Nasional | NasDem Bali Soal Keluarnya Hary Tanoe: Kami Dukung Surya Paloh



Denpasar – Partai Nasional Demokrat (NasDem) Bali tak terkejut dengan pengunduran diri Hary Tanoe. Kini, NasDem Bali mendesak Surya Paloh (SP) menjadi ketua umum.

“Kami meminta dan mendesak Surya Paloh sebagai ketua umum NasDem,” kata Ketua DPW Partai NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa kepada detikcom, Selasa (22/1/2013).

Oka menilai, SP sangat dibutuhkan untuk melakukan perubahan. “Setelah NasDem lolos verifikasi, kami kembalikan NasDem kepada SP. Namun, kami meminta SP yang menjadi ketum NasDem,” katanya.

NasDem Bali mengaku tak terkejut dengan keluarnya HT. Pasalnya, telah terjadi perbedaan cara pandang dalam memenangkan NasDem dalam pemilu.

Oka mengklaim tak ada gerbong HT di Bali yang mundur menyusul kemundurannya. “Bali tetap solid. Kami tak terpengaruh dengan mundurnya HT,” kata Oka.

(gds/try)

Pengamat: HT-Wiranto Bergantung ‘Deal’ Politik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, menilai keputusan Hary Tanoesoedibjo berlabuh ke Partai Hanura, tepat.

“Gabung dengan Hanura adalah pilihan tepat, jika Hary Tanoesoedibjo ingin segera memiliki pengaruh politik,” kata Qodari, Selasa (19/2).
 
Dia mengingatkan, Hary Tanoe juga harus siap kecewa seperti di Partai Nasdem dulu dengan menjadi ketua Dewan Pertimbangan Hanura. “Namun, semua bergantung deal politik antara HT dan Wiranto.”

Qodari mengatakan, kekuatan media yang dimiliki Hary Tanoe potensial membantu membesarkan Hanura. Karena, sambungnya, selama ini kelemahan Hanura adalah tidak memiliki akses terhadap kepemilikan media besar. “Untuk urusan jaringan Hanura sudah bagus. Hanya kekuatan media itulah yang tidak dimiliki di Hanura,” ujarnya.
 
Hanya, kata Qodari, HT tidak bakal seleluasa menggunakan medianya, seperti ketika masih bergabung Partai Nasdem. Soalnya, lanjutnya, sekarang parpol peserta pemilu sudah resmi dan terikat dengan aturan dan batasan kampanye.