Mundur dari Caketum, Marzuki Mengaku Takut Menang di KLB Demokrat

Mundur dari Caketum, Marzuki Mengaku Takut Menang di KLB DemokratKompas.com/ Sabrina AsrilWakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan di Hotel Sanur Paradise, Minggu (30/3/2013). Marzuki memaparkan optimismenya mampu mengangkat elektabilitas Partai Demokrat menjadi 15 persen dalam waktu tiga bulan.

DENPASAR, Kompas.com – Beberapa saat setelah Susilo Bambang Yudhoyono terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, Marzuki Alie puasa bicara. Ia hadir dalam pidato politik pengukuhan SBY sebagai Ketua Umum, kemarin, Sabtu (30/3/2013).

Tapi tak tampak semangat terpancar di raut wajahnya. Marzuki juga selalu menghindar jika diwawancarai wartawan. Namun, sehari setelah SBY ditetapkan sebagai Ketua Umum atau pasca SBY menunjuk Marzuki sebagai Wakil Ketua Majelis Tinggi pagi hari ini, Marzuki Alie buka suara.

Ia pun memaparkan sejumlah alasannya mundur dalam bursa calon Ketua Umum Partai Demokrat. "Saya sampaikan kepada orang-orang yang inginkan saya menjadi Ketua Umum. Bukan tidak berani, bukan tidak yakin, justru kalau saya maju yakin menang karena sudah lebih dari 300 pengurus mendukung saya," ujar Marzuki saat berbincang di Hotel Sanur Paradise, Denpasar.

Namun, Marzuki mengaku para pendukungnya itu hanya memenuhi 80 persen dari total peserta kongres yang turut serta. Sehingga, Marzuki mengatakan ada sekitar 20 persen yang tidak akan memilihnya sebagai Ketua Umum. "Sehingga kalau ini dimunculkan, akan timbul resistensi," ucap Marzuki.

Padahala, lanjutnya, ajang Kongres Luar Biasa (KLB) lebih baik menghasilkan kesepakatan mutlak sehingga tidak lagi menimbulkan faksionalisasi di tubuh partainya. "Di situ saya harus berpikir mementingkan kepentingan partai. Kalau pikirkan diri sendiri, saya tabrak saja, pasti menang. Tapi saya paham ini tidak mungkin," tutur Marzuki.

Karena kondisi seperti itu, Marzuki pun mengungkapkan dirinya berusaha meyakinkan para pendukungnya untuk mengalihkan dukungan kepada SBY agar terpilih secara aklamasi.

"Dua malam sebelum KLB, saya kumpulkan semua pendukung saya di hotel ini. Saya berikan pemahaman kepada mereka alasan saya tidak maju. KLB ini bukan kompetisi tapi lebih ke soliditas," katanya.

Marzuki pun membantah hubungannya dengan SBY renanggang sejak Marzuki kerap mengumpulkan para pengurus daerah. Marzuki pun membantah dirinya menerima pesan singkat teguran yang dikirimkan SBY terkait manuver-manuvernya itu.

Ia mengklaim pertemuan di Mercure Ancol yang dipersoalkan selama ini justru untuk memberikan pernyataan tertulis dukungan pengurus daerah atas pencalonan SBY.

"Sehingga sebelum KLB, saya sampaikan ke pak SBY bahwa semua aman, semua yang dukung saya 100 persen dukung pak SBY. Sudah final. Tapi, saya pesan, kalau pak SBY usulkan nama orang lain maka akan jadi ribut urusannya," tutur Marzuki.

Kompas.com

Jadi Caketum Demokrat, Gita Bilang Itu Gosip

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perdagangan Gita Wirjawan kembali membantah rumor yang mengatakan dirinya akan maju sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dari eksternal dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang akan segera digelar 30-31 Maret mendatang di Bali.

“Itu gosip, saya berkali-kali bilang itu gosip,” kata Gita saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/3).

Menurutnya, memercayai rumor dirinya akan maju sebagai Ketua Umum Partai Demokrat sama dengan memercayai Michael Jackson masih hidup. “Saya sudah sering digosipkan ABCD, dan itu gosip. Itu ibarat sama ibarat Michael Jackson masih hidup, itu analoginya,” kata Gita.

Ketua Umum PB PBSI tersebut mengatakan dirinya tidak tertarik dengan jabatan ketua umum parpol. “Sama sekali tidak (tertarik). Saya enggak ada minat kesitu,” katanya.

Kendati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Gita tetap akan menolaknya. “Tidak. Enggak ada yang lebih penting dari pada mengemban tugas saya sebagai Mendag,” kata Gita.

Editor: Edwin Tirani

Loyalis Anas: Syarat Caketum Boleh Rangkap Jabatan Merusak Partai

Metrotvnews.com, Jakarta: Loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, M Rahmad mengatakan syarat calon Ketua Umum (Caketum) boleh rangkap jabatan merusak tatanan demokrasi partai. Mantan Wakil Direktur Eksekutif PD ini menentang syarat tersebut.

“Pernyataan Pak Jero Wacik yang mengatakan Ketum Partai Demokrat mendatang boleh rangkap jabatan tapi tidak boleh Nyapres, merusak tatanan demokrasi yang selama ini sudah dibangun oleh Partai Demokrat,” kata Rahmad kepada Metrotvnews.com, Rabu (20/3).

Rahmad mengatakan, sebelumnya semua Ketum PD mulai dari Budi Santoso, Hadi Utomo hingga Anas Urbaningrum tak ada yang rangkap jabatan. Anas sendiri ketika itu memutuskan berhenti sebagai Ketua Fraksi PD dan anggota DPR RI 2009-2014.

“Syarat itu sangat bertentangan dengan prinsip dasar HAM,” keluh Rahmad.

Sebelumnya, Majelis Tinggi PD melarang seorang ketua umum rangkap jabatan. Namun kemarin, Sekretaris Majelis Tinggi PD Jero Wacik mengubah syaratnya. Dengan demikian maka ketua umum terpilih bisa memegang jabatan lain di eksekutif, legislatif, dan sebagainya.

Menurut Jero Wacik larangan bagi ketua umum Demokrat terpilih nanti hanya tidak boleh mencalonkan Presiden untuk Pilpres 2014.

“Yang ada adalah tidak jadi Capres. Jadi, calon ketua umum tidak boleh jadi calon presiden,” kata Jero Wacik di Istana Negara.

Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat akan digelar 30-31 Maret 2013 di Bali. Sejumlah nama telah mengemuka diantaranya Ketua DPR RI Marzuki Alie, Kepala KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Sekretaris Fraksi DPR Saan Mustopa, Direktur Eksekutif Demokrat Toto Riyanto, dan beberapa petinggi Demokrat lainnya.(Andhini)

Editor: Deni Fauzan

Ruhut Tolak Toto Riyanto Caketum Demokrat

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul menolak pengusungan Direktur Eksekutif Partai Demokrat Toto Riyanto sebagai calon ketua umum di Kongres Luar Biasa. Ruhut tetap menjagokan KSAD Jenderal Pramono Edhie.

“Itu strategi mereka (loyalis Anas) karena saya menjagokan Pak Pramono Edhie,” kata Ruhut di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (19/3).

Menurut Ruhut, Toto adalah seorang administrator yang baik. Tapi untuk jabatan ketua umum lebih cocok Pramono Edhie.

“Saya berterima kasih kepada beliau. Tapi untuk ketum, sekali lagi Pramono Edhie,” kata dia.

Ruhut menepis caketum Demokrat harus kader. Sebab Demokrat butuh tokoh untuk merebut suara massa mengambang atau swing voter.

Ruhut memastikan jagoannya bersih dan bisa merekatkan faksi di Demokrat. Sementara Wakil Ketua Dewan Pembina PD Marzuki Alie pasti ditolak oleh kubu Anas.

“Saya bukan tidak menyetujui Marzuki Alie tapi di Kongres Bandung dia kalah oleh Anas. Kalau terpilih nanti, apakah orang Anas tidak sakit hati,” kata dia.

Sedangkan Pramono Edhie bisa seperti Hary Tanoesudibjo di Partai Hanura. Terbukti masuknya Hary tidak menimbulkan keributan. (Andhini/Adf)

Editor: Asnawi Khaddaf

Poros Tengah Kader Demokrat Usulkan Tiga Caketum

Metrotvnews.com, Jakarta: Poros Tengah Kader Partai Demokrat meminta Majelis Tinggi untuk mencalonkan Subur Budi Santoso, Taufik Efendi, dan Ahmad Mubarok sebagai alternatif calon ketua umum dalam Kongres Luar Biasa yang akan digelar tanggal 30-31 Maret 2013 besok di Bali.

Menurut juru bicara Poros Tengah Kader Partai Demokrat, Mohamad Rifki, KLB merupakan pilihan terbaik dalam menyikapi kekosongan kepemimpinan dan persiapan Pemilu 2014 yang sudah di ambang pintu.

“Kongres Luar Biasa diharapkan tidak hanya mendapatkan Ketua Umum defenitif, juga sebagai ajang konsolidasi partai secara nasional dalam rangka persiapan pemenangan Partai Demokrat pada Pemilu 2014,” tukasnya dalam surat elektronik yang diterima Media Indonesia, Jakarta, Senin (18/3).

Ia mengatakan, manuver politik dari beberapa kader Partai Demokrat yang mendorong calon ketua umum semakin menegaskan bahwa dalam tubuh partai ada pertarungan beberapa faksi.

“Ini tentunya akan berimplikasi negatif terhadap konsolidasi partai,” tukasnya.

Namun demikian, Rifki berpendapat, faksionalisasi politik bukanlah sesuatu yang ‘haram’ dalam alam demokrasi. Akan tetapi, untuk partai yang sedang didera prahara dibutuhkan cara berfikir dan bertindak seluruh kader partai yang mengutamakan kepentingan partai menjelang Pemilu 2014.

Oleh karenanya, Rifki yang mengklaim sebagai poros tengah kader demokrat bersama sejumlah rekannya, meminta sejumlah kriteria bagi calon ketum Partai Demokrat.

Berikut kriteria yang diajukan:

1. Kader internal

2. Memiliki jiwa kepemimpinan

3. Memiliki kapasitas dan integritas yang baik (jujur dan bersih)

4. Bersedia berkonsentrasi secara penuh terhadap pemenangan partai

5. Tidak mengemban jabatan strategis kenegaraan

6. Figur tengah yang mampu menjadi pengayom dari semua kader

7. Memegang prinsip dan etika politik Partai Demokrat yaitu bersih, cerdas dan santun

8. Tidak memiliki tendensi politik pribadi

9. Berkomitmen terhadap materi pakta integritas

“Merujuk 9 kriteria tersebut diatas, kami merekomendasikan beberapa nama untuk dapat menjadi pilihan terbaik dalam Kongres Luar Biasa Partai Demokrat yakni mantan Ketum Partai Demokrat Subur Budi Santoso, mantan Menteri PAN dan RB Taufik Effendi, dan Anggota Dewan Pembina Ahmad Mubarok,” tukas Rifki. (Donny Andhika AM/Adf)

Editor: Asnawi Khaddaf

Ramadhan: Caketum Demokrat dari SBY akan Hilangkan Faksi

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan faksi di partainya akan hilang bila Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Ketum PD yang baru.

Musyawarah mufakat untuk Kongres Luar Biasa PD akhir Maret nanti pasti terjadi.

“Dengan ketum baru di bawah SBY, faksi akan hilang,” kata Ramadhan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/3).

Dikatakan, Demokrat pasca-ditinggalkan Anas Urbaningrum mengalami situasi luar biasa. Nama-nama yang beredar sebagai caketum PD akan segera mengerucut dengan musyawarah mufakat.

“Ketum yang akan datang akan sejalan DPD dan DPC,” kata Ramadhan.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini meyakini seluruh DPD dan DPC Partai Demokrat

“Nama-nama orang Demokrat ini salah satunya akan jadi ketum. Kan ada Syarif Hasan, dan Amir Syamsuddin,”kata Ramadhan.

Sejumlah nama caketum PD beredar mulai dari KSAD Pramono Edhie, Mendag Gita Wirjawan, Menkopolhukam Djoko Suyanto, hingga Ketua MK Mahfud Md.

Dari internal ada Direktur Eksekutif Toto Riyanto, Ketua DPD Jatim Soekarwo, Wasekjen PD Saan Mustopa serta Wakil Ketua Dewan Pembina PD Marzuki Alie. (Andhini/Adf)

Editor: Asnawi Khaddaf