Saan Mustofa Bantah Langgar Disiplin Keanggotaan Partai

Saan Mustofa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Politisi Partai Demokrat Saan Mustopa dicopot dari posisinya sebagai Sekretaris Fraksi Partai Demokrat. Ini terjadi tak lama setelah ia menghadiri peluncuran Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) yang didirikan Anas Urbaningrum.

Menurut Saan, penggantian ini upaya untuk penyegaran pemimpin atau rotasi fraksi. Ia juga membantah telah melanggar disiplin keanggotaan partai karena menghadiri Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).

“Dalam pencopotan saya, seharusnya jelas parameternya apa. Apakah ada salah satu hal yang menandakan saya tidak disiplin di paripurna dan komisi,” katanya di Parlemen, Jakarta, Kamis (19/9).

Sebagai politisi dan anggota dewan, ujar Saan, dirinya selalu menjalankan tugas dengan baik. Ia juga selalu menjalankan fungsi representasi Partai Demokrat di daerah pemilihan.

Dari sebanyak 148 anggota Fraksi Demokrat di DPR, Saan menerangkan, tidak pernah ada yang keleuhan mengenai kinerjanya. “Apa selama ini saya tidak loyal kepada partai, Harus diukur apa itu loyalitas atau pembelotan,” katanya menerangkan.

Saan mengaku sebagai seorang kader selalu loyal dan tidak melakukan hal-hal yang di luar partai. Namun ia juga tidak merasa terdzolimi dengan pencopotan dari jabatan sekretaris fraksi.

“Justru saya merasa terima kasih kepada partai yang telah memberikan kepercayaan kepada saya sebagai sekretaris fraksi. Tidak ada rasa didzolimi,” ujar Saan.

Republika.co.id

Syarief: Pencopotan Pasek dan Saan Demi Disiplin Partai

 Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan menjawab sejumlah pertanyaan wartawan di Nusa Dua, Bali, Ahad (31/3).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan pencopotan Gede Pasek Suardika dan Saan Mustopa dengan mencopot keduanya dari jabatan di Partai Demokrat untuk menegakkan disiplin partai.

“Bukan cuma menghadiri kita kan sudah pelajari recordnya selama ini. Pokoknya kita menegakkan kedisplinan. Ini kan menyangkut loyalits terhadap partai,” katanya di Jakarta, Rabu.

Hal ini dikataknnya menjawab pertanyaan wartawan terkait pencopotan Gede Pasek Suardika sebagai Ketua Komisi III DPR dan Saan Mustopa sebagai Sekretaris Fraksi Partai Demokrat. Keduanya sebelumnya menghadiri deklarasi Organisasi Massa Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) yang dibentuk oleh mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Menurut Syarif, rotasi dan penyegaran yang terjadi di tubuh Demokrat sebagai bentuk penerapan ganjaran dan hukuman (reward and punishment) bagi kader Partai Demokrat.

“Penyegaran juga ini juga bagian reward dan punishment,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, berselang tiga hari setelah deklarasi Ormas PPI pada Minggu (15/8) dan hanya berselang dua hari setelah Nurhayati memanggil Gede Pasek Suardika, pimpinan Fraksi Partai Demokrat mengumumkan rotasi pimpinan fraksi, komisi, dan alat kelengkapan Dewan di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu.

Di antara nama-nama pimpinan fraksi, komisi, dan alat kelengkapan dewan yang dirotasi adalah Ketua Komisi III dari Gede Pasek Suardika, digantikan oleh Ruhut Sitompul.

Republika.co.id

Syarief:Pencopotan Pasek dan Saan Demi Disiplin Partai

 Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan menjawab sejumlah pertanyaan wartawan di Nusa Dua, Bali, Ahad (31/3).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Ketua Harian DPP Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan pencopotan Gede Pasek Suardika dan Saan Mustopa dengan mencopot keduanya dari jabatan di Partai Demokrat untuk menegakkan disiplin partai.

“Bukan cuma menghadiri kita kan sudah pelajari recordnya selama ini. Pokoknya kita menegakkan kedisplinan. Ini kan menyangkut loyalits terhadap partai,” katanya di Jakarta, Rabu.

Hal ini dikataknnya menjawab pertanyaan wartawan terkait pencopotan Gede Pasek Suardika sebagai Ketua Komisi III DPR dan Saan Mustopa sebagai Sekretaris Fraksi Partai Demokrat. Keduanya sebelumnya menghadiri deklarasi Organisasi Massa Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) yang dibentuk oleh mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Menurut Syarif, rotasi dan penyegaran yang terjadi di tubuh Demokrat sebagai bentuk penerapan ganjaran dan hukuman (reward and punishment) bagi kader Partai Demokrat.

“Penyegaran juga ini juga bagian reward dan punishment,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, berselang tiga hari setelah deklarasi Ormas PPI pada Minggu (15/8) dan hanya berselang dua hari setelah Nurhayati memanggil Gede Pasek Suardika, pimpinan Fraksi Partai Demokrat mengumumkan rotasi pimpinan fraksi, komisi, dan alat kelengkapan Dewan di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu.

Di antara nama-nama pimpinan fraksi, komisi, dan alat kelengkapan dewan yang dirotasi adalah Ketua Komisi III dari Gede Pasek Suardika, digantikan oleh Ruhut Sitompul.

Republika.co.id

Kasus Sisca, Polda Jabar: Kompol AEB Segera Masuk Sidang Disiplin



Pembunuhan Sadis di Bandung

Jakarta – Propam Polda Jabar memproses Kompol Albertus Eko Budi yang pernah menjalin hubungan gelap dengan korban pembunuhan, Sica Yofie (34). Padahal selama ini atau sejak 2002, Albertus berstatus memiliki istri.

Polda Jabar menegaskan belum ada bukti dan fakta Albertus terlibat perkara pembunuhan Branch Manager PT Verena Multi Finance itu. Meski demikian, sanksi mengancam perwira polisi yang kini menjabat Kasubid Penmas Bidhumas Polda Jabar.

Ancaman sanksi itu mulai pidana hingga kode etik sesuai dengan Peraturan Kapolri No 14 tahun 2011 tentang Kode Etik. Namun kemungkinan Albertus terjerat Pasal 3 huruf g dan Pasal 5 huruf a Peraturan Pemerintah RI No 2 tahun 2003 tentang Disiplin Anggota Polri.

“Kepada yang bersangkutan yakni Kompol AEB, kita masih melakukan dugaan pelanggaran disiplin. Keterlibatan AEB terkait kasus almarhum Sisca belum ada. Namun jika penyidikan ada temuan indikasi terlibat, kita lakukan hukum pidana juga. Jadi tak hanya pelanggaran disiplin saja,” jelas Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (14/8/2013).

“Bersangkutan patut diduga melakukan pelanggaran yang menurunkan harkat dan martabat sebagai anggota Polri di dalam kehidupan bermasyarakat. Serta patut diduga melakukan norma kesusilaan,” kata Martin menambahkan.

Pelanggaran berupa norma kesusilaan diterapkan lantaran Albertus memiliki istri sah saat menjalin hubungan gelap dengan Sisca.

“Perkembangan saat ini, Bidang Propam sudah memeriksa sebanyak tujuh saksi terkait dengan terperiksa (Kompol Albertus). Berkasnya sudah selesai dan akan segera disidangkan. Kemungkinan minggu depan,” tutur Martin.

Sidang digelar nanti, Martin bertindak sebagai Atasan Hukum (Ankum) karena mengingat Albertus bawahannya. Jika terbukti melanggar disiplin, beragam sanksi menanti Albertus.

Martin menjelaskan, pelanggaran disiplin itu tujuh, yakni teguran tertulis, mutasi bersifat demosi, penundaan pangkat selama satu tahun, penundaan sekolah selama satu tahun, penudaan gaji berkala, penempatan di ruangan khusus, dan pembebasan dari jabatan.

“Tapi bisa juga hanya dikenakan satu sanksi, misalnya pembebasan jabatan saja,” ucap Martin.

Hasil pemeriksaan sementara, Albertus mengaku memliki hubungan asamara dengan Sisca selama dua tahu atau sejak 2010 hingga 2012. Soal kasus tewasnya Sisca, belum ada indikasi Albertus terlibat.

Dua pembunuh Sisca yakni Wawan (39) dan Ade (24) sudah mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Bandung. Motif kasus ini disebut pencurian disertai kekerasan. Kedua pelaku mengaku tak mengenal Kompol Albertus. Pelaku pun menyangkal disuruh orang dan menepis tuduhan sebagai pembunuh bayaran.

Pembunuh Sisca Yofie Akhirnya Tertangkap. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi", jam 04.30 – 05.30 WIB, hanya di TRANS TV

(ahy/ahy)

google.co.id

Kasus Sisca, Polda Jabar: Kompol AEB Segera Masuk Sidang Disiplin



Pembunuhan Sadis di Bandung

Jakarta – Propam Polda Jabar memproses Kompol Albertus Eko Budi yang pernah menjalin hubungan gelap dengan korban pembunuhan, Sica Yofie (34). Padahal selama ini atau sejak 2002, Albertus berstatus memiliki istri.

Polda Jabar menegaskan belum ada bukti dan fakta Albertus terlibat perkara pembunuhan Branch Manager PT Verena Multi Finance itu. Meski demikian, sanksi mengancam perwira polisi yang kini menjabat Kasubid Penmas Bidhumas Polda Jabar.

Ancaman sanksi itu mulai pidana hingga kode etik sesuai dengan Peraturan Kapolri No 14 tahun 2011 tentang Kode Etik. Namun kemungkinan Albertus terjerat Pasal 3 huruf g dan Pasal 5 huruf a Peraturan Pemerintah RI No 2 tahun 2003 tentang Disiplin Anggota Polri.

“Kepada yang bersangkutan yakni Kompol AEB, kita masih melakukan dugaan pelanggaran disiplin. Keterlibatan AEB terkait kasus almarhum Sisca belum ada. Namun jika penyidikan ada temuan indikasi terlibat, kita lakukan hukum pidana juga. Jadi tak hanya pelanggaran disiplin saja,” jelas Kabidhumas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul kepada wartawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (14/8/2013).

“Bersangkutan patut diduga melakukan pelanggaran yang menurunkan harkat dan martabat sebagai anggota Polri di dalam kehidupan bermasyarakat. Serta patut diduga melakukan norma kesusilaan,” kata Martin menambahkan.

Pelanggaran berupa norma kesusilaan diterapkan lantaran Albertus memiliki istri sah saat menjalin hubungan gelap dengan Sisca.

“Perkembangan saat ini, Bidang Propam sudah memeriksa sebanyak tujuh saksi terkait dengan terperiksa (Kompol Albertus). Berkasnya sudah selesai dan akan segera disidangkan. Kemungkinan minggu depan,” tutur Martin.

Sidang digelar nanti, Martin bertindak sebagai Atasan Hukum (Ankum) karena mengingat Albertus bawahannya. Jika terbukti melanggar disiplin, beragam sanksi menanti Albertus.

Martin menjelaskan, pelanggaran disiplin itu tujuh, yakni teguran tertulis, mutasi bersifat demosi, penundaan pangkat selama satu tahun, penundaan sekolah selama satu tahun, penudaan gaji berkala, penempatan di ruangan khusus, dan pembebasan dari jabatan.

“Tapi bisa juga hanya dikenakan satu sanksi, misalnya pembebasan jabatan saja,” ucap Martin.

Hasil pemeriksaan sementara, Albertus mengaku memliki hubungan asamara dengan Sisca selama dua tahu atau sejak 2010 hingga 2012. Soal kasus tewasnya Sisca, belum ada indikasi Albertus terlibat.

Dua pembunuh Sisca yakni Wawan (39) dan Ade (24) sudah mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Bandung. Motif kasus ini disebut pencurian disertai kekerasan. Kedua pelaku mengaku tak mengenal Kompol Albertus. Pelaku pun menyangkal disuruh orang dan menepis tuduhan sebagai pembunuh bayaran.

Pembunuh Sisca Yofie Akhirnya Tertangkap. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi", jam 04.30 – 05.30 WIB, hanya di TRANS TV

(ahy/ahy)

google.co.id

119 Pemudik Tewas, DPR Minta Kemenhub Disiplin

119 Pemudik Tewas, DPR Minta Kemenhub Disiplin

Headline

Ilustrasi – ist

inilah.com, Jakarta – Kepolisian mencatat telah terjadi 243 kecelakaan pada H-4 jelang hari raya Idul Fitri. Bahkan setidaknya ada 119 orang yang tewas akibat kecelakaan saat mudik sekarang.

Anggota Komisi V DPR Arwani Thomafi prihatin atas kondisi tersebut. Menurutnya, disaat cuti bersama menjelang hari raya Idul Fitri masih akan terjadi beberapa kecelakaan akibat mudik. Sebab cuti bersama itu dimanfaatkan banyak orang untuk melakukan mudik yang akhirnya mengalami lonjakan pada arus mudik.

“Kami sangat prihatin atas kejadian tersebut. Kami menghimbau kepada para pemudik dan petugas lapangan agar nantinya saat arus balik lebih ekstra hati-hati. Libur pasca Lebaran yang relatif lebih pendek sebelum masuk hari kerja diprediksi akan menyebabkan penumpukan saat arus balik pada hari tertentu,” ujar Arwani, di Jakarta, Selasa (6/8/2013).

Dia mengatakan, dalam situasi ini peranan pemerintah khususnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sangat diperlukan. Pemerintah harus bisa memastikan jika mudik berjalan baik tanpa jatuh korban jiwa.

“Disiplin mengatur dan persuasif terhadap penyelenggaraan angkutan Lebaran. Yang paling utama adalah sosialisasi yang kontinyu terhadap semua pemudik akan mudik yang aman,” tandasnya.

Sebelumnya, pada H-6, jumlah korban tewas ada 12 orang dan luka berat 26 orang. Lalu pada H-5, terjadi 224 kecelakaan dan 60 orang tewas, 71 orang luka berat. Dengan demikian, total korban tewas saat mudik berjumlah 119 orang. [yeh]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Koalisi MK Akan Somasi SBY soal Patrialis Akbar

    Koalisi MK Akan Somasi SBY soal Patrialis Akbar

  • Tolak City & Madrid, Pemain Ini Tak Bisa Tidur

    Tolak City & Madrid, Pemain Ini Tak Bisa Tidur

Inilah.com