah Dengan Berita Banjir Besar 27 Januari

  • Nokia Umumkan 'Kematian' Symbian

    Nokia Umumkan ‘Kematian’ Symbian

Nasional | Jakarta (Tidak) Tenggelam 27 Januari


Prediksi curah hujan

Jakarta – Setelah kejadian banjir Jakarta tanggal 17 Januari, marak pemberitaan yang mengatakan bahwa pada tanggal 27 Januari 2013 nanti Jakarta akan tenggelam. Asumsinya adalah semakin tingginya curah hujan yang berbarengan dengan tingginya muka air laut akibat pasang surut (pasut) yang tinggi pada tanggal tersebut. Disebutkan bahwa banjir besar akan terjadi melebihi banjir tanggal 17 Januari bahkan banjir 2007.

Benarkah akan seperti itu? Mari kita simak penjelasan tertulis Dr Tri Handoko Seto, Peneliti Meteorologi Tropis di BPPT Kepala Bidang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan UPT Hujan Buatan yang diterima detikcom, Jumat (25/1/2013):

Asumsi tingginya air laut karena pasut memang benar. Posisi bulan terhadap bumi pada tanggal 27 Januari mengakibatkan naiknya pasut sehingga ketinggian air laut akan naik.

Asumsi bahwa curah hujan akan semakin tinggi masih bisa diperdebatkan. Memang benar bahwa puncak musim hujan untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya adalah bulan Januari sampai Februari, terutama pertengahan Januari sampai pertengahan Februari. Namun demikian tidak serta merta hujan akan terus meningkat dari hari ke hari sejak kejadian banjir tanggal 17 Januari sehingga pada tanggal 27 Januari Jakarta akan tenggelam akibat curah hujan tinggi dan air tidak bisa mengalir ke laut karena pasutnya juga tinggi.

Dengan melihat dinamika atmosfer yang terjadi akhir-akhir ini maka memang ada sinyal kuat bahwa menjelang akhir Januari akan terjadi peningkatan curah hujan di Jabodetabek. Namun jika dibandingkan dengan curah hujan tanggal 15-18 Januari lalu maka curah hujan tanggal 27 diprediksi masih lebih rendah. Hujan yang akan terjadi kemungkinan merupakan hujan konvektif yang deras namun tidak berlangsung terus menerus seperti tanggal 17 Januari. Genangan memang sangat mungkin terjadi. Apalagi ditambah naiknya pasut.

Dengan mempertimbangkan hal tersebut di atas maka potensi banjir di Jakarta masih akan besar. Namun demikian rasanya berlebihan jika dikatakan bahwa Jakarta akan tenggelam pada tanggal 27 Januari. Curah hujan setelah itu justru masih berpeluang akan tinggi. Pemerintah DKI Jakarta sudah banyak melakukan upaya untuk mengantisipasi banjir periode kedua yang mungkin terjadi, salah satunya dengan meminta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk menerapkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) guna mengurangi curah hujan berlebih di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendukung penuh upaya ini.

Mari berdoa agar upaya ini membawa hasil yang baik. Dan semoga Jakarta tidak tenggelam. Terlampir adalah prediksi curah hujan tiap 3 jam tanggal 24-31 Januari.

(nrl/ndr)

NasDem, Partai Baru Berparadigma Jadul

NasDem, Partai Baru Berparadigma Jadul

Headline

Partai Nasional Demokrat (NasDem) – Ist

inilah.com, Jakarta – Terkait teror yang dialami Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasional Demokrat (NasDem) Jawa Barat, Rustam Effendi, pengamat politik AS Hikam menilai NasDem merupakan partai politik baru yang menggunakan paradigma jadul.

“Kalau informasi Rustam Effendi (RE), Ketua DPW NasDem Jabar sahih, maka tesis dasar saya mengenai partainya Surya Paloh (SP) itu makin terbukti, bahwa NasDem adalah partai politik baru yang menggunakan paradigma jadul alias lama,” kata AS Hikam, Kamis (24/1/2013).

AS Hikam berpendapat slogan “restorasi” yang didengungkannya pun adalah pemulihan kembali paradigma dan sistem politik otoriter. “Maka tidak mengherankan jika Nasdem sangat mengedepankan pendekatan dari atas dan menyirik perbedaan pendapat,” ujarnya.

“Rakyat Indonesia sudah seharusnya menolak restorasi sistem politik otoriter atau pembentukan rezim yang berparadigma sama. Reformasi dan demokratisasi harus terus berlanjut, bukan diputar kembali ke masa lalu,” tegas Hikam.

Seperti diketahui Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat Rustam Effendi kemarin petang diberitakan didatangi lebih dari 50 preman yang memintanya untuk menandatangani surat dukungan Surya Paloh menjadi Ketua Umum Partai Nasdem. Menolak permintaan itu, Rustam pun keluar dari kepengurusan NasDem. [rok]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Demi Balotelli, Milan 'Korbankan' Satu Pemain

    Demi Balotelli, Milan ‘Korbankan’ Satu Pemain

  • Tembus Final Australia, Li Na Puji Pelatih

    Tembus Final Australia, Li Na Puji Pelatih

Tolak Partai Lama, Hary Tanoe Ingin Orisinalitas

Tolak Partai Lama, Hary Tanoe Ingin Orisinalitas

Ahmad Rofiq

, JAKARTA — Keinginan partai politik untuk dapat meminang Hary Tanoesoedibjo tampaknya tak akan berbalas. Ini lantaran, mantan Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem tersebut tampaknya enggan untuk masuk ke partai yang sudah ada. 

Malah, ia lebih memilih untuk berada di gerakan politik baru. Meski pun wadahnya itu masih berupa organisasi massa (ormas). 

“Saya satu visi dengan Pak Hary. Kami lebih baik berkiprah di ranah politik baru yang lebih bisa mengkampanyekan gagasan dengan penuh orisinalitas tinggi,” papar mantan Sekjen Partai Nasdem Ahmad Rofiq ketika dihubungi, Rabu (23/1).

Sebelumnya, Rofiq bersama dengan Hary menyatakan keluar dari Nasdem. Ini lantaran adanya perbedaan sikap dengan ketua dewan pembina Surya Paloh.

Surya menginginkan agar ada perombakan struktur kepengurusan. Termasuk menginginkan untuk duduk di kursi ketua umum. Sedangkan Hary bersama dengan kelompok muda di Nasdem menolak rencana itu. 

Mereka tetap menginginkan kepengurusan seperti saat ini yang didominasi oleh kaum muda. Perbedaan pendapat itu sehingga kemudian Hary dan Rofiq menyatakan keluar dari partai yang baru akan pertama kali ikut pemilu pada 2014.

Menurut Rofiq, ini yang menjadi semangat Hary dan kaum muda yang ikut keluar dari Nasdem. “Bagi saya jabatan dan kedudukan itu bukan tujuan,” tambah dia. 

Rofiq mengaku, kelompok eks Nasdem tidak ingin terjebak dengan politik petak umpet dan dominasi kepentingan. Karenanya, mereka lebih memilih untuk membuat wadah baru untuk menampung kelompok yang memiliki satu arah.   

“Jika perjuangan ini berhasil maka politik transaksional akan dapat kita kikis habis,” jelas dia.

Ahmad Muzani: Kalau ingin Presiden nya Prabowo, maka kita harus pilih Gerindra

Ahmad Muzani: Kalau ingin Presiden nya Prabowo, maka kita harus pilih Gerindra


” Pilihan presiden untuk tahun 2014 adalah terbesar di sosok Prabowo Subianto, maka jika kita ingin Prabowo Subianto menjadi Presiden, pilihan partai nya harus Gerindra.” – Ahmad Muzani, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Gerindra Lampung TV facebook.com twitter.com facebook.com twitter.com partaigerindra.or.id http