PDP Jateng Membuat Bendera Parpol Terpanjang

PDP Jateng Membuat Bendera Parpol Terpanjang


Election Channel / Nusantara / Kamis, 16 Oktober 2008 14:43 WIB Metrotvnews.com, Semarang: Partai-partai peserta Pemilu 2009 terus melakukan sosialisasi untuk memperkenalkan partai mereka. Berbagai cara dilakukan partai agar gerbong politik mereka dikenal masyarakat. Seperti yang dilakukan ratusan kader Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) di Jawa Tengah. Baru-baru ini, mereka membentangkan bendera sepanjang 1,2 kilometer sebagai bendera partai politik peserta Pemilu 2009 terpanjang. Bendera itu kemudian diarak ratusan kader PDP melewati ruas Jalan Majapahit. Meski arak-arakan menutup sebagian ruas jalan, tidak menyebabkan kemacetan. Bendera terpanjang ini dibuat di atas kain merah sepanjang 1,2 kilometer. Sebanyak 250 kader PDP dikerahkan untuk mengangkat bendera agar bisa membentang. Berdera terpanjang itu bergambar lambang PDP, berupa banteng menanduk dan gambar nomor urut 16. Nomor partai tersebut yang terdaftar sebagai peserta Pemilu 2009. Menurut Ketua Bidang Organisasi DPD I PDP Jateng Ircham Abdurrahim, acara bendera terpanjang ini untuk sosialisasi kepada warga Semarang dan untuk memperkenalkan nomor urut partai dan bendera PDB sebagai salah satu partai peserta Pemilu 2009. PDP Jateng memiliki target mendulang suara di Jateng hingga 15 persen pada pemilu nanti. Suara tersebut berasal dari ribuan kader PDIP yang hengkang ke partai tersebut.(DSY)

Prestasi Gus Dur. flv

Prestasi Gus Dur. flv


RIWAYAT HIDUP SINGKAT KH. Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ) Mantan Presiden ke-4 Republik Indonesia, Lahir di Jombang, 04 Agustus 1940, putra pertama KH. Wahid Hasyim dan Ibu Hajjah Sholehah. PENDIDIKAN: – Pesantren Tegal Rejo – Magelang – Jawa Tengah – Pesantren Tambak Beras – Jombang – Jatim – Al Ashar University Kairo Mesir – Universitas Bagdad Iraq Fakultas Adab Jurusan Sastra Arab – Mendapatkan gelar Doktor kehormatan dari berbagai Fakultas ( di Jepang, Korea Selatan, Prancis, India,Thailand dan Israel ) PENGALAMAN JABATAN: – Guru Madrasah Mu’allimat, Jombang – Dosen Universitas Hasyim ‘Asy’ari, Jombang – Dekan Fakultas Usuluddin Universitas Hasyim ‘Asy’ari, Jombang – Sekretaris Pesantren Tebuireng — Jombang – Pengasuh Pondok Pesantren Ciganjur, Jakarta ( sejak 19976 ) – Pendiri Forum Demokrator – Ketua Dewan Kesenian Jakarta – Ketua Dewan Tanfidz PB. NU – Ketua Majlis Ulama’ Indonesia – Anggota MPR RI dari utusan golongan – Ketua Dewan Suro DPP. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) – Presiden Indonesia ke-4 ( 20 Oktober 1999 — 21 Juli 2001) AKTIFITAS INTERNASIONAL: – Penasehat Internasional Dialogue Project School Areal Study and House, Belanda – Presiden World Confrens on Religions and Peace Amerika Serikat – Pendiri dan anggota Simon Peres Centre of Peace Israel – Presiden Asosiation of Bussinees Commonity Liders Amerika Serikat – Anggota Dewan Penasehat Internasional and inter Religious Federations World is Amerika Serikat – Presiden kehormatan internasional Islamic

NasDem Antiklimaks Terancam Jadi Partai Gurem

NasDem Antiklimaks Terancam Jadi Partai Gurem

Headline

Bendera Partai Nasional Demokrat (NasDem) – inilah.com

inilah.com, Jakarta – Para analis politik meramalkan, pasca-mundurnya Hary Tanoe (HT) dan pendukungnya, Partai Nasional Demokrat (NasDem) dikhawatirkan melempem dan terancam menjadi partai gurem. Citra NasDem yang semarak karena lolos saringan KPU, kini antiklimaks dan cenderung lesu.

Ketua Dewan Majelis Nasional Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh menghadapi beban berat di internal partainya karena konsolidasi politik dan biaya menjadi lebih sulit. “Partai NasDem akan menjadi partai gurem ke depannya, belum apa-apa sudah konflik besar,” jelas Prof Iberamsjah, pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI).

Iberamsjah mengatakan partai politik (Parpol) gurem yang dimaksud adalah partai yang tak lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Iberamsjah menyebut, hal itu lantaran ulah Ketua Dewan Majelis Nasional Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh yang ngoyo untuk menjadi ketua umum dari partai tersebut.

Menurutnya, kepergian bos media MNC Group HT dari Partai NasDem menjadi pukulan berat bagi kubu Surya Paloh. Pasalnya, hal itu akan diikuti oleh para pengikut setia HT yang pindah bendera. “Elite di NasDem pecah, akan banyak anggota NasDem yang ikut jejak Hary Tanoe. Karena banyak yang tak suka dengan kepemimpinan Surya Paloh,” jelasnya.

Hal itu, kemungkinan akan diikuti para 'bajing loncat' yang mencari kekuasaan atau kepentingan di dalam tubuh NasDem. Pasalnya, diketahui sumber pendanaan yang selama ini dimiliki NasDem, dikucurkan oleh HT.

“HT itu kan pemodal besar, tentu banyak pelarian juga yang melihat NasDem kini hanya punya modal minim. Sekarang inikan memang partai melirik kaum pemodal, eranya komersialisasi, dan NasDem memanfaatkan hal itu dari HT,” jelasnya.

Namun Ketua Dewan Pembina Partai NasDem Jawa Tengah, Siswadi, menyatakan mundurnya Harry Tanoe hanya akan mempengaruhi finansial partainya. “Kalau menurut pandangan kami, (mundurnya Hary Tanoe) tidak ada pengaruh terhadap partai. Paling-paling kalau ada pengaruhnya, ya, pengaruh finansial saja,” kata Siswadi. Ditambah lagi, kata Siswadi, figur Harry Tanoe juga tak memiliki pengalaman politik dan tak memiliki massa yang banyak.

Pengunduran diri Harry Tanoe ini adalah imbas dari konflik internal partai. Sudah lama santer beredar kabar kalau ada matahari kembar di tubuh NasDem, yakni Hary Tanoe dan Surya Paloh (mantan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar).

Para analis politik seperti Indria Samego, Syamsuddin Haris dan Ibramsyah menilai, akibat krisis internal yang berlarut, Nasdem terancam kemelut dan menjadi partai gurem yang kalut. Karena sudah ribut, NasDem harus bekerja ekstra keras untuk konsolidasi agar lolos parliamentary threshold 3,5% dalam pemilu 2014.

''Sebab kalau gagal, Nasdem jadi parpol gurem dan karir politik Surya Paloh tenggelam,’’ kata Iberamsjah. [berbagai sumber]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Rapat PSSI Tak Sesuai MoU, La Nyalla cs Tak Datang

    Rapat PSSI Tak Sesuai MoU, La Nyalla cs Tak Datang

  • Sharp Boyong TV Raksasa ke Indonesia

    Sharp Boyong TV Raksasa ke Indonesia

NEO DEMOCRAZY: Jokowi Effect [Part 4 of 5]

NEO DEMOCRAZY: Jokowi Effect [Part 4 of 5]


Neo Democrazy Kamis, 27 September 2012 Euforia kemenangan Jokowi dalam Pilgub DKI Jakarta tidak saja menjadi inspirasi bagi masyarakat, tetapi juga partai politik. Menurut politisi PDIP Ganjar Pranowo, Pilgub DKI melahirkan fenomena yang disebut “Jokowi Effect”. “Pilkada DKI ini menghadirkan Jokowi Effect, ini menjadi preferensi model pilkada di tempat lain. Bagaimana kemudian partai bisa bergerombol banyak dan kalah, maka pola oligarki ini juga akan menjadi evaluasi,” kata Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo, kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/9/2012). Menurut Ganjar, figur Jokowi memiliki karakter yang bisa ditiru bagi pilkada di tempat lain. Diantaranya soal kekalahan koalisi partai-partai yang kalah menghadapi Jokowi yang hanya diusung PDIP dan Gerindra. “Istilahnya kemarin dikeroyok tapi tetap menang. Maka simbiosis mutualisme yang diciptakan inilah yang mestinya kita jadikan sebagai model, mesin (partai) juga bergerak calon juga dipilih, dan itu kemudian saya sebut sebagai Jokowi Effect, tentu ini menginspirasi untuk persiapan pilkada berikutnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Sulsel, dan Jatim, itu akan menjadi pertimbangan,” ungkapnya. Ganjar menerangkan, mungkin pola-pola seperti Jokowi akan dikloning di banyak tempat, meskipun ada faktor-faktor yang tidak seragam sesuai daerah dimana pilkada itu diselenggarakan. “Jokowi dengan kotak-kotaknya, kemudian bicara program, masih ada. Emosional di kotak-kotaknya jalan, kreatifitasnya muncul. Fenomena

Kiai PKB Berdoa Untuk SBY

Kiai PKB Berdoa Untuk SBY


Senin, 01 Juni 2009 14:48 WIB. Metrotvnews.com, Surabaya: Bermacam cara dilakukan tim sukses capres-cawapres agar calon yang didukungnya dapat berhasil dalam pertarungan pilpres nanti. Di Semarang, Jawa Tengah, misalnya. Puluhan kiai dan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar doa bersama untuk pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono agar bisa memenangi pilpres. Acara digelar di sebuah makam wali pendiri Kota Semarang.

NEO DEMOCRAZY: Jokowi Effect [Part 2 of 5]

NEO DEMOCRAZY: Jokowi Effect [Part 2 of 5]


Neo Democrazy Kamis, 27 September 2012 Euforia kemenangan Jokowi dalam Pilgub DKI Jakarta tidak saja menjadi inspirasi bagi masyarakat, tetapi juga partai politik. Menurut politisi PDIP Ganjar Pranowo, Pilgub DKI melahirkan fenomena yang disebut “Jokowi Effect”. “Pilkada DKI ini menghadirkan Jokowi Effect, ini menjadi preferensi model pilkada di tempat lain. Bagaimana kemudian partai bisa bergerombol banyak dan kalah, maka pola oligarki ini juga akan menjadi evaluasi,” kata Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo, kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/9/2012). Menurut Ganjar, figur Jokowi memiliki karakter yang bisa ditiru bagi pilkada di tempat lain. Diantaranya soal kekalahan koalisi partai-partai yang kalah menghadapi Jokowi yang hanya diusung PDIP dan Gerindra. “Istilahnya kemarin dikeroyok tapi tetap menang. Maka simbiosis mutualisme yang diciptakan inilah yang mestinya kita jadikan sebagai model, mesin (partai) juga bergerak calon juga dipilih, dan itu kemudian saya sebut sebagai Jokowi Effect, tentu ini menginspirasi untuk persiapan pilkada berikutnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Sulsel, dan Jatim, itu akan menjadi pertimbangan,” ungkapnya. Ganjar menerangkan, mungkin pola-pola seperti Jokowi akan dikloning di banyak tempat, meskipun ada faktor-faktor yang tidak seragam sesuai daerah dimana pilkada itu diselenggarakan. “Jokowi dengan kotak-kotaknya, kemudian bicara program, masih ada. Emosional di kotak-kotaknya jalan, kreatifitasnya muncul. Fenomena