Aceng HM Fikri Meminta Maaf Kepada Masyarakat Garut dan Indonesia

Aceng HM Fikri Meminta Maaf Kepada Masyarakat Garut dan Indonesia


[Selasa, 4 Desember 2012 19:01 WIB] Metrotvnews.com, Bandung: Bupati Aceng HM Fikri secara resmi meminta maaf kepada masyarakat Garut dan masyarakat Indonesia atas kasus perceraiannya. Aceng juga berencana menuntut balik keluarga FO atas kasus tersebut. Dalam jumpa pers yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/12) sore, Bupati Garut itu menyampaikan permintaan maaf. Namun, Aceng tak mau meladeni pertanyaan wartawan mengenai karirnya di Partai Golkar. Ia juga bungkam soal tuntutan warga yang memintanya mundur. Selain itu, Aceng juga telah menunjuk kuasa hukum atas pelaporan keluarga FO ke Mabes Polri. Kuasa hukum Aceng, Ujang Sujai mengatakan, akan balik melaporkan keluarga FO ke Mabes Polri, Rabu (5/12) besok. Keluarga FO dilaporkan atas dasar pencemaran nama baik, perbuatan tidak menyenangkan, dan unsur penipuan, serta unsur pemerasan.(TII) www.metrotvnews.com Uploaded by CAPek-Ma : blog.umy.ac.id Catatan Akhir Pekan Group www.mf-abdullah.com Sponsor : www.kaosgila.com www.batikrg.com bmt.umy.ac.id

Gede Pasek Buat Perhitungan kepada Pembisik SBY

Metrotvnews.com, Jakarta: Politikus Partai Demokrat Gede Pasek Suardika akan melawan pembisik di balik pesan singkat yang diduga dikirim
oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

“Bagi saya, jabatan itu tidak apa-apa. Tapi, kebenaran itu nomor satu,” kata Gede Pasek selepas diskusi Refleksi Sumpah Pemuda Perhimpunan
Pergerakan Indonesia (PPI) di Jakarta, Jumat (25/10).

Gede mengatakan sedang mempelajari pihak pembisik di balik pesan singkat yang beredar di kalangan petinggi Partai Demokrat. “Saya pasti akan membuat perhitungan dengan dia,” kata Gede jika telah mengetahui pihak pembisik di balik pesan singkat itu.

Mantan Ketua Komisi III DPR itu mengaku baru mengetahui pesan singkat tentang penculikan pendiri Partai Demokrat Subur Budhisantoso dan memuat namanya dari sejumlah berita media daring atau online. “Ini bukan masalah rekan sendiri. Ini masalah mental orang yang ingin mendapatkan jabatan dengan mengadu domba tokoh-tokoh berpotensi,” katanya.

Sebelumnya, politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyatakan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tidak pernah mengirimkan pesan singkat yang diduga berisi rasa kecewanya terhadap Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI). “SMS apa? Buktinya aku tidak terima dan tidak lihat. Tidak ada SMS dari Pak SBY,” kata Ruhut. (Ant)

Editor: Wisnu AS

metrotvnews.com

Pasek: SMS SBY Cerminkan Sikap Sayang kepada Saya

Gede Pasek Suardika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Gede Pasek Suardika menangapi positif kabar yang menyebut SBY sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat diduga mengirimkan SMS berisi rasa kecewanya terhadap PPI yang terus menyerang Demokrat.

Kabarnya SBY mengirimkan SMS tersebut kepada sejumlah elite parpol berlambang bintang Mercy. Pasek mengaku tersanjung terkait pesan tersebut. Ia menyatakan, jika benar SMS itu dari SBY, berarti mencerminkan sikap sayang kepadanya.

“Kalau betul smsnya emosional begitu, itu marahnya kepala rumah tangga kepada anaknya. Jadi sifatnya mendidik,” ujarnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (24/10).

Gede Pasek Suardika menyebut tidak ada SMS terkait masalah itu yang dikirimkan SBY. “Tidak ada SMS apa pun. Lagi pula saya juga bukan pengurus lagi,” kata Pasek.

Sebelumnya beredar kabar SBY selaku pimpinan Partai Demokrat, diduga telah mengirimkan pesan singkat kepada sejumlah elit Partai Demokrat, yang berisi rasa kecewanya terhadap PPI yang terus menyerang Partai Demokrat.

Republika.co.id

Ali Masykur Berbaik Sangka kepada Effendi Gazali

KONVENSI DEMOKRAT
Ali Masykur Berbaik Sangka kepada Effendi Gazali
Minggu, 20 Oktober 2013 , 08:58:00 WIB

Laporan: Ujang Sunda

ALI MASYKUR MUSA/NET
  

RMOL. Anggota Konvensi Capres Partai Demokrat, Ali Masykur Musa sependapat dengan Effendi Gazali. Menurutnya, konvensi adalah proses seleksi yang selekstif dengan program yang jelas berdasarkan pergumulan ide dari para pesertanya.

“Meski platform para peserta konvensi sama, tetapi cara mengimplementasikan gagasan itu kan berbeda. Di sinilah makna konvensi sehingga bisa menilai dan memilih gagasan dari tiap peserta,” ungkap Ali Masykur, Minggu (20/10).

Namun, Ali Masykur yang sekarang duduk sebagai anggota BPK tetap berbaik sangka. Dia menduga saat ini komite konvensi sedang merancang program-program untuk mengarahkan perdebatan ide masing-masing peserta konvensi.

Anggota Komite Effendi Gazali sebelumnya mengatakan, proses konvensip Demokrat saat ini agak hambar. Tidak terasa ada gereget dan gegap gempita di publik. Dia mendorong para peserta konvensi untuk berani muncul dengan membawa ide dan program yang berbeda dengan para peserta konvensi lain. Juga dengan capres yang berada di luar konvensi. [rus]


Baca juga:

SBY Kecam Pemberitaan Prof. Subur Diculik BIN
Anggota Komite Akui Konvensi Demokrat Kurang Gairah
Effendi Ghazali: Tanpa Kontestasi Konvensi Demokrat Jadi Hambar
Marzuki Alie Diminta Prof. Budhi untuk Meluruskan Berita yang Salah
Soal Rumor Dijemput BIN, Mantan Ketum Demokrat Tidak Bersedia Dikutip


Komentar Pembaca

Imbauan Presiden kepada warga Merapi

(ANTARA News) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta warga yang masih tinggal di daerah berbahaya Gunung Merapi agar mau bergabung di Relokasi Hunian Tetap yang telah disediakan pemerintah.

Dalam acara peninjauan relokasi Hunian Tetap pasca erupsi Gunung Merapi Huntap Pagerjurang, Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Jumat Kepala Negara secara khusus meminta jajaran pemerintah untuk terus mengimbau warga.

“Teruslah diajak bicara baik-baik agar pada saatnya nanti tidak ada lagi saudara kita yang tinggal di tempat berbahaya,” kata Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam acara peninjauan dan dialog dengan warga itu adalah Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Bupati Sleman Sri Purnomo, Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto dan Kepala BNPB Syamsul Ma`arif.

Sementara itu kepada warga Huntap Pagerjurang, Presiden berpesan agar warga selalu mencermati dan mempelajari kondisi alam di lingkungannya sebagai bagian dari tanggap bencana.

“Sebab kalau kita tidak belajar berarti kita tidak memahami… padahal Tuhan YME mengajarkan agar kita mengenal betul alam (tempat tinggal),” kata Presiden.

Menurut Presiden, relokasi warga dari tempat tinggal semula mereka di lereng Gunung Merapi yang terdampak bencana merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi rakyatnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk tidak membiarkan warga negaranya tinggal di tempat berbahaya.

Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa Indonesia memang terletak di daerah yang rentan sejumlah bencana alam namun negeri ini juga dianugerahi oleh tanah yang subur dan kekayaan sumber daya alam.

Bencana erupsi Merapi yang terjadi 26 Oktober 2010 telah mengakibatkan 2.682 unit rumah di kawasan Yogyakarta hilang, rusak berat dan tidak layak huni sedangkan di Jawa Tengah 175 unit rumah rusak berat.

Hunian tetap (huntap) di wilayah barat Sungai Gendol dibangun sebanyak 1.737 unit di sembilan lokasi yaitu Karangkendal, Pagerjurang, Plosokerep, Dongkelsari Kuwang, Randusari, Batur, Gondang 2 dan Gondang 3.

Kebutuhan air minum untuk kawasan Huntap memanfaatkan aliran Sungai Kuning di Desa Umbulharjo, Cangkringan.

Kawasan Huntap dilengkapi dengan aktivitas pertanian, perkebunan dan strategi eko-restorasi.

Dalam peninjauan itu Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono juga didampingi oleh antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M.Nuh, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari E Pangestu, dan Juru Bicara Presiden Julian A Pasha. Tampak juga putra sulung Presiden Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono.

Seusai melakukan peninjauan itu, Presiden beserta rombongan kemudian menuju Gedung Agung untuk melakukan Sholat Jumat.

Pada sore harinya, Presiden Yudhoyono dijadwalkan untuk meninjau Museum Soeharto di Dusun Kemusuk Lor, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul.

google.co.id

Demokrat akan memberikan bantuan hukum kepada Andi Mallarangeng

LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua Umum DPP Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, memastikan partai Demokrat (PD) tetap memberikan bantuan hukum kepada mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu. Pasalnya, Andi beritikad baik selama menjalani kasus hukumnya itu.

“Kasian kan Andi dan keluarganya, kalau menunggu berlama-lama. Mudah-mudahan Andi tabah,” kata Nurhayati kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (17/10/2013).

Baca juga: Ditahan KPK, Andi Mallarangeng minta dibawakan buku karangan Dan Brown dan Andi Mallaranggeng resmi ditahan KPK

Menurut Ketua Fraksi Demokrat di DPR ini, pihaknya juga mendukung komisi antirasuah untuk menuntaskan kasus tersebut secepatnya.

“Sehingga jelas, siapa yang salah dan tidak salah,” tandasnya.

Lebih jauh Nurhayati menjelaskan, bahwa Istana tidak akan mengintervensi kasus Hambalang itu.

“(Andi Mallarangeng) lima tahun jadi jubir (juru bicara Presiden SBY, red) masa tidak dekat? Lalu jadi Menteri, itu kan menunjukkan Menteri dekat Presiden. Kalau ditanya apakah Andi dekat (dengan SBY)? Ini tidak bisa dinafikan, tetapi Presiden tidak ada intervensi dalam proses hukumnya,” bebernya.

Seperti diketahui, setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Hambalang sport center, 6 Desember lalu, hari ini (17/10/2013), dan, komisi antirasuah secara resmi menahan Andi Mallarangeng untuk 20 hari ke depan.

Mantan juru bicara Presiden SBY yang juga politisi Demokrat ini dijadikan tersangka karena diduga menyalahgunakan kewenangannya, sehingga merugikan negara sebesar Rp 463 miliar dalam proyek tersebut. @endang

alexa

ComScore
Quantcast

counter customisable

Google Analytics NOscript

lensaindonesia.com