Jabar Darurat Pendidikan SMA

Siswa SMK (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG– Angka partisipasi kasar (APK) siswa SMA/SMK di Jawa Barat tergolong rendah. Dari jumlah lulusan SMP di Jabar, hanya 51 pesen yang meneruskan ke SMA/SMK. Sisanya, sekitar 49 persen tak bisa meneruskan ke jenjang SMA/SMK. Karena, terkendala ruang kelas di SMA yang minim. Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Jabar Denny Juanda, kondisi ini memperihatinkan. Bahkan, Denny menyebutnya sebagai darurat pendidikan SMA/SMK.

“Harus ada program khusus, Jabar ini darurat pendidikan SMA,” ujar Denny, Selasa (24/3).

Denny mengatakan, angka partisipasi SMA/SMKA di Jabar tersebut berada di bawah rata-rata nasional. Tingginya siswa lulusan SMP yang tidak meneruskan ke SMA/SMK dikarenakan berbagai faktor.  Di antaranya, seperti kekurangan ruang kelas dan guru. Oleh karena itu, kata dia, pihaknya akan segera membangun sekolah baru di daerah pelosok. Hal ini sangat penting untuk memudahkan warga mengakses SMA/SMK. Saat ini, Pemprov Jabar sedang memetakan daerah mana saja yang tidak ada SMA/SMK. 

“Nantinya akan dibangun SMA/SMK di daerah yang banyak penduduk,” katanya.

Menurut Denny, rendahnya APK ini menjadi persoalan serius. Jika tidak ditindaklanjuti, program wajib belajar sembilan tahun tidak akan tercapai.

Sementara menurut Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, APK SMA/SMK di Jabar sebesar 61 persen. Namun, dibandingkan dengan APK sebelumnya sebenarnya sudah ada progress. Karena, kalau bandingkan hitungan awalnya, APK di Jabar sebesar 71 dan dikoreksi menjadi 61. Menurut Heryawan, Pemprov Jabar cukup berambisi dan bercita-cita besar kalau pengelolaan SLTA sudah dilimpahkan keprovinsi maka akan meningkatkan angka partisipasi kasar SLTA. Selain itu, Pemprov Jabar pun akan menggratiskan sebagian SMA kecuali sekolah yang unggulan.

“Sekolah gratis itu, nanti 2016 saat pengelolaan kewenangannya di ke Provinsikan,” katanya.

 

republika.co.id

Pilih Ketua, PDIP Jabar Gelar Konforda

Politikus PDIP TB Hasanuddin

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG— Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Barat menggelar  konfrensi daerah (konferda) pada Rabu (18/3) di Hotel Horison Bandung. Konfrensi ini,  akan menentukan siapa pimpinan PDI Perjuangan di Jabar selama lima tahun kedepan.

Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, TB Hasanudin konferda ini yang diagendakan pada pekan lalu terpaksa diundur. Karena, dalam Konferda harus ada pimpinan DPP yang hadir.

“Konferda ini tentu mengdihadirkan 27 DPC. Masing-masing utusan itu adalah Ketua, sekretaris dan bendahara,” ujar TB kepada wartawan, Rabu (18/3).

TB Hasanudin mengatakan, untuk Konferensi Cabang (Konfercab) sudah selesai dilaksanakan di 27 kabupaten/kota. TB mengaku tenang sehingga pekerjaan PDI Perjuangan kali ini adalah menyukseskan Konferda.

“Konfercab 100 persen selesai. Terakhir kemarin di Indramayu. ‎Semuanya berjalan dengan tertib dan tenang,” katanya.

TB menjamin, pelaksanaan Konferda di Bandung tidak akan ada konflik yang berkelanjutan. Dia berpesan kepada seluruh kader agar melaksanakan konferda dengan damai.

“Kepengurusan PDIP di kabupaten/kota kebanyakan baru. Diharapkan kepengurusan di DPD lebih baru dan gress dan lebih bagus lagi,” katanya.

Nanti dalam Konferda DPP akan memilih tiga calon Ketua DPD yang sudah melaksanakan tes. Ketiga calon tersebut akan dimusyawarahkan oleh para kader. Setelah dipilih siapa ketua DPD PDI Perjuangan Jabar kemudian akan membentuk formatur kepengurusan masa bakti 2015-2020.

“Selesai itu diumumkan pelantikan dan penutupan.” kata dia.

TB mengatakan, untuk para kader yang mulai dari bawah ke atas (Bottom Up) tercatat ada 74 orang kader sekitar 35 diantaranya mengikuti tes sebagai calon Ketua. TB menyebut semua kader memiliki hak untuk dicalonkan oleh siapa saja. Kemudian, dari tingkat Jabar melaporkannya ke DPP untuk dipilih tiga calon.

“Calon yang diajukan tersebut dirapatkan oleh DPP dan diturunkan tiga orang,” katanya.

Menurut TB, tes psikologi bagi para calon ketua itu dikerjasamakan dengan pihak luar. Sehingga sangat sulit untuk dimanipulasi. Bahkan, calon-calon yang mengikuti tes tidak diumumkan kepada kader. Para calon sendiri tidak ada kampanye hingga ke ranting-ranting

Republika.co.id

NasDem Persilakan Gelar Kongres Tandingan

NasDem Persilakan Gelar Kongres Tandingan

Headline

IST

inilah.com, Jakarta – Beberapa pengurus daerah Partai Nasional Demokrat (NasDem) tidak turut serta dalam kongres. Salah satunya adalah pengurus Partai NasDem Cimahi, Jawa Barat. Alasannya, karena tidak setuju pengukuhan Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai NasDem.

Menanggapi hal itu, anggota Dewan Pembina (Wanbin) Partai NasDem, Endriartono Sutarto, mengatakan seluruh pengurus daerah diwajibkan untuk ikut serta sebagai peserta kongres yang akan digelar di Jakarta Convention Center, Jumat (25/1/2013) malam.

NasDem tidak keberatan jika beberapa pengurus daerah di Jawa Barat tidak hadir dalam kongres. Kongres tandingan tidak akan menghalangi penetapan Surya Paloh sebagai ketua umum NasDem yang baru.

“Silakan saja, tidak masalah. Jabar bukan tandingan, kita kan nasional,” tegas Sutarto, ketika dihubungi inilah.com, Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Partai NasDem akan mengukuhkan Surya Paloh sebagai ketum partai tersebut melalui kongres yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat dan Sabtu, 25 & 26 Januari 2013.

Beberapa pengurus daerah menyatakan siap menggelar kongres tandingan. Mereka memilih menggelar kongres sendiri bersama simpatisan dan tokoh Nasdem se-Jawa Barat.

“Dimulai dengan doa istighasah, shalat Jumat dan pernyataan sikap di kantor Partai Nasdem Cimahi. Agenda utamanya kita akan sampaikan pernyataan sikap sebagai wujud aspirasi dari masyarakat dan pengurus serta tokoh-tokoh itu,” ujar Ketua DPD Partai Nasdem Kota Cimahi, Jawa Barat, Asep Taryana saat dihubungi, Kamis(24/1/2013). [rok]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Inilah 10 Alasan BlackBerry 10 Bisa Selamatkan RIM

    Inilah 10 Alasan BlackBerry 10 Bisa Selamatkan RIM

  • Aceng Fikri, Sudahlah!

    Aceng Fikri, Sudahlah!

NasDem, Partai Baru Berparadigma Jadul

NasDem, Partai Baru Berparadigma Jadul

Headline

Partai Nasional Demokrat (NasDem) – Ist

inilah.com, Jakarta – Terkait teror yang dialami Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasional Demokrat (NasDem) Jawa Barat, Rustam Effendi, pengamat politik AS Hikam menilai NasDem merupakan partai politik baru yang menggunakan paradigma jadul.

“Kalau informasi Rustam Effendi (RE), Ketua DPW NasDem Jabar sahih, maka tesis dasar saya mengenai partainya Surya Paloh (SP) itu makin terbukti, bahwa NasDem adalah partai politik baru yang menggunakan paradigma jadul alias lama,” kata AS Hikam, Kamis (24/1/2013).

AS Hikam berpendapat slogan “restorasi” yang didengungkannya pun adalah pemulihan kembali paradigma dan sistem politik otoriter. “Maka tidak mengherankan jika Nasdem sangat mengedepankan pendekatan dari atas dan menyirik perbedaan pendapat,” ujarnya.

“Rakyat Indonesia sudah seharusnya menolak restorasi sistem politik otoriter atau pembentukan rezim yang berparadigma sama. Reformasi dan demokratisasi harus terus berlanjut, bukan diputar kembali ke masa lalu,” tegas Hikam.

Seperti diketahui Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat Rustam Effendi kemarin petang diberitakan didatangi lebih dari 50 preman yang memintanya untuk menandatangani surat dukungan Surya Paloh menjadi Ketua Umum Partai Nasdem. Menolak permintaan itu, Rustam pun keluar dari kepengurusan NasDem. [rok]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Demi Balotelli, Milan 'Korbankan' Satu Pemain

    Demi Balotelli, Milan ‘Korbankan’ Satu Pemain

  • Tembus Final Australia, Li Na Puji Pelatih

    Tembus Final Australia, Li Na Puji Pelatih

Deddy Mizwar dan Oneng Jadi Pilihan Warga Depok

Pilgub Jabar
Deddy Mizwar dan Oneng Jadi Pilihan Warga Depok

Headline

Deddy Mizwar dan Rieke Diah Pitaloka – inilah.com

inilah.com, Jakarta – Baliho-baliho yang menampilkan sosok calon Gubernur Jawa Barat marak bermunculan di Kota Depok. Mereka terpampang jelas di lokasi-lokasi strategis di setiap jalan di kota tersebut.

Di ujung Jalan Margonda Raya, disaat masyarakat akan ke luar dari Kota Depok menuju Lenteng Agung Agung, Jakarta Selatan, terpampang baliho berukuran ‘raksasa’ menjulang dipasang di taman Monumen Salak, gambar pasangan calon Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar.

Baliho cagub incumbent itu selalu menjadi perhatian masyarakat yang melintas. Bahkan, dalam keseharian pasangan cagub ini sering menjadi pembicaraan di sebagian masyarakat. Tampilnya sosok Deddy Mizwar menarik simpati masyarakat.

Cukup banyak warga di wilayah Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, misalnya, telah menjatuhkan pilihan kepada Deddy Mizwar saat pelaksanaan pilkada nanti. Pilihan warga kepada Deddy Mizwar selain disebabkan keterkenalannya sebagai aktor, dan bintang iklan, juga kepribadiannya yang sederhana dan santun.

“Kalau saya sih mantap pilih Deddy Mizwar aja. Kelihatannya dia Islami banget dan jujur. Sinetron Para Pencari Tuhan itu bisa menjadi gambaran kalau Deddy Mizwar orangnya baik dan Islami,” ujar Ibu Desi (45), warga Perumahan Griya Asri, Jalan Tole Iskandar.

Selain baliho pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar, di Jalan Margonda Raya juga terpampang jelas baliho bergambar pasangan calon Gubernur Rike Diah Pitaloka dan Teten Masduki. Baliho mereka tampak mencolok jika dilihat dari Jalan Juanda Raya disaat warga atau pengendara berhenti di lampu merah. Pasangan cagub-cawgub ini tengah melambaikan tangan dan berpakaian baju kotak-kotak. Pasangan ini juga menjadi pembicaraan warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. Mereka memanggil Rike sebagai Oneng nama dalam sinetron Bajaj Bajuri. Oneng juga diketahui masyarakat setempat sebagai aktivis yang memperjuangkan nasib rakyat. Dia cerdas dan berani bersuara lantang mengkritik keketidakadilan.

“Dia juga suka unjuk rasa bersama buruh. Oneng kelihatan sekali orangnya berani membela rakyat apalagi pasangannya Teten Masduki, tokoh antikorupsi dan pendiri ICW,” kata Karel Supriyadi, 50, warga Jalan Dimun Raya, Sukamaju, Cilodong.

Berbeda dengan mereka, baliho calon Gubernur Irianto alias Yance juga banyak dipasangan di Kota Depok, khususnya di wilayah Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya. Calon gubernur dari Partai Golkar ini tidak populer di masyarakat setempat. Di dalam baliho itu ada terpampang foto seorang polikus perempuan, anggota DPRD Depok. Politikus ini mendompleng calon gubernur Yance untuk persiapan Pemilu 2014. [yeh]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Kena Tendangan Arbeloa, Casillas Cedera

    Kena Tendangan Arbeloa, Casillas Cedera

  • Rindu Van Persie, Bek Arsenal Ini Ingin Hengkang

    Rindu Van Persie, Bek Arsenal Ini Ingin Hengkang

LEX DATANGI RUMAH DPD PAN DEPOK

LEX DATANGI RUMAH DPD PAN DEPOK


CALON WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT KE DEPOK Pemilihan gubernur (pilgub) Jabar bertabur bintang. Setelah PDIP resmi mengusung Rieke Diah Pitaloka, Partai Amanat Nasional (PAN) menyampaikan secara resmi mengusung pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana di Pemilihan Gubernur Jabar 2013. CALON WAKIL GUBERNUR JAWA BARAT KE DEPOK Pemilihan gubernur (pilgub) Jabar bertabur bintang. Setelah PDIP resmi mengusung Rieke Diah Pitaloka, Partai Amanat Nasional (PAN) menyampaikan secara resmi mengusung pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana di Pemilihan Gubernur Jabar 2013. Hari ini Leksmana calon Wakil Gubernur Jawa barat bersilaturahmi ke Depok . ” Ada 8 titik yang akan kita kunjungi, nanti kita rood show, kira – kira jam 11 ke tempat saya di Jalan kencana ” Kata Hasbullah Rahmad Ketua DPD PAN Depok di cimanggis (10/1 ) .

Ayu Azhari di Pilkada Sukabumi sebagai Wakil Bupati

Ayu Azhari di Pilkada Sukabumi sebagai Wakil Bupati


Ayu Azhari di Pilkada Sukabumi sebagai Wakil Bupati Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, membantah kabar soal batalnya pencalonan Ayu Azhari sebagai Wakil Bupati Sukabumi akibat ketidakhadiran saat dilakukan verifikasi tingkat kabupaten dan tingkat provinsi. Berdasarkan hasil verifikasi tingkat DPC atau kabupaten hingga ingkat provinsi, pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi sudah menyerahkan enam nama untuk bupati dan sembilan nama untuk wakil bupati termasuk nama Ayu. Jelang pilkada 2010, partai politik tentu sah-sah saja memasang calon unggulannya untuk menarik simpati masyarakat. Namun kualitas dan kapabilitas para calon yang diusung tentu janganlah dilupakan/ karena amanah tugas memimpin suatu daerah jelas bukan hal yang ringan. Selain itu Ayu Azhari secara resmi sudah melamar ke PDIP sebagai bakal calon Bupati Sukabumi, Jabar. Namun, Ayu akan berhadapan dengan Desi Ratnasari yang kemungkinan ikut maju pada Pilkada Sukabumi. Ayu Azhari PDIP Wakil Bupati Sukabumi Pilkada Desi Ratnasari Jawa Barat