Nasional | Enggartiasto Masuk Nasdem karena Surya Paloh

Enggartiasto Masuk Nasdem karena Surya Paloh

(dari kiri) Aktivis ’98 Ulung Rusman, Politisi Golkar Enggartiasto Lukita, Ketua Bappilu Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan, Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella, Pengacara OC. Kalligis

, JAKARTA — Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mendapat amunisi baru setelah ditinggal Ketua Dewan Pakar Hary Tanoesoedibjo dan Sekretaris Jenderal Ahmad Rofiq. Politisi senior Golkar Enggartiasto Lukita turut gabung dengan partai yang dibidani Surya Paloh ini.

Enggartiasto menerangkan, alasannya pindah ke Nasdem, setidaknya didasari dua alasan, yaitu misi merestorasi Indonesia dan faktor sosok Surya Paloh. Sebagai sahabat, ia ingin membantu Surya Paloh yang merupakan sahabat dekatnya untuk mewujudkan cita-cita membawa Indonesia lebih baik.

“Tidak mudah mengambil keputusan ini. Saya mundur (dari Golkar) dan mau terlibat membesarkan Nasdem,” kata salah satu deklarator Nasdem itu. “Saya yakin Nasdem kuat, apalagi Nasdem sebagai satu-satunya partai baru yang lolos pemilu.”

Enggartiasto menggaransikan dirinya bakal berkontribusi besar terhadap perolehan suara Nasdem di Pemilu 2014. Meski sudah tua, ia optimis bisa menyebarkan semangat penting bagi partai yang mengusung Gerakan Perubahan itu.

“Saya yakin di tengah masa lanjut ini, saya bisa memberikan kontribusi besar bagi negara melalui Partai Nasdem ini,” janjinya.

Nasional | Enggatriasto Masuk Nasdem karena Surya Paloh

Enggatriasto Masuk Nasdem karena Surya Paloh

(dari kiri) Aktivis ’98 Ulung Rusman, Politisi Golkar Enggartiasto Lukita, Ketua Bappilu Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan, Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella, Pengacara OC. Kalligis

, JAKARTA — Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mendapat amunisi baru setelah ditinggal Ketua Dewan Pakar Hary Tanoesoedibjo dan Sekretaris Jenderal Ahmad Rofiq. Politisi senior Golkar Enggatriasto Lukita turut gabung dengan partai yang dibidani Surya Paloh ini.

Enggatriasto menerangkan, alasannya pindah ke Nasdem, setidaknya didasari dua alasan, yaitu misi merestorasi Indonesia dan faktor sosok Surya Paloh. Sebagai sahabat, ia ingin membantu Surya Paloh yang merupakan sahabat dekatnya untuk mewujudkan cita-cita membawa Indonesia lebih baik.

“Tidak mudah mengambil keputusan ini. Saya mundur (dari Golkar) dan mau terlibat membesarkan Nasdem,” kata salah satu deklarator Nasdem itu. “Saya yakin Nasdem kuat, apalagi Nasdem sebagai satu-satunya partai baru yang lolos pemilu.”

Enggartiasto menggaransikan dirinya bakal berkontribusi besar terhadap perolehan suara Nasdem di Pemilu 2014. Meski sudah tua, ia optimis bisa menyebarkan semangat penting bagi partai yang mengusung Gerakan Perubahan itu.

“Saya yakin di tengah masa lanjut ini, saya bisa memberikan kontribusi besar bagi negara melalui Partai Nasdem ini,” janjinya.

Enggatriasto dan OC Kaligis Gabung ke Nasdem

Enggatriasto dan OC Kaligis Gabung ke Nasdem

(dari kiri) Aktivis ’98 Ulung Rusman, Politisi Golkar Enggartiasto Lukita, Ketua Bappilu Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan, Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella, Pengacara OC. Kalligis

, JAKARTA — Setelah dinyatakan lolos verifikasi faktual sebagai peserta Pemilu 2014, Partai Nasdem terus memperkuat barisan. Partai yang mengusung misi restorasi itu bertambah amunisinya setelah kedatangan kader baru.

Mereka adalah Enggatriasto Lukita dari Partai Golkar, mantan aktivis 1998 Ulung Rusman dan pengacara OC Kaligis. Kedatangan mereka setidaknya menutup lubang yang ditinggalkan petinggi teras yang sebelumnya mengundurkan diri.

Khusus untuk Enggartiasto, konsekuensi keputusannya menyeberang ke Nasdem adalah mengundurkan dari sebagai fungsionaris Golkar dan anggota Komisi I DPR. Peresmian bergabungnya Enggar ke dalam partai yang dicetuskan Surya Paloh itu diumumkannya di kantor DPP Partai Nasdem, di Gondangdia, Jakarta, Kamis (24/1).

Dalam acara bergabungnya Enggartiasto, Ketua Umum Partai Nasdem, Rio Capella turut hadir menyambut dan menyematkan jas partai kepada kader baru itu.

Gerindra Siap Tampung Hary Tanoe

Gerindra Siap Tampung Hary Tanoe

Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi (kanan), dan Sekjen partai Gerindra Ahmad Muzani (kiri)

, JAKARTA — Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi siap memberi tempat kepada mantan Hary Tanoesoedibyo. Menurut Suhardi mundurnya Hary Tanoe dari posisi Ketua Dewan Pakar Partai Nasdem akan memberi keuntungan positif bagi Gerindra. 

“Harry Tanoe akan memberi keuntungan positif bagi Gerindra,” kata Suhardi ketika dihubungi , Senin (21/1).

Menurutnya, jaringan media yang dimiliki Hary Tanoe dibutuhkan Gerindra. Karena, selama ini partai binaan Prabowo Subianto tersebut memiliki kelemahan dari sisi media. 

“Kelemahan Gerindra kurang memiliki jaringan media yang handal,” ujarnya.

Hary keluar dari Nasdem karena adanya perubahan struktur di tingkat dewan pengurus pusat (DPP). Serta, terkait keinginan ketua dewan pembina Surya Paloh menjadi ketua umum.

Hary tidak menginginkan adanya perubahan dalam struktur kepengurusan yang sudah 70 persen diisi kader muda.

Hary Tanoe Hentikan Iklan Nasdem di MNC Grup

Hary Tanoe Hentikan Iklan Nasdem di MNC Grup

Hary Tanoesoedibjo (kiri) dan Surya Paloh (kanan)

, JAKARTA — Ketua Dewan Pakar Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Hary Tanoesoedibjo menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya di partai Nasional Demokrat (Nasdem), bahkan juga menyatakan keluar dari partai yang digagas pemilik Metro TV Surya Paloh.

“Saya menyatakan mundur dan keluar dari Nasdem,” ujar Hary saat jumpa pers di Jakarta, Senin (21/1).

Meski telah mundur, Hary menyatakan akan tetap melanjutkan aktivitas politiknya.

“Aktivitas politik saya harus tetap dijalankan. Destiny keterlibatan saya di politik adalah menjadi bagian dari perubahan untuk bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Saya ingin ikut andil secara nyata, langsung. Karena bagaimanapun politik menjadi satu bagian ideologi dan bagian dari masa depan kita,” jelas Hary.

Dengan keputusannya mundur dari Partai bernomor urut 1 ini, maka iklan partai tersebut di seluruh MNC Grup akan dihentikan.

“Terkait iklan tentunya iklan Partai nasdem akan dihentikan di jaringan media MNC Grup,” tutur Hary.

Ruhut: Kanan Kiri Oke, PKS Gak Macho

Ruhut: Kanan Kiri Oke, PKS Gak Macho

Headline

Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul – (inilah.com/Ardhy Fernando)

inilah.com, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mengatakan sebagai partai koalisi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak menunjukan sikap gentlemen.

Hal tersebut disampaikan oleh Ruhut, setelah PKS tidak menghadiri rapat sekretariat gabungan (Setgab) di kediaman Wakil Presiden Boediono, untuk membahas kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

“Kita udah tahu kan, PKS kan gak macho, ga gentleman, ya sudahlah,” ujarnya di gedung Mahkamah Konstitusi saat mengajukan gugatan Undang-Undang Keuangan, Rabu (5/6/2013).

Anggota Komisi III DPR itu juga melanjutkan, ia secara pribadi sudah tidak heran dengan hal tersebut, sebab sudah biasa dengan sikap PKS yang sering tidak jelas.

“Kalau saya udah kebal lihat PKS, udah kebal kelakuannya begitu. KKO, kanan kiri oke,” ucapnya.

Rencana pemerintah untuk menaikkan BBM bersubsidi, mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak, termasuk partai koalisi sendiri. Dari semua partai koalisi, hanya PKS yang menyatakan sikap untuk menolak rencana tersebut. Bahkan tidak hanya sampai disitu PKS juga mengancam akan keluar dari partai koalisi.

“Kalau oke di kita kalau lagi menikmati kemerdekaan, kalau mau pindah ke oposisi, mau pencitraan,” tandasnya.[bay]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Pesawat Mudah Dibajak di Ketinggian 9.000 Meter

    Pesawat Mudah Dibajak di Ketinggian 9.000 Meter

  • PKS Terbelah Soal Penaikan Harga BBM

    PKS Terbelah Soal Penaikan Harga BBM

Inilah.com