Rieka Roslan Antusias dengan ‘Gerakan Cinta Pancasila’

Penyanyi Rieka Roslan saat tampil bersama grup band The Groove

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Klinik Pancasila bersama sejumlah pihak menggelar kampanye “Gerakan Cinta Pancasila” (GCP). Kampanye ini bertujuan mengembalikan nilai-nilai toleransi yang terkandung dalam lima sila Pancasila bagi masyarakat, khususnya generasi muda (pelajar).

Selain menggunakan pola komunikasi yang disesuaikan dengan anak muda, kampanye yang menyasar lebih dari 200 sekolah di Indonesia ini juga menggelar kompetisi cinta Pancasila yang mengambil tema kebangsaan dan sikap toleransi.

Emma Holiza dari Diatama Communication selaku penyelenggara mengatakan, kompetisi terbagi dalam tiga jenis. Yakni fotografi, stand up speech serta lomba cipta lagu dan band.

“Nantinya dari masing-masing kompetisi akan ditentukan 50 terbaik yang selanjutnya berhak untuk mengikuti Pancasila Fun Camp,” kata Emma.

Di kamp tersebut, masing-masing peserta akan diberi mentoring oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya untuk diberi masukan atas karya yang telah mereka buat.

“Setelah itu akan dibuat penyisihan lanjutan dan final,” kata Emma.

Rieka Roslan selaku ketua dewan juri mengaku antusias dengan kompetisi ini. Ia tidak sabar ingin melihat kreasi anak muda menggambarkan nilai-nilai Pancasila dalam bentuk seni.

“Saya ingin bertemu dengan mereka dan berdiskusi akan nilai-nilai Pancasila melalui bahasa yang sederhana, seperti musik,” ujar Rieka.

 

republika.co.id

Ribuan Kader Mundur, Elite Nasdem Kongres

Ribuan Kader Mundur, Elite Nasdem Kongres

Politisi Golkar Enggartiasto Lukita (ke-3 dari kiri), Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella (ke-3 dari kanan), Ketua Bappilu Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan (ke-2 dari kanan), Aktivis ’98 Ulung Rusman (kiri), dan Pengacara OC. Kalligis usai ko

, JAKARTA — Sungguh ironis nasib Partai Nasdem. Saat petinggi partai akan menggelar kongres nasional, ribuan kader partai malah ramai-ramai mengundurkan diri.

Dipimpin oleh Ketua DPW Nasdem DKI Jakarta, Armyn Gultom, ribuan kader Nasdem mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) ke kantor DPP Partai Nasdem, Jalan Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (25/1).

Selain KTA, mereka juga mencopot baju seragam Nasdem untuk menegaskan pengunduran diri sebagai pengurus dan kader partai yang didirikan Surya Paloh tersebut. “Partai Nasdem sudah tidak Layak lagi memperjuangkan restorasi di Indonesia,” kata Armyn dalam orasinya.

Dia mengatakan tidak bisa sejalan lagi dengan elit dan pendiri partai. Mekanisme yang berlangsung di tubuh partai menurutnya sudah tidak sehat, bahkan melanggar AD/ART partai. Bahkan, kongres yang dilaksanakan hari ini disebut Armyn juga menyalahi prosedur.

Sikap otoriter Surya Paloh, lanjut dia, juga menjadi salah satu penyebab kader di DKI Jakarta memilih mundur. “Kami dipaksa untuk memilih dan menandatangani surat agar mendukung Pak Surya Paloh sebagai ketua umum,” ujarnya.

Hal itu dinilai Armyn telah menciderai demokrasi dan gerakan perubahan yang mereka usung. Padahal, kader partai telah berjuang untuk meloloskan Nasdem dalam verifikasi parpol yang diselenggarakan KPU. Hingga Partai Nasdem menjadi peserta pemilu 2014 dengan nomor urut satu.

“Kami tidak sejalan lagi dengan Surya Paloh yang sebentar lagi akan menjadi ketua umum, dan Patrice Rio Capella yang akan turun jabatan menjadi sekretaris jendral,” ungkap Army.

Army mengelak jika aksi tersebut dimotori Hary Tanoesudibjo, petinggi Nasdem yang sudah mundur terlebih dahulu. Namun, mereka bertekad akan terus menyalurkan aspirasi politiknya melalui lembaga baru. Mereka juga tidak menutup kemungkinan bergabung dengan partai lain asal ideologinya sama-sama memperjuangkan perubahan.

Sekretaris DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Diflaizal Zen Koto, menambahnya, kemunduran mereka serentak dilakukan oleh seluruh pengurus harian DPW, DPC, hingga ranting dan rayon di DKI Jakarta.

“Ada 700.000 yang sudah mengembalikan KTA. Kantor-kantor juga sudah kami tutup dan kembalikan ke Nasdem sejak hari ini,” kata Diflaizal.

Diflaizal mengklaim, akan banyak kader lain yang menyusul. Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Jawa Barat.

Kaos dan KTA yang dikembalikan, ditumpuk di depan gerbang kantor. Tidak ada perwakilan pengurus DPP partai yang menemui mereka. Hanya ada satu orang pengurus ormas Nasional Demokrat yang bersuara.

“Wajar saja kalau keluar, kita tidak tahu yang sebenarnya. Yang datang kesini tidak sampai 3.000. Kami ga peduli, itu hak mereka kalau tidak sesuai dengan pimpinan,” kata Orri Bukhori, Wasekjen Ormas Nasdem DKI Jakarta.

Elite Partai Gelar Kongres, Ribuan Kader Nasdem Mundur

Elite Partai Gelar Kongres, Ribuan Kader Nasdem Mundur

Politisi Golkar Enggartiasto Lukita (ke-3 dari kiri), Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella (ke-3 dari kanan), Ketua Bappilu Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan (ke-2 dari kanan), Aktivis ’98 Ulung Rusman (kiri), dan Pengacara OC. Kalligis usai ko

, JAKARTA — Sungguh ironis nasib Partai Nasdem. Saat petinggi partai akan menggelar kongres nasional, ribuan kader partai malah ramai-ramai mengundurkan diri.

Dipimpin oleh Ketua DPW Nasdem DKI Jakarta, Armyn Gultom, ribuan kader Nasdem mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) ke kantor DPP Partai Nasdem, Jalan Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Jumat (25/1).

Selain KTA, mereka juga mencopot baju seragam Nasdem untuk menegaskan pengunduran diri sebagai pengurus dan kader partai yang didirikan Surya Paloh tersebut. “Partai Nasdem sudah tidak Layak lagi memperjuangkan restorasi di Indonesia,” kata Armyn dalam orasinya.

Dia mengatakan tidak bisa sejalan lagi dengan elit dan pendiri partai. Mekanisme yang berlangsung di tubuh partai menurutnya sudah tidak sehat, bahkan melanggar AD/ART partai. Bahkan, kongres yang dilaksanakan hari ini disebut Armyn juga menyalahi prosedur.

Sikap otoriter Surya Paloh, lanjut dia, juga menjadi salah satu penyebab kader di DKI Jakarta memilih mundur. “Kami dipaksa untuk memilih dan menandatangani surat agar mendukung Pak Surya Paloh sebagai ketua umum,” ujarnya.

Hal itu dinilai Armyn telah menciderai demokrasi dan gerakan perubahan yang mereka usung. Padahal, kader partai telah berjuang untuk meloloskan Nasdem dalam verifikasi parpol yang diselenggarakan KPU. Hingga Partai Nasdem menjadi peserta pemilu 2014 dengan nomor urut satu.

“Kami tidak sejalan lagi dengan Surya Paloh yang sebentar lagi akan menjadi ketua umum, dan Patrice Rio Capella yang akan turun jabatan menjadi sekretaris jendral,” ungkap Army.

Army mengelak jika aksi tersebut dimotori Hary Tanoesudibjo, petinggi Nasdem yang sudah mundur terlebih dahulu. Namun, mereka bertekad akan terus menyalurkan aspirasi politiknya melalui lembaga baru. Mereka juga tidak menutup kemungkinan bergabung dengan partai lain asal ideologinya sama-sama memperjuangkan perubahan.

Sekretaris DPW Partai Nasdem DKI Jakarta, Diflaizal Zen Koto, menambahnya, kemunduran mereka serentak dilakukan oleh seluruh pengurus harian DPW, DPC, hingga ranting dan rayon di DKI Jakarta.

“Ada 700.000 yang sudah mengembalikan KTA. Kantor-kantor juga sudah kami tutup dan kembalikan ke Nasdem sejak hari ini,” kata Diflaizal.

Diflaizal mengklaim, akan banyak kader lain yang menyusul. Tidak hanya di Jakarta, tetapi juga beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Jawa Barat.

Kaos dan KTA yang dikembalikan, ditumpuk di depan gerbang kantor. Tidak ada perwakilan pengurus DPP partai yang menemui mereka. Hanya ada satu orang pengurus ormas Nasional Demokrat yang bersuara.

“Wajar saja kalau keluar, kita tidak tahu yang sebenarnya. Yang datang kesini tidak sampai 3.000. Kami ga peduli, itu hak mereka kalau tidak sesuai dengan pimpinan,” kata Orri Bukhori, Wasekjen Ormas Nasdem DKI Jakarta.

NasDem Unjuk Gigi, Efektifkah?

Hary Tanoe Hengkang
NasDem Unjuk Gigi, Efektifkah?

Headline

inilah.com/Ardhy Fernando

inilah.com, Jakarta – Setelah hengkangnya Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Hary Taoesoedibjo dan Sekjen Partai NasDem Ahmad Rofiq, Partai NasDem justru kian unjuk gigi. Efektifkan cara NasDem?

Tak butuh lama bagi Partai NasDem untuk berusaha bangkit kembali sepeninggal Hary Tanoe serta sejumlah pengurus Partai NasDem. Karena tak bisa dimungkiri, mundurnya Hary Tanoe dari Partai NasDem berimplikasi serius bagi partai ini. Yang paling nyata, dalam sepekan ini, tone negatif pemberitaan diterima Partai NasDem. Citra perubahan dan jargon restorasi yang selama ini didengungkan seolah berantakan seketika.

Empat hari setelah Hary Tanoe mundur dari Partai NasDem, Kamis (24/1/2013) sejumlah tokoh justru berbondong-bondong masuk ke Partai NasDem. Seperti pengacara senior OC Kaligis, bekas politikus Partai Golkar Enggartiasto Lukito, serta 43 ativis 1998 juga bergabung di partai ini. Langkah ini seolah sebagai upaya counter wacana sepeninggal Hary Tanoe.

Seperti alasan yang dikemukakan sejumlah tokoh yang bergabung dengan Partai NasDem. Enggartiasto Lukito, Partai NasDem yang dinahkodai Surya Paloh diyakini mampu melakukan perubahan. Begitu pula dengan argumentasi OC Kaligis yang mengatakan pada awalnya dirinya masuk ke ormas Nasional Demokrat karena gerakan perubahan Indonesia.

Koordinator Forum Aktivis 98, Ulung Rusman, menjelaskan, sebagai salah satu bentuk tanggung jawabnya pascareformasi, dirinya bersama 42 aktivis 98 merasa terpanggil.”Kami merasa cita-cita reformasi belum tercapai dan masih menjadi tanggung jawab moral bersama. Pilihan politik inilah yang paling rasional dan menyatakan bergabung dengan NasDem,” kata Ulung di Jakarta.

Sebelumnya, Pengamat Komunikasi Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto berpendapat dampak nyata atas hengkangnya Harry Tanoesudibjo tidak hanya iklan politik di jejaring media grup MNC saja namun juga publisitas politik.

“Yang pasti, ini kerugian besar bagi Partai NasDem, karena political publicity lebih luas dari iklan, termasuk political news framing yang kerap dilakukan oleh media di grup MNC,” papar Gun Gun saat dihubungi.

Lebih dari itu dampak politik dari keluarnya Harry Tanoesudibjo yang diikuti Sekjen Partai NasDem dan beberapa fungsionaris lainnya, Gun Gun menyebutkan akan berdampak di daerah-daerah. “Ini konflik elit yang akan melahirkan konflik di sekitarnya, termasuk di daerah-daerah, Ini cukup riskan apalagi menjelang Pemilu 2014 yang tersisa 1,5 tahun lagi,” ucap Gun Gun.

Masuknya sejumlah tokoh seperti OC Kaligis, Enggartiaso Lukita serta sejumlah aktivis 1998 ke Partai NasDem sepertinya tak bisa menggantikan Hary Tanoe. Karena secara faktual, Bos MNC Grup itu memiliki kontribusi yang tidak kecil terhadap Partai NasDem khususnya dalam pemberitaan dan iklan di sejumlah media grup MNC. [mdr]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Buffon Layak Dapat Ballon d'Or Sebelum Pensiun

    Buffon Layak Dapat Ballon d’Or Sebelum Pensiun

  • Masa Kejayaan Apple Telah Berlalu?

    Masa Kejayaan Apple Telah Berlalu?

Inilah Alasan Enggartiasto Gabung ke NasDem

Inilah Alasan Enggartiasto Gabung ke NasDem

Headline

Mantan kader Partai Golongan Karya (Golkar) Enggartiasto Lukita – Ist

inilah.com, Jakarta – Mantan kader Partai Golongan Karya (Golkar) Enggartiasto Lukita bergabung ke Partai Nasional Demokrat (NasDem). Apa alasannya?

“Pertama, restorasi Indonesia dan Surya Paloh selain itu saya mundur dan mau terlibat membesarkan NasDem. Saya yakin Nasdem kuat, apalagi NasDem sebagai satu-satunya partai baru yang lolos pemilu,” kata Enggar di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Kamis (24/1/2013)

Enggar mengaku tidak mencari jabatan, melainkan untuk memberikan kontribusi besar bagi partai yang mengusung Gerakan Perubahan.

“Usia saya sudah tua. Makanya saya yakin di tengah masa tua ini saya bisa memberikan kontribusi besar bagi negara melalui Partai NasDem ini,” ucap mantan Wakil Bendahara Partai Golkar. [rok]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Tak Didampingi Pelatih, Spurs Nyaris Tumbang

    Tak Didampingi Pelatih, Spurs Nyaris Tumbang

  • Demi Balotelli, Milan 'Korbankan' Satu Pemain

    Demi Balotelli, Milan ‘Korbankan’ Satu Pemain

Nasional | Enggartiasto Masuk Nasdem karena Surya Paloh

Enggartiasto Masuk Nasdem karena Surya Paloh

(dari kiri) Aktivis ’98 Ulung Rusman, Politisi Golkar Enggartiasto Lukita, Ketua Bappilu Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan, Ketua Umum Partai NasDem Patrice Rio Capella, Pengacara OC. Kalligis

, JAKARTA — Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mendapat amunisi baru setelah ditinggal Ketua Dewan Pakar Hary Tanoesoedibjo dan Sekretaris Jenderal Ahmad Rofiq. Politisi senior Golkar Enggartiasto Lukita turut gabung dengan partai yang dibidani Surya Paloh ini.

Enggartiasto menerangkan, alasannya pindah ke Nasdem, setidaknya didasari dua alasan, yaitu misi merestorasi Indonesia dan faktor sosok Surya Paloh. Sebagai sahabat, ia ingin membantu Surya Paloh yang merupakan sahabat dekatnya untuk mewujudkan cita-cita membawa Indonesia lebih baik.

“Tidak mudah mengambil keputusan ini. Saya mundur (dari Golkar) dan mau terlibat membesarkan Nasdem,” kata salah satu deklarator Nasdem itu. “Saya yakin Nasdem kuat, apalagi Nasdem sebagai satu-satunya partai baru yang lolos pemilu.”

Enggartiasto menggaransikan dirinya bakal berkontribusi besar terhadap perolehan suara Nasdem di Pemilu 2014. Meski sudah tua, ia optimis bisa menyebarkan semangat penting bagi partai yang mengusung Gerakan Perubahan itu.

“Saya yakin di tengah masa lanjut ini, saya bisa memberikan kontribusi besar bagi negara melalui Partai Nasdem ini,” janjinya.