40 Kasus Mendera TKI Karawang Selama 2013

Tenaga Kerja Indonesia (TKI)

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang mencatat selama 2013 ini ada 40 kasus yang mendera tenaga kerja Indonesia (TKI) asal wilayah ini. Dari 40 kasus tersebut, sebanyak 12 di antaranya yaitu kasus kematian TKI di luar negeri.

Tetapi, penyebab kematian ini bukan karena siksaan atau apapun. Melainkan, mayoritas TKI itu mengalami sakit sehingga meninggal dunia.

“Mayoritas TKI yang meninggal itu disebabkan sakit,” ujar Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenga Kerja dan Transmigrasi Karawang, Tatang Jumhana, Ahad (20/10).

Tatang mengatakan daftar kasus TKI yang meninggal dunia tersebut terhitung sejak Januari sampai September. Berdasarkan keterangan, banyak faktor yang menyebabkan TKI itu meninggal. Namun, mayoritasnya disebabkan sakit.

Jasad TKI tersebut sudah ada yang dipulangkan. Akan tetapi, ada juga yang masih tertahan di luar negeri.

Selain kasus meninggal dunia, lanjut Tatang, ada juga kasus lainnya. Yaitu, kasus kekerasan yang harus diterima TKI. Lainnya adalah kasus pelecehan seksual; upah yang tidak dibayar; kabur dari rumah majikan; serta TKI yang mengalami gangguan jiwa.

Guna mengatasi persoalan para TKI itu, lanjut Tatang, pihaknya hanya mampu memanggil perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang memberangkatkan warga Karawang tersebut.

Sedangkan, penyelesaian kasusnya dilakukan oleh pemerintah pusat. Dalam hal ini, Kemenakertrans melalui BNP2TKI. Adapun kewenangan instansi di daerah hanya memfasilitasi ke keluarga korban.

google.co.id

Karawang akan sebar 25 becak motor pengangkut sampah

(ANTARA News) – Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akan menyebar 25 becak motor pengangkut sampah ke kelurahan-kelurahan sekitar Karawang untuk mengatasi masalah persampahan.

“Sebanyak 25 becak motor itu berasal dari bantuan Pemprov Jawa Barat,” kata Kepala Dinas Cipta Karya setempat Dedi Ahdiat, saat dihubungi di Karawang, Minggu.

Sebanyak 25 becak motor tersebut nantinya akan disebar ke kelurahan-kelurahan sebagai upaya penanganan sampah di wilayah perkotaan Karawang, khususnya di tingkat kelurahan.

Becak motor itu akan mengangkut sampah-sampah dari pembuangan sampah rumah tangga ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Dari TPS, sampah dibawa menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Jalupang, Kotabaru, Karawang.

Kabid Kebersihan Dinas Cipta Karya Karawang Ridwan Salam menambahkan, dua orang dari masyarakat setempat akan dipilih untuk menjalankan becak motor tersebut.

Petugas akan diberi honor oleh pemerintah daerah setempat, melalui Dinas Cipta Karya Karawang. Tetapi untuk besaran honornya kini masih proses pembahasan.

“Untuk sementara ini, kita masih menangani masalah sampah di perkotaan, dan ke depan akan terus difokuskan hingga ke perdesaan,” kata dia.

Data Dinas Cipta Karya setempat menunjukkan produksi sampah di Karawang mencapai 380 ton per hari, tergolong tinggi sehingga perlu ditangani secara khusus.

Sementara Karawang hanya memiliki satu TPA yakni TPA Jalupang di Kecamatan Kotabaru.

google.co.id

Pemkab Karawang Sebar 8.500 Label Sehat Hewan Kurban

Hewan kurban (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melalui Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan dan Peternakan setempat menghabiskan 8.500 label sehat yang dipasang di setiap hewan kurban yang dinyatakan sehat oleh petugas monitoring hewan kurban.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan dan Peternakan Karawang, Sri Hardiyati, mengatakan sebanyak 8.500 label sehat itu dipasang pada ribuan hewan kurban.

Sebelum dipasang, hewan-hewan kurban itu diperiksa kondisinya dan hasilnya. Hewan-hewan kurban yang dinyatakan sehat dipasangi label sehat.

Label sehat yang disiapkan untuk hewan kurban di Karawang sebanyak 8.500 label. Jumlah tersebut terdiri atas label yang dianggarkan APBD Karawang sebanyak 6.000 label dan bantuan Pemprov Jawa Barat sebanyak 2.500 label.

“Semua label sehat untuk dipasang di hewan kurban yang sehat itu telah disebar ke seluruh wilayah sekitar Karawang,” katanya seperti dikutip Antara.

Meski sudah menyebar 8.500 label sehat ke berbagai wilayah sekitar Karawang, tetapi pihaknya belum memiliki data hewan kurban sehat yang dijual di lapak-lapak penjualan hewan kurban.

Sebab, hingga sehari menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Selasa ini, petugas masih melakukan pengecekan hewan-hewan kurban di lapangan.

google.co.id

Ribuan honorer Karawang minta diangkat jadi PNS

(ANTARA News) – Sekitar 2.781 tenaga kerja honorer di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meminta kenaikan status menjadi pegawai negeri sipil karena pengabdian mereka sudah cukup lama bahkan ada yang sudah mengabdi selama 20 tahun.

Sekretaris Aliansi Honorer Kategori II Karawang Agus Sopyan, Senin, mengatakan, pihaknya tidak meminta lebih kepada pemerintah daerah setempat.

“Mereka sudah lulus verifikasi dan validasi data dari BKN (Badan Kepegawaian Nasional). Jadi ribuan tenaga honorer di Karawang ini meminta kenaikan status menjadi PNS,” katanya.

Dikatakannya, setelah ada pengumuman dari pemerintah pusat mengenai penerimaan CPNS dari jalur khusus (tenaga honorer) maka para tenaga honorer itu akan turut serta.

“Mereka siap mengikuti rangkaian tes, agar masuk dalam seleksi CPN yang akan digelar bulan depan,” kata dia.

Sebanyak 2.781 tenaga honorer itu sendiri terdiri atas 1.334 guru honorer, sembilan orang penjaga sekolah dan 447 tenaga teknis dan penyuluh di sejumlah instansi.

“Menjelang tes ini, ribuan tenaga honorer telah mengupayakan untuk menambah wawasan. Terutama, wawasan mengenai kebangsaan. Sebab, nanti akan ada tes kompetensi dasar dan tes kompetensi bidang,” kata Agus. (MAK/Z002)

google.co.id