KINI GILIRAN JK, MetroTV, Maret 2009

KINI GILIRAN JK, MetroTV, Maret 2009


Kini Giliran JK Metrotvnews.com, Jakarta: Dengan modal pengalaman yang sangat panjang, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla akhirnya menyatakan siap maju sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden 2009. Sikap Ketua Umum Partai Golongan Karya ini apakah membuktikan rumor yang beredar bahwa duetnya dengan Susilo Bambang Yudhoyono menghadapi keretakan? Atau ada strategi lain yang sedang disusun oleh Kalla dan kendaraan politiknya, Golkar. Kesiapan Kalla untuk maju sebagai calon presiden 2009 ini terungkap setelah melakukan pertemuan khusus dengan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Surya Paloh. Pertemuan empat mata antara Kalla dan Surya Paloh itu berlangsung secara tertutup selama sekitar satu jam. Menurut Surya Paloh, dalam pertemuan tersebut dirinya mempertanyakan kebenaran berita tentang kesediaan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu untuk maju sebagai capres 2009. Dan itu ternyata benar. Dalam wawancara ekslusif dengan wartawan Metro TV Najwa Shihab, Jusuf Kalla kembali menyatakan dirinya siap maju sebagai capres. “Insya Allah,” kata Kalla membuka wawancara di kediamannya di kawasan Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Menurut Kalla, kesiapannya maju sebagai capres didorong keyakinan dan keinginan dirinya memulyakan bangsa dan negara. Dengan modal pengalaman yang sangat panjang, Kalla meyakini bahwa dirinya mampu berbuat lebih. Dan dorongan lainnya, diakui dari partai, terutama dari daerah (DPD). Kalla pun mengakui bahwa kesiapan dirinya maju sebagai capres merupakan konsekuensi

Nasdem Bantah Mundur Massal Kader

Nasdem Bantah Mundur Massal Kader

Bendera Partai Nasdem.

, JAKARTA — Isu seputar pengunduran diri massal pengurus dan kader Partai Nasdem se-DKI Jakarta dibantah. Ketua DPD Jakarta Barat Jupiter Huang dan Ketua DPD Jakarta Pusat Lalita menyatakan, tidak ada pengunduran diri massal kader Nasdem. 

Dalam konsolidasi terakhir para ketua dan pengurus Partai Nasdem se-DKI Jakarta, dikatakan seluruh pengurus tetap solid dan siap mengikuti Kongres partai. 

“Kalau ada isu pengunduran diri massal se-DKI itu jelas tidak benar, kami di Jakarta Pusat tetap solid,” kata Ketua DPD Partai NasDem Jakarta Pusat Lalita, Jumat (25/1).

Hal itu diamini Ketua DPD Partai NasDem Jakarta Barat Jupiter Huang. Dia menegaskan, mayoritas pengurus dan kader Partai Nasdem se-DKI Jakarta berkomitmen untuk tetap menjaga soliditas partai menjelang pemilu 2014.

Di Jakarta Barat, kata dia, mulai dari pengurus dan kader di ranting, kecamatan, hingga tingkat kota, tidak ada satu pun yang berniat mengundurkan diri. “Kami hingga tingkat ranting tidak ada yang menyatakan akan mengundurkan diri,” papar dia.

Menurut Jupiter, yang hendak mengundurkan diri hanya Ketua DPW Partai Nasdem DKI Jakarta Armyn Gultom beserta sekretaris DPW. Lalu Ketua DPD Jakarta Selatan Syahrial Chan.

Sedangkan, ketua DPD Jakarta Pusat, ketua DPD Jakarta Barat, ketua DPD Jakarta Timur, ketua DPD Jakarta Utara dan ketua DPD Kepulauan Seribu tetap bergabung di partai.

“Isu seribuan anggota dan pengurus se-DKI yang akan mundur itu jelas tidak benar, yang mundur itu hanya tiga orang,” ujar Jupiter.

Nasdem Bantah Mundur Massal Kader dan Pengurus

Nasdem Bantah Mundur Massal Kader dan Pengurus

Bendera Partai Nasdem.

, JAKARTA — Isu seputar pengunduran diri massal pengurus dan kader Partai Nasdem se-DKI Jakarta dibantah. Ketua DPD Jakarta Barat Jupiter Huang dan Ketua DPD Jakarta Pusat Lalita menyatakan, tidak ada pengunduran diri massal kader Nasdem. 

Dalam konsolidasi terakhir para ketua dan pengurus Partai Nasdem se-DKI Jakarta, dikatakan seluruh pengurus tetap solid dan siap mengikuti Kongres partai. 

“Kalau ada isu pengunduran diri massal se-DKI itu jelas tidak benar, kami di Jakarta Pusat tetap solid,” kata Ketua DPD Partai NasDem Jakarta Pusat Lalita, Jumat (25/1).

Hal itu diamini Ketua DPD Partai NasDem Jakarta Barat Jupiter Huang. Dia menegaskan, mayoritas pengurus dan kader Partai Nasdem se-DKI Jakarta berkomitmen untuk tetap menjaga soliditas partai menjelang pemilu 2014.

Di Jakarta Barat, kata dia, mulai dari pengurus dan kader di ranting, kecamatan, hingga tingkat kota, tidak ada satu pun yang berniat mengundurkan diri. “Kami hingga tingkat ranting tidak ada yang menyatakan akan mengundurkan diri,” papar dia.

Menurut Jupiter, yang hendak mengundurkan diri hanya Ketua DPW Partai Nasdem DKI Jakarta Armyn Gultom beserta sekretaris DPW. Lalu Ketua DPD Jakarta Selatan Syahrial Chan.

Sedangkan, ketua DPD Jakarta Pusat, ketua DPD Jakarta Barat, ketua DPD Jakarta Timur, ketua DPD Jakarta Utara dan ketua DPD Kepulauan Seribu tetap bergabung di partai.

“Isu seribuan anggota dan pengurus se-DKI yang akan mundur itu jelas tidak benar, yang mundur itu hanya tiga orang,” ujar Jupiter.

Ribuan Kader Mundur, Elite Nasdem Kongres

Ribuan Kader Mundur, Elite Nasdem Kongres

Politisi Golkar Enggartiasto Lukita (ke-3 dari kiri), Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella (ke-3 dari kanan), Ketua Bappilu Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan (ke-2 dari kanan), Aktivis ’98 Ulung Rusman (kiri), dan Pengacara OC. Kalligis usai ko

, JAKARTA — Sungguh ironis nasib Partai Nasdem. Saat petinggi partai akan menggelar kongres nasional, ribuan kader partai malah ramai-ramai mengundurkan diri.

Dipimpin oleh Ketua DPW Nasdem DKI Jakarta, Armyn Gultom, ribuan kader Nasdem mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) ke kantor DPP Partai Nasdem, Jalan Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (25/1).

Selain KTA, mereka juga mencopot baju seragam Nasdem untuk menegaskan pengunduran diri sebagai pengurus dan kader partai yang didirikan Surya Paloh tersebut. “Partai Nasdem sudah tidak Layak lagi memperjuangkan restorasi di Indonesia,” kata Armyn dalam orasinya.

Dia mengatakan tidak bisa sejalan lagi dengan elit dan pendiri partai. Mekanisme yang berlangsung di tubuh partai menurutnya sudah tidak sehat, bahkan melanggar AD/ART partai. Bahkan, kongres yang dilaksanakan hari ini disebut Armyn juga menyalahi prosedur.

Sikap otoriter Surya Paloh, lanjut dia, juga menjadi salah satu penyebab kader di DKI Jakarta memilih mundur. “Kami dipaksa untuk memilih dan menandatangani surat agar mendukung Pak Surya Paloh sebagai ketua umum,” ujarnya.

Hal itu dinilai Armyn telah menciderai demokrasi dan gerakan perubahan yang mereka usung. Padahal, kader partai telah berjuang untuk meloloskan Nasdem dalam verifikasi parpol yang diselenggarakan KPU. Hingga Partai Nasdem menjadi peserta pemilu 2014 dengan nomor urut satu.

“Kami tidak sejalan lagi dengan Surya Paloh yang sebentar lagi akan menjadi ketua umum, dan Patrice Rio Capella yang akan turun jabatan menjadi sekretaris jendral,” ungkap Army.

Army mengelak jika aksi tersebut dimotori Hary Tanoesudibjo, petinggi Nasdem yang sudah mundur terlebih dahulu. Namun, mereka bertekad akan terus menyalurkan aspirasi politiknya melalui lembaga baru. Mereka juga tidak menutup kemungkinan bergabung dengan partai lain asal ideologinya sama-sama memperjuangkan perubahan.

Sekretaris DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Diflaizal Zen Koto, menambahnya, kemunduran mereka serentak dilakukan oleh seluruh pengurus harian DPW, DPC, hingga ranting dan rayon di DKI Jakarta.

“Ada 700.000 yang sudah mengembalikan KTA. Kantor-kantor juga sudah kami tutup dan kembalikan ke Nasdem sejak hari ini,” kata Diflaizal.

Diflaizal mengklaim, akan banyak kader lain yang menyusul. Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Jawa Barat.

Kaos dan KTA yang dikembalikan, ditumpuk di depan gerbang kantor. Tidak ada perwakilan pengurus DPP partai yang menemui mereka. Hanya ada satu orang pengurus ormas Nasional Demokrat yang bersuara.

“Wajar saja kalau keluar, kita tidak tahu yang sebenarnya. Yang datang kesini tidak sampai 3.000. Kami ga peduli, itu hak mereka kalau tidak sesuai dengan pimpinan,” kata Orri Bukhori, Wasekjen Ormas Nasdem DKI Jakarta.

Elite Partai Gelar Kongres, Ribuan Kader Nasdem Mundur

Elite Partai Gelar Kongres, Ribuan Kader Nasdem Mundur

Politisi Golkar Enggartiasto Lukita (ke-3 dari kiri), Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella (ke-3 dari kanan), Ketua Bappilu Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan (ke-2 dari kanan), Aktivis ’98 Ulung Rusman (kiri), dan Pengacara OC. Kalligis usai ko

, JAKARTA — Sungguh ironis nasib Partai Nasdem. Saat petinggi partai akan menggelar kongres nasional, ribuan kader partai malah ramai-ramai mengundurkan diri.

Dipimpin oleh Ketua DPW Nasdem DKI Jakarta, Armyn Gultom, ribuan kader Nasdem mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) ke kantor DPP Partai Nasdem, Jalan Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (25/1).

Selain KTA, mereka juga mencopot baju seragam Nasdem untuk menegaskan pengunduran diri sebagai pengurus dan kader partai yang didirikan Surya Paloh tersebut. “Partai Nasdem sudah tidak Layak lagi memperjuangkan restorasi di Indonesia,” kata Armyn dalam orasinya.

Dia mengatakan tidak bisa sejalan lagi dengan elit dan pendiri partai. Mekanisme yang berlangsung di tubuh partai menurutnya sudah tidak sehat, bahkan melanggar AD/ART partai. Bahkan, kongres yang dilaksanakan hari ini disebut Armyn juga menyalahi prosedur.

Sikap otoriter Surya Paloh, lanjut dia, juga menjadi salah satu penyebab kader di DKI Jakarta memilih mundur. “Kami dipaksa untuk memilih dan menandatangani surat agar mendukung Pak Surya Paloh sebagai ketua umum,” ujarnya.

Hal itu dinilai Armyn telah menciderai demokrasi dan gerakan perubahan yang mereka usung. Padahal, kader partai telah berjuang untuk meloloskan Nasdem dalam verifikasi parpol yang diselenggarakan KPU. Hingga Partai Nasdem menjadi peserta pemilu 2014 dengan nomor urut satu.

“Kami tidak sejalan lagi dengan Surya Paloh yang sebentar lagi akan menjadi ketua umum, dan Patrice Rio Capella yang akan turun jabatan menjadi sekretaris jendral,” ungkap Army.

Army mengelak jika aksi tersebut dimotori Hary Tanoesudibjo, petinggi Nasdem yang sudah mundur terlebih dahulu. Namun, mereka bertekad akan terus menyalurkan aspirasi politiknya melalui lembaga baru. Mereka juga tidak menutup kemungkinan bergabung dengan partai lain asal ideologinya sama-sama memperjuangkan perubahan.

Sekretaris DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Diflaizal Zen Koto, menambahnya, kemunduran mereka serentak dilakukan oleh seluruh pengurus harian DPW, DPC, hingga ranting dan rayon di DKI Jakarta.

“Ada 700.000 yang sudah mengembalikan KTA. Kantor-kantor juga sudah kami tutup dan kembalikan ke Nasdem sejak hari ini,” kata Diflaizal.

Diflaizal mengklaim, akan banyak kader lain yang menyusul. Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Jawa Barat.

Kaos dan KTA yang dikembalikan, ditumpuk di depan gerbang kantor. Tidak ada perwakilan pengurus DPP partai yang menemui mereka. Hanya ada satu orang pengurus ormas Nasional Demokrat yang bersuara.

“Wajar saja kalau keluar, kita tidak tahu yang sebenarnya. Yang datang kesini tidak sampai 3.000. Kami ga peduli, itu hak mereka kalau tidak sesuai dengan pimpinan,” kata Orri Bukhori, Wasekjen Ormas Nasdem DKI Jakarta.

Nasional | Ormas NasDem Soal Kader Mundur: Wajar Saja, Masuk & Keluar Sukarela


Orri Buchori (Foto: Ahmad Juwari/detikcom)

Jakarta – Ormas Nasional Demokrat (NasDem) menganggap mundurnya ratusan kader Partai NasDem sebagai hal yang wajar. Keanggotaan NasDem adalah sukarela, jadi mundur dengan sukarela pun ya silakan saja.

“Saya rasa hari ini wajar-wajar saja. Ini juga sukarela, masuk sukarela, keluar juga sukarela. Biasa dalam organisasi,” kata Wasekjen Ormas NasDem Orri Buchori.

Hal itu dikatakan Orri ketika ditemui setelah aksi kader yang mundur di depan Kantor DPP NasDem, Jalan RP Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (25/1/2013).

Ketika ditanyakan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) ini tidak disambut fungsionaris DPP NasDem, Orri mengatakan fungsionaris DPP Partai NasDem tidak tahu sebelumnya.

“Kita tidak tahu, menyerahkan, penyerahan, tidak konfirmasi. Kita tidak siap,” imbuhnya.

Orri menambahkan, bila menyerahkan dan mengundurkan resmi dari NasDem secara resmi, bukan dengan cara aksi lempar-lempar kaos dan merobek KTA. Tapi dia tetap berpendapat hal yang wajar ada kader yang keluar keluar. “Buat kita hal yang wajar saja dalam organisasi. Datang tidak menggenapi, pergi tidak mengganjili,” jelasnya.

“Kalau tidak puas dengan pemimpin, itu hak dia. Yang pasti sekarang banyak sekali kader-kader yang ada bersama kami. Buat kita hal yang biasa,” tandas Orri.

(nwk/nrl)

Nasional | Ribuan Anggota NasDem DKI Juga akan Mundur



Jakarta – Pengunduran diri massal akan dilakukan ribuan anggota Partai Nasional Demokrat (NasDem) se-DKI Jakarta. Mereka akan mengantar para pengurus NasDem DKI dan Jakarta Raya ke kantor pusat NasDem yang mundur dan mengembalikan kartu tanda anggota (KTA).

Ribuan anggota NasDem ini akan mendatangi kantor NasDem di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (25/1/2013). “Ada sekitar 3.000 orang yang akan mengembalikan KTA ke DPP NasDem,” klaim salah seorang anggota NasDem kepada detikcom.

Para anggota NasDem ini mendukung sepenuhnya para pengurus DPW NasDem DKI dan para pengurus DPC NasDem se-Jakarta yang mengajukan pengunduran diri. “Ini bentuk solidaritas, karena sudah tidak ada demokrasi di NasDem. Yang ada hanyalah kepemimpinan otoriter, yang tidak sejalan dengan restorasi yang didengungkan selama ini,” ujar dia.

Mundurnya para pengurus dan anggota NasDem DKI ini sejalan dengan mundurnya Ketua Dewan Pakar NasDem Hary Tanoesoedibjo dan Sekjen Ahmad Rofiq serta beberapa pengurus DPP lainnya beberapa hari lalu. Mereka menolak upaya menjadikan Surya Paloh sebagai ketua umum NasDem.

Hary Tanoe yang sudah mengeluarkan banyak dana dan energi untuk NasDem menginginkan agar kepengurusan NasDem tidak diubah dan tetap dipegang para politisi muda yang telah berjuang keras membawa NasDem lolos verifikasi peserta Pemilu 2014. Hary Tanoe menyayangkan upaya-upaya menggeser anak muda dari tampuk kekuasaan di NasDem.

Penetapan Surya Paloh sebagai ketua umum akan ditetapkan dalam Kongres NasDem yang akan digelar 26 Januari 2013. Surya Paloh menggeser Rio Capella dari kursi ketua umum dan Rio Capella akan menggeser Ahmad Rofiq sebagai sekjen. Sejumlah politisi senior yang awalnya aktif di ormas NasDem juga akan masuk dalam kepengurusan NasDem yang baru.

Hingga kini, belum ada pengurus DPW NasDem DKI yang bersedia bicara secara resmi mengenai rencana pengunduran diri masal para anggota NasDem ini.

(van/rvk)