Lee Kuan Yew Sempat Mencibir Habibie, Kemudian Minta Maaf dan Memuji

Lee Kuan Yew Sempat Mencibir Habibie, Kemudian Minta Maaf dan Memuji Lee Kuan Yew (AFP)

'Bapak Singapura' Lee Kuan Yew Wafat

Jakarta – Dibandingkan Sukarno, Lee Kuan Yew seperti jauh lebih nyaman berinteraksi dengan Soeharto. Meski penguasa Orde Baru itu sempat menutup diri kepadanya selama tujuh setengah tahun, akhirnya mereka bersahabat baik selama lebih dari 30 tahun.

Sebelum diterima di Istana Merdeka pada Mei 1973, selain menjalin lobi-lobi, “PM Lee sampai mempelajari pidato-pidato Soeharto agar dapat berbincang dalam bahasa Melayu denganya,” tulis Jusuf Wanandi, mantan penasihat Soeharto yang juga sahabat Lee, dalam memoarnya, “Menyibak Tabir Orde Baru” seperti dikutip dari Majalah Detik Edisi 171.

Menjelang Sidang Umum MPR 1998, ketika BJ Habibie menjadi calon kuat wakil presiden untuk mendampingi Soeharto, Lee melontarkan pernyataan mengejutkan. Menurut dia, pasar tak bersahabat dengan pakar aeronotika itu. Bila dipaksakan menjadi wakil presiden nilai tukar rupiah akan terus melemah menyentuh Rp 16 ribu per dolar. Tapi Soeharto tak peduli, dan Habibie pun terpilih menjadi wapres menggantikan Try Sutrisno dalam Sidang MPR, 11 Maret 1998.

Habibie pun saat itu tak terlalu menanggapi pernyataan Lee. Tapi ketika kemudian menjadi Presiden menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri pada 21 Mei 1998, dia melontarkan serangan balasan. Kepada Asian Wall Street Journal yang mewawancarainya, Habibie menganggap sepele Singapura.

“Dalam peta, satu titik kecil berwarna merah (little red dot) tak sebanding dengan bentangan warna hijau yang sangat luas,” katanya dalam wawancara yang terbit 4 Agustus 1998.

Tak cuma itu, Habibie kemudian membuktikan bahwa ucapan Lee tentang nilai tukar rupiah keliru. Sebab nyatanya ia berhasil menstabilkan nilai tukar rupiah dari Rp 16 ribu menjadi Rp 9 ribu pada 1999. Lee pun meminta maaf dan menyampaikan pujian lewat surat yang dititipkan melalui Menteri BUMN Tanri Abeng.

“Dengan surat tersebut ia memperlihatkan jiwa besar dan sikap seorang negarawan,” tulis Habibie di halaman 308 buku “Detik-detik yang Menentukan”.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(erd/nrl)

google.co.id

Aceng HM Fikri Meminta Maaf Kepada Masyarakat Garut dan Indonesia

Aceng HM Fikri Meminta Maaf Kepada Masyarakat Garut dan Indonesia


[Selasa, 4 Desember 2012 19:01 WIB] Metrotvnews.com, Bandung: Bupati Aceng HM Fikri secara resmi meminta maaf kepada masyarakat Garut dan masyarakat Indonesia atas kasus perceraiannya. Aceng juga berencana menuntut balik keluarga FO atas kasus tersebut. Dalam jumpa pers yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/12) sore, Bupati Garut itu menyampaikan permintaan maaf. Namun, Aceng tak mau meladeni pertanyaan wartawan mengenai karirnya di Partai Golkar. Ia juga bungkam soal tuntutan warga yang memintanya mundur. Selain itu, Aceng juga telah menunjuk kuasa hukum atas pelaporan keluarga FO ke Mabes Polri. Kuasa hukum Aceng, Ujang Sujai mengatakan, akan balik melaporkan keluarga FO ke Mabes Polri, Rabu (5/12) besok. Keluarga FO dilaporkan atas dasar pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, dan unsur penipuan, serta unsur pemerasan.(TII) www.metrotvnews.com Uploaded by CAPek-Ma : blog.umy.ac.id Catatan Akhir Pekan Group www.mf-abdullah.com Sponsor : www.kaosgila.com www.batikrg.com bmt.umy.ac.id

Nasional | NasDem: Terimakasih dan Mohon Maaf Pak Hary Tanoe


Foto: Ari Saputra/detikcom

Jakarta – Pengunduran diri Hary Tanoesudibyo (HT) mengejutkan dan disayangkan oleh Partai Nasional Demokrat (NasDem). Menghargai jasa HT, NasDem menyampaikan terima kasih, sekaligus ucapan maaf.

“Kita hormati pilihan untuk mundur, kita sampaikan terima kasih karena sudah sempat bergabung, maaf jika NasDem belum sebaik yang diharapkan,” kata Ketua Bappilu NasDem, Ferry Mursidan Baldan, dalam siaran pers, Senin (21/1/2013).

NasDem menghormati keputusan HT yang memilih mundur. Tak ada alasan bagi NasDem untuk menahan kader yang merasa sudah tak sevisi dalam politik.

“Alasan dan pertimbangannya melekat secara personal pada tiap diri warga negara, karenanya hak tersebut harus dihormati. Secara hukum, maka tidak ada kekuatan apapun yang dapat memaksa sesorang untuk masuk atau keluar dari partai politik,” ujarnya.

Ferry menegaskan NasDem akan tetap solid meskipun tanpa HT. Sebagai partai baru, NasDem akan terus berkembang.

“Tentu kami tidak boleh berhenti untuk terus mengokohkan institusi, mematangkan konsep, mengembangkan mentalitas dan memperkuat soliditas,” pungkasnya.

(trq/van)

Dinilai Lecehkan Wartawan, Prabowo Minta Maaf

Dinilai Lecehkan Wartawan, Prabowo Minta Maaf

Headline

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto – (Foto : inilah.com/Agus Priatna)

inilah.com, Jakarta – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengeluarkan pernyataan kontroversial. Bahkan dalam pernyataan itu, Probowo dianggap melecehkan profesi wartawan.

Menanggapi hal itu, Prabowo langsung menyikapinya dengan memberikan klarifikasi atas hal tersebut. Prabowo mengatakan, apa yang disampaikan itu tidak bermaksud melecehkan profesi wartawan.

“Tidak ada sedikitpun niat atau Prabowo Subianto untuk melecehkan jurnalis,” ujar Koordinator Media Center Prabowo Subianto, Budi Purnomo Karjodihardjo dalam keterangan persnya, Jumat (25/10/2013).

Menurutnya, apa yang disampaikan Prabowo tidak mengarah kepada profesi wartawan, sebab dalam konteks itu, Prabowo membahas soal gejala umum soal praktik korupsi yang terjadi di Indonesia, khususnya yang terjadi di kalangan pejabat, politikus dan yang lain.

“Bayangkan, manusia yang agung seperti Hakim Agung pun bisa disuap, Apalagi manusia biasa. Kita semua ini adalah manusia, termasuk wartawan juga manusia. Kita semua bisa kepleset. Itulah sebenarnya, pesan yang ingin disampaikan oleh Prabowo Subianto,” ungkapnya.

Meski begitu, pernyataan tersebut sudah menjadi kontroversi sehingga membuat Prabowo harus mengklarifikasi ulang untuk meluruskan pokok permasalahannya.

“Maka dengan kerendahan hati yang sangat mendalam, kami menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya. Sekali lagi kami sampaikan bahwa tidak ada sedikitpun niat untuk melecehkan wartawan,” katanya.

Prabowo berharap semua kalangan khususnya wartawan mendukung upaya pemberantasan korupsi yang mulai marak.

“Justru kami serius dan sungguh-sungguh mengharapkan dukungan wartawan untuk terus mendukung program anti korupsi dan program kesejahteraan, serta program-grogram yang selama ini digelorakan oleh Prabowo Subianto,” tandasnya.[bay]

Rekomendasi Untuk Anda


  • 25 Tim Bersaing untuk Lolos Verifikasi PSSI

    25 Tim Bersaing untuk Lolos Verifikasi PSSI

  • Pemenang Play-off IPL Batal Hadapi Semen Padang

    Pemenang Play-off IPL Batal Hadapi Semen Padang

Inilah.com

Ahok: Mohon Maaf… Jangan Bawa Sepeda Dulu Saat Jakarta Marathon

Ahok: Mohon Maaf... Jangan Bawa Sepeda Dulu Saat Jakarta Marathon
Basuki Tjahaja Purnama. (Liputan6.com/Taufiqurrohman/BlackBerry)

Liputan6.com, Jakarta : Jakarta Marathon digelar pada Minggu 27 Oktober pekan ini. Karena waktu pelaksanaan kegiatan itu bertepatan dengan Car Free Day (CFD), Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengimbau warga ibukota tak mengendarai sepeda di rute Jakarta Marathon untuk kelancaran lalu lintas.

“Mohon maaf kepada masyarakat untuk kali ini CFD tidak usah bawa-bawa sepeda dulu,” ujar pria yang akrab disapa Ahok itu di Balaikota, Jakarta, Rabu (23/10/2013).

Kemudian, untuk pusat belanja seperti mal di daerah Senayan yang umumnya buka pukul 10.00 WIB, baru akan dibuka pada pukul 11.00 atau 12.00 WIB. Sebab dikhawatirkan pelari yang start pada pukul 06.00 WIB belum mencapai finish sekitar 2 jam.

“Jadi yang ke Senayan City, Plaza Senayan dan lainnya agak terganggu dan datangnya jam 12-anlah,” kata mantan anggota DPR itu.

Adapun rute yang rencananya akan dilalui peserta Jakarta Marathon, yaitu start dari Silang Monas Barat Daya – Jalan Budi Kemuliaan – Jalan Abdul Muis – Jalan Majapahit – Jalan Gajah Mada – Jalan Pintu Besar Selatan – Kawasan Kota Tua – Jalan Hayam Wuruk – Jalan Juanda.

Kemudian melewati Gedung Kesenian Jakarta – PT Pos Indonesia – Gereja Katedral – Masjid Istiqlal – Jalan Veteran – Jalan Majapahit – Jalan Medan Merdeka Barat – Jalan MH Thamrin – Bundaran HI Jalan Imam Bonjol – Jalan HR Rasuna Said – Jl Gatot Subroto – Jalan Asia Afrika – Jalan Hang Tuah – Jalan Sisingamangaraja – Jalan Jend Sudirman – Jalan MH Thamrin dan berakhir finish di Silang Monas Barat Daya.

Pada 17 titik di sepanjang rute Marathon, Dinas Pariwisata DKI akan menyiapkan hiburan musik guna memeriahkan acara tersebut. Sebagai pengamanan berlangsungnya acara, sekitar 3.600 personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP diturunkan. Begitu juga dengan Dinas Kebersihan yang bersiaga menjaga kebersihan area tersebut.

“Kita sih sudah siap,” tegas politisi Gerindra itu.

Kegiatan Marathon tersebut telah diselenggarakan di beberapa kota dunia lainnya, di antaranya New York Marathon, Berlin Marathon, Paris Marathon dan Asia baru ada Tokyo Marathon. Persatuan Atlet Seluruh Indonesia (PASI) dan Amaury Sport Organization (ASO) juga akan turut serta dalam pelaksanaan acara yang akan dimasukkan dalam kategori Sport Tourism. (Mut/Sss)

liputan6.com

Sudi Silalahi Beri Waktu Nazar Meminta Maaf

Sudi Silalahi Beri Waktu Nazar Meminta Maaf

Headline

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi – inilah.com

inilah.com, Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi memberi waktu Nazaruddin untuk meminta maaf terkait tudingan Nazar bahwa dia mengintervensi proyek e-KTP.

Sudi belum memikirkan untuk mengambil tindakan hukum atas tudingan itu. Tetapi, Sudi memberi peluang Nazar meminta maaf.

“Pada saudara Nazaruddin, saya masih kasih dia kesempatan untuk minta maaf. Saya akan memaafkan kalau dia meminta maaf,” kata Sudi saat berada di Banjarmasin, Kalimanta Selatan, Selasa (22/10/2013).

Dia mengaku tidak kenal dan tidak pernah berkomunikasi dengan Nazaruddin. Dia baru kenal mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat itu saat menjadi buron hingga akhirnya ditangkap.

“Boleh di konfirmasi kepada Kementerian yang bersangkutan. Mungkin rekan wartawan juga boleh tanya Mendagri, Sekjennya, Dirjennya atau yang mengurusi itu. Apa benar saya menyinggung masalah e-KTP itu enggak pernah saya, apalagi sampai masuk ke wilayah proyek,” elak Sudi.

Dia memberi waktu bagi Nazar meminta maaf. Sudi butuh kejelasan seperti apa tudingan itu. Apakah Nazar serius dengan tudingan itu.

“Kita lihat dululah, kita juga enggak bisa komunikasi dengan dia, apakah dia mendengar omongan saya ini, saya kan belum tahu. Dan kalau dia saya kasih kesempatan untuk minta maaf,” jelas Sudi.

“Ya saya ingin dulu kejelasan, apa benar yang dimaksud SS itu saya. Kalau memang bukan saya, ngapain saya repot-repot,” lanjutnya.

Hanya, kalau tidak ada niat baik Nazaruddin, Sudi akan mengambil tindakan tegas. Termasuk upaya hukum melaporkan Nazaruddin ke Polda Metro Jaya.

“Kalau yang diarahkan SS itu saya, sudah tentu akan saya laporkan ke polisi. Jadi jangan seenaknya saja, menuding sana-sini yang enggak jelas, enggak ada faktanya,” jelasnya.

“Tapi dia enggak minta-minta maaf, ya tentu akan saya laporkan. Sama halnya ketika Mendagri melaporkan hal itu,” tandasnya. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Dilirik Tim Indonesia, Ini Kata Michael Owen

    Dilirik Tim Indonesia, Ini Kata Michael Owen

  • Eks Penyerang MU Ini Kagum dengan Bibit Indonesia

    Eks Penyerang MU Ini Kagum dengan Bibit Indonesia

Inilah.com

Loyalis Anas Menolak Meminta Maaf

Pengurus Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Muhammad Rahmad

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mantan wakil direktur eksekutif Partai Demokrat, M Rahmad menolak meminta maaf terkait tudingan penculikan mantan ketua umum Partai Demokrat Subur Budhisantoso oleh Badan Intelijen Nasional (BIN).

Menurut Rahmad, yang juga anggota ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) bentukan Anas Urbaningrum, tak benar ia melayangkan tudingan tersebut.

“Saya tidak pernah mengatakan Prof SBS diculik, ditangkap, diambil paksa, diamankan, diciduk dan sebagainya,” kata Rahmad dalam keterangan persnya di Rumah Pergerakan, di Duren Sawit, Jakarta Timur, Ahad (20/10). Menurutnya tak ada kata-kata salah yang ia sampaikan ke publik.

Rahmad menyayangkan reaksi yang ditimbulkan kabar penculikan. Menurutnya, ia sama sekali tak bermaksud menyebar fitnah.

Kabar penculikan itu mengemuka setelah Rahmad menyampaikannya dalam acara diskusi di kediaman mantan ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum di Duren Sawit, Jumat (18/10). Saat itu ia mengatakan, Subur yang mestinya jadi pembicara tak bisa hadir karena dijemput staf BIN.

Informasi terkait dugaan penculikan, menurut Rahmad, didapat dari anggota PPI Sri Mulyono yang bertugas menjemput Subur. Saat menyambangi kediaman Subur, menurut Rahmad, Sri Mulyono mendapat informasi dari ajudan Subur bahwa yang bersangkutan dijemput orang BIN.

Mendapat informasi tersebut, Sri Mulyono langsung bergesa menuju kantor BIN di Kalibata, Jakarta Selatan. Kendati tak diperkenankan menemui Subur, dia sempat berkomunikasi melalui telepon dan Subur mengatakan ada pertemuan dengan BIN.

“Informasi itulah yang saya sampaikan kepada peserta dialog,” ujar Rahmad.

Sri Mulyono yang juga memberikan pernyataan kemarin mengiyakan bahwa informasi soal penculikan datang dari dirinya. Ia mengakui informasi tersebut tak tepat dan meminta maaf kepada pihak-pihak yang terimbas. “Saya meminta maaf kepada Muhammad Rahmad, kepada Prof SBS, dan pihak yang merasa dirugikan atas perkembangan pemberitaan masalah ini, termasuk BIN,” ujar Sri Mulyono.

Dalam klarifikasinya ke Republika, Subur membantah kalau ia dijemput oleh staf BIN. Namun, ia membenarkan kalau ia ada rapat dengan pejabat BIN pukul 10.00 WIB. Rapat tersebut ditunda sampai pukul 13.00 WIB.

Subur juga mengatakan ia lupa kalau harus hadir dalam acara diskusi PPI. Subur juga mengaku, Jumat itu juga ia terbang ke Pontianak. Ia mengatakan jadi tidak enak dengan situasi yang ditimbulkan. “Karena itu rapat (dengan BIN) rapat biasa,” kata Subur.

Sebelum pernyataan kepada media disampaikan Rahmad, kabar tudingan penculikan oleh BIN ditanggapi keras berbagai pihak. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut pemberitaan mengenai penculikan oleh BIN sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab dan menyesatkan.

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan SBY telah meminta Kepala BIN untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi kepada masyarakat agar masalahnya menjadi jelas.

“Tidak boleh ada fitnah yang dibiarkan dan disebarkan tanpa pertanggungjawaban,” katanya.

Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Letjen Marciano Norman juga mengatakan BIN tidak menjemput dan tidak memiliki agenda dengan mantan ketua umum Partai Demokrat tersebut. Saat menyampaikan keterangan itu, Marciano berbicara dengan nada tegas dan raut wajah tegang. “Kami tidak punya kepentingan dengan Pak Subur,” katanya lagi.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto sebelumnya juga mendesak M Rahmad meminta maaf. “Seharusnya yang bersangkutan bersikap kesatria minta maaf dan mengakui kesalahannya, bukan malah bersembunyi,” kata Suyanto

Republika.co.id