KLB Partai Demokrat Diskenario Berakhir Aklamasi

Amir Syamsudin: ” “Itu Juga Bagian dari Demokrasi”

Editor: Rizal Hasan | Rabu, 13 Maret 2013 17:27 WIB, 13 menit yang lalu



KLB Partai Demokrat Diskenario Berakhir Aklamasi - Amir Syamsudin: " "Itu Juga Bagian dari Demokrasi" - Amir Syamsudin, anggota dewan pembina Partai Demokrat

Amir Syamsudin, anggota dewan pembina Partai Demokrat(Foto: istimewa)

LENSAINDONESIA.COM: Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Amir Syamsuddin, menegaskan tidak masalah jika Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih Ketua Umum dilakukan secara aklamasi. Mekanisme aklamasi juga diakui dalam sistem demokrasi asal semua pihak sepakat.

“Saya sesuai AD/ART saja. Aklamasi tidak masalah, kalau sepakat kenapa tidak? Itu kan demokrasi juga,” ujarnya di DPR RI, Jakarta, Rabu (13/03/2013).

Baca juga: Demi Menghormati SBY, Anas Rilis Nama Baru Kasus Century dan Dipanggil KPK, Anak Buah Anas Mangkir

Sementara itu, penyerahan Daftar Calon Legislatif Sementara (DCS) diserahkan paling akhir ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) paling akhir (09/04/2013). KLB sendiri besar kemungkinan akan digelar pada 23 Maret 2013 di Bali.@endang


Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 

Berita Terkait:

Nasional | Eks Sekjen Nasdem: Surya Paloh Jadi Ketua Sudah Diskenario

Eks Sekjen Nasdem: Surya Paloh Jadi Ketua Sudah Diskenario

Mantan Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Hary Tanoesoedibjo (kanan) bersama (kanan-kiri) mantan Sekjen Partai NasDem Ahmad Rofiq, mantan Wasekjen Syaiful Haq dan mantan Ketua Internal Endang Tirtana menggelar jumpa pers di Jakarta, Senin (21/1)

, JAKARTA – Mantan Sekretaris Jendral Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Ahmad Rofiq menyatakan penetapan Surya Paloh sebagai Ketua Umum Nasdem sudah diskenariokan.

“Kongres ini sejak awal dibuat untuk menjadikan Surya Paloh pemimpin,” kata Rofiq ketika dihubungi , Sabtu (26/1).

Rofiq menyatakan penetapan Surya Paloh sebagai ketua umum – yang tanpa melalui mekanisme partai – menjadi penyebab utama keluarnya Hary Tanoesudibyo, dirinya, dan sejumlah pimpinan Nasdem di berbagai daerah.

Mestinya, penetapan ketua umum dilakukan melalui putusan majelis nasional partai (MNP). “Tidak ada proses pemilihan melalui MNP. Yang ada pengukuhan. Inilah yang menjadi awal perbedaan,” ujarnya.

Rofiq menyatakan di Nasdem, Surya Paloh bukan lagi sekadar tokoh partai. Surya Paloh sudah menjelma menjadi institusi sendiri di Nasdem. Sentralisme Surya Paloh di Nasdem inilah yang dinilai Rofiq dan mereka yang mengundurkan diri tidak menyehatkan partai. “Mana keputusan partai, mana keputusan Surya Paloh menjadi bias,” kata Rofiq.