Adu Jotos Anggota PDIP Indramayu

Adu Jotos Anggota PDIP Indramayu


Konferensi Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Indramayu, Jawa Barat, hari minggu (10/1/2010), berlangsung ricuh. Sejumlah simpatisan partai berlambang banteng ini saling adu jotos usai pembukaan konfercab di sebuah hotel. Keributan dilatari kekecewaan pengurus partai tingkat kecamatan terhadap panitia konfercab. Panitia Konfercab mengatakan pengurus kecamatan tak memperoleh hak suara. Keputusan ini ditentang pengurus tingkat kecamatan. Pserseteruan pun tak terhindarkan. Polisi segera melerai pertengkaran. Pelaksanaan pemilihan Ketua PDI Perjuangan Indramayu sempat tertunda. Selang beberapa jam, pemilihan dilangsungkan dan Syamsul Bahri keluar sebagau pemenang dengan perolehan 24 suara. Kandidat lain, Kuswanto, hanya memperoleh tiga suara. —

Memanas, Leo Nababan Tantang Sukran Tanjung

JAKARTA – Panasnya suhu politik di internal Partai Golkar Sumut seiring munculnya wacana Musdalub, berbaur dengan konflik personal dua elit partai beringin rindang itu.

Hubungan tak harmonis Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut, Sukran Jamilan Tanjung dengan Koordinator Wilayah Sumut DPP Golkar, Leo Nababan, kian meruncing. Keduanya saling gertak dan saling tuding.

Kepada JPNN, kemarin, Leo yang juga Wasekjen DPP Golkar itu menantang Sukran Tanjung. "Kalau ada masalah pribadi, ayo selesaikan secara adat di Jakarta," ujar Leo sembari tertawa ngakak.

Hanya saja, politisi yang akrab dengan kalangan jurnalis itu tidak menguraikan maksud kata “selesaikan secara adat” itu. Apakah dalam pengertian fisik adu jotos, atau apa. Ditanya lagi maksudnya itu, lagi-lagi Leo malah tertawa. "Pokoknya ayo selesaikan secara adat," tukasnya.

Apakah selama ini punya masalah pribadi dengan Sukran? "Tidak ada. Justru karena itu saya heran," ujar Leo.

Belum cukup melontarkan tantangan, Leo juga menyidir Sukran, yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng). "Sukran belajar dulu lah soal organisasi. Kalau tidak ya urusi saja, kerja yang baik, agar masyarakat Tapteng bisa lebih sejahtera," sindir Leo, pedas.

Pernyataan Leo menanggapi omongan Sukran yang dimuat di sejumlah media terbitan Medan, pekan lalu. Sukran melontarkan desakan agar Ketum Golkar Aburizal Bakrie mencopot jabatan Leo sebagai Korwil Golkar Sumut.

Alasan Sukran, Leo gagal mengantarkan Chairuman Harahap sebagai pemenang pilgub Sumut 2013. Bukan hanya kalah, lanjut Sukran, jago Golkar itu kalah telak dan sangat memalukan Partai Golkar.

Leo menilai, Sukran asal bicara. Menurutnya, di struktur tim pemenangan Chairuman-Fadli, dirinya hanya sebagai anggota penasehat. "Saya bukan penanggung jawab di tim itu. Jadi Sukran salah tembak. Dia harus lebih banyak belajar organisasi," tuding Leo, lagi-lagi sembari tertawa. (sam/jpnn)

Pasangan BISA Rekrut Relawan dari Luar Partai


Pasangan BISA Rekrut Relawan dari Luar Partai - Deklarasi Cagub-Cawagub Jateng - Deklarasi cagub-cawagub dari pasangan BISA.

Deklarasi cagub-cawagub dari pasangan BISA.

LENSAINDONESIA.COM: Tiga Parpol partai Demokrat, Golkar dan PAN resmi mengusung  pasangan Calon gubernur H Bibit Waluyo dan Calon wakil gubernur H Sudijono Sastroatmojo (BISA) dengan pendeglarasian pasangan BISA, Senin, (04/04/2013) di Hotel Graha Santika jalan Pandanaran Semarang.

Deklarasi pasangan BISA dihadiri ketua DPD Demokrat Jateng Sukawi Sutarif, ketua DPW PAN Jateng Wahyu kristanto, Sekjen DPP PAN Taufik dan DPD Golkar Jateng dan tim pemenangan BISA H Mustofa yang membacakan deklarasi pasangan BISA.

Baca juga: Petani Tembakau Tiga Kabupaten Jateng Ancam Boikot Pemilu dan Bayar Pajak dan Tuntut Kesejahteraan, Buruh “Nekat” Adu Jotos dengan Satpam Pabrik

“Kami sebagai partai pengusung (Demokrat, Golkar, PAN) akan menempatkan diri sebagai partai yang dipilih dan mengawal, mengawasi dan akan memberikan kritik dan saran yang terkontrusik kepada pasangan calon apabila terpilih nanti. Dapat menjalankan tugasnya dengan baik serta konsisten sesuai isi dan arah tujuan yang telah disepakai bersama demikian yang ditandatangani bersama akan terjadi dokumen yang telah ditetapkan, hal ini ditandatangani ketua DPD Demokrat Jateng, DPD PAN Jateng dan DPD Golkar Jateng. Usai deklarasi beberapa yel yel dikumandangkan dari tim pemenangan BISA …bali deso bangun deso lanjut kan… bali deso bangun deso lanjut kan.. bali deso bangun deso,” lanjut Ketua Tim Pemenangan, Wahyu Kristanto, usai penandatanganan deklarasi dengan tiga partai politik yakni PAN, Demokrat, dan Golkar.  Nama BISA kemudian ditetapkan sebagai sebutan pasangan Bibit-Sudijono.

Wahyu yakin, pasangan ini akan memenangan Pilgub Jateng periode 2013-2018. Dia menjelaskan, karena Bibit Waluyo dipandang berhasil membangun Jateng menjadi lebih baik.

“Kemajuan Jawa Tengah sangat baik dari tahun ke tahun sejak dipimpin bapak Bibit Waluyo. Kesuksesan yang dimulai empat setengah tahun lalu oleh pak Bibit, harus dilanjutkan kembali lima tahun ke depan,” kata Wahyu.

“Pematangan tim pemenangan atau tim sukses akan dilakukan Selasa, 5 Maret besok.Komposisi tim pemenangan tentunya akan diisi oleh para kader dari partai koalisi. Tidak hanya dari partai, kami juga merekrut relawan dari luar partai untuk membantu kami di tim pemenangan ini,” pungkasnya.@Yuwana irianto

Berita Terkait:

Nasional | Saksi: Kerusuhan Karena Ada Kader HMI yang Tak Suka Anas


Peserta pelantikan majelis KAHMI adu jotos / Toriq

Jakarta – – Seorang saksi mata yang mengaku sebagai Bendahara HMI Habibi Marhabbah angkat bicara soal insiden adu jotos yang terjadi di acara Pelantikan Majelis Nasional KAHMI dan Forhati Nasional. Pihak yang memicu kerusuhan karena rasa ketidaksukaan kepada Anas Urbaningrum

Habibi yang ditemui di lokasi, JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (5/2/2013), mengatakan pemicu baku hantam adalah seorang kader HMI Jakarta bernama Anyong dan beberapa orang temannya berteriak-teriak saat Mahfud MD berorasi.

“Dia meneriaki Anas agar keluar dari HMI karena dugaan skandal korupsi. Dia bilang itu mencoreng nama HMI,” tutur Habibi.

Bukan itu saja, Anyong dan teman-temannya juga menyebar selebaran yang isinya meminta Anas keluar dari presidium Keluarga Alumni HMI (KAHMI).

Melihat aksi itu, beberapa peserta acara itu menghampiri Anyong dan teman-temannya. Kemudian terjadi adu mulut yang berujung baku hantam.

“Mereka teriak ke Anyong pengkhianat,” ujar Habibi.

Saat itulah kemudian aksi pukul-pukulan terjadi. Pantuan detikcom, aksi adu jotos yang tadinya melibatkan hanya beberapa orang meluas hingga puluhan orang.

Beberapa orang mencoba melerai perkelahian namun belum berhasil. Malahan aksi itu menyedot perhatian peserta acara. Setelah sekitar 10 menit adu jotos, perkelahian itu mulai mereda setelah panitia turun tangan mencoba untuk mendamaikan.

Kerusuhan akhirnya berhasil diredam. Tak ada pihak yang ditahan dari peristiwa ini.

Sementara Anas Urbaningrum yang ditemui usai acara tak mau berkomentar.

(trq/mpr)

Nasional | Teriaki Anas Koruptor, Puluhan Orang di Kongres KAHMI Adu Jotos


Ahmad Toriq/ Detikcom

Jakarta – – Aksi adu jotos terjadi antar dua kelompok di kongres KAHMI. Aksi adu jotos yang melibatkan puluhan orang ini bermula saat salah seorang peserta meneriaki Anas Urbaningrum sebagai koruptor.

Aksi tersebut terjadi di acara Pelantikan Majelis Nasional KAHMI dan FORHATI di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (5/2/2013). Sekitar pukul 22.15 WIB, tiga orang berteriak-teriak “Anas mundur…. Anas Koruptor,” di depan ruang Plenarry Hall.

Kemudian, ketiganya digiring ke luar oleh sejumlah orang. Saat itulah kemudian aksi pukul-pukulan terjadi. Pantuan detikcom, aksi adu jotos yang tadinya melibatkan hanya beberapa orang meluas hingga puluhan orang.

Beberapa orang mencoba melerai perkelahian namun belum berhasil. Malahan aksi itu menyedot perhatian peserta kongres. Setelah sekitar 10 menit adu jotos, perkelahian itu mulai mereda setelah panitia turun tangan mencoba untuk mendamaikan.

Salah seorang saksi mata, Aldi, menyebut awal perkelahian terjadi saat kongres KAHMI tengah berlangsung dan dihadiri juga oleh Anas Urbaningrum dan beberapa tokoh seperti Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, Mahfud MD.

“Ada orang yang teriak-teriak Anas korupsi. Dia teriak, akhirnya diserang sebagian peserta di dalam,” ujarnya.

Aldi menambahkan, aksi pemukulan itu kemudian berlanjut di Planerry Hall JCC. Beberapa orang yang diduga sebagai penyulut perkelahian itu digiring ke luar arena kongres.

“Sekarang beberapa pihak mencoba mendamaikan,” kata Aldi.

(fiq/mpr)