Hadir di Kongres, Sekjen DPD dan DPR Masuk NasDem

Hadir di Kongres, Sekjen DPD dan DPR Masuk NasDem

Headline

Bendera Partai NasDem – Inilah.com

inilah.com, Jakarta – Nining Indra Saleh telah menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Sekjen DPR RI. Hal itu pun ternyata dilakukan juga oleh Sekjen DPD Siti Nurbaya yang telah menyatakan mundur.

Pasca mundur tersebut keduanya terlihat datang di kongres Partai NasDem. Bahkan keduanya duduk bersama dengan Ketua Umum Partai NasDem, Rio Patrice Capella.

Ketika ditanya prihal kedatangannya, Sekjen DPR Nining mengaku kedatangannya ke kongres Partai NasDem hanya sebagai undangan dan tidak ada maksud lain.

“Saya kesini cuma sebagai undangan,” kata Nini di acara kongres Partai NasDem di JCC, Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Berbeda dengan Nining, Sekjen DPD RI, Siti Nurbaya mengaku secara terang-terangan menyatakan maksud kedatangannya ke acara kongres Partai NasDem. Menurutnya, dirinya sudah menyatakan mundur dari jabatan Sekjen DPD untuk bergabung dengan Partai NasDem.

“Saya sudah mengajukan pengunduran diri, sudah pamit ke pak Irman (Ketua DPD), pak Laode (Wakil Ketua DPD) dan ke pimpinan DPD lainnya. Pengunduran diri saya berbeda dengan sekjen DPR. Kalau saya pindah dari jalur birokrat ke politik,” jelasnya di JCC, Jumat (25/1/2013).

Siti mengaku sudah mengajukan pengunduran diri tersebut ke pihak DPD. Bahkan dalam surat pengunduran diri itu, dirinya menyertai alasan pengunduran dirinya. “Jadi harus sesuai PP No. 37 tahun 2004, pasal 2-9, ada prosedurnya. Aku sudah bilang mau masuk partai NasDem,” tandasnya.[bay]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Kursi Kosong Warnai Kongres NasDem

    Kursi Kosong Warnai Kongres NasDem

  • Barca Sangat Khawatir Messi Cedera

    Barca Sangat Khawatir Messi Cedera

Surya Paloh Tak Gundah dengan Pernyataan Mubarok

Surya Paloh Tak Gundah dengan Pernyataan Mubarok


Headline News / Polkam / Kamis, 12 Februari 2009 21:03 WIB Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Surya Paloh mengaku tak gundah dengan pernyataan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Ahmad Mubarok yang mengatakan Golkar mungkin hanya mendapat 2,5 persen suara pada pemilu, April 2009. “Apapun pandangan-pandangan saudara kita dari Partai Demokrat bisa kita terima dengan jiwa besar. Kita tetap hargai. Tidak ada masalah,” kata Surya Paloh di Jakarta, Kamis (12/2). Surya Paloh pun mengaku tidak masalah kalau Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla tidak lagi berpasangan dalam pemilu presiden, Juli mendatang. Menurut dia, sebagai partai politik tertua dan terbesar eksistensi Golkar tidak ditentukan oleh duet SBY-Kalla. “Golkar tidak akan runtuh, Golkar tidak akan mati kalau SBY-Jk jika tidak berpasangan. Tidak ada masalah,” tegas pemimpin Media Group, ini. Sejauh ini, menurut Surya Paloh, Golkar memang belum menentukan calon presiden yang bakal diusung. Soal ini baru akan dibahas setelah pemilu legislatif. Tapi buat Surya Paloh, posisi presiden atau wakil presiden tidak masalah. Yang terang, tambah dia, terpenting bagi Golkar adalah mampu memberikan yang terbaik bagi pembangunan bangsa. Dia juga mengeritik pemikiran yang mengatakan eksistensi Golkar terancam bila kadernya tidak duduk di posisi top eksekutif. “pemikiran itu harus diperbaiki. Sebagai parpol terbesar, golkar tetap ingin melakukan perubahan-perubahan ke arah lebih baik,” jelas Surya Paloh

Golkar Ogah Paksa Hary Tanoe

Golkar Ogah Paksa Hary Tanoe

Agung Laksono

, JAKARTA — Mundurnya Hary Tanoesoedibjo dari Nasdem membuatnya dilirik oleh partai-partai lain. Termasuk Partai Golkar. Meski pun menyatakan tertarik dengan Hary, namun Golkar menolak untuk menarik atau bahkan memaksa.  

“Kita tidak menarik-menarik. Tapi kalau mau masuk Golkar, ya kita welcome saja,” kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono saat ditemui di Kantor Presiden, Senin (22/1). 

Ia menegaskan, Golkar tidak akan menarik atau memaksa sesorang untuk bergabung dalam partainya. Jika memang Hary tertarik pindah partai, maka ia perlu mengatakan dengan jelas maksud dan tujuannya. 

“Nanti, disampaikan yang jelas maksud dan tujuannya kalau mau masuk ke Golkar,” katanya. 

Hary mundur dari Nasdem meski baru sekitar satu tahun bergabung dan membesarkan partai tersebut. Adanya perbedaan pandangan di internal partai dikatakan menjadi alasan mundurnya taipan MNC Group tersebut.

Terutama terkait dengan struktur organisasi. Hari menginginkan agar tidak ada perombakan sususan struktur organisasi. Sedangkan ketua dewan pembina Surya Paloh ingin melakukan perubahan. Termasuk ingin duduk menjadi ketua umum partai. 

Kekuatan Hary Tanoe di NasDem Dilumpuhkan

Kekuatan Hary Tanoe di NasDem Dilumpuhkan

Headline

Hary Tanoe – inilah.com/Agus Priatna

inilah.com, Jakarta – Pengamat politik Saleh Partaonan Daulay menilai dari awal Surya Paloh memang berniat menjadi Ketua Umum Partai NasDem karena sebagai penggagas utama dia merasa berhak menjadi lokomotif partai itu.

“Sebagai penggagas utama, Surya Paloh merasa bahwa dialah yang paling berhak untuk menjadi lokomotif Partai NasDem dalam memenangkan Pemilu 2014. Karena langkah itu sudah lama diniatkan, seharusnya mereka yang tidak setuju dengan rencana itu tidak ikut bergabung,” kata Saleh Partaonan Daulay dihubungi di Jakarta, Selasa (21/1/2013).

Pengajar di FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan pada dasarnya Partai Nasdem didirikan untuk memberikan ruang bagi kader-kader Partai Golkar yang tidak diakomodasi pada musyawarah nasional di Pekan Baru beberapa tahun lalu.

Mereka itu pulalah para penggagas dan deklarator Partai NasDem. Setelah partai berdiri dan dinyatakan lolos verfikasi peserta Pemilu 2014, mereka ingin berkuasa di bawah kendali Surya Paloh.

“Bagi kelompok itu, Hary Tanoe dan beberapa orang lainnya adalah pendatang baru. Karena itu, mereka harus legowo untuk ditempatkan pada posisi-posisi sesuai keinginan para penggagas tersebut,” tuturnya.

Selain itu, kata Saleh, mereka juga sepertinya khawatir dengan kekuatan yang dimiliki Hary Tanoesoedibjo. Sebelum mendominasi, kemungkinan kekuatan itu dilumpuhkan dengan cara melakukan reposisi kepengurusan di internal Partai NasDem.

Saleh menilai pengunduran diri Hary Tanoesoedibjo dari Partai NasDem sebagai langkah yang tidak tepat. Seharusnya, Hary Tanoesoedibjo dan Surya Paloh perlu duduk bersama untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Sebagai tokoh yang disegani di Partai NasDem, kedua orang itu diyakini mampu meredam konflik dan perbedaan pendapat yang ada. “Bukankah selama ini mereka bisa duduk dan bekerja bersama? Mengapa karena urusan reposisi kepengurusan menyebabkan keduanya tidak bisa bersama lagi?” tambahnya. [ant/yeh]

Rekomendasi Untuk Anda


  • ILO: Angka Pengangguran Global Bakal Naik

    ILO: Angka Pengangguran Global Bakal Naik

  • Sektor Konsumer Dapat Rekomendasi Positif

    Sektor Konsumer Dapat Rekomendasi Positif

Nasional | Pakar: Surya Paloh Memang Berniat Jadi Ketua Nasdem

Pakar: Surya Paloh Memang Berniat Jadi Ketua Nasdem

Ketua Umum Nasdem Surya Paloh

, JAKARTA — Pakar politik Saleh Partaonan Daulay menilai bahwa dari awal Surya Paloh memang berniat menjadi ketua umum Partai Nasdem karena sebagai penggagas utama dia merasa berhak menjadi lokomotif partai itu.

“Sebagai penggagas utama, Surya Paloh merasa bahwa dialah yang paling berhak untuk menjadi lokomotif Partai Nasdem dalam memenangkan Pemilu 2014. Karena langkah itu sudah lama diniatkan, seharusnya mereka yang tidak setuju dengan rencana itu tidak ikut bergabung,” kata Saleh Partaonan Daulay dihubungi di Jakarta, Selasa (22/1).

Pengajar di FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan pada dasarnya Partai Nasdem didirikan untuk memberikan ruang bagi kader-kader Partai Golkar yang tidak diakomodasi pada musyawarah nasional di Pekan Baru, beberapa tahun lalu.

Mereka itu lah, kata Saleh, para penggagas dan deklarator Partai Nasdem. Setelah partai berdiri dan dinyatakan lolos verfikasi peserta Pemilu 2014, mereka ingin berkuasa di bawah kendali Surya Paloh.

“Bagi kelompok itu, Hary Tanoe dan beberapa orang lainnya adalah pendatang baru. Karena itu, mereka harus legowo untuk ditempatkan pada posisi-posisi sesuai keinginan para penggagas tersebut,” tuturnya.

Selain itu, kata Saleh, mereka juga sepertinya khawatir dengan kekuatan yang dimiliki Hary Tanoesoedibjo. Sebelum mendominasi, kemungkinan kekuatan itu dilumpuhkan dengan cara melakukan reposisi kepengurusan di internal Partai Nasdem.

Saleh menilai pengunduran diri Hary Tanoesoedibjo dari Partai Nasdem sebagai langkah yang tidak tepat. Seharusnya, Hary Tanoesoedibjo dan Surya Paloh perlu duduk bersama untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Sebagai tokoh yang disegani di Partai Nasdem, kedua orang itu diyakini mampu meredam konflik dan perbedaan pendapat yang ada. “Bukankah selama ini mereka bisa duduk dan bekerja bersama? Mengapa karena urusan reposisi kepengurusan menyebabkan keduanya tidak bisa bersama lagi?” katanya.

Nasional | Konflik di Partai NasDem Meruncing, Harry Tanoe Mundur?

Konflik di Partai NasDem Meruncing, Harry Tanoe Mundur?

Bendera Partai Nasdem.

, JAKARTA — Menjelang kongres nasional Partai NasDem pada 25 Januari mendatang, persoalan internal partai ini semakin meruncing. Permasalahan antara kubu Surya Paloh dan kubu Harry Tanoesudibjo dikabarkan berujung pada hengkangnya salah satu kubu dari Partai NasDem.

Sekjen Partai Nasdem, Ahmad Rofiq mengatakan duduk persoalan yang terjadi akan dijelaskan dalam konferensi pers pukul 15.00 WIB ini di Jalan Diponegoro 29, Jakarta Pusat. Dikabarkan Harry Tanoesudibjo juga akan mengumumkan pengunduran dirinya.

“Saya sudah nggak bisa lagi komen terkait NasDem. Langsung ke ketum saja,” kata Rofiq melalui pesan singkat kepada , Senin (21/1). Rofiq tidak membantah jika persoalan internal terjadi karena mekanisme partai yang berjalan tidak sesuai koridor. “Suasananya sudah mobokrasi,” ungkapnya.

Sebelumnya terjadi permasalahan di salah satu ormas sayap Partai Nasdem, Garda Pemuda Nasional Demokrat (GPND). 

Terjadi pemecatan pada beberapa pengurus GPND karena dugaan pembangkangan lantaran tidak mendukung Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai NasDem. Namun, petinggi partai membantah konflik di ormas sayap itu mempengaruhi internal parpol. 

Partai NasDem baru saja dinyatakan sebagai parpol peserta pemilu 2014 oleh KPU. Mendapatkan nomor urut 1, Partai NasDem menjadi satu-satunya parpol pendatang baru pada pesta demokrasi 2014 nanti.