KINI GILIRAN JK, MetroTV, Maret 2009

KINI GILIRAN JK, MetroTV, Maret 2009


Kini Giliran JK Metrotvnews.com, Jakarta: Dengan modal pengalaman yang sangat panjang, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla akhirnya menyatakan siap maju sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden 2009. Sikap Ketua Umum Partai Golongan Karya ini apakah membuktikan rumor yang beredar bahwa duetnya dengan Susilo Bambang Yudhoyono menghadapi keretakan? Atau ada strategi lain yang sedang disusun oleh Kalla dan kendaraan politiknya, Golkar. Kesiapan Kalla untuk maju sebagai calon presiden 2009 ini terungkap setelah melakukan pertemuan khusus dengan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Surya Paloh. Pertemuan empat mata antara Kalla dan Surya Paloh itu berlangsung secara tertutup selama sekitar satu jam. Menurut Surya Paloh, dalam pertemuan tersebut dirinya mempertanyakan kebenaran berita tentang kesediaan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu untuk maju sebagai capres 2009. Dan itu ternyata benar. Dalam wawancara ekslusif dengan wartawan Metro TV Najwa Shihab, Jusuf Kalla kembali menyatakan dirinya siap maju sebagai capres. “Insya Allah,” kata Kalla membuka wawancara di kediamannya di kawasan Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Menurut Kalla, kesiapannya maju sebagai capres didorong keyakinan dan keinginan dirinya memulyakan bangsa dan negara. Dengan modal pengalaman yang sangat panjang, Kalla meyakini bahwa dirinya mampu berbuat lebih. Dan dorongan lainnya, diakui dari partai, terutama dari daerah (DPD). Kalla pun mengakui bahwa kesiapan dirinya maju sebagai capres merupakan konsekuensi

Giliran Presiden dan Bendum PKS Bersaksi di Persidangan LHI

Giliran Presiden dan Bendum PKS Bersaksi di Persidangan LHI
Kamis, 24 Oktober 2013 , 11:09:00 WIB

Laporan: Samrut Lellolsima

RMOL. Sejumlah elit Partai Keadilan Sejahtera akan bersaksi dalam kasus suap pengurusan izin impor daging sapi dan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq hari ini (Kamis, 24/10) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta.

Elit PKS yang akan dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK itu adalah Presiden PKS, Anis Matta dan Bendahara Umum PKS, Mahfudz Abdurrahman.

Selain keduanya, Agus Trihono, Chandra Angkasa, Mansyur, Gianti Andrianingrum dan Benny Wahyu Hidayat juga menjadi saksi.

“Saksi lain Abdurrahman Hakim, Siti Hapsah dan Budiyanto,” terang M. Assegaf, kuasa hukum Luthfi, bekas Presiden PKS tersebut, sesaat lalu terkait sidang yang akan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB nanti.

Pada persidangan sebelumnya, JPU KPK menghadirkan Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin. [zul]


Baca juga:

Soal Bunda Putri, PPI Anggap SBY Munafik
Fahri Hamzah: KPK Cuma Produksi Sampah!
Jubir: SBY Tidak Pernah Janji Ungkap Identitas Bunda Putri
Demokrat: Bunda Putri Agenda Setting PKS
Pengacara LHI: Elda Juga Disebut Bunda


Komentar Pembaca

Giliran PDI Perjuangan Dalam Sorotan Korupsi

Giliran PDI Perjuangan Dalam Sorotan Korupsi

Headline

Olly Dondokambey – (Foto : inilah.com/Agus Priatna)

inilah.com, Jakarta – Giliran PDI Perjuangan kini dalam sorotan. Pasalnya, PDI perjuangan dirundung isu korupsi lagi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melakukan penggeledahan di rumah Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondokambey di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (25/9/2013).

Namun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum melakukan penggeledahan terhadap rumah Olly Dondokambe menyusul bocornya informasi penggeledahan itu. Kemarin, para awak media telah berjaga di depan kediaman Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR itu.

Penggeledahan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana olahraga di Hambalang. Rumah Olly yang digeledah beralamat di Jalan Reko Bawah, Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

“Benar, dilakukan penggeledahan di sana,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Rabu (25/9/2013). Penggeledahan dilakukan karena KPK menduga ada jejak-jejak tersangka di rumah anggota DPR tersebut.

Tersangka yang dimaksud adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar, serta mantan petinggi PT Adhi Karya Teuku Bagus Muhammad Noor.

Sebelumnya, penetapan surat penggeledahan dari KPK itu sudah bocor sejak dua hari lalu. Bocornya surat penetapan itu sempat membuat KPK kesal dan menyesalkan peristiwa itu. Para awak media sempat berjaga di depan kediaman Wakil Ketua Badan Anggaran DPR itu.

Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, pihaknya saat ini tengah mendiskusikan kasus bocornya surat penetapan penggeledahan tersebut. KPK menyesalkan adanya kebocoran mengenai surat penetapan penggeledahan kasus Hambalang tersebut. Sebab, itu merupakan dokumen rahasia, sebelum dilakukan penggeledahan.

Sebagaimana diberitakan, kasus Olly bermula dari kicauan M Nazaruddin dalam membongkar kasus korupsi pengadaan Gedung Pajak dimana nama Olly Dondokambey ikut disebut. “Proyek gedung pajak itu melibatkan Olly Dondokambey. Semua sudah saya laporkan (ke KPK). Ada beberapa teman-teman DPR yang lain. Itu semua sudah dilaporkan secara jelas, yang menang PT Adhi Karya. Semua sudah dijelaskan secara detail,” kata Nazaruddin.

Seperti diketahui, Olly merupakan Bendahara Umum PDI Perjuangan. Saat ini, Olly menjabat sebagat Pimpinan Badan Anggaran DPR. Media menyebutkan, Olly Dondokambey menjadi salah satu pihak yang diduga masuk dalam pusaran korupsi Hambalang.

Olly dipanggil untuk menjalani pemeriksaan dalam perkara dugaan korupsi pembangunan sarana dan prasarana olahraga Hambalang itu di KPK beberapa bulan silam (5/6/13). Lelaki yang disebut-sebut ikut terlibat kasus dugaan korupsi alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) ini juga tak menampik jika dirinya diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pada proyek bernilai Rp2,5 triliun tersebut.

Kini, Olly gelisah karena rumahnya digeledah KPK untuk kasus korupsi entah yang mana,: kasus Gedung Pajak, Hambalang, proyek DPID, atau lainnya. Yang jelas, PDIP bisa kembali dipermalukan dengan skandal korupsi yang membuat ketua umumnya Megawati Soekarnoputri prihatin.

Olly sudah membantah dan menyatakan tidak pernah terlibat dalam kasus korupsi seperti yang dituduhkan Nazaruddin. “Saya belum menjadi anggota dewan (anggota DPR RI) saat (proyek) gedung pajak dimulai,” tegas Bendahara Umum PDI-P itu.

Kasus korupsi ini jika benar terjadi, diprediksi mencoreng wajah dan citra PDIP ke depan dan merugikan partai banteng itu dalam pertarungan pemilu maupun pilpres 2014. PDIP harus introspeksi diri dan tidak boleh puas diri, sebab skandal korupsi bisa membuat kredibilitasnya terjerembab lagi, meski sudah ada figur moncor seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). [berbagai sumber]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Juventus Terapkan Peraturan Baru untuk Pemainnya

    Juventus Terapkan Peraturan Baru untuk Pemainnya

  • Pasar Tetap Cemaskan Stimulus dan Utang AS

    Pasar Tetap Cemaskan Stimulus dan Utang AS

Inilah.com

Kini Giliran Majelis Syuro PKS di Sidang Fathanah

Kini Giliran Majelis Syuro PKS di Sidang Fathanah

Headline

Anggota Majelis Syuro DPP PKS Jazuli Juwaini – (Foto:Riset)

inilah.com, Jakarta – Sidang suap kasus kuota impor daging sapi dan pencucian uang, terdakwa Ahmad Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (5/9/2013), menghadirkan anggota Majelis Syuro DPP PKS Jazuli Juwaini.

Kehadiran Jazuli diperlukan untuk memberikan kesaksian seputar pemberian mobil Toyota Prado miliknya oleh Ahmad Fathanah. Namun, hingga saat ini Jazuli belum hadir di pengadilan itu.

Selain itu, JPU KPK juga menghadirkan sales asuransi Bumiputera, Mahmud Aliman, dan dua marketing William Mobil, Bahnizal Hakim, dan Mansur, serta marketing auto Royal, Felix Rajali. Turut dihadirkan Direktur PT Guna Bangsa Perkasa, Faiz Nazareth, dan arsiteknya Kenang Prasetyo Utomo.

Pada sidang terdahulu, Ridwan Hakim, putra Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin, dihadirkan dan membuat pengakuan yang mengejutkan. Istilah Bunda Putri, dan nama Sengman yang disebut utusan Presiden SBY terungkap dalam persidangan ini dan masih menjadi pemberitaan hingga sekarang.

Publik berharap dari pengungkapan dalam itu ada penyelidikan lebih lanjut dari KPK untuk mengungkap siapa-siapa saja pihak yang ikut bermain dalam kasus suap kuota impor daging sapi itu selain di antaranya Luthfi Hasan Ishaq dan Ahmad Fathanah. [yeh]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Rooney Unggah Foto Luka di Kepalanya

    Rooney Unggah Foto Luka di Kepalanya

  • Galaxy Note 3 Resmi Diumumkan Samsung

    Galaxy Note 3 Resmi Diumumkan Samsung

Inilah.com

Setelah Pasar Minggu dan Tanah Abang, Giliran Pasar Ini Ditertibkan

 Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) dibantu petugas mengangkut barang mereka saat penertiban PKL di Stasiun Pasar Minggu/ilustrasi  (Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Setelah menertibkan pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Minggu, penataan PKL selanjutnya akan dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan terhadap PKL di kawasan Kebayoran Lama. Saat ini, sebelum penertiban, pemerintah masih menyiapkan solusi yang tepat bagi para pedagang yang akan ditertibkan tersebut. “Setelah Pasar Minggu kita akan tertibkan juga jalan-jalan di Pasar Kebayoran Lama dari PKL,” tegas Rustam Effendi, Wakil Walikota Jakarta Selatan, seperti dilansir situs beritajakarta.

Menurut Rustam, rencana penertiban itu akan dilaksanakan pada September mendatang. Karena saat ini pihaknya masih mempersiapkan solusi yang akan ditawarkan ke PKL. “Sekarang saya sedang inventarisasi dari PD Pasar Jaya, Pasar Bata Putih, dan Pasar Cipulir. Kira-kira nanti bulan September akan kita mulai,” paparnya.

Hal ini dilakukan agar saat mulai penertiban, para PKL langsung bisa mendapatkan tempat baru untuk berjualan. Sehingga mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. “Jangan sampai kita dibilang tidak berperkemanusiaan, karena menghilangkan mata pencaharian mereka. Pasti kita carikan tempat lain,” tuturnya.

Namun begitu, Rustam tetap akan bersikap tegas apabila ada PKL yang tetap melanggar meskipun sudah diberikan tempat lain. “Sama kita berlakukan seperti Pasar Minggu, bisa disidang kalau masih bandel. Mereka belum ditertibkan karena arus lalulintas di sana padat hanya jam tertentu, tidak sampai seperti Pasar Minggu,” ujarnya.

google.co.id