Nasional | HT Keluar, Endriartono Dukung Surya Paloh Jadi Ketum NasDem



Jakarta – Setelah keluarnya Hary Tanoesoedibjo (HT) dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), tak ada lagi yang menghalangi jalan Surya Paloh menjadi Ketum NasDem. Jenderal (Purn) TNI Endriartono Sutarto yang diisukan akan nyapres melalui Partai NasDem menyatakan dukungannyan terhadap Surya Paloh.

“Ya saya dukung. Siapapun yang membawa agenda perubahan bersama NasDem pasti saya dukung,” kata mantan Panglima TNI ini kepada detikcom, Selasa (22/1/2013).

Tarto menilai sejauh ini tak ada masalah di internal NasDem. Kalau Paloh ingin mengambil alih, menurut dia sepanjang tidak bertentangan dengan agenda perubahan NasDem tidak masalah.

“Buat saya, sementara partai masih tidak berubah. Visi tetap sama dan untuk menjadikan Indonesia lebih baik, nahkoda bisa siapa saja,” katanya.

Menurut Endriartono, Surya Paloh tak berambisi menjari ketua umum NasDem. Namun Hary Tanoe terlanjur menolak setelah sejumlah pendukung mengusung Surya Paloh menjadi ketum.

“Yang saya tahu beliau tidak juga berambisi menjadi ketua umum. Tapi Pak Hary Tanoe tak menghendaki Pak Surya jadi ketum,” ujarnya.

Rencananya Surya Paloh akan dikukuhkan menjadi Ketum NasDem pada kongres tanggal 25-26 Januari mendatang. Sejumlah kalangan melihat loyalis HT yang masih di NasDem akan menentang rencana tersebut. Sukseskah Paloh mengambil posisi no 1 di NasDem?

(van/lh)

Hary Tanoe Ikuti Jejak Sri Sultan di NasDem

Hary Tanoe Ikuti Jejak Sri Sultan di NasDem

Headline

inilah.com, Jakarta – Kabar mundurnya Hary Tanoesoedibjo dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) telah mempertegas adanya konflik di tubuh partai itu. Sebelumnya diberitakan, konflik terjadi antara Hary Tanoe dan Surya Paloh terkait rebutan posisi Ketua Umum Partai NasDem.

Surya Paloh disebut-sebut akan merebut posisi ketua umum dalam Kongres I NasDem 23-27 Januari 2013. Untuk menempati posisi tersebut diprediksi jalan Surya akan mulus. Sebab, dikabarkan sudah terjadi polarisasi dan Surya telah mendapat dukungan dari kelompok tua.

Menurut pengamat politik UI, Bonny Hargens, kelompok tua gencar menggosok Surya Paloh agar menguasai Partai NasDem. Mereka melihat parpol berlogo kepala Rajawali itu punya peluang dalam Pemilu 2014.

“Bibit perpecahan muncul ketika NasDem lahir menjadi parpol. Ada kelompok tua yang terdiri dari pensiunan jenderal dan alumni Golkar, punya nafsu besar. Mereka rajin memprovokasi Surya Paloh agar berkuasa di Partai NasDem,” jelas Bonny kepada inilah.com, kemarin.

Namun, Bonny tidak bersedia mengungkapkan siapa sajakah kelompok tua dimaksud. Sedangkan Harry Tanoe, yang sering disapa HT, kata Bonny, dikenal sangat dekat dengan kelompok muda di NasDem. Ketika ada anak muda NasDem yang diganggu membuat HT gundah.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Sugeng Suprawoto menepis adanya konflik tersebut. Sugeng, yang loyalis Surya Paloh itu mengklaim seluruh kader partai mendukung bos Media Group itu untuk memimpin Partai NasDem.

“Tidak ada konflik internal. Tidak ada setuju atau tidak setuju, setelah partai ini dibangun oleh Surya Paloh, kami akan mengembalikannya kepada Surya Paloh,” kata Sugeng di Kantor KPU pekan lalu.

Dia menjelaskan, kongres Partai NasDem yang akan digelar nanti tidak ada pemilihan ketua umum. Namun, kongres akan secara langsung memutuskan Surya Paloh memimpin Partai NasDem.

“Kami akan mengukuhkan Pak Surya Paloh sebagai ketua umum. Kami meminta Surya Paloh untuk memimpin partai NasDem ke depan. Sebab, hanya Surya Paloh yang dapat menyelaraskan salah satu partai baru yang lolos ke ajang pertarungan Pemilu 2014,” jelas Sugeng.

Berita mundurnya tokoh NasDem sebelumnya juga terjadi. Adalah Ketua Dewan Pembina (Ormas) Nasional Demokrat (NasDem), Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dia mundur lantaran ormas itu menjadi partai politik.

“Sejak awal dibentuk tidak ada kesepakatan organisasi masyarakat (ormas) Nasional Demokrat (Nasdem) akan menjadi partai politik, karena saat ini ada deklarasi Partai NasDem, maka saya memilih mundur,” kata Sultan di Sleman ketika itu.

Patut diduga mundurnya dua tokoh itu lantaran kecewa atau mungkin merasa dibohongi Surya Paloh. Atau patut ditengarai juga ketika Ormas NasDem didirikan sebenarnya Surya Paloh tengah mempermainkan strategi politik untuk mengantarkan dirinya agar tetap eksis di panggung politik. Sebab, sebelumnya Surya telah gagal menjadi Ketua Umum Partai Golkar, sehingga kali ini dia tidak boleh gagal lagi menjadi Ketua Umum Partai NasDem.

Bila posisi Ketua Umum Partai NasDem ditangannya, maka jalan untuk maju sebagai calon presiden 2014 semakin terbuka, terlebih namanya selama ini telah disebut-sebut sebagai salah satu capres. [yeh]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Produksi Gas Akan Tingkatkan Rasio Elektrifikasi

    Produksi Gas Akan Tingkatkan Rasio Elektrifikasi

  • Dahlan Pilih Tengok Sapi

    Dahlan Pilih Tengok Sapi

Loyalis Tidak Terima Ruhut Sindir Anas

Loyalis Tidak Terima Ruhut Sindir Anas

Headline

Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul dan Anas Urbaningrum – (Foto : inilah.com)

inilah.com, Jakarta – Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul nyaris berkelahi dengan salah satu kader ormas bentukan Anas Urbaningrum, Pergerakan Indonesia (PI), di dalam sebuah diskusi di Batam.

Kejadian itu bermula ketika kader PI tidak terima dengan pernyataan Ruhut di diskusi tersebut yang kembali menyinggung soal kesediaan Anas yang siap digantung di Monas jika terbukti menerima uang dari proyek pembangunan kompleks olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Salah satu pengurus PI Sri Mulyono mengakui adanya insiden tersebut yang hampir berujung keributan dengan Ruhut. Ia menjelaskan insiden itu telah selesai pada saat itu juga sehingga tidak ada lagi masalah.

Dia menyebut kader PI yang sempat akan berkelahi dengan Ruhut adalah Andy Subiakto. Ia tidak mau merinci soal siapa dan posisinya Andy di PI. “Ya (ada perselisihan) sedikit sama Andy Subiakto, tapi sudah selesai,” kata Sri Mulyono saat dikonfirmasi.

Sebagaimana diberitakan, Ruhut Sitompul hampir baku hantam dengan anggota ormas bentukan Anas Urbaningrum, Pergerakan Indonesia (PI). Kejadian ini terjadi saat Ruhut menjadi pembicara di dalam sebuah diskusi di Batam, kemarin malam.

“Aku bilang Anas, gara-gara kau ngomong digantung di Monas aku dikirimi tali gantungan untuk dikasih ke kau. Eh mereka nggak diterima,” kata Ruhut saat dihubungi, Jumat (1/11/2013). [rok]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Emha Ainun Nadjib Doakan KPK Bubar

    Emha Ainun Nadjib Doakan KPK Bubar

  • AKP MS Dinonaktifkan Sebagai Kapolsek

    AKP MS Dinonaktifkan Sebagai Kapolsek

Inilah.com

Loyalis Anas Tantang Ruhut Sitompul Berkelahi

Loyalis Anas Tantang Ruhut Sitompul Berkelahi

Headline

Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul – inilah.com

inilah.com, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul hampir baku hantam dengan loyalis Anas Urbaningrum di Batam.

Insiden itu terjadi pada Selasa (29/10/2013) saat Ruhut menjadi pembicara di dalam sebuah diskusi di televisi di Batam.

Anggota ormas bentukan Anas Urbaningrum yakni Pergerakan Indonesia (PI) menantang Ruhut berkelahi.

Ruhut sendiri mengakui adanya kejadian tersebut. Bahkan dia menyebut setelah acara diskusi itu, Ruhut hampir adu jotos dengan anggota PI tersebut.

Dia mencerikan awal mula terjadinya ketegangan tersebut. Saat itu dirinya menyinggung soal pernyataan Anas Urbaningrum yang siap digantung di Monas jika terbukti menerima uang dari proyek Hambalang.

“Aku bilang, Anas, gara-gara kau ngomong digantung di Monas aku dikirimi tali gantungan untuk dikasih ke kau. Eh mereka enggak diterima,” kata Ruhut saat dihubungi, Jumat (1/11/2013).

Saat itu, Anas hanya berbicara via telepon dari kediamannya di Duren Sawit Jakarta.

Ruhut menceritakan jika pernyataannya tersebut sempat ditanggapi emosi oleh anggota PI yang ada di diskusi tersebut. Bahkan anggota tersebut sempat menantang Ruhut untuk berkelahi.

Namun aksi itu tidak berlanjut setelah beberapa anggota Partai Demokrat yang ada dilokasi melerai perang mulut tersebut.

“Kalau nggak aku cegah, sudah jadi perkedel mereka (anggota PI) itu,” kata Ruhut.

Perang mulut yang terjadi di acara diskusi itu memang berhasil dilerai. Namun ternyata belum berakhir sebab anggota PI itu kembali menantang Ruhut setelah acara selesai.

“Saat aku di luar merokok, hampir ribut lagi. Tapi aku bilang ke mereka, kau lihat muka gua, udahlah tidak usah ribut-ribut,” cerita anggota Komisi III DPR ini.

Jubir PI, Tri Dianto mengakui adanya keributan tersebut. Namun Tri mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana kelanjutannya.

“Iya bener (ada keributan) tapi saya belum tahu kelanjutnyannya,” katanya. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Robinho Gantikan Posisi Costa di Timnas Brasil

    Robinho Gantikan Posisi Costa di Timnas Brasil

  • Habibie-Prabowo Berdamai, Siapa Menyusul ?

    Habibie-Prabowo Berdamai, Siapa Menyusul ?

Inilah.com

SMS SBY Dari Loyalis Anas Dianggap Rumor

Ormas Anas Vs Demokrat
SMS SBY Dari Loyalis Anas Dianggap Rumor

Headline

inilah.com

inilah.com, Jakarta – Partai Demokrat menganggap munculnya SMS SBY yang marah ke ormas Pergerakan Indonesia (PI) bentukan Anas Urbaningrum, hanyalah rumor.

Partai Demokrat tetap menyangkal Ketua Umum DPP Susilo Bambang Yudhoyono mengirimkan pesan singkat atau SMS ke kader-kadernya menanggapi manuver ormas PI.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan, SBY tidak pernah mengirimkan SMS ke kader atau elite partai.

Apa yang disampaikan oleh loyalis Anas ini, hanya rumor. Walau, mereka menampilkan sebagian isi SMS tersebut.

“Wah banyak rumor. Kami fokus yang riil saja. Soal-soal rakyat dan kepentingan rakyat,” kata Ramadhan kepada inilah.com, Kamis (24/10/2013).

Dia menjelaskan, rumor itu sengaja dimunculkan. Dalam isi SMS itu diketahui SBY sangat marah dengan manuver politik PI. Bahkan, SBY menuding Anas sebagai penyebab merosotnya elektabilitas Demokrat yang sempat membaik pasca Anas mundur Februari 2013.

“Iya lah, (isi SMS) enggak relevan dibahas,” kata Ramadhan.

Adapun isi SMS itu adalah:

“4. Jahat sekali. Luar biasa. Sebenarnya saya tidak ingin melihat ke belakang. Tetapi, pihak Anas terus-menerus menyerang & menghantam saya & Partai Demokrat. Setelah hampir 3 tahun saya mengalah & diam, saatnya utk saya hadapi tindakan yang telah melampaui batasnya itu”.

“Partai Demokrat atas kerja keras kita baru saja mulai bangkit. Karena perilaku sejumlah kader, termasuk Anas, partai kita sempat melorot tajam & hancur. Kalau gerakan penghancuran Partai Demokrat & SBY terus mereka lancarkan, para kader seluruh Indonesia akan sangat dirugikan. Sebagai unsur pimpinan Partai kita harus menyelamatkan partai kita, termasuk nasib & masa depan jutaan kader & anggota PD di seluruh Indonesia”. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • IHSG Sesi I Naik 0,4% ke 4.567,1 dengan Fluktuatif

    IHSG Sesi I Naik 0,4% ke 4.567,1 dengan Fluktuatif

  • Wasit Usir Chiellini, Ini Komentar Conte

    Wasit Usir Chiellini, Ini Komentar Conte

Inilah.com

Loyalis Anas: Kami Tak Serang PD, Tapi Dukung SBY

Loyalis Anas: Kami Tak Serang PD, Tapi Dukung SBY

Headline

Ma’mun Murod Al-Barbasy – IST

inilah.com, Jakarta – Ormas perhimpunan Pergerakan Indonesia (PI) mempertanyakan sikap Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Nurhayati Ali Assegaf yang meminta PI dibubarkan.

Statemen ini lantaran karena Nurhayati menganggap PI menyerang SBY dan Partai Demokrat terus.

Jubir PI Ma'mun Murod Al-Barbasy menjelaskan bahwa tidak pernah ada PI menyerang SBY dan Demokrat. Justru, katanya, dengan membahas politik dinasti, ini membantu instruksi dari Presiden SBY.

“PPI bicara soal meritokrasi, politik dinastik dan jilatokrasi justru menunjukan konsistensi sikap budaya PPI dan ini sekaligus mendukung SBY yang mengecam praktek politik dinasti Gubernur Banten. Kok malah dibilang menyerang,” jelas Ma'mun saat dihubungi, Rabu (23/10/2013).

Dia heran dengan sikap Nurhayati. Apalagi menyebut menyerang Partai Demokrat. Bagi Ma'mun, tidak pernah ada PI menyerang Partai Demokrat.

“Justru beberapa oknum elit PD yang terang-terangan menyerang PPI, seperti Syarif Hasan dan juga NAA (Nurhayati Ali Assegaf) sendiri. Jangan dibolak-balik dong. Bahkan mereka menyerang PPI begitu keras, kejam, dan katrok,” jelas pengajar di Fisip Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.

Menurut aktivis muda Muhammadiyah ini, kalau Partai Demokrat tidak merasa ada politik dinasti, jangan tersinggung. Sebab, lanjutnya, kalau Demokrat tersinggung adanya diskusi tentang meritokrasi dan jilatokrasi di ormas PI, berarti praktek itu berlaku di Demokrat.

Sehingga, lanjut Ma'mun, perlu dipertanyakan sikap keras Nurhayati yang meminta PI dibubarkan. “Ada apa serangan yang lebih keras, tajam dan kejam dari permintaan agar PPI dibubarkan,” katanya. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Jeventus, Tantangan Real Madrid Sesungguhnya

    Jeventus, Tantangan Real Madrid Sesungguhnya

  • Arsenal Tumbang, Wenger Salahkan Kondisi Fisik

    Arsenal Tumbang, Wenger Salahkan Kondisi Fisik

Inilah.com

Loyalis Anas: Demokrat Saja Dibubarkan

Loyalis Anas: Demokrat Saja Dibubarkan

Headline

Anas Urbaningrum – (Foto : inilah.com)

inilah.com, Jakarta – Loyalis Anas Urbaningrum, Tri Dianto menilai pernyataan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Nurhayati Ali Assegaf yang menginginkan ormas Pergerakan Indonesia dibubarkan, tidak cerdas. Sebab, yang layak dibubarkan adalah Partai Demokrat.

Tri Dianto mengatakan, tidak ada alasan pemerintah untuk membubarkan ormas PI. Menurutnya, yang semestinya dibubarkan adalah Partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

“Tidak ada alasan menutup ormas PPI. Justru yang harus dibubarkan Partai Demokrat,” kata tri, ketika dihubungi, Jakarta, Senin (21/10/2013).

Sebab, kata Tri, mayoritas kader partai berlambang segitiga mercy itu diduga terlibat kasus tindak kejahatan korupsi.

“Karena jelas sekali partai Demokrat menjadi sarang koruptor. Banyak pengurusnya yang terlibat korupsi. Apalagi kalau KPK mau benar-benar mengusut saya jamin 70 persen anggotanya kena,” tegas mantan Ketua DPC Cilacap Partai Demokrat itu.

Selain itu, Tri membantah bahwa visi misi Ormas PI untuk menyerang pemerintahan SBY dan Partai Demokrat. Menurutnya, agenda politik PI dialognya untuk pendidikan politik dimasyarakat terutama soal isu-isu yang ada.

“Tidak ada kami menyerang demokrat dan pemerintahan SBY. Apa yang diutarakan Nurhayati tidak cerdas. Saya akan bicarakan ke teman-teman soal ini. Tidak ada alasan PI ini dibubarkan. Kasus kemarin itu hanya miskomunikasi dan salah paham,” demikian Tri. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Bursa Saham, Kurang Sentimen Apa Lagi?

    Bursa Saham, Kurang Sentimen Apa Lagi?

  • Inilah Kriteria PSSI Soal Pengganti Jacksen

    Inilah Kriteria PSSI Soal Pengganti Jacksen

Inilah.com