PKS TV Orasi Ketua DPW PKS Jawa Timur drh Hamy Wahjunianto, MM.mpg MILAD 13 PKS

PKS TV Orasi Ketua DPW PKS Jawa Timur drh Hamy Wahjunianto, MM.mpg MILAD 13 PKS


PKS TV Orasi Ketua DPW PKS Jawa Timur drh. Hamy Wahjunianto, MM.mpg MILAD 13 PKS di Gelora Pantjasila jl Indragiri Surabaya. di hadiri oleh 15.000 kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera dari kota Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo dll. acara ini serentak di laksanakan oleh DPW PKS se Indonesia

Ribuan Pekerja Kepung Kantor Pemkab Jombang

Metrotvnews.com, Jombang: Sekitar 2.000 pekerja di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali berunjuk rasa di kantor pemerintah kabupaten (pemkab) setempat, Jumat (1/11). Mereka menuntut pemkab merevisi nilai upah minimum 2014 yang ditetapkan Dewan Pengupahan.

Para pekerja dari berbagai perusahaan itu sebelumnya sempat melakukan long march melintasi jalan-jalan protokol di ibu kota Kabupaten Jombang, termasuk Jalan Kiai Haji Wahid Hasyim.

Unjuk rasa digelar ribuan pekerja karena upah miminum Kabupaten Jombang yang ditetapkan oleh Dewan Penguahan setempat untuk 2014 hanya sebesar Rp1.300.000 per bulan.

Menurut para pekerja, upah sebesar itu tidak mencukupi kebutuhan hidup layak di Jombang yang mencapai Rp1.730.300. Angka tersebut diambil berdasarkan naiknya harga kebutuhan pokok saat ini.

Koordinator lapangan pengunjuk rasa Samsul Huda mengatakan, jika pemkab tidak merevisi ketetapan upah, para pekerja akan bertahan dan terus melakukan unjuk rasa.

Pada Kamis (31/10), ribuan pekerja itu juga melakukan hal serupa dan hingga kini tidak ada perwakilan Pemkab Jombang yang menemui pengunjuk rasa.

Editor: Patna Budi Utami

google.co.id

Bupati Jombang minta program periode terdahulu dilanjutkan

LENSAINDONESIA.COM: Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko, menyatakan tidak akan melakukan pergeseran posisi pejabat dan perangkat dinas di pemerintahan kabupaten dalam waktu dekat. Selama 3 bulan kedepan, pihaknya akan fokus menyelesaikan rencana pelaksanaan program pembangunan berdasarkan APBD 2013.

Hal itu dikatakan Nyono Suharli saat acara pamit kenal antara Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daeah yang baru menjabat dengan kepala daerah dan Wakil Kepala Daerah pada periode sebelumnya. “Kita akan mengawal program pembangunan yang sudah direncanakan oleh pemerintahan sebelumnya dengan Mas Yanto,” katanya, Rabu (25/9/2013) malam.

Baca juga: Pensiun dari Bupati Jombang, Suyanto lanjutkan kuliah dan Gubernur Jatim: Bupati dan Wakil Bupati harus selalu rukun

Terkait mutasi pejabat, Bupati Jombang, Nyono, juga belum akan melakukannya dalam waktu dekat. “Tidak ada mutasi pejabat dalam waktu dekat ini, tetapi (mutasi) itu akan tetap kami lakukan. Yang terpenting saat ini kita akan mengawal dan mengamankan program pembangunan yang sudah ada hingga akhir tahun,” tandas Ketua DPD Partai Golkar Jombang ini.

Sementara itu, 2 hari pasca dilantik, Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko, bersama wakilnya Hj. Mundjidah Wahab menggelar rapat koordinasi (Rakor), di ruang rapat Suroadiningrat kantor pemerintah Kabupaten Jombang, Kamis (26/9/2013).

Usai menggelar rapat koordinasi Bupati dan Wakil Bupati Jombang berkeliling ke sejumlah ruang kerja yang ada untuk berkenalan dengan staff yang ada di  Bagian Sekretariat Kabupaten Jombang, termasuk Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil, Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian Daerah.

Bupati Jombang, Nyono Suharli, mengatakan, acara Rakor yang diikuti oleh Plt .Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Hasan, para asisten serta seluruh Kepala Dinas, Kepala Badan, Kantor dan Kepala Bagian di Pemkab Jombang ini bersifat silaturohim antara pimpinan dengan para pejabatnya.

Rapat ini bersifat koordinasi yang membicarakan seputar pelaksanaan pemerintahan maupun program-program pembangunan selama periode lima tahun kedepan.

Nyono Suharli menyatakan, pihaknya akan tetap melanjutkan visi dan misi pembangunan Kabupaten Jombang yang terdahulu. Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang, lanjut Nyono, diminta untuk terus melaksanakan agenda-agenda pembangunan periode sebelumnya yang masih perlu segera disempurnakan  untuk dilanjutkan dengan semaksimal mungkin.

“Janji-janji kami kepada masyarakat harus segera dijawab dengan cepat,” tandas dia usai berkeliling bersama Wakil Bupati Jombang, Munjidah Wahab, ke sejumlah kantor SKPD di lingup Pemkab Jombang.@MOH_syafii

alexa

ComScore
Quantcast

counter customisable

Google Analytics NOscript

lensaindonesia.com

Gawat! Nasib pedagang pasar Jombang tergantung rapat kerja dewan

LENSAINDONESIA.COM: Nasib pedagang yang menghuni ruko di pasar citra niaga Jombang belum akan terang dalam beberapa hari kedepan.

Hal ini terlihat dari belum adanya aturan untuk merespon habisnya Hak Guna Bangunan (HGB) ruko di Jl Jend A Yani yang dibangun pada tahun 1992 lalu itu.

Baca juga: Nasib ratusan pedagang Pasar Citra Niaga Jombang menggantung dan Rebutan posisi basah, pejabat Jombang mulai pindah gerbong

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Bidang Pendapatan dan Pengembangan Pasar, Dinas Pasar Kabupaten Jombang, Mas Huda Widjaja mengatakan, kewenangan untuk menentukan kelanjutan penggunaan ruko di komplek pasar citra niaga Jombang tergantung pada kebijakan Pemerintah Daerah.

“Kewenangan kami menata dan membina pedagang, soal HGB yang habis, itu masuk ranah aset daerah. Jika pengelola aset daerah mengizinkan, kami tinggal melangkah untuk pembinaan pedagang,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/09/2013)..

Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah, Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset daerah (DPPKAD) Jombang, Sri Sujati juga mengungkapkan, bangunan ruko di pasar Citra Niaga Jombang yang ditempati 130 pedagang memang akan habis masa berlakunya mulai 22 September 2013.

Mendekati habisnya masa berlaku HBG ruko, saat ini sudah ada 69 pedagang dan pemilik ruko yang mengajukan perpanjangan HGB.

Namun, Sri Sujati mengatakan, pengajuan dari pedagang belum bisa diputuskan sebab hal itu menangkut aturan pengelolaan aset daerah. “Aturan mainnya ada di bagian hukum. Kami masih menunggu seperti apa ketentuan penggunaan dan pengelolaan aset khusus ruko pasar citra niaga,” katanya.

Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang, Munir Al Fanani mengkritik cara kerja Pemkab Jombang yang terkesan lamban untuk merespon habisnya HGB ruko pasar citra niaga Jombang.

Menurut dia, jatuh tempo masa HGB sebenarnya sudah diketahui secara pasti namun Pemkab Jombang lamban mengambil tindakan.

Munir mengatakan, sebenarnya Komisi B DPRD Jombang sudah jauh hari mengingatkan perihal habisnya masa berlaku HGB. Termasuk, mendorong Pemkab Jombang mengamankan aset milik daerah.

“Komisi B dari dulu mendorong eksekutif untuk mengambil langkah kongkrit biar pedagang tidak resah. Tetapi masalah itu belum selesai sampai sekarang,” ujarnya.

Masalah habisnya HGB Ruko di Pasar citra Niaga Jombang, lanjut politisi PKB ini, sudah masuk dalam agenda pembahasan di DPRD Jombang. “Masalah itu akan kita bahas besok (hari ini), kita akan menggelar rapat kerja dengan instansi terkait. Prinsipnya, pedagang harus dijaga dan aset daerah harus diselamatkan,” pungkas Munir Al Fanani.@Moh_Syafii

 

alexa

ComScore
Quantcast

counter customisable

Google Analytics NOscript

lensaindonesia.com

Pemkab Jombang ajukan tambahan dana Rp 3,1 miliar

LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kesehatan mengajukan dana tambahan untuk alokasi pembiayaan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) sebesar Rp. 3,1 miliar. Penambahan biaya tersebut disebabkan meningkatnya jumlah peserta Jamkesda.

Pengajuan tambahan anggaran untuk Jamkesda tersebut sebagaimana diajukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2013. Proses Perubahan APBD Jombang, Senin (16/9/2013), memasuki sidang paripurna dengan agenda pandangan akhir fraksi-fraksi DPRD Jombang.

Baca juga: Anggota Fraksi Demokrat meninggal, dua kursi DPRD Jombang lowong dan Duh! Orang sakit kok tetap harus ambil BLSM sendiri

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Heri Wibowo mengatakan, alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk mengcover kebutuhan Jamkesda hingga akhir tahun ini diperkirakan mencapai Rp 3,1 Miliar lebih. “Kita mengajukan Rp 1,3 miliar pada PAK ini,” katanya.

Estimasi itu, menurut Heri Wibowo, cukup wajar mengingat meningkatnya peserta Jamkesda 2013 yang mencapai dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Karena itu, pada PAK tahun 2013 ini, pihaknya mengusulkan tambahan anggaran Jamkesda sebagai antisipasi untuk menutupi kebutuhan anggaran para peserta Jamkesda hingga akhir tahun nanti.

Heri menambahkan, pa 2012 lalu jumlah peserta hanya sebanyak 254 ribu orang. Namun, pada tahun 2013 ini jumlahnya melonjak hingga 517 ribu orang. “Dari segi pesertanya naik dua kali lipat. Sehingga, kita perlu antisipasi anggaran jamkesmas. Dan telah kita ajukan,” ujar dia.

Sementara itu, penyerapan Jamkesda Kabupaten Jombang hingga bulan Juli telah mencapai Rp 396.287.100,-. Sedangkan, jamkesda provinsi yang digunakan pasein SPM yang dirujuk ke rumah sakit provinsi di RSUD dr Soetomo hingga kurun januari-september ini telah terserap Rp 9 Miliar lebih.

Berdasarkan kalkulasi Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, hingga akhir tahun 2013 ini, kebutuhan anggaran Jamkesda provinsi diperkirakan bakal melonjak hingga 18 Miliar lebih.@MOH_syafii

alexa

ComScore
Quantcast

counter customisable

Google Analytics NOscript

lensaindonesia.com

Pemkab Jombang ajukan tambahan dana Rp 3,1 miliar

LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kesehatan mengajukan dana tambahan untuk alokasi pembiayaan jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) sebesar Rp. 3,1 miliar. Penambahan biaya tersebut disebabkan meningkatnya jumlah peserta Jamkesda.

Pengajuan tambahan anggaran untuk Jamkesda tersebut sebagaimana diajukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2013. Proses Perubahan APBD Jombang, Senin (16/9/2013), memasuki sidang paripurna dengan agenda pandangan akhir fraksi-fraksi DPRD Jombang.

Baca juga: Anggota Fraksi Demokrat meninggal, dua kursi DPRD Jombang lowong dan Duh! Orang sakit kok tetap harus ambil BLSM sendiri

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Heri Wibowo mengatakan, alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk mengcover kebutuhan Jamkesda hingga akhir tahun ini diperkirakan mencapai Rp 3,1 Miliar lebih. “Kita mengajukan Rp 1,3 miliar pada PAK ini,” katanya.

Estimasi itu, menurut Heri Wibowo, cukup wajar mengingat meningkatnya peserta Jamkesda 2013 yang mencapai dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Karena itu, pada PAK tahun 2013 ini, pihaknya mengusulkan tambahan anggaran Jamkesda sebagai antisipasi untuk menutupi kebutuhan anggaran para peserta Jamkesda hingga akhir tahun nanti.

Heri menambahkan, pa 2012 lalu jumlah peserta hanya sebanyak 254 ribu orang. Namun, pada tahun 2013 ini jumlahnya melonjak hingga 517 ribu orang. “Dari segi pesertanya naik dua kali lipat. Sehingga, kita perlu antisipasi anggaran jamkesmas. Dan telah kita ajukan,” ujar dia.

Sementara itu, penyerapan Jamkesda Kabupaten Jombang hingga bulan Juli telah mencapai Rp 396.287.100,-. Sedangkan, jamkesda provinsi yang digunakan pasein SPM yang dirujuk ke rumah sakit provinsi di RSUD dr Soetomo hingga kurun januari-september ini telah terserap Rp 9 Miliar lebih.

Berdasarkan kalkulasi Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, hingga akhir tahun 2013 ini, kebutuhan anggaran Jamkesda provinsi diperkirakan bakal melonjak hingga 18 Miliar lebih.@MOH_syafii

alexa

ComScore
Quantcast

counter customisable

Google Analytics NOscript

lensaindonesia.com