Marzuki Alie: SBY dan Ibas tidak Bisa Dipanggil atas Permintaan Saksi

Metrotvnews.com, Purwokerto: Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan soal pemanggilan Presiden SBY dan Ibas menjadi urusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan bukan permintaan seorang saksi.

“Tidak bisa seorang yang memberikan kesaksian meminta seseorang untuk diperiksa dalam sebuah,” kata Marzuki menanggapi pernyataan mantan Ketua Cabang Partai Demokrat Cilacap Tri Dianto bahwa SBY dan Ibas perlu dipanggil untuk bersaksi terkait kasus Hambalang. Menurut Tri, waktu itu Ibas sebagai panitia pengarah dan SBY sebagai Ketua Dewan Pembina.

“Tidak bisa dong  (memanggil seseorang). Memang dia (Tri) Ketua KPK? Dia itu siapa? Pemanggilan seseorang harus berdasarkan data dan fakta. Dan itu menjadi kewenangan KPK,” ujar Marzuki saat berada di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jumat (1/11).

Menurutnya, pemanggilan seseorang tidak dapat dilakukan hanya karena pernyataan seseorang saksi. Sebab, yang memiliki kewenangan memanggil nadalah KPK dan pemanggilan tersebut harus didasarkan data dan fakta. “Seperti saya yang memberikan kesaksian soal gedung,” ujarnya.

Marzuki juga mengatakan, sewaktu dirinya dipanggil, memang mengetahui soal pembangunan gedung. “œWaktu itu saya bersaksi bahwa pembangunan gedung saya setop, karena ada permainan,” katanya. (Liliek Dharmawan)

Editor: Patna Budi Utami

metrotvnews.com

Ibas: Kader Demokrat Harus Dekat dengan Rakyat

Ibas: Kader Demokrat Harus Dekat dengan Rakyat

Headline

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas – (Foto: inilah.com)

inilah.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas mengajak seluruh kader partainya memanfaatkan momentum Temu Kader Partai Demokrat (TKPD) sebagai ajang konsolidasi kader dan organisasi menyambut Pemilu 2014.

Ibas meminta agar TKPD yang akan diselenggarakan di SICC Sentul, Bogor, Sabtu (26/10/2013) sebagai salah satu konsolidasi untuk menuntaskan kinerja partai. Menurutnya, momentum itu sebagai lembaran baru untuk menyusun program kerja dan berbagai strategi menghadapi pemilu tahun 2014.

“TKPD menjadi momentum yang tepat untuk merapatkan barisan seluruh kader Partai Demokrat dan menegaskan kembali komitmen Partai Demokrat untuk berjuang mengutamakan kepentingan masyarakat yang menjadi bagian dari perjuangan partai,” kata Ibas, Jakarta, Jumat (25/10/2013).

Ibas juga mengajak para kader agar semakin giat menyerap aspirasi masyarakat di daerahnya masing-masing hingga ke akar rumput.

“Kader Demokrat harus semakin dekat dengan rakyat dan berkontribusi secara konkrit agar dapat mengetahui berbagai aspirasi di tengah-tengah masyarakat. Suara aspirasi hingga ke akar rumput harus diakomodir karena mereka adalah ujung tombak perjuangan partai,” kata Ibas.

Ibas pun mengingatkan, khittah Partai Demokrat yang terus menjalankan prinsip politik Bersih, Cerdas dan Santun harus semakin menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan kader.

“Komitmen kader Demoktrat dan kinerja organisasi partai terus ditingkatkan dengan berpegang pada khittah partai yang terus menjaga prinsip politik, bersih, cerdas dan santun,” terang Ibas.

Ibas juga berpesan, agar kekompakan antarseluruh kader Demokrat terus dijaga mengingat eskalasi politik ke depannya semakin meningkat.

“Kita tahu ke depan suhu politik akan semakin meningkat, akan semakin banyak lagi tantangan yang akan kita hadapi. Namun, selama para kader Partai Demokrat dapat menjaga soliditas dan komitmennya, pasti hasilnya akan maksimal,” tandasnya. [ton]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Mulai Produktif, Mou Puji Para Penyerangnya

    Mulai Produktif, Mou Puji Para Penyerangnya

  • Wall Street Positif Respon Kinerja Microsoft

    Wall Street Positif Respon Kinerja Microsoft

Inilah.com

Ibas: Kader Harus Giat Serap Aspirasi ke Akar Rumput

TEMU KADER DEMOKRAT 2014
Ibas: Kader Harus Giat Serap Aspirasi ke Akar Rumput
Jum’at, 25 Oktober 2013 , 17:12:00 WIB

Laporan: Ruslan Tambak

IBAS/NET
  

RMOL. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas mengajak seluruh kader partai memanfaatkan momentum Temu Kader Partai Demokrat (TKPD) sebagai ajang konsolidasi kader dan organisasi menyambut tahun 2014.
 
Hal ini disampaikan Ibas menjelang digelarnya Temu Kader Partai Demokrat (TKPD) di SICC Sentul, Bogor, Sabtu besok, (26/10).

Jelas Ibas, tahun 2013 akan segera berakhir dan kader Demokrat harus tuntaskan agenda kerja partai. Demokrat harus buka lembaran baru untuk menyusun program kerja dan berbagai strategi menghadapi pemilu tahun 2014. Untuk itu, TKPD menjadi momentum yang tepat untuk merapatkan barisan seluruh kader Partai Demokrat dan menegaskan kembali komitmen Partai Demokrat untuk berjuang mengutamakan kepentingan masyarakat yang menjadi bagian dari perjuangan partai.
 
Putra bungsu SBY ini juga mengajak para kader agar semakin giat menyerap aspirasi masyarakat di daerahnya masing-masing hingga ke akar rumput.

“Kader Demokrat harus semakin dekat dengan rakyat dan berkontribusi secara konkrit agar dapat mengetahui berbagai aspirasi di tengah-tengah masyarakat. Suara aspirasi hingga ke akar rumput harus diakomodir karena mereka adalah ujung tombak perjuangan partai,” jelas Ibas dalam keterangannya, Jumat (25/10).
 
Khittah Partai Demokrat politik Bersih, Cerdas dan Santun harus terus dijalankan dan semakin menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan kader. Ibas juga berpesan, agar kekompakan antarseluruh kader Demokrat terus dijaga mengingat eskalasi politik ke depannya semakin meningkat.

“Kita tahu ke depan suhu politik akan semakin meningkat, akan semakin banyak lagi tantangan yang akan kita hadapi. Namun, selama para kader dapat menjaga soliditas dan komitmennya, pasti hasilnya akan maksimal,” tandas Ibas. [rus]


Baca juga:

Ada yang Mau Menggembosi Konvensi Capres Demokrat
Pasek: SBY Sering Mendapat Informasi yang Menyesatkan
Demokrat Anggap Hasil Survei Pil Pahit yang Harus Ditelan
Hayono Isman Semakin Intens Blusukan ke Kampus-kampus
Besok SBY akan Memberikan Pengarahan kepada 10 Ribu Kader PD


Komentar Pembaca

Ibas Ogah Komentari Ibunya Marah di Instagram

Ibas Ogah Komentari Ibunya Marah di Instagram

Headline

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas – (Foto : inilah.com)

inilah.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas enggan mengomentari ibunya Ani Yudhoyono yang marah di instagram.

“Jangan tanyakan itu di sini, ini kan lagi ngerayain keluarga pak Hatta, jadi lebih baik soal harapan dan prosesi pernikahannya,” kata Ibas saat menghadiri acara siraman putri ketiga Hatta Rajasa di kediaman Hatta, Golf Mansion kav 26, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2013).

Sebelumnya diberitakan, Ibu Negara Ani Yudhoyono kembali marah kepada followers atau pengikutnya di jejaring media instagram.

Kemarahan Ibu Ani ini dipicu oleh komentar seorang followers bernama @erie_nya di instagram. @erie_nya mengomentari foto Ibu Ani dan keluarga SBY saat berkunjung di Pantai Lanyae, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan. [rok]

Rekomendasi Untuk Anda



  • “Pengurangan Kuota Pemain Asing Berdampak Positif”

  • Minggu Depan Timnas U-19 Berkompetisi di Eropa?

    Minggu Depan Timnas U-19 Berkompetisi di Eropa?

Inilah.com

Ibas Berharap Doa dan Dukungan

Ibas Berharap Doa dan Dukungan

Headline

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) – (foto: inilah.com)

inilah.com, Pacitan – Momentum Hari Raya Idul Adha, 1434 H, dimanfaatkan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) untuk berbagi dengan sesama khususnya masyarakat Pacitan.

Ibas memang sengaja memanfaatkan momentum hari raya haji tahun inI, untuk bisa bertemu dengan konstituennya di wilayah Dapil VII Jatim, termasuk di Pacitan.

Selain menyerahkan hewan kurban pada perayaan hari raya Haji, Caleg Nomor urut 1 tersebut juga berkenan memberikan bantuan Al Quran. Dirangkum informasi, hewan kurban bantuan Ibas tersebut diserahkan di Desa Ponggok, Kecamatan/Kabupaten Pacitan dan Desa Pringkuku,Kecamatan Pringkuku.

“Saya berharap, bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat. Mari kita saling berbagi, saling mengasihi diantara sesama. Jangan berebut, bagilah dengan adil dan merata,” pesan Ibas, disela-sela kesibukannya menyerahkan hewan kurban di Desa Ponggok, Kecamatan Pacitan, Selasa (15/10/2013).

Dia juga meminta kepada masyarakat Pacitan, agar senantiasa mendoakan ayahandanya, Presiden SBY. “Semoga beliau diberikan anugerah kesehatan, panjang umur, dan selalu diberikan petunjuk dalam menjalankan roda pemerintahan,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ibas juga menyampaikan kabar akan kedatangan ayahandanya ke Pacitan. Selain ingin bersilaturahim dengan masyarakat, SBY, kata Ibas, juga akan meninjau secara dekat proses pembangunan infrastruktur di Pacitan. “Semoga pembangunan di Pacitan terus berlanjut. Kami berharap masyarakat semakin damai dan sejahtera,” tuturnya.

Sementara itu Muhammad Hariyanto, Kepala Desa Ponggok, Kecamatan Pacitan mengatakan, sangat mengapresiasi kedatangan Ibas ke Pacitan. Atas nama warga, dia menyampaikan ucapan terimakasih atas kedatangan dan kepedulianIbas terhadap warga Pacitan, khususnya masyarakat di Desa Ponggok. “Kami sangat berterimakasih atas kedatangan dan kepedulian Mas Ibas selama ini,” ujarnya, secara terpisah.

Masih di hari yang sama , Ibas beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Pringkuku. Di desa yang berjarak sekitar 15 km tersebut, EBY juga melakukan kegiatan serupa. Diantaranya, membagikan langsung daging kurban kepada masyarakat didaerah setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Ibas juga berkesempatan santap siang dirumah penduduk yang sangat sederhana dengan hidangan alakadarnya. Ibas nampak menikmati hidangan dengan lahap begitu juga dengan rombongan.

Hal tersebut sangat memantik warga setempat utamanya Sugiato, siempunya rumah mengaku bangga dengan kedatangan orang nomor 2 di jajaran DPP Partai Demokrat tersebut. “Kulo matur nuwun sanget mas dipun rawuhi mas Ibas, (Saya sangat berterima kasih sekali atas kedatangannya mas Ibas),” tukas Sugianto.

Usai kegiaan penyerahan hewan kurban, Ibas bersama rombongan bertolak ke pantai klayar untuk mendampingi Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono mengawali hari pertama kunjungannya ke Pacitan.[jat]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Jacksen Sesalkan Tak Ada Laga Uji Coba

    Jacksen Sesalkan Tak Ada Laga Uji Coba

  • Inilah 10 Mobil Klasik Terkeren di Dunia

    Inilah 10 Mobil Klasik Terkeren di Dunia

Inilah.com

Keluarga Besar SBY di Istiqlal, Ibas Sendirian di Pacitan

IDUL ADHA 1434 H
Keluarga Besar SBY di Istiqlal, Ibas Sendirian di Pacitan
Selasa, 15 Oktober 2013 , 15:33:00 WIB

Laporan: Ruslan Tambak

IBAS YUDHOYONO/NET
  

RMOL. Presiden SBY memboyong seluruh anggota keluarga shalat Idul Adha dan berkurban 1434 H di masjid Istiqlal Jakarta tadi pagi (Selasa, 15/10), kecuali Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

Terlihat bersama SBY di masjid Istiqlal ada Ibu Negara Ani Yudhoyono, puteranya Agus Harimurti Yudhoyono serta dua menantu Annisa Pohan dan Aliya Rajasa.

Ibas ternyata memilih shalat Idul Adha dan berkurban di daerah pemilihan (dapil) tepatnya di Desa Ponggok, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan.

“Salat ied di masjid Agung Darul Falah Pacitan, kampung halaman Pak @SBYudhoyono. Salam hangat warga Pacitan,” tulis Ibas di akun twitternya @Edhie_Baskoro, Selasa (15/10).

Sekjen DPP Parti Demokrat ini selanjutnya berlebaran kurban di Desa Ponggok, Kecamatan Pacitan. Warga di sana kata Ibas seperti keluarga, ramah, dekat dan akrab.

“Alhamdulillah bisa berkurban di Pacitan. Hidup ini untuk berbagi dan saling menyayangi,” demikian Ibas yang juga caleg DPR RI. [rus]


Baca juga:

Surya Paloh Kurbankan Tiga Sapi untuk Kampung Nasdem
Menteri Cicip Serahkan Hewan Kurban
Anas Sesalkan Pemerintah Gencar Impor Daging
Walikota Tangsel: Tak Ada yang Berbeda di Lebaran Ini
Anas Urbaningrum Pastikan Tidak Ada Sapi Impor yang Dikurbankan


Komentar Pembaca

Pengamat: Pecat Penyidik KPK yang Hilangkan BAP Ibas

Edhie Baskoro Yudhoyono (ibas)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengamat hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII), Muzakir menilai, isu hilangnya berita acara pemeriksaan (BAP) sejumlah saksi yang menyebut keterlibatan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dalam kasus korupsi Hambalang, adalah bentuk protes karena perekrutan penyidik KPK dari unsur TNI.

Akhir pekan ini, sebuah broadcast message beredar di kalangan wartawan. Dalam pesan tersebut, dikatakan kini ada 20 penyidik TNI yang menangani kasus Hambalang. Semua BAP yang menyebutkan dugaan keterlibatan Ibas dalam proyek korupsi Hambalang tiba-tiba hilang. Alat bukti soal dugaan keterlibatan Ibas juga dihilangkan.

“Kalau ada isu terjadinya penghilangan, ini efek dari pengangkatan penyidik dari TNI itu,” kata Muzakir yang dihubungi ROL, Ahad (13/10).

Muzakir menjelaskan, berdasarkan pasal 38, 41 dan 42 UU KPK, penyidik KPK diambil berdasarkan KUHAP yaitu penyidik dari kepolisian dan penuntut umum dari kejaksaan. Kalau penyidik dari militer, ada perbedaan penanganan antara penyidik sipil dengan penyidik militer.

Menurutnya, KPK dapat menindaklanjuti pesan tersebut meski belum jelas kebenaran dan pengirimnya. Hal ini hanya sebagai antisipasi dugaan penghilangan BAP tersebut. Jika memang benar ada upaya dari penyidik untuk menghilangkan BAP, maka penyidik itu harus dipecat di hadapan publik.

Selain itu, penyidik ini juga dapat diproses secara pidana karena dapat dianggap menghalang-halangi penyidikan. “Kalau benar, harus diproses pidana karena termasuk dalam menghalangi penyidikan,” jelasnya.

Ia mengimbau untuk penyidik KPK masih membutuhkan dari unsur kepolisian. Sebab, penyidik dari kepolisian masih dapat bekerja secara profesional kalau tidak ada yang menungganginya secara politik.

“Kalau tidak ditunggangi politik, saya yakin penyidik dari kepolisian masih bisa profesional. Ini kan tidak bisa sembarangan karena menyangkut mewakili negara,” tegasnya.

republika.co.id