METRO TV-NASDEM (Nasional Demokrat) Vs LUVIANA

METRO TV-NASDEM (Nasional Demokrat) Vs LUVIANA


Pernyataan Sikap Aliansi METRO: “Pekerjakan Kawan Kami Kembali” Pernyataan Sikap Aliansi METRO (Melawan Topeng Restorasi) “Pekerjakan Kawan Kami Kembali” Konstitusi menjamin hak setiap warga negara dalam berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Begitu pun dengan hak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja. Tapi yang dilakukan manajemen Metro TV terhadap jurnalis perempuannya, Luviana, seperti telah membalikkan tatanan nilai itu. Ia dibebastugaskan lantaran menuntut perbaikan kesejahteraan, manajemen ruang redaksi, serta tengah menggagas berdirinya organisasi pekerja yang mampu memperjuangan aspirasi karyawan di perusahaan televisi milik Surya Paloh, seorang pengusaha yang juga pendiri Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan tengah gencar menggaungkan slogan Restorasi Indonesia itu. Sudah hampir tiga bulan Luviana dibebastugaskan tanpa alasan yang jelas. Manajemen Metro TV yang semula menyatakan Luviana tidak melakukan kesalahan apa pun, baik secara administratif maupun tugas jurnalistik, kini menganggap Luviana telah melakukan kesalahan karena dianggap telah berupaya mereformasi manajemen, mengajak karyawan Metro TV untuk memprotes manajemen, serta telah melakukan pencemaran nama baik karena menceritakan kepada orang lain tentang kasus kesewenang-wenangan yang ia alami. Tak hanya itu, tatkala dukungan publik kepada Luviana semakin deras mengalir, justru secara kasar Luviana malah dirumahkan oleh pihak manajemen

Nasional | NasDem: Terimakasih dan Mohon Maaf Pak Hary Tanoe


Foto: Ari Saputra/detikcom

Jakarta – Pengunduran diri Hary Tanoesudibyo (HT) mengejutkan dan disayangkan oleh Partai Nasional Demokrat (NasDem). Menghargai jasa HT, NasDem menyampaikan terima kasih, sekaligus ucapan maaf.

“Kita hormati pilihan untuk mundur, kita sampaikan terima kasih karena sudah sempat bergabung, maaf jika NasDem belum sebaik yang diharapkan,” kata Ketua Bappilu NasDem, Ferry Mursidan Baldan, dalam siaran pers, Senin (21/1/2013).

NasDem menghormati keputusan HT yang memilih mundur. Tak ada alasan bagi NasDem untuk menahan kader yang merasa sudah tak sevisi dalam politik.

“Alasan dan pertimbangannya melekat secara personal pada tiap diri warga negara, karenanya hak tersebut harus dihormati. Secara hukum, maka tidak ada kekuatan apapun yang dapat memaksa sesorang untuk masuk atau keluar dari partai politik,” ujarnya.

Ferry menegaskan NasDem akan tetap solid meskipun tanpa HT. Sebagai partai baru, NasDem akan terus berkembang.

“Tentu kami tidak boleh berhenti untuk terus mengokohkan institusi, mematangkan konsep, mengembangkan mentalitas dan memperkuat soliditas,” pungkasnya.

(trq/van)

Nasional | Lahan Pertanian Kota Sukabumi Menyusut

Lahan Pertanian Kota Sukabumi Menyusut

Lahan pertanian, salah satu faktor penopang ketahanan pangan nasional (ilustrasi)

, SUKABUMI — Luasan areal pertanaian di Kota Sukabumi makin menyusut. Kondisi ini disebabkan karena banyaknya alih fungsi lahan pertanian menjadi lokasi perumahan.

Data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPK) Kota Sukabumi menyebutkan, lahan pertanian yang ada di Kota Sukabumi kini masih tersisa seluas 1.751 hektare. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

‘’Kami telah meminta para petani agar menjaga areal pertaniannya,’’ ujar Kepala DPK Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi, kepada wartawan.

Namun, permintaan tersebut sifatnya hanya berupa himbauan. Pasalnya, ujar Kardina, pemerintah tidak mempunyai kewenangan untuk melarang pembangunan lahan milik warga. Hal tersebut merupakan hak pribadi masing-masing warga.

Asisten Daerah (Asda) II Deden Solehudin menambahkan pemkot memang tidak bisa melarang perubahan lahan pertanian menjadi lahan permukiman. Pemkot hanya bisa menghimbau warga agar tidak merubah fungsi lahan pertanian.

‘’Jika areal pertanian berkurang, maka kemungkinan akan terjadi kekurangan pangan,’’ terang Deden. Fenomena seperti juga terjadi di daerah lainnya.

GSF. Tenaga Honorer Tahun 2005 Yang Diangkat PNS. azg part 3.wmv

GSF. Tenaga Honorer Tahun 2005 Yang Diangkat PNS. azg part 3.wmv


Selama ini banyak calo-calo yang muncul dalam penerimaan cpns, sehingga menjadikan lahan oleh segelintir oknum para calo, mafia calon pegwai negeri sipil (cpns), yang memungut uang dari rp 60 juta hingga 90 juta rupiah, dimana hati nurani mereka yang mempermainkan hak orang lain yang terzalimi. Sehingga para pns setelah mendapatkan jabatan hanya memikirkan bagaimana cara untuk membalikkan modal yang telah ia keluarkan, pihaknya akan menertibkan masalah itu mulai dari pusat hingga ke daerah, tidak berlaku lagi sistem angkat mengangkat tanpa mekanisme dan kemampuan,liputan tim gsf aceh (azg)

Adu Jotos Anggota PDIP Indramayu

Adu Jotos Anggota PDIP Indramayu


Konferensi Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Indramayu, Jawa Barat, hari minggu (10/1/2010), berlangsung ricuh. Sejumlah simpatisan partai berlambang banteng ini saling adu jotos usai pembukaan konfercab di sebuah hotel. Keributan dilatari kekecewaan pengurus partai tingkat kecamatan terhadap panitia konfercab. Panitia Konfercab mengatakan pengurus kecamatan tak memperoleh hak suara. Keputusan ini ditentang pengurus tingkat kecamatan. Pserseteruan pun tak terhindarkan. Polisi segera melerai pertengkaran. Pelaksanaan pemilihan Ketua PDI Perjuangan Indramayu sempat tertunda. Selang beberapa jam, pemilihan dilangsungkan dan Syamsul Bahri keluar sebagau pemenang dengan perolehan 24 suara. Kandidat lain, Kuswanto, hanya memperoleh tiga suara. —

Komitmen Prabowo Subianto dan Partai Gerindra kepada Pendidikan Indonesia

Komitmen Prabowo Subianto dan Partai Gerindra kepada Pendidikan Indonesia


Pendidikan adalah hak setiap warga negara Indonesia. Anak-anak Indonesia harus bersekolah. Anak-anak penerus bangsa, harapan masa depan. Prabowo Subianto dan Partai Gerindra berkomitmen untuk berantas korupsi di dunia pendidikan agar Indonesia lebih bermartabat. facebook.com twitter.com partaigerindra.or.id http twitter.com prabowosubianto.web.id

Golkar Merasa tak Terganggu Manuver Pensiunan Jenderal

JAKARTA–Partai Golkar nampaknya tidak tertarik maupun merasa terancam dengan desas-desus penyodoran sejumlah nama capres di Pemilu 2014 oleh tujuh purnawirawan jenderal TNI kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung, tak menjadi masalah bagi partainya jika ada pengajuan nama capres itu.

"Saya tidak tahu persis apakah mereka itu mencalonkan. Tapi kalau mereka mencalonkan atau katakanlah menyebut-nyebut nama, sebagai jenderal yang memperhatikan masalah kehidupan bangsa, politik, bisnis, mereka punya hak sampaikan usulan itu," ujar Akbar di Jakarta, Jumat, (15/3).

Menurutnya, pengajuan nama-nama itu tak mempengaruhi Pilpres 2014 karena pemilihan presiden akan dilakukan dengan proses sesuai aturan pemilu di konstitusi.

Meski begitu, ia berharap siapa pun yang maju menjadi capres benar-benar telah diseleksi baik oleh masyarakat maupun parpol. Sehingga tidak salah pilih figur pemimpin bangsa.

"Semua itu tentu harus diproses melalui mekanisme konstitusional. Calon presiden dicalonkan oleh parpol atau gabungan parpol yang memenuhi persyaratan untuk mencalonkan presiden. Ada nama disebut-sebut, kalau negara demokrasi itu wajar saja. Yang penting memiliki persyaratan menjadi calon presiden," papar Akbar. (flo/jpnn)