METRO TV-NASDEM (Nasional Demokrat) Vs LUVIANA

METRO TV-NASDEM (Nasional Demokrat) Vs LUVIANA


Pernyataan Sikap Aliansi METRO: “Pekerjakan Kawan Kami Kembali” Pernyataan Sikap Aliansi METRO (Melawan Topeng Restorasi) “Pekerjakan Kawan Kami Kembali” Konstitusi menjamin hak setiap warga negara dalam berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Begitu pun dengan hak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. Tapi yang dilakukan manajemen Metro TV terhadap jurnalis perempuannya, Luviana, seperti telah membalikkan tatanan nilai itu. Ia dibebastugaskan lantaran menuntut perbaikan kesejahteraan, manajemen ruang redaksi, serta tengah menggagas berdirinya organisasi pekerja yang mampu memperjuangan aspirasi karyawan di perusahaan televisi milik Surya Paloh, seorang pengusaha yang juga pendiri Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan tengah gencar menggaungkan slogan Restorasi Indonesia itu. Sudah hampir tiga bulan Luviana dibebastugaskan tanpa alasan yang jelas. Manajemen Metro TV yang semula menyatakan Luviana tidak melakukan kesalahan apa pun, baik secara administratif maupun tugas jurnalistik, kini menganggap Luviana telah melakukan kesalahan karena dianggap telah berupaya mereformasi manajemen, mengajak karyawan Metro TV untuk memprotes manajemen, serta telah melakukan pencemaran nama baik karena menceritakan kepada orang lain tentang kasus kesewenang-wenangan yang ia alami. Tak hanya itu, tatkala dukungan publik kepada Luviana semakin deras mengalir, justru secara kasar Luviana malah dirumahkan oleh pihak manajemen

Paloh: Parpol Bisa Ubah Kucing Putih Jadi Hitam

Paloh: Parpol Bisa Ubah Kucing Putih Jadi Hitam

Headline

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh – Inilah.com/Ardhy Fernando

inilah.com, Jakarta – Kekuatan partai politik (parpol) akan berpengaruh bagi kebijakan pemerintah daerah bahkan pemerintah pusat. Bahkan, parpol juga dapat dengan mudah mengubah Undang-undang (UU).

“Luar biasa kekuatan partai politik, memilih gubernur, memilih walikota, memilih bupati, membuat UU, mengubah UU,” kata Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh dalam pidatonya, di Kongres Partai NasDem, di JCC, Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Bahkan, kata Surya Paloh, kekuatan parpol dapat mengubah kebijakan dalam setiap kekuasaan. Menurutnya, kebenaran dapat berubah menjadi salah. “Kucing putih kadang-kadang bisa disebut kucing hitam dan setengah hitam,” tegas Paloh.

Untuk itu, Paloh meyakini Partai NasDem akan membawa perubahan guna memperjuangkan kepentingan rakyat. “Izinkanlah kita untuk memperjuangkan hak-hak rakyat,” ujarnya.

Bahkan, tanda-tanda alam telah menunjukkan bahwa partai tersebut akan membawa perubahan bagi negeri ini. “Sebagai partai nomor satu yang lolos verifikasi di Kemenkumham,” jelas Paloh. [tjs]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Mancini: Balotelli Tidak Akan Kami Lepas

    Mancini: Balotelli Tidak Akan Kami Lepas

  • Kursi Kosong Warnai Kongres NasDem

    Kursi Kosong Warnai Kongres NasDem

Max Moein: Karier Politik Yang Terancam

Max Moein: Karier Politik Yang Terancam


Skandal Max Moein masih terus menggelinding. Badan Kehormatan DPR, Selasa (2/6), akan memanggil Desi Firdiyanti untuk menceritakan soal tuduhan pelecehan seksual terhadap anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu. “Dia (Desi) mempunyai bukti yang bisa membahayakan kedudukan Max Moein,” jelas Tiurlan Basaria Hutagaol, Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR, di Jakarta, Selasa (3/6). Tiurlan menambahkan, setelah Desi, pihaknya akan menjadwalkan pemanggilan Max Moein kembali.

Nasdem Bantah Mundur Massal Kader

Nasdem Bantah Mundur Massal Kader

Bendera Partai Nasdem.

, JAKARTA — Isu seputar pengunduran diri massal pengurus dan kader Partai Nasdem se-DKI Jakarta dibantah. Ketua DPD Jakarta Barat Jupiter Huang dan Ketua DPD Jakarta Pusat Lalita menyatakan, tidak ada pengunduran diri massal kader Nasdem. 

Dalam konsolidasi terakhir para ketua dan pengurus Partai Nasdem se-DKI Jakarta, dikatakan seluruh pengurus tetap solid dan siap mengikuti Kongres partai. 

“Kalau ada isu pengunduran diri massal se-DKI itu jelas tidak benar, kami di Jakarta Pusat tetap solid,” kata Ketua DPD Partai NasDem Jakarta Pusat Lalita, Jumat (25/1).

Hal itu diamini Ketua DPD Partai NasDem Jakarta Barat Jupiter Huang. Dia menegaskan, mayoritas pengurus dan kader Partai Nasdem se-DKI Jakarta berkomitmen untuk tetap menjaga soliditas partai menjelang pemilu 2014.

Di Jakarta Barat, kata dia, mulai dari pengurus dan kader di ranting, kecamatan, hingga tingkat kota, tidak ada satu pun yang berniat mengundurkan diri. “Kami hingga tingkat ranting tidak ada yang menyatakan akan mengundurkan diri,” papar dia.

Menurut Jupiter, yang hendak mengundurkan diri hanya Ketua DPW Partai Nasdem DKI Jakarta Armyn Gultom beserta sekretaris DPW. Lalu Ketua DPD Jakarta Selatan Syahrial Chan.

Sedangkan, ketua DPD Jakarta Pusat, ketua DPD Jakarta Barat, ketua DPD Jakarta Timur, ketua DPD Jakarta Utara dan ketua DPD Kepulauan Seribu tetap bergabung di partai.

“Isu seribuan anggota dan pengurus se-DKI yang akan mundur itu jelas tidak benar, yang mundur itu hanya tiga orang,” ujar Jupiter.

Nasdem Bantah Mundur Massal Kader dan Pengurus

Nasdem Bantah Mundur Massal Kader dan Pengurus

Bendera Partai Nasdem.

, JAKARTA — Isu seputar pengunduran diri massal pengurus dan kader Partai Nasdem se-DKI Jakarta dibantah. Ketua DPD Jakarta Barat Jupiter Huang dan Ketua DPD Jakarta Pusat Lalita menyatakan, tidak ada pengunduran diri massal kader Nasdem. 

Dalam konsolidasi terakhir para ketua dan pengurus Partai Nasdem se-DKI Jakarta, dikatakan seluruh pengurus tetap solid dan siap mengikuti Kongres partai. 

“Kalau ada isu pengunduran diri massal se-DKI itu jelas tidak benar, kami di Jakarta Pusat tetap solid,” kata Ketua DPD Partai NasDem Jakarta Pusat Lalita, Jumat (25/1).

Hal itu diamini Ketua DPD Partai NasDem Jakarta Barat Jupiter Huang. Dia menegaskan, mayoritas pengurus dan kader Partai Nasdem se-DKI Jakarta berkomitmen untuk tetap menjaga soliditas partai menjelang pemilu 2014.

Di Jakarta Barat, kata dia, mulai dari pengurus dan kader di ranting, kecamatan, hingga tingkat kota, tidak ada satu pun yang berniat mengundurkan diri. “Kami hingga tingkat ranting tidak ada yang menyatakan akan mengundurkan diri,” papar dia.

Menurut Jupiter, yang hendak mengundurkan diri hanya Ketua DPW Partai Nasdem DKI Jakarta Armyn Gultom beserta sekretaris DPW. Lalu Ketua DPD Jakarta Selatan Syahrial Chan.

Sedangkan, ketua DPD Jakarta Pusat, ketua DPD Jakarta Barat, ketua DPD Jakarta Timur, ketua DPD Jakarta Utara dan ketua DPD Kepulauan Seribu tetap bergabung di partai.

“Isu seribuan anggota dan pengurus se-DKI yang akan mundur itu jelas tidak benar, yang mundur itu hanya tiga orang,” ujar Jupiter.

Hary Tanoe Hengkang, Kelompok Tua NasDem Senang

Hary Tanoe Hengkang, Kelompok Tua NasDem Senang

Headline

Hary Tanoesoedibjo – inilah.com/Ardhy Fernando

inilah.com, Jakarta – Mundurnya Hary Tanoesoedibjo dari Partai NasDem diakibatkan adanya gesekan dari kelompok tua internal partai besutan Surya Paloh itu.

Menurut pengamat politik Boni Hargens, orang-orang tua tersebut meminta agar Surya Paloh untuk mengambilalih Partai NasDem.

“Orang-orang tua pasti saja senang dengan keluarnya Hary Tanoe. Karena mereka hilang saingan. Dan mereka jadi solid. Tapi apakah mereka akan meraih dukungan publik, ini yang jadi tanda tanya,” jelas Boni dalam pesan Blackberry, Jumat (25/1/2014).

Menurut pandangan Boni, yang paling berjasa membangung Partai Nasdem adalah kelompok muda, termasuk Hary Tanoe.

”Kelompok tua itu, tidak berjasa dalam membangun NasDem sebagai partai. Karena NasDem sebagai partai bukan ide mereka, tapi gagasan orang-orang muda yang kebetulan Hary Tanoe termasuk di dalamnya yang juga bekerja keras membangun NasDem menjadi partai,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Boni, ketika Partai NasDem lolos dan diperhitungkan, maka kelompok senior yang tadinya tidak optimistis menjadi partai kemudian bergairah untuk melanjutkan kembali.

“Ada juga Jeffrie Geovani dan lain-lain. Nah, begitu partai ini lolos dan diperhitungkan, kelompok senior yang tadinya tidak optimis NasDem menjadi partai, lalu bergairah. Libido mereka inilah yang jadi dasar konflik internal NasDem,” jelas Boni. [yeh]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Jangan Resah Dengan Berita Banjir Besar 27 Januari

    Jangan Resah Dengan Berita Banjir Besar 27 Januari

  • Nokia Umumkan 'Kematian' Symbian

    Nokia Umumkan ‘Kematian’ Symbian

Surya Paloh Tak Gundah dengan Pernyataan Mubarok

Surya Paloh Tak Gundah dengan Pernyataan Mubarok


Headline News / Polkam / Kamis, 12 Februari 2009 21:03 WIB Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Surya Paloh mengaku tak gundah dengan pernyataan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok yang mengatakan Golkar mungkin hanya mendapat 2,5 persen suara pada pemilu, April 2009. “Apapun pandangan-pandangan saudara kita dari Partai Demokrat bisa kita terima dengan jiwa besar. Kita tetap hargai. Tidak ada masalah,” kata Surya Paloh di Jakarta, Kamis (12/2). Surya Paloh pun mengaku tidak masalah kalau Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla tidak lagi berpasangan dalam pemilu presiden, Juli mendatang. Menurut dia, sebagai partai politik tertua dan terbesar eksistensi Golkar tidak ditentukan oleh duet SBY-Kalla. “Golkar tidak akan runtuh, Golkar tidak akan mati kalau SBY-Jk jika tidak berpasangan. Tidak ada masalah,” tegas pemimpin Media Group, ini. Sejauh ini, menurut Surya Paloh, Golkar memang belum menentukan calon presiden yang bakal diusung. Soal ini baru akan dibahas setelah pemilu legislatif. Tapi buat Surya Paloh, posisi presiden atau wakil presiden tidak masalah. Yang terang, tambah dia, terpenting bagi Golkar adalah mampu memberikan yang terbaik bagi pembangunan bangsa. Dia juga mengeritik pemikiran yang mengatakan eksistensi Golkar terancam bila kadernya tidak duduk di posisi top eksekutif. “pemikiran itu harus diperbaiki. Sebagai parpol terbesar, golkar tetap ingin melakukan perubahan-perubahan ke arah lebih baik,” jelas Surya Paloh