Petunjuk Teknis Pemilu 2009 – Edisi Revisi

Petunjuk Teknis Pemilu 2009 - Edisi Revisi


Petunjuk Teknis Pemilihan Umum 2009 Indonesia edisi Revisi KPU tertanggal 4 Maret 2009. Untuk download silakan kunjungi www.pk-sejahtera.de, tersedia dalam versi JPG, PDF, FLV dan MPG. Tandai pilihan anda dengan benar, pilihan terasa semakin mantap karena memilih nomor 8 Partai Keadilan Sejahtera.

Ribuan Kader Mundur, Elite Nasdem Kongres

Ribuan Kader Mundur, Elite Nasdem Kongres

Politisi Golkar Enggartiasto Lukita (ke-3 dari kiri), Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella (ke-3 dari kanan), Ketua Bappilu Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan (ke-2 dari kanan), Aktivis ’98 Ulung Rusman (kiri), dan Pengacara OC. Kalligis usai ko

, JAKARTA — Sungguh ironis nasib Partai Nasdem. Saat petinggi partai akan menggelar kongres nasional, ribuan kader partai malah ramai-ramai mengundurkan diri.

Dipimpin oleh Ketua DPW Nasdem DKI Jakarta, Armyn Gultom, ribuan kader Nasdem mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) ke kantor DPP Partai Nasdem, Jalan Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (25/1).

Selain KTA, mereka juga mencopot baju seragam Nasdem untuk menegaskan pengunduran diri sebagai pengurus dan kader partai yang didirikan Surya Paloh tersebut. “Partai Nasdem sudah tidak Layak lagi memperjuangkan restorasi di Indonesia,” kata Armyn dalam orasinya.

Dia mengatakan tidak bisa sejalan lagi dengan elit dan pendiri partai. Mekanisme yang berlangsung di tubuh partai menurutnya sudah tidak sehat, bahkan melanggar AD/ART partai. Bahkan, kongres yang dilaksanakan hari ini disebut Armyn juga menyalahi prosedur.

Sikap otoriter Surya Paloh, lanjut dia, juga menjadi salah satu penyebab kader di DKI Jakarta memilih mundur. “Kami dipaksa untuk memilih dan menandatangani surat agar mendukung Pak Surya Paloh sebagai ketua umum,” ujarnya.

Hal itu dinilai Armyn telah menciderai demokrasi dan gerakan perubahan yang mereka usung. Padahal, kader partai telah berjuang untuk meloloskan Nasdem dalam verifikasi parpol yang diselenggarakan KPU. Hingga Partai Nasdem menjadi peserta pemilu 2014 dengan nomor urut satu.

“Kami tidak sejalan lagi dengan Surya Paloh yang sebentar lagi akan menjadi ketua umum, dan Patrice Rio Capella yang akan turun jabatan menjadi sekretaris jendral,” ungkap Army.

Army mengelak jika aksi tersebut dimotori Hary Tanoesudibjo, petinggi Nasdem yang sudah mundur terlebih dahulu. Namun, mereka bertekad akan terus menyalurkan aspirasi politiknya melalui lembaga baru. Mereka juga tidak menutup kemungkinan bergabung dengan partai lain asal ideologinya sama-sama memperjuangkan perubahan.

Sekretaris DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Diflaizal Zen Koto, menambahnya, kemunduran mereka serentak dilakukan oleh seluruh pengurus harian DPW, DPC, hingga ranting dan rayon di DKI Jakarta.

“Ada 700.000 yang sudah mengembalikan KTA. Kantor-kantor juga sudah kami tutup dan kembalikan ke Nasdem sejak hari ini,” kata Diflaizal.

Diflaizal mengklaim, akan banyak kader lain yang menyusul. Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Jawa Barat.

Kaos dan KTA yang dikembalikan, ditumpuk di depan gerbang kantor. Tidak ada perwakilan pengurus DPP partai yang menemui mereka. Hanya ada satu orang pengurus ormas Nasional Demokrat yang bersuara.

“Wajar saja kalau keluar, kita tidak tahu yang sebenarnya. Yang datang kesini tidak sampai 3.000. Kami ga peduli, itu hak mereka kalau tidak sesuai dengan pimpinan,” kata Orri Bukhori, Wasekjen Ormas Nasdem DKI Jakarta.

Elite Partai Gelar Kongres, Ribuan Kader Nasdem Mundur

Elite Partai Gelar Kongres, Ribuan Kader Nasdem Mundur

Politisi Golkar Enggartiasto Lukita (ke-3 dari kiri), Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella (ke-3 dari kanan), Ketua Bappilu Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan (ke-2 dari kanan), Aktivis ’98 Ulung Rusman (kiri), dan Pengacara OC. Kalligis usai ko

, JAKARTA — Sungguh ironis nasib Partai Nasdem. Saat petinggi partai akan menggelar kongres nasional, ribuan kader partai malah ramai-ramai mengundurkan diri.

Dipimpin oleh Ketua DPW Nasdem DKI Jakarta, Armyn Gultom, ribuan kader Nasdem mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) ke kantor DPP Partai Nasdem, Jalan Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (25/1).

Selain KTA, mereka juga mencopot baju seragam Nasdem untuk menegaskan pengunduran diri sebagai pengurus dan kader partai yang didirikan Surya Paloh tersebut. “Partai Nasdem sudah tidak Layak lagi memperjuangkan restorasi di Indonesia,” kata Armyn dalam orasinya.

Dia mengatakan tidak bisa sejalan lagi dengan elit dan pendiri partai. Mekanisme yang berlangsung di tubuh partai menurutnya sudah tidak sehat, bahkan melanggar AD/ART partai. Bahkan, kongres yang dilaksanakan hari ini disebut Armyn juga menyalahi prosedur.

Sikap otoriter Surya Paloh, lanjut dia, juga menjadi salah satu penyebab kader di DKI Jakarta memilih mundur. “Kami dipaksa untuk memilih dan menandatangani surat agar mendukung Pak Surya Paloh sebagai ketua umum,” ujarnya.

Hal itu dinilai Armyn telah menciderai demokrasi dan gerakan perubahan yang mereka usung. Padahal, kader partai telah berjuang untuk meloloskan Nasdem dalam verifikasi parpol yang diselenggarakan KPU. Hingga Partai Nasdem menjadi peserta pemilu 2014 dengan nomor urut satu.

“Kami tidak sejalan lagi dengan Surya Paloh yang sebentar lagi akan menjadi ketua umum, dan Patrice Rio Capella yang akan turun jabatan menjadi sekretaris jendral,” ungkap Army.

Army mengelak jika aksi tersebut dimotori Hary Tanoesudibjo, petinggi Nasdem yang sudah mundur terlebih dahulu. Namun, mereka bertekad akan terus menyalurkan aspirasi politiknya melalui lembaga baru. Mereka juga tidak menutup kemungkinan bergabung dengan partai lain asal ideologinya sama-sama memperjuangkan perubahan.

Sekretaris DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Diflaizal Zen Koto, menambahnya, kemunduran mereka serentak dilakukan oleh seluruh pengurus harian DPW, DPC, hingga ranting dan rayon di DKI Jakarta.

“Ada 700.000 yang sudah mengembalikan KTA. Kantor-kantor juga sudah kami tutup dan kembalikan ke Nasdem sejak hari ini,” kata Diflaizal.

Diflaizal mengklaim, akan banyak kader lain yang menyusul. Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Jawa Barat.

Kaos dan KTA yang dikembalikan, ditumpuk di depan gerbang kantor. Tidak ada perwakilan pengurus DPP partai yang menemui mereka. Hanya ada satu orang pengurus ormas Nasional Demokrat yang bersuara.

“Wajar saja kalau keluar, kita tidak tahu yang sebenarnya. Yang datang kesini tidak sampai 3.000. Kami ga peduli, itu hak mereka kalau tidak sesuai dengan pimpinan,” kata Orri Bukhori, Wasekjen Ormas Nasdem DKI Jakarta.

Nasional | Goyang! Garda NasDem Malah Dangdutan Hadapi 800-an Kader yang Mundur


(Foto: Ahmad Juwari/detikcom)

Jakarta – Sekitar 800-an kader yang mundur dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) melempar-lempar kaos NasDem dan merobek-robek Kartu Tanda Anggota (KTA). Di halaman kantor NasDem, malah gelar panggung dan joged-joged.

Pantauan detikcom, di halaman gedung NasDem, Jalan RP Soeroso, Menteng, Jumat (25/1/2013), 50-an personel Garda NasDem tak menanggapi aksi di luar pagar. Mereka malah menggelar acara syukuran atas Kongres NasDem di Jakarta Convention Center (JCC).

Tampak panggung 3×6 meter berkarpet merah di halaman kantor Partai NasDem. Ada orkes musik dangdut beserta 2 penyanyi perempuan bergaya seksi di atas panggung.

Dengan sound system keras-keras dan berjoged-joged. “ABG tua tingkahmu semakin gila, kau menjerat semua wanitaaa,” begitu dendang dangdut koplo yang kencang berhembus dari sound system dari penyanyi di atas panggung.

Tak pelak adu keras antara orasi dan dangdut ini mewarnai suasana. Ada sekitar 3 kompi polisi dan 7 truk polisi bersiaga di satu-satunya partai baru yang lolos verifikasi KPU untuk Pemilu 2014 ini.

(nwk/mad)

PDI-P Cemas Tak Lolos Verifikasi Faktual

PDI-P Cemas Tak Lolos Verifikasi Faktual


Pagi ini Komisi Pemilihan Umum atau KPU mendatangi markas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP, KPU melakukan verifikasi faktual terhadap PDIP yang bermarkas di lenteng agung Jakarta Selatan. Verifikasi faktual ini mulai dilangsungkan saat ketua umum PDIP Megawati hadir di markas PDIP, Komisioner KPU Ida Budhiati sempat menanyakan sosok Puan Maharani yang tak tampak saat moment penting bagi PDIP untuk lolos menjadi peserta pemilu 2014, namun Puan akhirnya datang terlambat, ia hadir pas saat nama puan Maharani diabsen oleh KPU. Pada tahap verifikasi faktual, KPU memeriksa tiga poin penting, yaitu terkait kebenaran dan keabsahan pengurus pusat, keterwakilan kepengurusan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen, domisili kantor DPP parpol, dan keberadaan keanggotaan.

Nasional | Para Pengurus Partai NasDem DKI dan Jakarta Raya Mundur



Jakarta – Gelombang pengunduran diri para pengurus Partai Nasional Demokrat (NasDem) masih berlangsung. Siang nanti, Jumat (25/1/2013), para pengurus DPW NasDem DKI akan mengajukan pengunduran diri. Para pengurus DPC NasDem di lima wilayah DKI Jakarta juga akan mundur.

Mundurnya mereka dari NasDem ini sebagai buntut mundurnya Ketua Dewan Pakar NasDem Hary Tanoesoedibjo beserta Sekjen Ahmad Rofiq, Ketua NasDem Endang Tirtana, dan Wasekjen Saiful Haq beberapa hari lalu. Mereka mundur sebagai penolakan terhadap Surya Paloh yang akan didudukkan sebagai ketua umum parpol itu.

Seorang sumber detikcom menuturkan, para pengurus NasDem DKI dan para pengurus DPC NasDem se-Jakarta itu akan datang ke kantor pusat NasDem di Gondangdia, Jakarta Pusat sekitar pukul 14.00 WIB. “Nanti kami akan mengajukan pengunduran diri sekaligus menyerahkan kartu tanda anggota kami,” kata salah seorang pengurus NasDem DKI.

Mereka mundur beramai-ramai karena sepakat dengan pendapat Hary Tanoe dkk. Mereka menolak upaya Surya Paloh yang akan ditetapkan sebagai ketua umum dalam kongres yang akan digelar 26 Januari. Upaya mendudukkan Surya Paloh sebagai ketua umum ini sudah terendus sejak beberapa lama, sebelum parpol itu dinyatakan lolos verifikasi sebagai peserta pemilu 2014 oleh KPU.

Bagi mereka, Surya Paloh tidak perlu duduk sebagai ketua umum dan seharusnya malah memberi kesempatan kepada para politisi muda yang telah berjuang keras menghadapi verifikasi oleh KPU selama ini. Posisi Surya Paloh sebagai ketua dewan pembina, dirasa sudah cukup untuk pengembangan partai ini ke depan. Upaya mendudukkan Surya Paloh sebagai ketua umum dinilai sebagai tindakan ya

Hingga saat ini, belum ada pengurus NasDem DKI yang mengaku terus terang dengan rencana pengunduran diri siang ini. detikcom belum berhasil menghubungi Ketua DPW NasDem DKI Armyn Gultom.

Sebelumnya Ketua DPW NasDem Jawa Barat Rustam Effendi juga telah menyatakan mundur pada hari yang sama dengan mundurnya HT dan Rofiq. Namun, mundurnya Rustam tidak diikuti oleh para pengurus lain di DPW NasDem Jawa Barat. Sementara beberapa pengurus mundur, sejumlah politisi dan tokoh nasional malah mengikrarkan masuk Partai NasDem. Antara lain, politisi Partai Golkar Enggartiasto Lukita dan pengaca kondang OC Kaligis.

(van/rvk)

Nasional | KPK: Integritas Caleg Bisa Dilihat dari Konsistensi Kata & Perbuatannya



Jakarta – KPK mengimbau kepada parpol agar selektif dalam menjaring bakal caleg untuk pemilu legislatif mendatang. Pengujian integritas bisa dilihat dari hal terkecil: konsistensi perkataan dan perbuatan.

“Kriteria seseorang dianggap berintergritas adalah pertama konsisten antara perkataan dan perbuatannya. Dan kedua, taat kepada hukum yang berlaku,” kata Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja dalam perbincangan Kamis (24/1/2013).

Untuk poin taat kepada hukum, Pandu mencontohkan, caleg yang pernah menjadi penyelenggara negara seharusnya selalu melaporkan harta kekayaannya. Begitu juga jika yang bersangkutan pernah mendapatkan hadiah.

“Atau apabila yang bersangkutan pernah membuat pesta pernikahan, maka yang bersangkutan melaporkan semua pemberian tamu undangannya kepada KPK,” kata komisioner yang membidangi sektor penindakan dan pencegahan ini.

Dalam setiap tahunnya, Persidangan pengadilan Tipikor tak pernah absen menghadirkan anggota DPR sebagai terdakwa. Sebagai lembaga yang menyeret para anggota dewan ke persidangan, KPK memiliki pandangan mengenai kriteria caleg pada periode mendatang.

“Diharapkan Parpol merekrut para caleg yang berintegritas dan mempunyai kemampuan spritualitas intelektual,” kata Ketua KPK Abraham Samad kepada detikcom, Kamis (24/1/2013).

Pemilu Legislatif memang semakin dekat. Pada April tahun ini Parpol harus sudah menyerahkan nama Caleg ke KPU. Saat ini, sebanyak 10 partai politik nasional yang menjadi peserta pemilu mulai disibukkan dengan persiapan penyusunan daftar calon anggota legislatif yang akan diusung masing-masing partai. Pada tanggal 9-15 April 2013 mendatang, seluruh partai diharuskan menyerahkan daftar calon sementara (DCS).

(fjr/ndr)