Pemkab Karawang Sebar 8.500 Label Sehat Hewan Kurban

Hewan kurban (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melalui Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan dan Peternakan setempat menghabiskan 8.500 label sehat yang dipasang di setiap hewan kurban yang dinyatakan sehat oleh petugas monitoring hewan kurban.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan dan Peternakan Karawang, Sri Hardiyati, mengatakan sebanyak 8.500 label sehat itu dipasang pada ribuan hewan kurban.

Sebelum dipasang, hewan-hewan kurban itu diperiksa kondisinya dan hasilnya. Hewan-hewan kurban yang dinyatakan sehat dipasangi label sehat.

Label sehat yang disiapkan untuk hewan kurban di Karawang sebanyak 8.500 label. Jumlah tersebut terdiri atas label yang dianggarkan APBD Karawang sebanyak 6.000 label dan bantuan Pemprov Jawa Barat sebanyak 2.500 label.

“Semua label sehat untuk dipasang di hewan kurban yang sehat itu telah disebar ke seluruh wilayah sekitar Karawang,” katanya seperti dikutip Antara.

Meski sudah menyebar 8.500 label sehat ke berbagai wilayah sekitar Karawang, tetapi pihaknya belum memiliki data hewan kurban sehat yang dijual di lapak-lapak penjualan hewan kurban.

Sebab, hingga sehari menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Selasa ini, petugas masih melakukan pengecekan hewan-hewan kurban di lapangan.

google.co.id

Amerika Kritik Aturan Label Anggur Eropa

Amerika Kritik Aturan Label Anggur Eropa

Headline

Uni Eropa (UE) – (Foto: Istimewa)

inilah.com, Washington – Perwakilan dagang Amerika Serikat (AS) mengkritik kebijakan Uni Eropa (UE) mengenai minuman anggur atau wine.

“Regulasi UE mengenai istilah tradisional membatasi produsen wine dari negara non-UE untuk menggunakan istilah umum, atau menjelaskan produk tersebut,” demikian US Trade Representative (USTR).

UE menerapkan batasan-batasan pada pemberian label wine, yang dianggap USTR sebagai sebuah penghambat ekspor minuman beralkohol tersebut ke blok beranggotakan 27 negara itu.

Menurut laporan USTR, UE hendak mencari hak eksklusif untuk istilah tradisional Eropa seperti tawny, ruby, reserve, classic, dan chateau, pada label di botol. USTR tak menyukai dampaknya terhadap penjualan anggur.

Namun begitu, menurut laporan ini, UE mungkin mengizinkan produsen dari negara pihak ketiga utuk menggunakan istilah tradisional tersebut, jika pemerintah mereka menyepakati regulasi penggunaan istilah di pasar mereka. [ast]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Jadi Pahlawan PSG, Matuidi Bangga

    Jadi Pahlawan PSG, Matuidi Bangga

  • Inilah Skuat Inter vs Sampdoria

    Inilah Skuat Inter vs Sampdoria

Google.co.id