METRO TV-NASDEM (Nasional Demokrat) Vs LUVIANA

METRO TV-NASDEM (Nasional Demokrat) Vs LUVIANA


Pernyataan Sikap Aliansi METRO: “Pekerjakan Kawan Kami Kembali” Pernyataan Sikap Aliansi METRO (Melawan Topeng Restorasi) “Pekerjakan Kawan Kami Kembali” Konstitusi menjamin hak setiap warga negara dalam berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Begitu pun dengan hak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. Tapi yang dilakukan manajemen Metro TV terhadap jurnalis perempuannya, Luviana, seperti telah membalikkan tatanan nilai itu. Ia dibebastugaskan lantaran menuntut perbaikan kesejahteraan, manajemen ruang redaksi, serta tengah menggagas berdirinya organisasi pekerja yang mampu memperjuangan aspirasi karyawan di perusahaan televisi milik Surya Paloh, seorang pengusaha yang juga pendiri Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan tengah gencar menggaungkan slogan Restorasi Indonesia itu. Sudah hampir tiga bulan Luviana dibebastugaskan tanpa alasan yang jelas. Manajemen Metro TV yang semula menyatakan Luviana tidak melakukan kesalahan apa pun, baik secara administratif maupun tugas jurnalistik, kini menganggap Luviana telah melakukan kesalahan karena dianggap telah berupaya mereformasi manajemen, mengajak karyawan Metro TV untuk memprotes manajemen, serta telah melakukan pencemaran nama baik karena menceritakan kepada orang lain tentang kasus kesewenang-wenangan yang ia alami. Tak hanya itu, tatkala dukungan publik kepada Luviana semakin deras mengalir, justru secara kasar Luviana malah dirumahkan oleh pihak manajemen

Nasional | Penganiayaan di Kantor Nasdem, Luviana Mengadu ke Komnas HAM

Penganiayaan di Kantor Nasdem, Luviana Mengadu ke Komnas HAM

Mantan jurnalis Metro Tv, Luviana (kanan) bersama sejumlah aktivis membawa poster saat aksi “Sehari Tanpa Metro Tv” di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (25/11).

, JAKARTA — Aliansi Solidaritas Perempuan untuk Luviana (Sovi), Aliansi Melawan Topeng Restorasi (Metro), Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), dan beberapa aliansi lainnya, akan melaporkan tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum Partai Nasional Demokrat ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

“Besok kita akan lapor ke Komnas HAM, dan terus teman dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) sudah telepon Kompolnas,” kata Luviana, Rabu (16/1) sore, saat ditemui di seberang Kantor Partai Nasdem, Jalan RP Soeroso, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Ia menyatakan, laporan ini terkait pembiaran dari personel kepolisian atas tindak kekerasan yang dilakukan pihak partai Nasdem, saat berada di lokasi.

“Teman-teman kami mendapatkan tendangan, pukulan. Dan polisi diam saja,” kata dia.

Sementara alasan kuat mengapa Luvi dan rekan-rekannya melakukan aksi unjuk rasa damai tadi siang, karena menyangkut hak.

“Kebebasan berpendapat dan berserikat dihargai oleh undang-undang. Kenapa tidak boleh mengkritisi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, dalam aksi yang digelar sore tadi, sekelompok orang keluar dari kantor Partai Nasional Demokrat dan melakukan penyerangan terhadap peserta aksi. Puluhan oknum tersebut memukul dan merusak seluruh perangkat aksi. Bahkan mobil komando juga dirusak dan hendak digulingkan untuk dibakar.

Selain itu pula, tujuh orang anggota dari aliansi tersebut menderita luka-luka.