Ditanya Gantikan Hary Tanoe, Ini Jawaban JK

Ditanya Gantikan Hary Tanoe, Ini Jawaban JK

Headline

Politisi senior Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) – Inilah.com

inilah.com, Jakarta – Politisi senior Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) menghadiri acara kongres Partai NasDem di JCC, Senayan Jakarta, Jumat (25/1/2013). Usai acara kongres JK pun ikut menanggapi mundurnya Hary Tanoesoedibdjo dari Partai NasDem.

Menurutnya, mundurnya Hary Tanoe sebagai kader adalah hal yang biasa dalam dunia politik. Bahkan hal itu sering terjadi di partai politik mana pun.

“yah, kita tidak bisa mengomentari kemauan masing-masing. Biasa itu dalam politik ada persamaan kadang-kadang ada perbedaan. Kita hormati persamaan dan perbedaan itu,” ujar JK di JCC, Senayan, Jumat (25/1/2013).

Ketika disinggung apakah JK mau menerima tawaran dari NasDem untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Hary Tanoe yakni sebagai Ketua Dewan Pakar, JK mengaku tidak tertarik untuk menempati posisi tersebut.

“Oh, maaf tidak,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pakar Partai NasDem, Hary Tanoesoedibdjo mundur dari NasDem. Pengunduran diri Hary Tanoe diikuti oleh beberapa petinggi DPP Partai NasDem salah satunya Sekjen Partai NasDem, Ahmad Rofiq. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Madrid Cari Pengganti Casillas, Inilah Kandidatnya

    Madrid Cari Pengganti Casillas, Inilah Kandidatnya

  • Paus Sebut Media Sosial Sebagai Portal Kebenaran

    Paus Sebut Media Sosial Sebagai Portal Kebenaran

Ditanya Soal Menteri SS, Nazar Malah Sebut Anas

Nazaruddin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap mantan bendahara umum Partai Demokrat, M Nazaruddin selama empat hari di gedung KPK sejak Selasa (22/10). Usai pemeriksaan, tiba-tiba Nazar bungkam soal keterlibatan menteri berinisial SS di proyek pemerintah beranggaran tahun jamak (multi years).

“Saya diperiksa untuk saksi Anas dalam proyek Hambalang dan kasus-kasus yang lain, yang diperiksa itu adalah dana yang dipakai untuk seorang Anas untuk menjadi calon ketua umum, setelah menjadi ketua umum adalah mencari dana lagi diperintahkan mas Anas untuk mencari dana lagi untuk menjadi calon presiden,” kata Nazar usai pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (25/10).

Nazar selesai diperiksa dan keluar dari gedung KPK pada pukul 16.30 WIB. Ia diperiksa di gedung KPK selama empat hari ini. Ia mengaku diperiksa sebagai saksi dalam kasus penerimaan hadiah atau janji terkait proyek Hambalang dan proyek lain dengan tersangka Anas Urbaningrum.

Ia memaparkan proyek yang diperintahkan Anas untuk pencarian dana sebagai capres salah satunya adalah proyek Hambalang. Ia lagi-lagi menyebutkan keterlibatan Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan, Olly Dondokambey yang dinilai sebagai anggota DPR yang kebal hukum.

Menurutnya, barang bukti keterlibatan Olly dalam proyek Hambalang lebih kuat dari Angelina Sondakh. Namun sampai saat ini, KPK tidak juga menetapkan Olly sebagai tersangka. 

“Sampai sekarang orang ini kebal hukum, namanya Olly Dondokambey. Dalam proyek Hambalang itu, juga yang terlibat adalah Angie, Wayan koster, di mana terima uangnya sudah dijelaskan secara detail,” jelas Nazar.

Saat ditanya lagi soal keterlibatan menteri berinisial SS yang diduga adalah Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi, ia malah berkelit dengan menyebutkan proyek KTP elektronik atau e-KTP. Dalam proyek itu, ia memaparkan kerugian negara sebesar Rp 2,5 triliun. Dalam proyek ini ia juga menyebut Anas.

Saat ditanya lagi mengenai keterlibatan menteri berinisial SS, ia terus bungkam. Ia mengaku semua yang ia ketahui sudah diungkapkan kepada tim penyidik KPK.

“Semua sudah saya ceritakan ke KPK tanpa saya tutup-tutupi, tanpa saya halang-halangi. Semua saya ceritakan supaya uangnya kembali ke negara,” ucapnya sambil masuk ke dalam mobil tahanan.

google.co.id

Ditanya PPI, Jero Wacik Takut Dipelintir

Ditanya PPI, Jero Wacik Takut Dipelintir
Rabu, 23 Oktober 2013 , 22:39:00 WIB

Laporan: Wahyu Sabda Kuncahyo

JERO WACIK/NET
  

RMOL. Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik enggan berkomentar saat ditanya adanya serangan ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) terhadap pemerintahan Presiden SBY.

Dia justru menganggap media massa telah mengadu domba Demokrat dengan PPI. Karena itu, dia takut segala pernyataan yang disampaikan akan ditulis berbeda oleh media massa.

“Kalau berpolitik kita mesti cerdas, dan ada perasaan di situ. Apa yang diomong harus dirasa karena apapun omongan kamu mengadu domba. Jadi, apapun pernyataan saya akan dipelintir, tidak usahlah,” kata Jero saat dijumpai di gedung DPR, Jakarta, Rabu (23/10).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu tetap tidak mau mengomentari adanya tudingan yang dilakukan partainya terhadap ormas bentukan Anas Urbaningrum itu.

Jero kembali menuding media massa kerap membuat pemberitaan yang menyudutkan dan mengadu domba Partai Demokrat.

“Apapun kalimat saya dipelintir lagi, jadi akan membuat lebih ramai lagi,” katanya.

Saat ditanya soal pesan singkat SBY kepada para petinggi partai perihal manuver PPI, Jero menegaskan hal tersebut bukan untuk konsumsi publik.

“Itu urusan interen kami, kalimat kamu benar provokatif. Pertnyaannya sudah mengarah,” tegas Jero.[dem]


Baca juga:

Soal Bunda Putri, PPI Anggap SBY Munafik
PPI: Seharusnya Demokrat Takut Dengan Partai Lain
PPI Tuding Waketum Demokrat Tak Paham UU Ormas
Pernyataan-Pernyataan Nurhayati Ali Assegaf Semakin Sulit Dinalar
Masinton: Partai Demokrat Sedang Latihan Menjadi Oposisi


Komentar Pembaca

Ditanya Soal Bunda Putri, Choel Terbatah-Bata

Metrotvnews.com, Jakarta: Adik Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng, Andi Zulkarnaen Mallarangeng atau yang dikenal dengan Choel terbatah-bata saat menjawab apakah mengenal dan bahkan pernah bermain ke rumah Bunda Putri, sosok yang disebut Luthfi Hasan Ishaaq sebagai orang dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Saya, nga, nga, nga ada hubungan dengan itu,” kata Choel dengan terbatah-bata di Gedung KPK, Jakarta (16/10).

Seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK sebagai saksi dalam kasus tindak pidana korupsi penerimaan hadiah proyek Pusdiklat Olahraga di Bukit Hambalang, Jawa Barat, Choel begitu lantang menjawab pertanyaan wartawan tentang materi yang ditanyakan penyidik.

Namun begitu ditanya tentang Bunda Putri, gerak tubuh Choel berubah drastis. Dengan raut muka bingung dan bergegas meninggalkan kerumunan wartawan, Choel mengatakan pernah melihat sosok Bunda Putri. Namun, Choel tidak menjelaskan dalam rangka apa dan tujuan apa melihat Bunda Putri.

“Saya secara pribadi pernah liat orangnya,” ujarnya.

Saat ditanya apakah Bunda Putri itu adalah isteri Kepala Rumah Tangga Cikeas Sylvia Soleha atau dikenal Ibu Pur, menurut Choel tidak ada kaitannya. “Tidak benar itu, tidak ada kaitannya lah,” ungkapnya.

Choel menjelaskan tidak mengetahui mengenai isu bahwa Isteri Kakaknya (Andi) merupakan sekretaris pribadi Bunda Putri apalagi dikatakan bahwa Istri Andi suka berkunjung ke rumah Bunda Putri.

“Saya tidak tahu soal itu. Tapi iya tahu, betul (keluarga besar kenal Bunda Putri),” ujarnya.

Sementara terkait materi pemeriksaan, Choel mengatakan ditanya dua sampai tiga pertanyaan yang berkaitan dengan dugaan gratifiaksi untuk kasus Hambalang dengan tersangka Anas Urbaningrum. Menjawab pertanyaan itu, Choel menjelaskan apa yang dialami, didenga, dilihat sesuai dengan pertanyaan penyidik, walaupun tidak ada hal yang baru ditanyakan.

“Tadi ditanya sebenarnya tentang kongres, intinya mengenai itu karena kebetulan juga saya terlibat pada waktu kongres sebagai tim pemenangan kakak saya. Jadi saya menjelaskan apa yang saya tahu,” ujarnya.

Lanjutnya, penyidik banyak bertanya tentang kejadian di Kongres Partai Demokrat di Bandung, seperti latar belakangnya, acaranya dan lainnya. Penyidik tidak bertanya tentan aliran uang pengadaan proyek barang dan jasa Hambalang.

Selain itu,Penyidik pun tidak bertanya mengenai perubahan dukungan dari Andi ke Anas karena tidak lolos masuk putaran kedua.

“Oh tidak, saya juga tidak tahu siapa yang beralih ke siapa, karena itu pemilihan tertutup,” ujarnya. (Raja Eben L)

Editor: Tjahyo Utomo

metrotvnews.com

Ditanya Kasus Suaminya, Airin: Sama-Sama Ikuti Proses Hukumnya

TUbagus Chaeri Wardana dan istrinya Airin Rachmi Diany

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menjenguk suaminya yang menjadi tersangka pemberi suap kepada Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif, Akil Mochtar terkait sengketa pilkada di Kabupaten Lebak.

Airin enggan mengomentari kasus yang menjerat suaminya dan meminta untuk ikuti kasusnya bersama-sama.

“Silakan tanyakan kepada pengacara maupun penyidik, saya menghormati proses hukum ini, harus sama-sama kita ikuti proses hukum ini,” kata Airin yang ditemui usai keluar dari Rutan KPK, Jakarta, Kamis (10/10).

Airin menambahkan kedatangannya ini merupakan yang pertama kali untuk menjenguk suaminya sejak suaminya ditangkap dan kemudian ditahan di Rutan KPK.

Ia melihat kondisi suaminya baik dan siap untuk menghadapi proses hukum di KPK.

Saat dikonfirmasi suaminya yang kerap mengerjakan proyek-proyek pemerintah daerah (pemda) di Banten, ia enggan menjawabnya.

Mengenai rencana pemeriksaan KPK terhadap kakak iparnya yang juga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah apa akan dipenuhi, ia juga tidak menjawabnya.

“Sudah ya, sudah ya,” ucap Airin sambil masuk ke dalam mobil yang telah menunggunya di depan pintu keluar.

google.co.id

Wakil Bupati Lebak Bungkam Ditanya Peran Ratu Atut

Wakil Bupati Lebak Bungkam Ditanya Peran Ratu Atut

Headline

(Foto:ilustrasi)

inilah.com, Jakarta – Wakil Bupati Lebak, Banten, Amir Hamzah tak mau banyak bicara usai diperiksa sembilan jam di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Amir hanya sedikit berkomentar saat ditanyai wartawan seputar pemeriksaannya kali ini.

“Saya diperiksa sebagai saksi. Jadi tanya saja kepada penyidik,” kata Amir saat keluar gedung KPK, Jakarta, Rabu (9/10/2013).

Amir yang mengenakan batik hijau lengan panjang kemudian bungkam saat sejumlah pewarta menanyai pemeriksaanya.
Termasuk, dia memilih bungkam saat disinggung keterlibatan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dalam perkara suap tersebut. Ia cuek dan terus berjalan hingga menuju mobil yang menunggunya.

Amir sendiri diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Tubagus Chaery Wardana terkait dugaan suap pengurusan perkara sengketa Pemilu Kada Lebak, Banten, yang sudah diputus di Mahkamah Konstitusi (MK).
Dalam sengketa itu, Amir merupakan pemohon gugatan atas kemenangan pasangan Iti Octavia-Ade Sumardi dalam pemilu kada tersebut.

Amir Hamzah sendiri sudah bertatus cegah bersama Kasmin Bin Saleh, per 7 Oktober 2013. Keduanya merupakan calon bupati dan wakil bupati dalam Pemilu Kada Lebak 2013. Keduanya dilarang mengadakan perjalanan keluar negeri karena memang akan diperiksa.

Amir Hamzah dan Kasmin Bin Saleh dianggap mengetahui, melihat, mendengar, mengalami, atau ahli dalam dugaan suap dari Tubagus Chaery Wardana alias Wawan, adik Gubernur Banten, Ratu Atut Choisyah, kepada Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar.
Wawan memberi uang Rp1 miliar kepada Akil lewat Susi Tur Andayani untuk pengurusan sengketa tersebut. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Lippi Beberkan Rahasia Kalahkan Real Madrid

    Lippi Beberkan Rahasia Kalahkan Real Madrid

  • Mahfud MD Diincar Kasus Pilkada Banten?

    Mahfud MD Diincar Kasus Pilkada Banten?

Inilah.com

Lagi-lagi Ditanya Rencana Nyapres, Jokowi Ogah-ogahan

Lagi-lagi Ditanya Rencana Nyapres, Jokowi Ogah-ogahan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Liputan6.com/Danu Baharuddin)

Liputan6.com, Jakarta : Banyak kalangan menilai, Jokowi sangat layak untuk diusung menjadi calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang. Bahkan beberapa hasil survei juga menempatkan Gubernur DKI Jakarta itu di posisi pertama sebagai capres dengan punya popularitas tinggi.

Lagi-lagi Jokowi ditanya soal rencana nyapres. Dan lagi-lagi pula mantan Walikota Solo itu ogah-ogahan menjawab. “Saya enggak urus copras, capres, survai, survei,” ucap pria bernama lengkap Joko Widodo itu di sela-sela acara Kaki Lima Night Market, Balaikota, Jakarta Pusat, Sabtu (5/10/2013).

Jokowi pun mempersilakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk memilih siapa tokoh yang akan diusung sebagai capres pada Pilpres 2014 mendatang. Nama sang tokoh akan dibeber tahun depan, sebelum pemilu digelar

“Ya memang tahun depan. PDIP baru menentukan capres itu tahun depan,” pungkas Jokowi. (Ndy)

liputan6.com