Antisipasi Krisis AS, Pemerintah Diminta Tambah Cadangan Devisa

'Governmet Shutdown' di Amerika Serikat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia diminta untuk mewaspadai problematika yang dihadapi oleh Amerika Serikat (AS). Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gajah Mada (UGM) Tony Prasetiantono mengungkapkan pemerintah harus berupaya menambah cadangan devisa (cadev).

“Sekarang cadev kita 96 miliar dolar AS. Sementara itu kita pernah memiliki 124,7 miilar dolar. Dengan bantalan dari Korea 10 miliar dolar dan Cina 15 miliar dolar, rasanya cukup,” ujar Tony kepada Republika, Selasa (15/10).

Pemerintah juga diminta untuk mempertahankan surplus perdagangan seperti yang dicapai pada Agustus 2013, meskipun angkanya kecil. Dengan terus mendorong ekspor dan menekan impor, Tony meyakini tekanan ke cadev akan berkurang secara perlahan. Bantalan cadev sangat baik membantu negara di tengah situasi yang tidak pasti.

Perbankan juga perlu waspada dan berhati-hati dalam menyalurkan kredit, apalagi dalam bentuk valuta asing. “Perbankan harus menjaga rasio kecukupan modal (CAR) agar kuat menghadapi gempuran krisis,” kata Tony.

Kepala ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk Ryan Kiryanto menilai parlemen AS dan pemerintahan Presiden Barack Obama harus segera menyepakati plafon utang atau debt ceiling agar shutdown segera berakhir. Berakhirnya penghentian sementara pemerintahan akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian global.

Ryan menilai tidak ada gunanya Demokrat dan Republik saling ngotot dengan kehendak masing-masin. Taruhannya adalah ekonomi AS itu sendiri. “Indonesia akan terkena imbas jika masalah debt ceiling tidak tuntas sampai 17 Oktober. Permintaan impor dari AS akan seret dan mengganggu ekspor kita,” kata Ryan.

Ahli anggaran dari Bipartisan Policy Center di Washington Steve Bell mengungkapkan krisis ekonomi akan melanda AS jika Washington tidak mencapai kesepatakan plafon utang. Tanpa menaikkan plafon utang, pemerintah tidak akan mampu lagi menambah utang nasional dan hanya akan bergantung pada pendapatan yang masuk dan dana tunai 30 miliar dolar AS untuk membayar obligasi negara.

“Menekan plafon utang akan menyebabkan negara jatuh dalam resesi selanjutnya,” ujar ekonom Macroeconomic Advisers Joel Prakken. Apabila AS kehabisan uang tunai untuk membayar obligasi, maka negara tersebut akan mengalami default atau gagal bayar. Efeknya akan merembet ke ekonomi global, baik negara berkembang maupun negara maju.

Awal Oktober pemerintah AS menutup sementara layanan pemerintahan menyusul serangkaian perdebatan antara parlemen, senat dan Gedung Putih. Pemerintah AS gagal mencapai kesepakatan untuk menaikkan plafon utang sedangkan kesepakatan sudah harus dicapai pada 17 Oktober 2013. Saat ini utang AS yang jatuh tempo pada 17 Oktober 2013 mencapai 16,7 triliun dolar AS.

google.co.id

Luthfi Bilang ke Suswono Indonesia Krisis Daging

Luthfi Bilang ke Suswono Indonesia Krisis Daging

Headline

Terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq dan Menteri Pertanian Suswono – (Foto : inilah.com)

inilah.com, Jakarta – Dalam kesaksiannya, Luthfi mengaku pernah berbicara dengan Menteri Pertanian Suswono soal krisis daging yang sempat mencuat beberapa bulan lalu di tanah air.

Pernyataan bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini dikatakannya saat bersaksi dalam sidang terdakwa Ahmad Fathanah yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

”Saya memang pernah sampaikan (krisis) daging ke Mentan (Suswono),” ujar Luthfi di hadapan majelis hakim pengadilan Tipikor Jakarta, yang diketuai Nawawi Pomolango, Kamis (10/10/2013).

Luthfi menjelaskan, salah satu materi yang disampaikan kepada Mentan Suswono adalah mengenai kabar maraknya peredaran daging babi dan tikus.

Dia mengaku banyak menerima keluhan dan tekanan dari banyak pihak soal peredaran kedua jenis daging itu.

Namun terungkap pula dalam persidangan ini, Luthfi memiliki alasan lain sehingga menyampaikan soal beredarnya daging babi dan tikus yang diikuti melonjaknya harga daging sapi kepada Mentan Suswono.

Menurut Luthfi, permasalahan itu perlu disampaikan agar Menteri Suswono yang notabene asal PKS tidak di reshuffle atau dicopot dari kabinet.

Pasalnya tambah Luthfi, sebelumnya sudah ada Menteri asal PKS yang ditendang dari kabinet yaitu Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Suharna Surapranata

”Saya kawatir dia di reshufle akibat kebijakan. Saya tidak mau di periode saya ada dua menteri diresshufle,” tandas Luthfi. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Kiper Legendaris MU Kian Optimistis dengan De Gea

    Kiper Legendaris MU Kian Optimistis dengan De Gea

  • Siap-siap, Microsoft Office Segera Hadir di iPad

    Siap-siap, Microsoft Office Segera Hadir di iPad

Inilah.com

Sutan: Naikkan TDL, PLN Harus Atasi Krisis Listrik

Metrotvnews.com, Jakarta: Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) berlaku mulai kemarin (1/10). Penaikan itu tentu saja memberatkan masyarakat. Tak sekadar berat secara finansial, pelayanan PLN yang kurang prima juga menimbulkan pertanyaan sendiri.

Hingga saat ini, pemadaman bergilir masih sering terjadi. Bahkan di beberapa daerah masih ada masyarakat Indonesia yang belum bisa menikmati listrik.

Ketua Komisi VII yang membawahi persoalan ini, Sutan Bathoegana mengaku sama sekali tak setuju. Menurut Ketua DPP Partai Demokrat itu, penaikan baru boleh dilakukan ketika PLN sudah bisa meningkatkan kualitas pelayanannya.

“Saya pribadi tidak setuju itu sebelum PLN meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat. Ini yang harus dipikirkan kawan-kawan di PLN,” ujar Sutan ketika dihubungi Metrotvnews.com, Selasa (1/10).

Jika saja PLN mau dan tanggap memberikan hak listrik pada seluruh masyarakat Indonesia, penaikan TDL seharusnya tak akan menjadi persoalan baru bagi masyarakat. Itu pula yang ditangkap Sutan.

“Kalau mau TDL dinaikkan, kuncinya jangan ada lagi krisis listrik di daerah-daerah, khususnya seperti di Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Timur dan lain-lain,” tegas Sutan.

Editor: Afwan Albasit

metrotvnews.com

Krisis Darah, NasDem Pamekasan Gelar Donor

Metrotvnews.com, Pamekasan: Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sering mengalami kekurangan stok darah di kantor Palang Merah Indonesia. Karenanya, pada Minggu siang, 29 September, Partai NasDem menggelar kegiatan donor darah di areal Monumen Arek Lancor. Kegiatan ini mengundang perhatian banyak warga.

Alhasil, pelaksanaan donor darah yang digelar Partai NasDem berlangsung semarak. Banyak warga yang ikut serta menyumbangkan darah rela antre bergiliran.
 
Menurut Abdullah Ibrahim, Ketua Partai NasDem Pamekasan, kegiatan donor darah itu merupakan salah satu bentuk kepedulian kader dan pengurus Partai NasDem terhadap warga yang membutuhkan darah. Kegiatan tersebut juga sekaligus membuktikan bahwa Partai NasDem mampu bekerja sama dengan masyarakat untuk melakukan hal yang positif dan perubahan paradigma pelayanan kepada warga.
 
Kegiatan donor darah itu akan rutin digelar Partai NasDem Pamekasan setiap satu bulan sekali. Dengan begitu, Pamekasan diharapkan tidak akan lagi mengalami kekurangan stok darah.

Editor: Wisnu AS

metrotvnews.com

Ekonomi AS di Ambang Krisis?

Ekonomi AS di Ambang Krisis?

Headline

(Foto:ilustrasi)

inilah.com, New York – Apa indikasi ekonomi Amerika sedang krisis? Secara historis bisa terlihat dari dari harga emas, harga minyak mentah.

Saat ini pemerintah AS sedang menghadapi shutdown pada pekan depan. Dampaknya dapat langsung terasa di harga minyak mentah AS. Harga minyak akan mendapat pukulan keras yang mencerminkan ekonomi yang mengalami perlambatan. Bersamaan dengan itu, komoditas emas akan mendapat dorongan menjadi safe haven dari situasi yang penuh ketidakpastian tersebut.

Dengan kecenderungan emas dan minyak mentah menguat, maka investor di pasar hampir tidak perduli terhadap risiko pelayanan pemerintah yang berkurang, bahkan potensi gagal bayar utang AS.

Harga emas dan harga minyak mentah AS pada hari Kamis (26/9/2013) telah mengakhiri fase negatif sejak awal bulan. Pada bulan September, harga emas telah turun 5 persen dan harga minyak mentah telah kehilangan 4 persen. Penurunan harga tersebut dampak dari spekulasi pengurangan stimulus moneter the Fed.

Pada perdagangan Jumat (27/9/2013) akhir pekan ini, harga emas naik 1,1% ke US$ 1.339,20 per troy ons. Harga minyak mentah AS turun 0,1% ke US$ 102,87 per barel.

Untuk harga logam yang lain seperti perak menguat 0,3% ke US$ 21,8 per ons, harga tembaga naik 0,65 ke US$ 3,32 per pon dan harga platinum naik 0,3% ke US$ 1.419,20 per ons.

Baik emas maupun minyak tambahnya mengabaikan sebagian besar ketakukan dan berdebatan di ibu kota (AS). “Padahal investor akan terkuras emosinya terhadap perdebatan anggaran dan batas utang AS,” kata Jonathan Citrin, penasehat investasi dari Citrin Group.

Rekomendasi Untuk Anda


  • Jarang Dimainkan, MU Depak Zaha?

    Jarang Dimainkan, MU Depak Zaha?

  • PBB Keluarkan Resolusi Suriah, Inilah Keputusannya

    PBB Keluarkan Resolusi Suriah, Inilah Keputusannya

Google.co.id

Enam Kecamatan di Trenggalek Krisis Air

Warga yang sedang krisis air, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,TRENGGALEK–Kekeringan mulai melanda sejumlah kawasan di enam kecamatan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, sehingga pemerintah setempat harus menyuplai air bersih dengan truk-truk tangki.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Joko Rusianto, Sabtu mengatakan, kekeringan antara lain melanda Kecamatan Trenggalek, Watulimo, Panggul, Dongko, Suruh, dan Pule.

Tidak semua wilayah di enam kecamatan itu mengalami kekeringan. Menurut laporan ada sejumlah desa dan daerah pelosok di enam kecamatan itu yang sudah mengeluhkan kesulitan air bersih.

“Jadi tidak semua desa di enam kecamatan tadi krisis air, hanya saja sebagian besar sudah mulai kesulitan untuk mendapatkan air. Sedangkan untuk data pastinya desa-desa mana saja, masih kami rekap,” katanya.

Krisis air yang terjadi di Kabupaten Trenggalek mulai terjadi sejak dua pekan terakhir atau memasuki bulan September. Menurut Joko, kategori kekeringan yang melanda sejumlah desa tersebut belum mencapai kering kritis.

Sebagaimana rilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima BPBD, sebagian wilayah Kabupaten Trenggalek berpotensi besar mengalami kondisi kering kritis.

“Karena seperti kita ketahui Trenggalek ini memang merupakan daerah rawan kekeringan, sehingga yang dimaksud kering kritis tadi adalah untuk mendapatkan air itu harus mencari lebih dari tiga kilometer,” ujarnya.

Terkait kondisi tersebut, sejumlah pemerintah desa dan kecamatan telah mengusulkan bantuan air bersih ke BPBD Trenggalek.Joko mengaku akan segera menindaklanjuti permintaan itu melalui PDAM setempat.

Ia mengklaim telah siap untuk menangani dampak dari musim kekeringan dengan menyiapkan Seluruh armada serta anggaran yang memadai.

“Untuk tahun ini di APBD Trenggalek disiapkaan anggaran sekitar Rp400-an juta, selain itu juga di-`backup` oleh APBD Provinsi Jatim. Jadi tidak perlu kawatir” tadas Joko.

Ia membandingkan, penanganan bencana kekeringan yang terjadi tahun lalu BPBD Kabupaten Trenggalek menghabiskan anggaran Rp1,1 miliar, sedangkan tahun ini kesiapan anggaran lebih dari jumlah tersebut.

“Tahun ini kami mengusulkan bantuan ke provinsi sekitar Rp2 miliar. Yang jelas, karena kekeringan ini adalah tanggung jawab bersama, maka kami selalu koordinasi dengan BPBD provinsi,” ujar Joko Rusianto.

google.co.id