Yusril Heran Banyak Pejabat Tak Kenal Bunda Putri

Yusril Heran Banyak Pejabat Tak Kenal Bunda Putri

Headline

Ahli hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra – inilah.com/Agus Priatna

inilah.com, Jakarta – Ahli hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra ikut menanggapi sosok Bunda Putri yang belakangan ini ramai dibicarakan.

“Sudi (Mensesneg) enggak tahu kenal atau enggak dan Dipo Alam juga bilang enggak tahu,” ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (14/10/2013).

Ia mengaku tidak mengenal Bunda Putri yang disebut-sebut bernama Non Saputri, istri pejabat di Kementerian Pertanian. “Waktu dulu enggak ada Bunda Putri, jadi enggak tahu saya siapa bunda putri,” ujarnya.

Ia merasa aneh karena beberapa foto Bunda Putri bersama pejabat beredar di media, misalnya, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam. Para pejabat itu tidak mengenal siapa bunda putri meski pernah foto bersama.

“Saya merasa ini agak aneh. Ini enggak jelas siapa dia apa peranannya apa, misterius,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (10/10/2013), Luthfi Hasan Ishaaq menjelaskan sosok Bunda Putri yang belakangan ini disebut-sebut dalam kasusnya. Ia mengungkapkan Bunda Putri adalah orang dekat SBY.

Mantan Presiden PKS ini mengenal Bunda Putri dari Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin. Bunda putri adalah penghubung antara dewan pembina (PKS) dan dewan pembina (Partai Demokrat).

SBY marah terhadap tudingan itu. Ia menegaskan tidak mengenal Bunda Putri.

“Jangan nyerempet ke orang-orang yang tidak tahu. Sekarang saya, mungkin nanti orang lain. Beralih lagi isunya, itu kejahatan sendiri,” jelas SBY di Lanud Halim Perdana Kusumah, Jakarta, Kamis (10/10/2013) malam. [rok]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Zidane: Mou Tak Memberikan Saya Ruang Berpendapat

    Zidane: Mou Tak Memberikan Saya Ruang Berpendapat

  • Kristen Malaysia Resmi Dilarang Gunakan Kata Allah

    Kristen Malaysia Resmi Dilarang Gunakan Kata Allah

Inilah.com

Akil Mochtar Heran Kenapa Belum Diperiksa Majelis Kehormatan MK

Akil Mochtar Heran Kenapa Belum Diperiksa Majelis Kehormatan MK
Sabtu, 12 Oktober 2013 , 23:25:00 WIB

Laporan: Ujang Sunda

AKIL MOCHTAR
  

RMOL. Tersangka kasus suap sengketa pilkada Gunung Mas dan Lebak, Akil Mochtar, saat ini sedang menanti-nanti diperiksa Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi.

Akil berharap bisa segera diperiksa untuk menyampaikan semua tuduhannya secara terang-benderang.

“Sekarang Pak Akil sedang menunggu-nunggu dipanggil Majelis Kehormatan MK. Tapi sampai sekarang belum diundang juga,” jelas kuasa hukum Akil, Otto Hasibuan, (Sabtu, 12/10).

Ketua MK nonaktif ini merasa heran kenapa Majelis Kehormatan belum memeriksanya juga. Sementara, para saksi sudah diperiksa.

Kalau tidak kunjungan diperiksa, bekas politikus Golkar ini akan melayangkan surat resmi kepada Mejelis Kehormatan. “Saksi kan diperiksa untuk kasus Pak Akil. Kok Pak Akil sendiri belum juga diperiksa?” jelas Otto dengan nada heran.

Sebelumnya, Majelis Kehormatan MK sudah meminta keterangan sejumlah saksi terkait dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Akil. Mereka antara lain Kabag Protokol MK Teguh Wahyudi; Kasubbag Protokol MK Ardiansyah Salim; Sekretaris Ketua MK Yuanna Sisilia; ajudan Ketua MK IPDA Kasno; ajudan Ketua MK AKP Sugianto; office boy MK Sutarman.

Bahkan dua hakim Konstitusi, Maria Farida Indrati dan Anwar Usman juga sudah dimintai keterangan. [zul]


Baca juga:

Sedang Jadi Korban, Akil Mochtar Heran Masih Ada yang Minta Hewan Kurban
Kutuk Politik Dinasti, Politikus Hina Nalar Publik
Golkar Merasa Diserang SBY
Keluarga Atut Menilai Pemberitaan Media Tidak Adil
DPP Golkar: Kasus Akil Murni Perbuatan Individu, Bukan Partai!


Komentar Pembaca

Ketua DPP Golkar Heran Rapimnas Ditunda

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai merasa heran atas penundaan Rapimnas partai berlogo Pohon Beringin itu. Menurut Yorrys, Rapimnas merupakan event paling penting di mana forum itu diatur setiap tahun dalam AD/ART.

Rapimnas, kata Yorrys, biasanya diputuskan dalam Pleno DPP. Termasuk tanggal berapa akan diadakan, pembentukan kepanitiaan dan lain-lain.

“Yang jadi pertanyaan, saya pengurus DPP belum pernah ada rapat. Saya baca di media, Rapimnas akan dilakukan Oktober, kemarin saya tanya ke Sekjen dan pertanyakan itu. Kan kita belum ada rapat, kok ada penundaan. Manajemen di partai yang pelru. Karena ini Rapimnas terakhir dan tentukan bagaimana kita tindaklanjuti untuk catur sukses keempat ini untuk memenangkan pemilu legisltaif,” jelas Yorrys di Jakarta, Rabu (9/10).

Rapimnas Partai Golkar yang sejatinya dilangsungkan 20 Oktober ini ditunda menjadi November. Penundaan disebut karenaa persoalan tempat. Namun lagi-lagi Yorrys mempertanyakan alasan itu.

“Kalau soal tempat, itu saya sendiri bingung,” tegasnya.

Editor: Asnawi Khaddaf

metrotvnews.com

Hasyim Muzadi heran PPP belum dapat dukungan warga Muslim

LENSAINDONESIA.COM: Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Hasyim Muzadi merasa heran dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Keheranan mantan Ketua PBNU ini karena PPP yang berlambangkan Ka’bah, hingga kini belum mendapat banyak dukungan dari penduduk Indonesia yang mayoritas memeluk agama Islam.

Baca juga: Ketua Umum PPP sudah ucapkan selamat menang pada KarSa dan PPP tolak pelaksanaan Miss Word di Bali, soalnya merusak akhlak

“Kenapa PPP yang lambangnya Ka’bah kok belum banyak mendapat dukungan publik. Justru partai nasionalis yang memperoleh kepercayaan publik,” kata ulama kelahiran Bangilan, Tuban ini saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menurut Hasyim, realita ini menjadi pekerjaan rumah bagi PPP. Disarankannya, agar PPP menjaga moral politik agar mendapat simpati umat Islam. Pengurus PPP harus bersih dari praktik-praktik kotor.

“Pengurus PPP yang masih-masih muda, selain harus berperilaku bersih juga mengayomi para orang tua,” tandas dia.

KH Hasyim Muzadi menilai, langkah PPP menggelar Halaqah Nasional Alim Ulama tahun lalu sudah tepat untuk mendekati kalangan pesantren dan mengajak kembali para ‘orang tua’. Dengan menjalin kembali hubungan kepada ulama dan kiai dapat menguatkan PPP. Dan partai berlambang Ka’bah itu ibarat mendapat harapan baru dengan bergabungnya sejumlah kiai kharismatik.

Hasyim Muzadi mengibaratkan, PPP mendapat pupuk dengan bergabungnya para kiai. Oleh karena itu, tambah Hasyim, PPP harus bisa memanfaatkan ‘pupuk’ itu dengan baik. Yakni dengan menjaga akhlak politik partai, sehingga mendapatkan simpatik dari masyarakat.

Kiai kharismatik ini juga sangat berpesan kepada kader-kader muda PPP agar tidak terlibat praktik politik kotor. Kader muda PPP harus bisa menjadi teladan sebagai partai Islam. “Kader PPP saat ini yang bisa dibilang barisan muda, harus bisa menjadi suri teladan sebagai partai berbasis Islam. Tidak boleh terlibat praktik kotor,” ucapnya.

Dia juga berpesan kepada PPP agar terus menggalang dukungan dari umat Islam. Karena, dengan kondisi Indonesia yang mayoritasnya beragama Islam, dapat menjadi keuntungan tersendiri.

Sementara itu Ketua DPP PPP Arwani Thomafi, mengakui jika PPP ingin merebut kembali massa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jawa Timur. Indikatornya adalah dengan menempatkan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur sebagai lokasi pembukaan Mukernas I PPP.

Sebagaimana diketahui bahwa Kediri merupakan basis Nahdlatul Ulama (NU). Namun menurut Arwani, dipilihnya Ponpes Lirboyo juga merupakan aplikasi dari tekad PPP yang ingin meneguhkan sebagai rumah besar umat Islam dan sebagai partai politik yang dekat dengan ulama.

“Selaras dengan tekad kita untuk meneguhkan PPP sebagai rumah besar umat Islam. Kita ingin dekat dengan ulama, PPP bisa hadir di tengah-tengah warga NU,” kata Arwani.

Arwani tak menepis jika dikatakan PPP ingin mengambil keuntungan dari konflik yang mendera PKB. Dia berharap warga NU tak lagi bingung untuk berpartisipasi di politik karena secara kultur PPP merupakan rumah politik NU sejak sebelum lahirnya PKB.

“Dulunya (warga NU) adalah pendukung PPP. PPP sudah hadir lebih dulu di Lirboyo. Kita ingin kembali ke pangkuan ibu pertiwi yang melahirkan PPP,” tegas Arwani.@anne/LJR

alexa

ComScore
Quantcast

counter customisable

Google Analytics NOscript

lensaindonesia.com

Ahok heran ada survei Jokowi dikalahkan Prabowo

LENSAINDONESIA.COM: Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terganggu hasil Survei Indonesia Network Election Survei (INES) soal Prabowo lebih unggul ketimbang pasangannya, Gubernur Jokowi. Padahal, di banyak survei lain, Jokowi selalu rating atas.

“Saya heran sama survei, sekarang di survei Ines bilang Pak Prabowo yang unggul, tapi survei lain Pak Jokowi,” kata Ahok di BalaiKota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan,Jakarta Pusat, Jumat (6/9/13).

Baca juga: Soal capres, PDIP ogah didikte parpol lain dan M Qodari: Gerindra waswas dengan lektabilitas Jokowi yang semakin naik

Ahok memahami kalau Jokowi unggul dalam survei, karena gaya kepemimpinannya. Bahkan, ia pun sudah pelan-pelan mengikuti jiwa kepemimpinan Jokowi yang kalem. Sekarang, Ahok tidak lagi bersikap sekeras saat baru menjabat sebagai Wagub DKI Jakarta.

“Banyak yang caci maki ke saya. Jadi, saya suka cara kepemimpinan Jokowi. Sekarang, saya sudah kalem,” kata Ahok.

Ahok juga menilai cara bicara  Jokowi dan dirinya memang berbeda. Bahkan, ia tidak bisa mencontoh cara ngomong Jokowi. Begitu pun Jokowi juga tidak akan bisa memaksakan cara bicara seperti dirinya yang suka meledak-ledak.

“Saya sudah belajar sama Pak Jokowi, begitu juga Pak Jokowi, nggak bisa. Ikut gaya saya, tapi kita oke aja,” tandas Ahok, tertawa.

Seperti diketahui, soal hasil survei Ines menyatakan Prabowo unggul dari Jokowi dalam pencapresan 2014. @aguslensa.

alexa

ComScore
Quantcast

counter customisable

Google Analytics NOscript

lensaindonesia.com

PAN Heran Bahasan Anggaran Berubah jadi Hambalang

PAN Heran Bahasan Anggaran Berubah jadi Hambalang

Headline

Drajad Wibowo selaku Wakil Ketua Umum PAN – (foto:inilah.com)

inilah.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum PAN Drajad Wibowo mengakui ada pihak yang bermain yang sengaja ingin mengarahkan pembahasan anggaran ke proyek Hambalang.

Pasalnya, lanjut Drajad, dalam agenda Badan Anggaran DPR, awalnya yang dibahas adalah pembangunan proyek sarana dan prasarana olahraga secara umum, namun berubah menjadi proyek Hambalang.

Drajad pun meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri pihak-pihak yang bermain. “Biarkan KPK yang meneliti siapa yang mengubah dari proyek yang umum menjadi Hambalang. Kalau masalah tanda tangan semua fraksi wajib tanda tangan,” kata Drajad, Sabtu (24/5/2013).

Terkait adanya salah seorang anggota Fraksi PAN yang disebut BPK, yaitu EHP yang ditengarai Eko Hendro Purnomo, Drajad mengatakan, semua fraksi yang ada di dalam Badan Anggaran harus tanda tangan, termasuk Fraksi PAN.

“Makanya di situ ada 15 karena wakil-wakil fraksi yang ada di dalam banggar itu ada 11 orang. Kebetulan PAN mempunyai unsur pimpinan di situ jadi ada satu orang kemudian banggar satu orang waktu itu pergantian dari Mardiana Indraswati ke Eko,” jelas Drajad.

Dari penuturan Eko, Drajad mengatakan, ada pihak yang sengaja mengerucutkan pembahasan dari proyek sarana prasarana olahraga umum menjadi proyek Hambalang. Ia pun meminta agar Eko tidak membeberkan nama-nama itu karena ada pihak yang lebih layak untuk mengungkapkannya.

Seperti diketahui, sebanyak 15 anggota Komisi X DPR disebut dalam hasil audit tahap II Hambalang oleh BPK. Mereka diduga terlibat dalam penyimpangan pada proses persetujuan anggaran proyek Hambalang. Berdasarkan dokumen hasil audit tahap II Hambalang yang diterima wartawan, 15 anggota DPR tersebut berinisial MNS, RCA, HA, AHN, APPS, WK, KM, JA, MI, UA, AZ, EHP, MY, MHD, dan HLS.[dit]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Inilah Alasan Prabowo 'All Out' Dukung KarSa

    Inilah Alasan Prabowo ‘All Out’ Dukung KarSa

  • Manchester City Enggan Remehkan Tim Promosi

    Manchester City Enggan Remehkan Tim Promosi

Inilah.com