Massa NU Segel Kantor PKB Lebak

Massa NU Segel Kantor PKB Lebak


PUSAT BERITA –Banten: Massa Nahdlatul Ulama menyegel kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa di Lebak, Banten, Rabu (26/12). Mereka tidak terima atas pemecatan salah seorang kader yang juga anggota DPRD Provinsi Banten. Penyegelan dilakukan dengan menggunakan rantai dan kunci gembok. Pendemo yang emosi juga membuang sejumlah atribut PKB ke jalan raya. Aksi yang didominasi kaum ibu ini adalah buntut kekecewaan pemecatan salah seorang kader bernama Haji Anda. Pemecatan sang kader, yang juga menjabat Ketua NU Lebak dan anggota DPRD Provinsi Banten, dinilai tidak melalui mekanisme rapat internal partai. Pengunjuk rasa mendesak Ketua DPC PKB Lebak, Epu Saepullah, mundur dari jabatanya. Mereka menganggap Epu tidak menghormati dan mengayomi warga Nahdiyin serta mengambil keputusan yang melenceng dari peraturan rumah tangga PKB.(wtr6)

Massa NU Segel Kantor PKB Lebak

Massa NU Segel Kantor PKB Lebak


Banten: Massa Nahdlatul Ulama menyegel kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa di Lebak, Banten, Rabu (26/12). Mereka tidak terima atas pemecatan salah seorang kader yang juga anggota DPRD Provinsi Banten. Penyegelan dilakukan dengan menggunakan rantai dan kunci gembok. Pendemo yang emosi juga membuang sejumlah atribut PKB ke jalan raya. Aksi yang didominasi kaum ibu ini adalah buntut kekecewaan pemecatan salah seorang kader bernama Haji Anda. Pemecatan sang kader, yang juga menjabat Ketua NU Lebak dan anggota DPRD Provinsi Banten, dinilai tidak melalui mekanisme rapat internal partai. Pengunjuk rasa mendesak Ketua DPC PKB Lebak, Epu Saepullah, mundur dari jabatanya. Mereka menganggap Epu tidak menghormati dan mengayomi warga Nahdiyin serta mengambil keputusan yang melenceng dari peraturan rumah tangga PKB.(wtr6) Hanya Sekedar Memberikan Informasi Video Berita, Mohon di Like atau di Share. Jika Ingin Berita Video Terbaru Silahkan Subscribe. Thanks ^_^

Terminal Lebak Bulus belum dapat dibongkar

(ANTARA News) – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan sampai dengan saat ini belum ada pengerjaan pembongkaran Terminal Bus Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

“Meskipun operasionalnya sudah ditutup sejak Januari 2014, sampai sekarang pembongkaran Terminal Lebak Bulus belum dapat dilakukan karena harus melalui proses lelang,” kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis.

Menurut dia, saat ini proses lelang pembongkaran terminal tersebut masih terus berjalan sampai ditentukan pemenangnya. Setelah itu, pemenang lelang yang bertanggung jawab melakukan pembongkaran.

“Karena, menurut peraturan, setiap kegiatan pembongkaran gedung pemerintahan daerah harus melalui proses tender pembongkaran, dan pemenang lelang yang kemudian melakukan pengerjaan pembongkaran tesebut,” ujar Basuki.

Melalui proses lelang, dia menuturkan, maka aset dari Terminal Lebak Bulus dapat memberikan keuntungan finansial bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Dalam pembongkaran itu, pasti nanti akan menghasilkan banyak sekali besi tua. Kalau besi itu dijual, kita untung. Disinilah peran pemenang lelang, yaitu membongkar sekaligus membeli besi-besi tua atau aset lain yang ada di terminal itu,” tutur Basuki.

Sejak Januari 2014, operasional Terminal Lebak Bulus telah ditutup bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Setelah ditutup, terminal tersebut kemudian akan dibongkar, terkait rencana pembangunan depo utama Mass Rapid Transit (MRT).

Selanjutnya, pelayanan bus AKAP di terminal itu dialihkan ke beberapa terminal lain di Jakarta sesuai dengan tujuan. Bus tujuan Sumatera akan berangkat dari Terminal Kalideres, bus tujuan Jawa Barat akan berangkat dari Terminal Kampung Rambutan, sedangkan bus tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur dan daerah di timur berangkat dari Terminal Pulo Gadung.

google.co.id

Banyak Jembatan `Indiana Jones` di Lebak, Pilkada Malah Rp 10 M

Banyak Jembatan `Indiana Jones` di Lebak, Pilkada Malah Rp 10 M

Liputan6.com, Jakarta : KPK menangkap dan menetapkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif Akil Mochtar menjadi tersangka kasus suap sengketa Pilkada Lebak yang juga melibatkan adik Gubernur Banten Ratu Atut, yakni Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Meski telah ditangkap KPK, keputusan yang pernah dibuat Akil untuk mengulang Pilkada Lebak dan membatalkan keputusan KPU tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih Pilkada Lebak 2013-2018, yakni Iti Octavia Jayabaya-Ade Sumardi tak bisa diubah. Lantaran keputusan MK bersifat final dan mengikat.

Menanggapi hal itu, Calon Bupati (Cabub) Lebak Iti Octavia Jayabaya yang sempat memenangkan Pilkada Lebak dengan perolehan 62,37 persen sebelum akhirnya digagalkan MK yang dipimpin Akil Mochtar itu mengaku kecewa. Karena, Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam pilkada itu memakan dana APBD Kabupaten Lebak sebesar Rp 10 miliar.

“Yang kami sayangkan adalah pilkada ulang ini terjadi disaat Kabupaten Lebak yang merupakan kabupaten tertinggal ini sedang giat-giatnya membangun. Karena, dengan adanya pilkada ulang ini dapat menyerap APBD sebanyak Rp 9 hingga Rp 10 miliar,” kata Iti saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Iti yang juga Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat ini menjelaskan seharusnya Pilkada Lebak itu tak diulang, mengingat Ketua MK Akil Mochtar yang memutuskan Pilkada Lebak diulang itu kini telah menjadi tersangka.

Apalagi, jelas Iti, dana sebanyak Rp 10 miliar untuk pilkada ulang tersebut seharusnya bisa dialihkan untuk pembangunan jembatan dan infrastruktur di Lebak, khususnya jembatan gantung ala ‘Indiana Jones’.

“Seharusnya uang itu bisa membangun jembatan-jembatan, karena kami punya jembatan gantung yang seperti teman-teman media ketahui, seperti jembatan Indiana Jones,” tutur Iti.

Iti yang merupakan anak Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya ini menjelaskan saat ini ada sekitar 300 lebih jembatan gantung yang rusak seperti jembatan ‘Indiana Jones’. Karena itu, Kabupaten Lebak sebetulnya kini membutuhkan banyak dana dalam pembangunan infrastrukturnya.

“Kita masih punya 300 lebih jembatan seperti itu, dan 80 jembatan permanen yang perlu dibenahi. Sebenarnya dana itu bisa untuk pembangunan dari pada untuk Pilkada ulang,” tukas Iti. (Ali/Riz)

liputan6.com

Adik Ratu Atut Ditangkap, Cabup Lebak: Kado dari Allah SWT

Adik Ratu Atut Ditangkap, Cabup Lebak: Kado dari Allah SWT
Tubagus Chaery Wardana alias Wawan. (Antara/Dhoni Setiawan)

Liputan6.com, Jakarta : Terungkapnya dugaan suap sengketa Pilkada Lebak, Banten, yang melibatkan Ketua non-aktif Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik Gubernur Banten Ratu Atut, disyukuri Calon Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya. Kemenangan Iti yang berpasangan dengan Ade Sumardi dibatalkan oleh MK.

“Penangkapan ini saya anggap sebagai satu hadiah dan kado dari Allah SWT untuk masyarakat Lebak,” kata Iti di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Iti yang juga anggota Komisi XI DPR dari fraksi Partai Demokrat berharap ditangkapnya Wawan yang berperang sebagai operator pelaksanaan pilkada ulang di Kabupaten Lebak itu, bisa menjadi awal revolusi bagi masyarakat Banten. Apalagi, diketahui Wawan juga adik dari Gubernur Banten Ratu Atut.

“Dan semoga penangkapan itu menjadi awal revolusi bagi Banten, sehingga pemimpin bisa membangun daerahnya menjadi lebih maju, karena saya yakin Kabupaten Lebak, sebagai penyangga Ibukota punya banyak potensi yang bisa kita optimalkan,” imbuh Iti.

Pilkada Kabupaten Lebak memang sempat memanas. Salah satu pasangan calon, yakni Amir Hamzah-Kasmin (HAK), menggugat keputusan KPU ke MK terkait hasil pilkada yang dimenangkan pasangan Iti Octavia-Ade Sumardi (IDE). MK mengabulkan gugatan, dan memerintahkan KPU menggelar Pilkada Lebak diulang di seluruh TPS.

Selain itu, MK membatalkan keputusan KPU Nomor 40/Kpts/KPU.Kab./015.436415/IX/2013 tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara. MK juga membatalkan keputusan KPU Nomor 41/Kpts/KPU.Kab./015.436415/IX/2013 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih Pilkada Lebak 2013-2018.

Kemenangan pasangan IDE pada pilkada itu karena MK menganggap telah terjadi kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif dalam pelaksanaan Pilkada Lebak 31 Agustus 2013, lalu. Objek materi kecurangan yang diajukan pemohon pasangan HAK juga mencapai 72 item.

Sebelum sengketa Pilkada Lebak masuk ke meja MK, KPU setempat resmi menetapkan pasangan Iti Oktavia-Ade Sumardi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lebak periode 2013-1018. Iti merupakan anak Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya. Penetapan itu ditentukan dalam rapat pleno KPU pada 8 September 2013.

Pasangan Iti ini mengalahkan 2 calon Bupati dan Wakil Bupati Lebak yakni Amir Hamzah-Kasmin dan pasangan Pepep Faisaludin-Aang Rasidi. Iti Oktavia (anggota DPR dari Partai Demokrat)-Ade Sumardi (Ketua DPC PDIP Lebak) diusung oleh Partai Demokrat, PDIP, Hanura, Gerindara, PPP, PKS, PPNU. Keduanya meraih suara terbanyak yaitu 407.156 suara (62,37 persen).

Sedangkan Amir Hamzah (Wakil Bupati Lebak saat ini atau calon incumbent)-Kasmin, yang didukung Partai Golkar meraih 226.440 suara (34,69 persen). Terakhir, pasangan Pepep Faisaludin – Aang Rasidi, yang maju dari perseorangan meraih suara sebanyak 19.163 (2,94 persen). (Adi)

liputan6.com

Wakil Bupati Lebak Benarkan Pertemuan Atut-Akil

Wakil Bupati Lebak Benarkan Pertemuan Atut-Akil

Headline

Wakil Bupati Lebak, Banten, Amir Hamzah – (Foto : istimewa)

inilah.com, Jakarta – Wakil Bupati Lebak, Banten, Amir Hamzah tak banyak berkomentar usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.

Amir membenarkan dirinya ditanyai soal pertemuan antara Gubernur Ratu Atut Chosiyah dan Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif Akil Mochtar.

Hal itu dikonfirmasinya dengan menganggukan kepala sembari berujar menyerahkan semuanya ke penyidik.

“Kita serahkan semuanya ke KPK. Silakan tanya saja pada KPK,” kata Amir, Selasa (22/10/2013) malam.

Pertemuan tersebut diketahui dilakukan Akil dan Atut pada medio akhir September 2013. Diduga dalam pertemuan tersebut, Akil dan Atut serta Wawan membicarakan masalah pemilu kada.

Amir juga mengaku ditanyai soal pertemuannya dengan Wawan. “Iya,” singkatnya.

Pertemuan tersebut diduga buat berkonsultasi soal duit Rp1 Miliar untuk Akil. Namun, dia kemudian tak mau menjawab saat ditanya apakah duit Rp1 miliar yang diberikan Wawan untuk Akil melalui Susi Tur Andayani itu berasal darinya.

Ia kemudian memilih masuk ke mobil dan tak menjawab pertanyaan lain yang diajukan wartawan.[dit]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Lawan Sociedad, United Siap ke Jalur Kemenangan

    Lawan Sociedad, United Siap ke Jalur Kemenangan

  • Terus Ditekan Fans, Ronaldo Bela Pemain Ini

    Terus Ditekan Fans, Ronaldo Bela Pemain Ini

Inilah.com

Wakil Bupati Lebak Katakan, Pemeriksaan KPK Biasa-biasa Saja

Wakil Bupati Lebak Katakan, Pemeriksaan KPK Biasa-biasa Saja
Selasa, 22 Oktober 2013 , 21:20:00 WIB

Laporan: Samrut Lellolsima

AMIR HAMZAH/NET
  

RMOL. Sekitar 10 jam Wakil Bupati Lebak, Banten, Amir Hamzah menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia diinterogasi dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan.

Usai diperiksa, Amir menyatakan bahwa di ruang pemeriksaan tadi, banyak pertanyaan yang dilontarkan penyidik seputar suap dalam sengketa pilkada tersebut. Tapi, pria yang maju sebagai calon Bupati Lebak ini mengklaim pertanyaan yang dilontarkan masih normatif. Adapun Amir diketahui merupakan pihak yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Biasa saja, biasa saja (pertanyaannya),” kata dia di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (22/10) malam.

Amir tak menampik saat ditanya apakah penyidik juga menanyakan soal pertemuan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah bersama Wawan dan Akil Mochtar yang terjadi di Singapura medio September 2013 lalu. Pertemuan itu diduga membahas perihal masalah Pilkada di lingkungan MK.

“Kita serahkan semuanya ke KPK. Silahkan tanya saja pada KPK,” kata dia sambil menganggukkan kepala.

Kendati begitu, Amir bungkam saat ditanya soal apakah uang Rp 1 milliar yang diberikan ke Akil Mochtar berasal darinya. Dia terus bungkam hingga akhirnya masuk ke dalam mobil pribadinya.

Amir sebelumnya pernah diperiksa KPK sebagai saksi tersangka Tb Chaeri Wardhana alias Wawan pada Rabu (9/10) terkait kasus suap pengurusan sengketa pilkada Lebak, Banten.

Pada 7 Oktober 2013, KPK sudah mengeluarkan surat perintah cegah terhadap Amir Hamzah yang juga merupakan calon Bupati Lebak, Banten yang dilayangkan ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham terkait kasus suap sengketa Pilkada Lebak, Banten. Dalam surat cegah bernomor No. SKEP.704/01/10/2013, KPK juga mencekal calon wakil Bupati Lebak, Kasmin Bin Saelan yang berlaku untuk enam bulan ke depan.

Wawan sudah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka pemberi suap Rp1 miliar kepada Akil Mochtar dan advokat sekaligus politisi PDIP Susi Tur Andayani dalam pengurusan sengketa Pilkada Lebak, Banten yang disidangkan di MK. [rus]


Baca juga:

Istri Akil Mochtar Tolak Beri Keterangan di Ruang Pemeriksaan
KPK Anggap Terlalu Dini Seret Suami Airin di Lidik Alkes
Penyelidikan Kasus Alkes Tak Berkaitan Suap Sengketa Pilkada di MK
Diperiksa Untuk Suami
Berkacamata Hitam, Ratu Rita Terobos Kerumunan Wartawan


Komentar Pembaca