Pedagang Ketupat dan Nasi Uduk Keluhkan Tahu-Tempe Menghilang

Perajin tahu mengerjakan pembuatan tahu berbahan kedelai.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Penghasilan pedagang ketupat sayur dan nasi uduk di kota Bandar Lampung, kian merosot sejak dua hari terakhir. Pasalnya, pedagang tahu dan tempe di pasar-pasar tradisional kota ini masih belum berani berjualan makanan rakyat tersebut, hingga Selasa (10/9).

Timbul (52 tahun), pedagang lontong sayur di Telukbetung Selatan, mengaku, pendapatan hariannya merosot karena pelanggannya tidak mau membeli ketupat lantaran tidak ada campuran tahu dan tempe di kuahnya. Ia tidak menemukan penjual tahu dan tempe di pasar tradisional karena ada mogok pedagang.

“Sejak kemarin, pendapatan kami berkurang, ketupat pun masih tersisa. Biasanya habis. Ini karena tahu dan tempe kami ganti dengan sayur saja, barangkali orang tidak mau,” kata Timbul, yang sudah berjualan ketupat sayur sudah lebih dari 25 tahun, kepada Republika di Bandar Lampung, Selasa (10/9).

Pedagang lontong sayur dan nasi uduk keliling di pemukiman penduduk, juga merasakan hilangnya tahu dan tempe, mengakibatkan perolehan rejeki mereka berkurang. Menurut Mbak Mi, pedagang lontong keliling, ia tidak mencampuri tahu dan tempe di lontong dan nasi uduknya, karena tidak ada yang jual.

Mbak Mi merasakan hilangnya tahu dan tempe di pasar sangat mengganggu kelancaran usaha makan-makanan jadi. Ia berharap pemerintah tidak memberatkan perajin tahu dan tempe soal tingginya harga kedelai, agar pedagang bisa berjualan lagi.

Penelusuran Republika di pasar SMEP Tanjungkarang dan Pasar Kangkung Telukbetung, para pedagang tahu dan tempe  masih berani menjajakan dagangannya dengan bersepeda pada Senin (9/9) pagi. Namun, pada siangnya, ada beberapa lelaki yang melarangnya berdagang. “Kalau masih berjualan tahu atau tempe, diancam diobrak-abrik dagangannya,” kata seorang pedagang tempe di Pasar Kangkung.

Pada Selasa (10/9), pedagang tahu dan tempe tidak berani lagi menjajakan dagangannya di pasar. Mereka terpaksa beralih ke dagangan lain. Pasalnya, para pedagang diancam beberapa lelaki tak dikenal, bila masih berjualan tahu dan tempe.

 

 

 

google.co.id

Operasi Ketupat 2013 Jumlah Kecelakaan Turun 30 Persen


Ilustrasi (dok. detikcom)

Jakarta – Upaya pemerintah dan aparat kepolisian untuk menurunkan tingkat kecelakaan pemudik dalam Operasi Ketupat 2013 tampaknya tidak sia-sia. Terbukti dengan penurunan kecelakaan lalu-lintas hingga 2 ribu kasus lebih di seluruh Indonesia.

“Kecelakaan lalu-lintas pada tahun 2012 sebanyak 5233 kasus. Sementara untuk tahun ini sebanyak 3675 kasus. Sehingga kecelakaan lalu-lintas menurun hingga 30 persen,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brogjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jaksel, Minggu (18/8/2013).

Penurunan tingkat kematian pada saat mudik juga dirasakan tahun ini. Hal tersebut menurut Boy, tidak terlepas dari sigapnya petugas turun tangan dalam penanganan lalu-lintas khususnya sepanjang jalur mudik seperti Pantura dan Nagrek.

“Untuk yang meninggal dunia pada tahun 2012 sebanyak 905 kasus, sementara tahun ini 795 kasus. Angka ini menunjukkan penurunan angka kematian sebanyak 34 persen,” jelasnya.

Selain mengumumkan data lalu-lintas, Kepolisian juga menampilkan jumlah tingkat kejahatan yang terjadi selama libur lebaran. Jawa Tengah menjadi provinsi pertama yang mengalami kasus kejahatan terbanyak selama libur mudik dan lebaran.

“Dari kasus kejahatan menonjol selama operasi ketupat, adalah Jawa Tengah sebanyak 28 kasus, disusul Jawa Timur dengan 24 kasus, Kaltim dengan 12 kasus, NTT 10 kasus dan Sultra 9 kasus,” tutur Boy.

Sementara untuk kecelakaan lalu lintas, yang menjadi penyebab utama masih didominasi oleh mengantuk di urutan pertama, disusul konsumsi alkohol dan berkendara dengan batas kecepatan maksimal. Walaupun begitu, tahun ini terjadi penurunan yang signifikan, dari 1225 kasus menjadi 682 kasus atau turun sebanyak 43 persen.

“Untuk kendaraan yang terlibat pelanggaran lalu-lintas, tahun ini justru mengalami kenaikan, dari 56.461 kasus pada 2012, naik menjadi 66.515 kasus pada tahun ini,” kata Boy.

Boy berharap tren seperti ini dapat berlanjut sampai seterusnya. “Kita harapkan penurunan jumlah kecelakaan akan terus terjadi hingga Operasi Ketupat untuk tahun depan dan tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.

Korban Perahu tenggelam saat mengikuti Tradisi Syawalan di Jepara.bertambah menjadi 14 Orang Tewas. Simak berita selengkapnya di "Reportase Malam" pukul 1.54 WIB Hanya di Trans TV

(rni/rvk)

google.co.id

H+2 Operasi Ketupat 2013, 87 Orang Meninggal Dunia

H+2 Operasi Ketupat 2013, 87 Orang Meninggal Dunia
(Liputan6 TV)

Liputan6.com, Jakarta : Mabes Polri mengungkapkan hingga H+2 Operasi Ketupat 2013 tercatat sebanyak 471 orang meninggal dunia dari 2.095 kasus kecelakaan lalu lintas.

Kabag Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto menuturkan, untuk H+2 Lebaran terjadi 263 kasus kejadian kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 87 orang.

“Untuk luka berat ada 131 orang dan luka ringan 388 orang,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (11/8/2013).

Agus menuturkan, jika dibandingkan dengan jumlah korban pada arus mudik dan balik 2012, pada 2013 ini terjadi penurunan angka pemudik yang menjadi korban.

“Korban meninggal dunia turun 13 persen dari 539 orang pada tahun lalu. Luka berat sebelumnya 863 orang, turun 13 persen, dan luka ringan 2.872 orang atau turun 6 persen,” jelasnya.

Sementara total jumlah kecelakaan menurun jika dibandingkan dengan data 2012 di H+2 Lebaran. “Ada penurunan 29 persen bila dibandingkan. Kejadian tahun lalu itu jumlahnya 2.957,” ujar Agus. (Frd)

liputan6.com