Nasional | Para Pengurus Partai NasDem DKI dan Jakarta Raya Mundur



Jakarta – Gelombang pengunduran diri para pengurus Partai Nasional Demokrat (NasDem) masih berlangsung. Siang nanti, Jumat (25/1/2013), para pengurus DPW NasDem DKI akan mengajukan pengunduran diri. Para pengurus DPC NasDem di lima wilayah DKI Jakarta juga akan mundur.

Mundurnya mereka dari NasDem ini sebagai buntut mundurnya Ketua Dewan Pakar NasDem Hary Tanoesoedibjo beserta Sekjen Ahmad Rofiq, Ketua NasDem Endang Tirtana, dan Wasekjen Saiful Haq beberapa hari lalu. Mereka mundur sebagai penolakan terhadap Surya Paloh yang akan didudukkan sebagai ketua umum parpol itu.

Seorang sumber detikcom menuturkan, para pengurus NasDem DKI dan para pengurus DPC NasDem se-Jakarta itu akan datang ke kantor pusat NasDem di Gondangdia, Jakarta Pusat sekitar pukul 14.00 WIB. “Nanti kami akan mengajukan pengunduran diri sekaligus menyerahkan kartu tanda anggota kami,” kata salah seorang pengurus NasDem DKI.

Mereka mundur beramai-ramai karena sepakat dengan pendapat Hary Tanoe dkk. Mereka menolak upaya Surya Paloh yang akan ditetapkan sebagai ketua umum dalam kongres yang akan digelar 26 Januari. Upaya mendudukkan Surya Paloh sebagai ketua umum ini sudah terendus sejak beberapa lama, sebelum parpol itu dinyatakan lolos verifikasi sebagai peserta pemilu 2014 oleh KPU.

Bagi mereka, Surya Paloh tidak perlu duduk sebagai ketua umum dan seharusnya malah memberi kesempatan kepada para politisi muda yang telah berjuang keras menghadapi verifikasi oleh KPU selama ini. Posisi Surya Paloh sebagai ketua dewan pembina, dirasa sudah cukup untuk pengembangan partai ini ke depan. Upaya mendudukkan Surya Paloh sebagai ketua umum dinilai sebagai tindakan ya

Hingga saat ini, belum ada pengurus NasDem DKI yang mengaku terus terang dengan rencana pengunduran diri siang ini. detikcom belum berhasil menghubungi Ketua DPW NasDem DKI Armyn Gultom.

Sebelumnya Ketua DPW NasDem Jawa Barat Rustam Effendi juga telah menyatakan mundur pada hari yang sama dengan mundurnya HT dan Rofiq. Namun, mundurnya Rustam tidak diikuti oleh para pengurus lain di DPW NasDem Jawa Barat. Sementara beberapa pengurus mundur, sejumlah politisi dan tokoh nasional malah mengikrarkan masuk Partai NasDem. Antara lain, politisi Partai Golkar Enggartiasto Lukita dan pengaca kondang OC Kaligis.

(van/rvk)

Haji Endang Sukandar mulai Mewarnai PPP di Kabupaten Sumedang

Haji Endang Sukandar mulai Mewarnai PPP di Kabupaten Sumedang


Puncak peringatan Harlah (Hari Lahir) ke-36 tahun 2009 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tingkat Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terasa luar biasa, Sabtu (24/1). Bukan hanya karena dihadiri Hajjah Marissa Haque – anggota Dewan Perwakilan Rakyat – melainkan setelah Haji Endang Sukandar (HES) resmi bergabung menjadi anggota PPP dan menjadi calon anggota DPR dari PPP, ternyata telah mampu mewarnai partai berlambang Ka’bah ini. Lihat saja, pada peringatan Harlah ke 36 di Graha Insun Medal, telah berlangsung cukup meriah. Maklum, HES dan H Dony Ahmad Munir (Ketua DPC PPP Kabupaten Sumedang) pada April 2008 lalu, adalah pasangan Calon Bupati Sumedang dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) 2008. Dengan menampilkan kesenian Lingkung Seni “Dangiang Sumedang” dari Perguruan Tinggi Sebelas April, keberadaan PPP tampak mengalami kemajuan, tentu saja sangat menarik perhatian, bahkan Hajjah Marissa Haque tampak terpesona.***

Nasional | Partai Demokrat Buka Pintu Untuk Hary Tanoe


Saan Mustopa.

Jakarta – Bos MNC Grup Hary Tanoe Tanoesoedibjo (HT) mundur sebagai ketua dewan pakar Partai NasDem. Partai Demokrat membuka pintu untuk Hary jika ingin bergabung.

“Kita sangat terbuka buat Pak Hary Tanoe kalau mau bergabung dengan PD,” ujar Wasekjen PD Saan Mustopa saat berbincang, Selasa (22/1/2013).

Saan melihat Hary Tanoe memiliki potensi yang baik untuk membantu memecahkan permasalahan bangsa dan negara saat ini. Saan juga yakin jika Hary Tanoe bergabung dengan PD, maka PD akan sangat terbantu.

“Dia sangat potensial untuk bisa membantu, dengan komitmennya,” ungkap Sekretaris FPD DPR ini.

Saan mengaku sejauh ini belum ada komunikasi politik antara PD dan Hary. Posisi PD saat ini menunggu Hary menyatakan sikapnya.

“Kita menunggu saja dulu,” jelasnya.

Bos MNC Hary Tanoesoedibjo tak mundur sendirian dari Partai Nasional Demokrat (NasDem). Mereka adalah sederet politikus muda Partai NasDem. Mereka adalah Sekjen Partai Nasional Demokrat Ahmad Rofiq, Wakil Sekjen Partai Demokrat Syaiful Haq, dan Ketua DPP Partai NasDem Endang Tirta.

(mpr/mpr)

Nasional | Gerindra Terima dengan Tangan Terbuka Jika Hary Tanoe Ingin Bergabung



Jakarta – Mantan Ketua Dewan Pakar Hary Tanoesoedibjo (HT) resmi mengundurkan diri. Partai Gerindra menerima dengan ‘tangan terbuka’ untuk Hary Tanoe jika ingin bergabung.

“Gerindra, kalau Pak Hary menyatakan ingin bergabung menyatakan minatnya, pada prinsipnya menerima dengan tangan terbuka. Mengucapkan selamat datang, kalau bergabung dengan partai kami,” ujar Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, saat berbincang, Senin (21/1/2013).

Muzani mengatakan Hary Tanoe sudah menunjukkan dalam proses politiknya yang singkat untuk membangun bangsa dan negara. Oleh karena itu Gerindra mengapresiasi sikap Hary Tanoe selama ini.

“Beliau punya talenta, punya gagasan yang cukup baik. Tidak banyak pengusaha yang memiliki kepedulian seperti beliau,” ungkapnya.

Meski begitu, Gerindra sejauh ini belum akan melakukan komunikasi dengan Hary Tanoe. Muzani juga tidak tahu apakah sudah ada komunikasi antara Hary Tanoe dengan kader gerindra lainnya.

“Saya ngga tahu komunikasinya dengan siapa, dan kapan. Karena baru sore ini Pak Hary menyatakan mundur. Kita pasif saja,” imbuhnya.

Bos MNC Hary Tanoesoedibjo tak mundur sendirian dari Partai Nasional Demokrat (NasDem). Mereka adalah sederet politikus muda yang sudah membanting tulang meloloskan Partai NasDem melewati verifikasi parpol peserta Pemilu 2014 di KPU. Mereka adalah Sekjen Partai Nasional Demokrat Ahmad Rofiq, Wakil Sekjen Partai Demokrat Syaiful Haq, dan Ketua DPP Partai NasDem Endang Tirta.

(mpr/mpr)

Usai Besarkan NasDem, Rofiq pun Hengkang

Usai Besarkan NasDem, Rofiq pun Hengkang

Headline

Sekjen Partai NasDem, Ahmad Rofiq – IST

inilah.com, Jakarta – Hari ini Hary Tanoesoedibjo mengundurkan diri dari Partai NasDem. Mundurnya Hary Tanoe ini diikuti oleh beberapa pengurus DPP Partai NasDem seperti Sekjen Partai NasDem, Ahmad Rofiq, Wakil Sekretaris Jenderal Saiful Haq, dan Ketua Internal DPP Partai Nasdem Endang Tirtana.

Saat menyampaikan keterangan pers, di Jakarta Senin (21/1/2013), Rofiq menyatakan dengan bulat keputusannya itu. Meskipun tampak tidak setegar kawan-kawannya, Rofiq menyatakan tekadnya untuk meninggalkan NasDem.

Demikian pula Wasekjen Partai NasDem Saiful Haq dan Ketua DPP bidang Internal Partai NasDem Endang Tirtana yang terlihat bersemangat menyatakan mundur sebagai kader, namun sejak awal hingga akhir jalannya jumpa pers tersebut Rofiq terlihat sangat murung.

“Saya tidak akan mau kembali ke NasDem. Pengurusan itu sudah pasti diubah. Kongres itu juga hasil keputusan siapa?” kata Rofiq usai jumpa pers tersebut.

Keputusan Rofiq itu sangat Ironis karena belum lama ini ia begitu bersemangat meloloskan NasDem untuk menjadi peserta pemilu. Ketika hadir pada saat pengambilan nomor urut partai peserta Pemilu di KPU, Rofiq begitu bersemangat dan selalu mengumbar senyum, namun kali ini raut mukannya tidak ceria lagi.

Perpecahan internal Partai NasDem sendiri memang sudah terlihat pada saat pengambilan nomor urut di KPU. Di mana antara Ketua Umum Partai NasDem Rio Patrice Capela, Sekjen Ahmad Rofiq dan Wakil Ketua Umum Sugeng tidak pernah bersamaan.

Kebersamaan itu hanya terlihat dalam rapat pleno dan pengundian nomor urut saja. Sedangkan diluar ruang rapat ketiga petinggi Partai NasDem itu memang terlihat masing-masing. Sikap itulah yang dibuktikan hari ini dengan pernyataan mundur Rofiq bersama Ketua Dewan Partai Partai NasDem dan dua fungsionaris lainnya sebagai kader.

“Selaku sekjen saya tidak tahu keputusan kongres itu. Bahkan saya tidak mau teken hasil keputusan untuk kongres itu. Dengan kondisi seperti itu pilihannya apakah menjadi bagian dari masalah atau keluar dari masalah. Makanya saya menyatakan mundur,” ungkapnya.

Hingga akhir acara jumpa pers itu berakhir, kekecewaan Rofiq terhadap Partai NasDem dan Surya Paloh masih ia tunjukkan. Bahkan Rofiq menyebut jika Surya Paloh telah menjalankan organisasi dan partai secara otoriter.

“Aturan dalam organisasi yang tidak dilakukan apa yang ada di AD/ART itu ditabrak dan saya tidak bisa seperti itu. Maka pilihan saya bertahan menjadi bagian dari masalah atau keluar,” tandasnya. [tjs]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Tumbang Lagi, Lakers Dalam Bahaya

    Tumbang Lagi, Lakers Dalam Bahaya

  • Mangkir Bela Timnas, Komdis PSSI Hukum 23 Pemain

    Mangkir Bela Timnas, Komdis PSSI Hukum 23 Pemain

Nasional | Garda Muda NasDem Tak Terpengaruh Mundurnya Hary Tanoe


Harry Tanoe dan pengurus NasDem yang mengundurkan diri.

Jakarta – Alasan peengunduran diri Hary Tanoe, Ahmad Rofiq dan dua rekannnya dari Partai NasDem di antaranya tidak adanya restrukturisasi anak muda untuk posisi ketua umum. Tapi pengunduran diri mereka diyakini tidak membuat anggota Garda Muda NasDem terpecah.

“Kami pastikan bahwa kaum muda di NasDem solid, sebab kepemimpinan kaum muda telah terdesain secara baik di Partai maupun di ormas. Hal itu telah didesain oleh Pak Surya Paloh jauh sebelum Pak HT masuk NasDem,” kata Ketua Garda Muda NasDem, Martin Manurung dalam pesan singkat, Senin (21/1/2013).

Martin menghargai keputusan adanya beberapa pengurus inti yang mundur dari NasDem. Keputusan tersebut suka rela dari masing-masing individu, sama seperti ketika mereka memutuskan untuk bergabung.

“Kami pastikan bahwa Partai NasDem tetap konsisten dalam strategi gerakan perubahan yang ideologis, yang telah dibangun sejak awal, bahkan pada masa pendirian Ormas Nasional Demokrat,” lanjut Martin.

Sebelumnya diberitakan, terhitung mulai hari ini Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Hary Tanoe Soedibjo, beserta sekjen Ahmad Rofiq, Wasekjen Saiful Haq dan ketua DPP Internal Endang Tirta menyatakan mengundurkan diri dari Partai Nasdem. Mereka tidak sepakat dengan keputusan Hary Tanoe yang mengambil alih posisi ketua umum Partai NasDem.

(bal/lh)