Nasional | Ini Komentar Yusril Seputar Konflik Internal Nasdem

Ini Komentar Yusril Seputar Konflik Internal Nasdem

Nasional Demokrat

, JAKARTA — Pakar Hukum Tata Negara yang juga politisi Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra prihatin dengan konflik yang terjadi di tubuh Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Menurut pengalamannnya, konflik internal selalu memberi dampak negatif bagi perkembangan partai.

“Hal seperti ini (Nasdem) pernah saya alami. Konflik internal selalu menyusahkan partai dan ini tidak membawa perkembangan positif bagi partai,” kata Yusril kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/1).

Yusril menyatakan dirinya memiliki hubungan baik dengan dua tokoh Nasdem, yakni Surya Paloh dan Harry Tanoe Sudibyo. Dia mengetahui informasi mundurnya Harry Tanoe dari Partai Nasdem dari laman berita online.

Informasi itu menurut Yusril langsung dia konfirmasi ke Harry Tanoe. Saya langsung konfirmasi ke beliau dan beliau mengatakan benar akan keluar, ujarnya.

Ketika akan bergabung ke Nasdem Harry Tanoe sempat menyampaikan alasan kepada Yusril. Menurut Yusril Harry Tanoe kala itu menyampaikan keinginan untuk membesarkan Partai Nasdem. Kendati memiliki hubungan dekat Yusril mengaku tak mengetahui alasan persis mundurnya Harry Tanoe dari Nasdem.

“Pada awalnya dia bercerita-cerita ingin membesarkan partai Nasdem. Saya tidak tahu apa latar belakang mundurnya dia dari Nasdem,” katanya.

Warga Waduk Pluit Ingatkan Janji Jokowi-Basuki Kala Kampanye

Warga Waduk Pluit Ingatkan Janji Jokowi-Basuki Kala Kampanye
Kompas/LASTI KURNIA
Warga memblokir Jalan Kebon Tebu yang menjadi akses menuju pemukiman padat penduduk di sisi Waduk Pluit sisi timur, Jakarta, Selasa (23/4/2013). Warga di daerah tersebut ingin mendapat kesepakatan ganti rugi sebelum pengusuran dilakukan. Sejak dua pekan lalu, pembongkaran bangunan di sepanjang pinggiran atau bibir Waduk Pluit secara bertahap mulai dilakukan.

JAKARTA, Kompas.com — Warga di bantaran Waduk Pluit merasa kalau Jokowi-Basuki melanggar kontrak politik. Pasalnya, saat kampanye pada pemilihan gubernur lalu, mereka mengatakan tidak akan menyengsarakan rakyat.

"Padahal, mereka sudah lakukan kontrak politik. Di sini juga Jokowi-Basuki menang telak," kata Muhayati, warga RT 019 RW 017 Pluit, Jakarta Utara, Senin (13/5/2013).

Muhayati mengungkapkan, pada masa kampanye pamilihan gubernur lalu, Jokowi-Basuki meminta dukungan kepada warga bantaran waduk. Mereka juga menjamin tidak akan menyengsarakan warga. Akan tetapi, saat ini, warga malah digusur tanpa ada dialog terlebih dahulu.

Muhayati, secara pribadi, menyesal memilih Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama sebagai pemimpin Jakarta. Pemindahan warga ke rusun yang jauh dengan tempat mencari nafkah akan menyengsarakan warga. Sementara rusun yang berada dekat dengan Waduk Pluit sudah penuh.

Muhayati mengungkapkan, Basuki juga mengumbar janji politik akan memberikan sertifikat tanah jika warga sudah tinggal lebih dari 20 tahun. Akan tetapi, saat ini warga malah dipindahkan ke tempat yang jauh dari tempat asalnya.

"Dulu katanya kalau tanah itu bersengketa, Jokowi akan jadi mediator. Kalau tanah tidak bersengketa dan kami tinggal lebih dari 20 tahun akan dibuatkan sertifikat. Makanya dulu kami pilih Jokowi-Basuki," kata Muhayati.

Sebelumnya, warga Waduk Pluit menolak untuk direlokasi jika belum ada dialog antara pemerintah dan warga. Mereka juga menolak pindah dari bantaran waduk karena tempat tinggal yang dijanjikan jauh dari tempat usaha.

Google.co.id

Nasional | Kala Jokowi Bicara Demokrasi

Kala Jokowi Bicara Demokrasi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Foto: ANTARA/Arif)

Liputan6.com, Jakarta : Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendapatkan penghargaan Democracy Award dari Rakyat Merdeka Online. Penghargaan tersebut diberikan karena ia dianggap berjasa dalam memperkuat demokrasi di Tanah Air. Lantas apa makna Demokrasi bagi Jokowi?

“Demokrasi,” ucap Jokowi sambil terdiam sejenak. “Demokrasi itu harus mendengar, demokrasi itu harus bisa mensejahterakan (rakyat), dan demokrasi bisa menghidupi,” sambung pria yang biasa disapa Jokowi ini di Jakarta, Rabu (20/3/2013) malam.

Jokowi dinilai layak mendapat penghargaan tersebut lantaran gayanya yang tak pernah absen blusukan dan kedekatannya dengan rakyat. Hal itu menjadi contoh nyata bagaimana sosok yang menerapkan demokrasi di Indonesia.

Pengharagaan serupa juga diberikan kepada tokoh perubahan Dr Rizal Ramli, pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, pendiri Lingkaran Survei Indonesia Denny JA, dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.(Ali)

Golkar Incar 17 Juta Pemilih Pemula

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK — Jelang Pemilu 2014, Partai Golkar mengincar 17 juta pemilih pemula Indonesia.
Ketua Departemen Bidang Kaderisasi Partai Golkar Taufik Hidayat mengatakan sebanyak 17 juta pemilih pemula dapat menjadi potensi bagi Golkar untuk menambah kekuatan.

“Kedua, pemilih pemula bisa berikan satu kecenderungan nasional, di kala politik menjenuhkan. Karakter pemilih pemula itu harus bisa diraih,” katanya dalam acara Pendidikan Pemilih Pemula Center for Election and Political Party, di Universitas Indonesia, Ahad (3/3).

Ia menambahkan, survey tertinggi Partai Golkar sebesar 20 persen terdapat di daerah-daerah. Sementara itu, pemilih pemula kebanyakan berada di perkotaan. Sehingga, untuk menaikkan eletabilitas Partai Golkar, dapat dilakukan dengan mengambil suara dari para pemilih pemula.

“Ini tantangan bagi kami agar elektabilitas meningkat. Melihat Partai Golkar kekuatan masih di luar Jawa. Tapi di Jawa Barat basis kuat. Jatim dan Jateng kami ketiga. Karena itu, pada pemilu 2014 kami akan perkuat kembali basis di Jatim dan Jateng,” katanya.

Nasional | Kala Ketua DPD Beri Motivasi pada Masyarakat Minang


Irman Gusman Bersama Warga Minang (Rini/detikcom)

Jakarta – Ketua DPD RI Irman Gusman, punya cara tersendiri dalam memberikan motivasi kepada warga Sumatera Barat agar mau berubah diri dan lebih maju. Salah satunya dengan menceritakan pengalaman Presiden SBY yang pernah ‘tertolong’ oleh keberadaan orang Minang saat dia masih bertugas di TNI.

“SBY cerita kepada saya, saat bertugas di Timor Timur (sekarang Timor Leste) beliau sempat kesulitan untuk mencari makan selama bertugas di daerah terpencil,” ujar Irman di depan majelis wirid masjid Taqwa desa Sikapak Timur, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (2/3/2013)

Untungnya,” kata Irman seperti menirukan ucapan SBY saat itu, “Ada warung Padang di daerah terpencil. Sehingga selama bertugas SBY terbantu dengan adanya restoran Padang di daerah terpencil itu,” kata Irman.

Selain itu, Irman juga menceritakan bahwa banyak tokoh nasional yang merupakan orang Minang.

“M.Hatta itu orang Minang, Sutan Sjahrir juga, pendiri negara kita. Selain itu di kabinet kita sekarang banyak sekali orang Minang, Seperti Sekretaris Negara Pak Dipo Alam dan masih banyak lagi. Hal ini menunjukkan, banyak sekali orang Minang yang sukses di luar sana,” ujar Irman.

Irman mengatakan, hal tersebut dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat Minang, karena para tokoh Minang berada diseluruh pelosok negeri. Sehingga Irman mengingatkan kepada para warga agar hal tersebut menjadi motivasi untuk tetap mau berusaha dan mandiri, meski saat ini masih berada dalam kategori masyarakat tertinggal.

“Meskipun Warga Padang Pariaman daerahnya masih dikatagorikan kabupaten tertinggal namun jangan berkecil hati. Harus berani berusaha dan mandiri,” katanya.

(rni/rvk)