3,6 Juta Anak Usia Sekolah Belum Dapat Pendidikan Formal

Dua orang siswa sekolah dasar negeri didampingi orang tua murid mengambil Rapor di SDN 01 Pagi Besuki Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/1).

PURBALINGGA — Jumlah anak usia sekolah yang belum tercover yang belum tercover pendidikan formal masih cukup besar. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa menyebutkan jumlahnya mencapai 3,6 juta anak. Namun dia menyatakan data tersebut belum tervalidasi.

‘Saat ini kita dari Kemensos masih melakukan validasi data tersebut,” jelasnya saat melakukan kinjungan kerja di Purbalingga, Ahad (22/3).

Meski demikian dia menyatakan, bila data tersebut benar, maka sebanyak 3,6 juta anak usia 6-21 tahun yang belum tercover pendidikan formal tersebut berasal dari kalangan anak terlantar dan anak jalanan. Untuk itu, dia berharap mereka yang belum tercover pendidikan formal tersebut, bisa tercover dalam program KIP sehingga bisa ikut mengenyam penddikan.

”Program Kartu Indonesia Pintar atau KIP ada di Kemdikbud dan Kemenag. Sedangkan yang ada di Kemensos adalah mereka yang tak terafiliasi dengan unit pendidikan. Karena itu, yang belum bisa mengenyam pendidikan bisa didaftaran ke dinas sosial dan kementerian sosial,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengemukakan saat ini dunia pendidikan di pesantren saat ini juga memiliki potensi untuk mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Untuk itu, dia meminta pondok pesantren non madrasah formal, untuk mendaftarkan para santrinya mendapatkan Kartu Indonesia Pintar.

Khofifah menjelaskan, nilai bantuan KIP bervariasi dari tingkat SD hingga SMA. Untuk yang siswa di jenjang pendidikan SD atau yang setara mendapat Rp 450 ribu per tahun, SMP Rp 750 ribu, untuk yang setara SMA mendapat Rp 1 juta.

republika.co.id

Gagasan dari Prabowo dan Partai Gerindra: Stimulus

Gagasan dari Prabowo dan Partai Gerindra: Stimulus


Salam Indonesia Raya, Saya, bersama Partai Gerindra, menawarkan pemikiran dan gagasan baru untuk Indonesia Raya. Pemikiran dan gagasan yang dapat membantu rakyat banyak dan mengembalikan Indonesia menjadi Macan Asia. Saya mengajak anda untuk mengambil bagian dari kampanye untuk rakyat Indonesia ini. Kirimkan dan tag teman-teman, saudara dan kerabat anda di video ini. Pastikan mereka mengetahui pesan perubahan yang saya bawa dengan Partai Gerindra. Jika anda memiliki masukan, dan ingin berdiskusi bersama saya dan rekan-rekan lain mengenai program-program yang saya berikan, bergabungkan di forum diskusi tinyurl.com Untuk kejayaan Indonesia – Salam Indonesia Raya,

Surya Paloh Resmi Jadi Ketua Umum Partai NasDem

Surya Paloh Resmi Jadi Ketua Umum Partai NasDem

Headline

Ketua Majelis Nasional Partai Nasional (NasDem) Surya Paloh – Inilah.com/Agus Priatna

inilah.com, Jakarta – Ketua Majelis Nasional Partai Nasional (NasDem) Surya Paloh resmi diangkat sebagai ketua umum partai, dalam Kongres I Partai NasDem, di JCC, Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Ketua Umum Partai NasDem, Patrice Rio Capella secara resmi menyerahkan mandat Ketua Umum kepada Surya Paloh. Menurutnya, tugas yang diemban dalam Partai NasDem membangun partai ini adalah berawal dari sebuah mandat.

“Oleh karena itu, dihadapan saudara-saudara sekalian, saya kembalikan mandat ini kepada Bapak Surya Paloh sebagai pemberi mandat,” kata Rio dalam pidato pembukaan saat kongres.

Untuk itu, kongres tersebut secara resmi Rio menyerahkan mandat Ketua Umum itu kepada Surya Paloh sebagai pemberi mandat.

“Saya Ketua Umum Partai NasDem saat ini mendukung Bapak Surya Paloh sebagai Ketua Majelis Nasional Partai pada saat ini untuk diangkat sebagai Ketua Umum Partai NasDem dalam kongres yang mulia ini,” lanjut Rio.

Surya Paloh, kata Rio, diyakini dapat membawa partainya untuk bersaing menghadapi arena pertandingan Pemilu 2014 nanti. “Kita yakin, kepemimpinan beliaulah yang akan membawa Partai NasDem menuju kemenangan dan kejayaan,” ujarnya. [mvi]

Rekomendasi Untuk Anda


  • Nirwan Bakrie Siap Bertemu Menpora

    Nirwan Bakrie Siap Bertemu Menpora

  • Pasar Siaga Moneter Ketat Eropa-AS Lebih Cepat

    Pasar Siaga Moneter Ketat Eropa-AS Lebih Cepat

Kasus Flu Burung, Orang Dekat Istana Terlibat?

Kasus Flu Burung, Orang Dekat Istana Terlibat?

Headline

Inilah.com

inilah.com, Jakarta – Kasus flu burung dalam perkembangannya menguap. Ini bertolak belakang dengan kasus Hambalang yang telah menetapkan beberapa tersangka. Mengapa kasus ini stagnan?

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah usai melakukan pemeriksaan terhadap kasus fu burung dengan nomor 10/HP/XIX/06/2012 tertanggal 6 Juni 2012. Tidak hanya itu, Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI juga telah melakukan analisa atas laporan hasil pemeriksaan BPK.

Namun, kasus flu burung yang diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 347 miliar lebih ini tidak mengalami kemajuan berarti. Hal ini pula yang membuat keheranan Ketua BAKN DPR Sumarjati Arjoso. “Saya tidak tahu apakah kasus flu burung ini tidak menjadi prioritas oleh KPK,” kata Sumarjati saat dihubungi, Kamis (23/1/2013)

Menurut dia, kasus flu burung ini lebih besar kerugiannya dibanding kasus Hambalang. Dalam kasus ini Kementerian Kesehatan tidak mengusulkan tapi dari Bio Farma mengusulkan ke Bappenas, didukung oleh rekanan dalam kepengurusan anggarannya. “Setelah mendapat anggaran, Kementerian Keuangan memberitahukan ke Kemenkes,” tambah Sumarjati

BAKN kata Sumarjati berencana akan memanggil pihak Kementerian Kesehatan. Langkah ini ditempuh, kata politisi Partai Gerindra ini, karena hingga saat ini tidak ada tindak lanjut nyaata baik di pimpinan DPR maupun Komisi IX DPR. “BAKN akan undang Kemenkes,” cetus Sumarjati.

Dihubungi terpisah, anggota Komisi Hukum DPR RI dari Fraksi PPP Ahmad Yani mengatakan lambatnya penanganan kasus flu burung bisa saja terkait dengan keterlibatan lingkar dalam Istana Kepresidenan dalam kasus yang diduga merugikan keuangan negara miliaran rupiah ini. “Informasi yang saya dapat A1, ada pejabat tinggi negara ini tentunya bukan presiden, pembantu presiden, level menteri yang mengintervensi KPK,” kata Yani.

Menurut dia, seharusnya, kasus flu burung dapat segera ditingkatkan ke penyidikan dan sudah menetapkan para tersangkanya. Menurut dia, dari informasi yang ia peroleh, KPK ragu-ragu melakukan penyidikan kasus flu burung karena ada keterlibatan pejabat tinggi dalam perkara ini. “Dari informasi yang saya peroleh, ada kerabat pembantu presiden yang terlibat dalam kasus ini,” tuding Yani.

Yani menegaskan tidak ada satupun pihak di negeri ini yang kebal oleh hukum. Prinsip equality before the law, kata Yani, harus ditegakkan dalam mengusut kasus flu burung. “Jadi kalau memang KPK tidak menetapkan tersangka, maka KPK menyediakan dirinya untuk diintervensi, atau KPK membuka dirinya untuk diintervensi dan mereka rela untuk diintervensi,” tegas Yani.

Ketua Panitia Kerja Flu Burung DPR RI Novariyanti Yusuf mengatakan pihaknya pada pekan depan akan menggelar rapat untuk membahas hasil kunjungan ke lapangan ke Bandung dan Surabaya. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas saat dikonfirmasi ihwal kasus flu burung tidak merespons pesan yang dikirim inilah.com.

Jika membandingkan kasus Hambalang dan kasus Flu Burung memang tampak terjadi perbedaan perkembangan penanganan kasusnya. Kasus Hambalang yang dikait-kaitkan sejumlah elit Partai Demokrat lebih mendapat atensi dari KPK ketimbang kasus Flu Burung yang secara kerugian negara jauh lebih besar dari kasus Hambalang. Apakah karena ada keterlibatan kerabat pembantu presiden di Kabinet SBY? Entahlah, biar waktu yang menjawabnya.

Rekomendasi Untuk Anda


  • Lampard Disarankan Pindah ke Klub Ini

    Lampard Disarankan Pindah ke Klub Ini

  • Investor Berlibur, IHSG Mendatar

    Investor Berlibur, IHSG Mendatar

Pasangan cabup & cawabup Bangka barat dari fraksi PKS dan PARTAI HANURA

Pasangan cabup & cawabup Bangka barat dari fraksi PKS dan PARTAI HANURA


Psangan cabup dan cawabup Bangka barat dari fraksi PKS dan PARTAI HANURA yaitu H. udztad Zuhri syazli dan H. Sukirman malam ini pukul 21.30 wib mendaftarkan diri di kantor KPUD Bangka barat diantar oleh puluhan kader dan simpatisan dua partai tersebut. Ini sebuah ketidak laziman karena sebenarnya dua partai ini dapat mencalonkan cabup dan cawabupnya sendiri-sendiri tanpa berkoalisi. Bisa dibayangkan bagaimana kekuatan kedua partai ini jika berkoalisi. Karena baik HANURA dan juga PKS mempunyai basis simpatisan dan kader yang sangat kuat.