Hadiri Kongres NasDem, JK Hanya Dukung Surya Paloh

Hadiri Kongres NasDem, JK Hanya Dukung Surya Paloh

Headline

Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) dan Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai NasDem – Inilah.com

inilah.com, Jakarta – Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) mengaku kehadirannya pada acara kongres Partai NasDem hanya untuk melihat pengukuhan Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai NasDem.

Namun JK menolak jika kehadirannya di acara kongres Partai NasDem diartikan sebagai kesiapannya bergabung dengan Partai NasDem.

“Ah tidak ada. pokoknya sebagai sahabat datang menyaksikan kawan memproklamirkan,” ujar JK usai acara pembukaan kongres Partai NasDem di JCC, Senayan, Jumat (25/1/2013).

Menurutnya, kehadiran malam ini ke acara kongres Partai NasDem hanyalah sebatas tamu undangan. Sebab dirinya dan Surya Paloh adalah sabat lama yang pernah bersama di Partai Golkar.

“Ini betul hanya menghadiri undangan. Masa diundang tidak hadir?,” jelasnya.

Sebelumnya, JK terlihat hadir dalam acara kongres Partai NasDem. Bahkan JK masuk keruangan kongres bersama dengan Ketua Majelis Nasional Partai NasDem Surya Paloh. [gus]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Mancini: Balotelli Tidak Akan Kami Lepas

    Mancini: Balotelli Tidak Akan Kami Lepas

  • Kursi Kosong Warnai Kongres NasDem

    Kursi Kosong Warnai Kongres NasDem

Jokowi Tegaskan Dukung Rieke-Teten

Jokowi Tegaskan Dukung Rieke-Teten


Bandung: Usai melakoni sejumlah kegiatan yang padat di Jakarta, Joko Widodo meluncur ke Bandung, Jawa Barat, Ahad (18/11) siang. Gubernur DKI Jakarta itu berniat kembali menyatakan dukungannya pada pasangan Cagub dan Cawagub Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki. Jokowi disambut ratusan simpatisan pasangan Rieke-Teten begitu tiba di markas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bandung, Jawa Barat. Jokowi datang dengan mengenakan baju kotak-kotak. Jokowi mengaku memiliki kesamaan dengan Rieke dalam proses pemilihan Gubernur, yaitu sama-sama tidak memiliki sokongan dana yang besar. Mereka juga sama-sama sering turun langsung ke masyarakat dalam membangun daerah. Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan mendukung pencalonan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Keduanya dinilai telah lama aktif membela rakyat dan peduli terhadap pemberantasan korupsi. (Wtr4)

Nasional | Kartu ATM Dibobol, Uang Nasabah Rp 74 Juta Lenyap

Samarinda – Seorang nasabah bank swasta nasional di Samarinda menjadi korban pembobolan kartu ATM. Uang Rp 74 juta ludes setelah sebelumnya kartu ATM miliknya tertelan di sebuah mesin ATM yang berlokasi di Jl Slamet Riyadi, Karang Asam, Samarinda.

Kejadian itu dialami nasabah berinisial MY (62), Minggu (20/1/2013) lalu, saat bermaksud ingin bertransaksi di mesin ATM di Jl Slamet Riyadi. Sebelum bertransaksi, MY telah diingatkan seorang ibu yang menyebutkan bahwa mesin ATM tersebut rusak karena kartu ATM-nya tertelan.

“Waktu itu hari Minggu, sekitar jam 8 pagi. Sebelum masuk ke ruang ATM, ada ibu-ibu yang mengingatkan mesin itu rusak dan kartu ATM-nya tertelan. Tapi Bapak saya tetap mencobanya meski akhirnya dibatalkan. Akhirnya kartunya tidak bisa keluar dan tertelan di mesin,” kata Kiki Famala, putri MY, saat mendampingi ayahnya melapor ke Mapolresta Samarinda, Jl Bhayangkara, Selasa (22/1/2013) sore.

Beberapa saat setelah kartu ATM ayahnya tertelan, datang seseorang pria yang tidak dikenal meminta ayahnya menghubungi Call Centre lantaran bank tutup operasional di hari libur.

“Karena ayah saya tidak membawa hp saat itu, pria itu menawarkan hp-nya untuk nelpon call centre soal kartu ATM tertelan. Di telpon itu, ayah saya ditanya nama lengkap dan tanggal lahir, tapi tidak tanya nomor PIN,” ujar Kiki.

“Pria itu kemudian menyuruh ayah saya untuk mencoba memasukan nomor PIN di ATM didampingi orang tidak dikenal itu, padahal kartunya tertelan. Namanya saja orang tua, ayah saya saat itu menurut saja. Tetap tidak bisa, ayah saya pasrah dan pulang,” tambah Kiki.

Pada Senin (21/1/2013), MY kemudian mengurus penggantian kartu baru di kantor cabang bank. Namun saat meminta print out transaksi rekeningnya, MY terkejut saldonya tersisa Rp 18.000.

“Ada Rp 74 juta yang berkurang dari rekening. Ayah saya kaget dan kemudian baru hari ini lapor ke polisi sambil membawa bukti-bukti print out dari bank,” terang Kiki.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Feby DP Hutagalung membenarkan laporan tersebut. Menurut dia, polisi telah memulai penyelidikan terkait raibnya uang korban.

“Benar, kita terima laporannya. Kita memulai penyelidikan terkait laporan itu,” kata Feby.

Antisipasi pasang air laut tagl 24 Januari?

Semua ini kan alam, tapi semua yg bisa kita lakukan, kita lakukan. Kemarin kita Udah bersurat juga ke BPPT agar dirong hujam tidak untuk mendorong hujan itu tdai ada taggal2 itu, jgn sampe pas hujan sangat deras pas air pasang, itu yg mau kita hindari Mungkin apa sehari dua hari buat bendungan raksasa? Gak mungkin, sehingga perlu rekayasa cuaca itu yg kita pilih.

Banjir rob antisipasinya?

Itu tadi saya sampaikan, rekayasa hujan minta bppt, itu yg akan kita lakukan. Kalo di sisi badan penahgghulanagn pencana,sehari dua hari kita brefing lagi betul2 siap, adsa skenarion satu dua, tiga, akan kita pake kelola situas yg aada jgn sampe kemarin jebolnya tanggul latuharhary yg memang diluar skenario.

Skenario disiapkan?

Ada plan a plan b, jgn ahanya eutiniytas basa, nnti kita ketemu, satu2 ada plan.

Sepanjang utaa banyak tanggul, banyak yg tidak kuat?
Liat saja, kita kesan kesuliutan, perkuat tanggul dua tiga hari gak mungkin. Ya itu tadi skneraio, rekayasa cuaca hujan, dan persiapkan diri kalo memang itu hujan.

Kalo yg katulampa, kebawah kan ketikaan bukit duri. Kalo dikatulampa jam brapa, bukit dukri jam berapa, itu udah ada. Untuk cuaca ekstim ini ada yg diluar skenario.

Ada persiapa, kalo banjit ttp datang, pompa, di daerah utara itu?

Pompa ada hanya enam yg portabel, kementerian ada. Tpi kalau air pasang dateng, ujan besar dateng. Kekuatan pompa seperti apa. Pompa yg bisa habiskan air dan buang ke laut ya hanya seperti yg di plui kemarin, karena kapasitas besar.

Makanya ketika ketemu presiden kita minta supaya pompa yg di marina, di pluit, tengah barat dan timur dipercepat, skrg pompa nya belum ada.  Kalo kita mau beli saja bisa dibeli, tapi kan. Perlu pndasi, perlu infrastuktur pipa lin, itu perlu waktu sampe 4 bulan.

++++


Latuharhary reklame itu kan ada 4. Sampingnya sebelah sana dua. Kalo itu ditanam, kemunginan besar, fondasi seprtiga ketinggian. Kedalamannya di cor sampe 14 meter. Yg kecil aja ada dua lagi pak?

Sudah saya perintahkan semua reklame yg ada ditanggul yg ada di tanggul itu di potong, dicopot, dimanapun. Tanggul itu gak boleh ada benda manapun selain tanggul (diatasnya). Karena kita konsentrtasi pecahkan di bawah, nnti saya copot semuanya. Kotrak urusan dinas. Keselamatan nmr 1.

100 hari pengalamannya gimana pak? Ada yg kurang?

Biasa saja, semua persoalan sama, jgn pikir saya liat seperti ini pusing? Ndak…yg paling penting, stiuap problem bisa diselesaikan sewcepatnya, blusukan ke kampung, lokasi lain, itu kita ingin mengetahui menggali permasalah yg ada dilapangan di masyarakat. Kita kan masuk ke kampung bukan aur- auran, kita udah lebih dulu survei kesana. Persoalan yg ada, kita datang kesana bisa gak selesaikan masalah.

Ketanah merah kita udah kesana beberapa kali.liat sekrag berjalan gak sekarang.

Kecil2 memang tpi kalo ga ditangani itu jadi persoalan besar, ditanah tinggi pompa rusak, kita kan hanya butuh semua diperbaiki. Kita mau buat rusun yg hidup.

Seperti di marunda, 26 hanya yg dipake 7, 19 klosetnya pintunya ilang- ilangan. Taun ini rampung, bisa langsung isi. Ini kegunaan kita liat ersoalan seperti itu. Kalo dikantor ngapain. Cuma tanda tangan doang paling, set jam rampung. Ngapain dikantor rapat juga ndak. Kita mau semua nya cepet. Prang itu liat persoalan riil. Kalo dikantor kejebak rutinitas. Tekan teken, kenapa gak diserahkan kebawah.

Kalo dibawah, riil, persoalan masyarakat banyak dibawah, saya mau policy saja.

Perlu waktu juga untuk pembangunan konsep di jkt untuk 5 tahun? Rpmjd sudah rampung, 6 bulan setelah dilantik selesai, itu aturannya.

Sudah, dipikir kita diem, malam garap maecem2. Rpjmd, semua kita garap. Malem untuk untuk enak mikir. Paling enak malem untuk mikir.

Masalah yg paling bikin pusing? Gak ada. Enteng semua, biasa saja. Masalah dikota saya 8 tahun biasa saja. Masalah dikota biasa saja. Gak ada pusingnya.
Ciyusss

Reario, waduknya akan diperbesar.

Di BMW di perbesar, kemudian di pondok ranggon itu dibeli lagi di gedein. Di daan mogot juga, di gedein. Direario kita beli sampe 800 ratusan.

Rusun marunda itu pemindahan warga dari waduk pluit?

Ya kalo warga mau, karena waduk itu mau kita perdalem, mau perlebar. Ya kalau mauuu, caranya? Diberi pengertiann.

Kalo pindah gimana?

Kalo mau permanen, ya rumah disanannya diilangin. Itu kan kanan kiri nya mau kita tanami, mangrove, bakau.

+++
Ada yg nilai turun kelapanagan karena gak percaya anak buah.

Saya dilapangan gak masalah, saya dari lapangan, telpon. Ini ada masalah. Selesaiakan. Saya hanya buka pintu aja, nanti yg masuk walikota. Kalo belum selesai ya saya turun lagi. Itu selalu kita delegasikan, ngapain saya selesaikan sendiri. Tpi untuk hal- hal yg penting sekali seperti yg dilatuharhari itu dari pagi saya tungguin, karena itu menyangkut warga yg ribuan banyaknya terkena imbas kalo itu gak rampung.

Penanggung jawab lokal di lokasi banjir siapa? Persoalan dilapanghan, masy dapet informasi, mereka harus lari kemana? Komando info nya siapa?

Ya kalau di dki kita. Kalo pembersiahan dinas kebersiahan, tapi ini keadaan darurat, segala kekuatan kita kerahkan semua. Kalo masy mau sesuatu untuk sedot yg ke damkar, kebersihan dinas kebersiahan.
(trq/trq)

Kembali tidak Datang, BM Belum bisa Dipanggil Paksa

Metrotvnews.com, Jakarta: Niat Timwas Century untuk memanggil paksa tersangka Kasus Century belum bisa dilaksanakan. Masih ada syarat yang harus dipenuhi agar pemanggilan paksa bisa dilakukan.

Menurut anggota Timwas Century dari Fraksi PKS Indra, hari ini pihak Mabes Polri akan hadir dalam rapat untuk menjelaskan masalah teknis upaya pemanggilan paksa. Ini dilakukan krena dalam UU MD3 hal tersebut tidak diatur secara rigid.

“Jadi Budi Mulya pasti tidak hadir. Yang hadir nanti Mabes. Ada hal-hal yg mau dikomunikasikan agar proses pasal terkait pemanggilan paksa bisa lancar. Semestinya agendanya tanpa mereka (mabes),” ujar Indra kepada Metrotvnews.com di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/10).

Yang jelas, tambah Indra, kehadiran Budi memang sangat penting. Karena Budi bisa melengkapi puzzle yang selama ini disusun.

“Mudah2an dengan penjelasan Polri bisa terlihat apa yang bisa dilakukan karena BM bisa melengkapi puzzle-puzzle yang selama ini disusun,” jelas Indra.

Editor: Asnawi Khaddaf

metrotvnews.com

Anggota DPR Datang, Warga Klender Usir Satpol PP

Anggota DPR Datang, Warga Klender Usir Satpol PP
(Liputan6.com/Ahmad Romadoni)

Liputan6.com, Jakarta : Proses penertiban lahan di RT 8 RW 12, Buaran I, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur kembali memanas. Warga meminta anggota Satpol PP meninggalkan lokasi.

Dari pantauan Liputan6.com, sejak pagi puluhan anggota satpol PP sudah siap memindahkan barang milik warga di lokasi, Kamis (10/10/2013). Namun kondisi berubah saat Anggota DPR RI Komisis I Hayono Isman tiba di lokasi.

Hayono tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Setibanya di lokasi, Hayono langsung berdialog dengan warga di mushola Al Ihtihar yang berada di tengah pemukiman warga. Usai berdialog, politisi Partai Demokrat itu menyambangi petugas Satpol PP yang sedang memindahkan sejumlah barang milik warga. Warga yang kembali tersulut emosinya memukuk-mukul seng dengan balok.

“Woy jangan angkut. Pergi kalian semua,” teriak salah seorang warga sambil memukul truk yang mengangkut barang milik warga.

Hayono kemudian berdialog dengan petugas Satpol PP. Ia meminta petugas menghentikan sementara penertiban itu, sebelum ada kejelasan kepemilikan tanah. “Mereka nggak mau pindah, mereka sudah 30 tahun lebih tinggal di sini. Dan mereka ini legal, ada KTP bayar PBB, bayar pajak. Pak Jokowi kan Gubernur yang merakyat, jangan jatuhkan citra Pak Jokowi dengan hal yang seperti ini,” katanya di lokasi.

Hayono meminta Satpol PP untuk menghentikan sementara penertiban ini, sebelum ada solusi dari gubernur. “Saya akan ketemu dengan gubernur hari ini. Sebelum ada solusi dari Pak Gubernur, jangan dulu dilanjutkan.”

Pada kesempatan sama, Kasiops Satpol PP Jakarta Timur Luasman Manihuruk mengatakan, fokus kerja Satpol PP hari ini hanya membantu warga memindahkan barang. Selain itu, kelancaran lalu lintas juga menjadi perhatian. “Sekarang bagaimana lalu lintas ini lancar. Barang-barang warga ini kan ada di trotoar malah ke badan jalan. Nah yang kita tertibkan itu. Karena kalau macet kasian warga juga,” ujarnya.

Luasman menegaskan, pihaknya hanya sebagai pelaksana, pengambil keputusan ada di Provinsi DKI. Pihaknya, kata Luasman, hanya menjalankan perintah. “Kami diperintahkan untuk membantu warga yang ingin pindah. Kami antar sampai tujuan. Perintahnya seperti itu saat ini,” tandasnya. (Rmn/Ism)

liputan6.com